Amelia seorang gadis cantik yang bekerja sebagai sekretaris, disampingbitu Amelia juga masih merupakan mahasiswi yang sedang menyelesaikan S2 nya.
Hari itu Amelia harus pulang sedikit malam karena adanya perubahan jadwal perkuliahan, dan malam itu Amelia harus sendiri menunggu kendaraan umum sendiri.
Amelia berdiri di halte seorang diri, dengan kemeja dan rok spannya ada dua sosok laki laki yang terus menatapnya.
" Cantik sendirian aja " ucap salah satu laki laki itu
Amelia tak menghiraukannya, ia hanya menatap lurus menunggu angkutan umum.
" Sombong banget sih, mending sini sama Abang" ucap teman laki laki tersebut
Amelia yang mulai gelisah, sedikit berpindah dari tempat sebelumnya namun sayangnya usahanya gagal kedua laki laki itu terus mendekat kearahnya.
" Neng, berapa semalaman yuk kita seneng seneng " kedua laki laki itu mendekati Amelia
Belum sempat Amelia menjawab, ada sebuah mobil berhenti tepat di halte.
" Masuk " ucap orang yang ada di mobil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Di hari Sabtu Amel berniat untuk berleha-leha, ia ingin beristirahat full dihari ini.
Amel menghabiskan waktunya dengan menonton film favoritnya, tak lupa cemilan untuk menemani ia menonton film.
Saat tengah asik menonton film, Amel mendengar suara ketukan dari depan. Dengan rasa malas, Amel pun turun dari ranjang dan pergi membuka pintu.
" Ya sebentar " kata Amel dan membuka pintu
Saat Amel membuka pintu, ia melihat seorang perempuan membawa anak kecil yang Amel sendiri tak kenal.
" Maaf cari siapa yah ? " tanya Amel dengan lembut
" Boleh saya masuk ? " ucap Wanita tersebut dan Amel mempersilahkan untuk masuk
Wanita bersama anak kecil itu masuk kedalam rumah Amel, dan Amel mempersilahkan untuk duduk.
" Maaf mba nya siapa yah ? Dan ada keperluan apa kesini ? " tanya Amel kembali
" Nama aku Lintang, kamu Amel kan ? " ucap Wanita tersebut
" Iyah aku Amel, ada apa yah mba lintang? Dan ada keperluan apa kesini ? " tanya Amel semakin penasaran
" Jadi benar kamu ada hubungan dengan Dika ? " ucap Lintang Tampa basa basi
" Ko mba kenal dengan Ka Dika ? Dan tau kalau saya pacaran sama Ka Dika ? " tanya Amel kembali
" Saya cuma mau bilang, lebih baik mba jauhin Dika. Dia bukan laki laki baik, dan saya gamau mba jadi korban selanjutnya " kata Lintang
" Maksudnya gimana mba ? Ada apa, coba ceritakan semuanya " kata Amel semakin tak mengerti
" Ini anak ini anak Dika, dulu aku dan Dika berpacaran dan kami melakukan hubungan. Tapi saat Dika tau aku hamil, dia awalnya gamau tanggung jawab. Sampai akhirnya keluarga aku maksa, dan kita pun menikah sirih. Tapi saat aku hamil Dika masih suka gonta-ganti pasangan, hingga aku ga tahan dan aku berpisah. Setelah anak aku lahir, aku denger Dika juga menghamili perempuan lagi. Namun sayangnya perempuan itu menggugurkan kandungannya, keduanya juga tidak selamat. Dan sekarang pun sama Dika itu sudah menikah karena menghamili perempuan lagi, tapi Dika ga bisa kabur karena orangtua perempuan itu punya kuasa dan mau gamau Dika harus ikutin apa mau perempuan itu " Lintang menceritakan semuanya kepada Amel
Amel menutup mulutnya dengan tangan, ia benar benar tak percaya dengan apa yang ia dengar sekarang.
" Kalau mba ga percaya, mari saya antar kerumahnya. Nanti mba akan lihat sendiri" kata Lintang
" Lalu apa Ka Dika ada tanggung jawab buat mba dan anak ini ? " tanya Amel
" Engga ada, justru dia sekarang hidup enak sama istrinya " kata Lintang sambil sesekali mengusap airmata
Amel merasa kecewa dengan Dika, ia tak menyangka jika Dika orang yang sangat buruk
" Kita kesana yah mba, nanti aku akan susun rencana " kata Amel dan Lintang mengangguk
***
Amel dan Lintang pergi kerumah dimana Dika dan istri nya tinggal.
" Ini rumahnya ? " tanya Amel begitu sampai didepan rumah Dika dan Lintang mengangguk
Amel dan Lintang turun dari dalam mobil, mereka mencari tempat aman untuk bersembunyi.
" Nanti aku kesana duluan, mba lintang tunggu sini aja yah " kata Amel dan Lintang mengangguk
Setelah melihat situasi aman Amel langsung menuju rumah Dika, ia pun menekan bel rumah tersebut.
" Cari siapa yah ? " tanya seorang security-nya
" Saya mau ketemu Donita, saya temannya " kata Amel berbohong
" Oo baik baik, mari masuk " kata security-nya dan membuka pagar untuk masuk
Amel pun di persilahkan masuk, begitu sampai didepan sang security memanggil Donita istri Dika.
" Siapa yang mau cari istri saya pak ? " kata seorang laki laki yang Amel hafal suaranya
Dan benar saja tak lama Dika keluar bersama dengan seorang perempuan, Amel juga melihat wanita itu tengah hamil besar
" A..Amel " ucap Dika terkejut
" Dia siapa ? " tanya Wanita bernama Donita istri Amel
" Perkenalkan nama saya Amel, saya Pacar Ka Dika dan saya kesini juga sama mantan istri Ka Dika namanya Lintang" ucap Amel dan tak lama Lintang masuk bersama dengan anaknya
Dika semakin terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang.
" Ada apa ini ? " ucap suara tegas laki laki dari dalam menghampiri mereka
Laki laki itu ialah ayah mertua dari Dika, ia melihat dengan bingung.
" Kamu siapa ? " tanya laki laki tersebut
" Saya pacar nya ka Dika, ini mantan istri dan anaknya om " ucap Amel dengan tegas
" Dika ? Jelasin semua, apa benar ? " bentak laki laki bertubuh besar
" Bu..bukan Pah bukan salah paham " ucap Dika gugup
" Salah paham apanya Kak, ini cincin yang dari kaka. Terus ini foto nikah Ka Dika sama Lintang " Amel mengeluarkan semua bukti dan memberikan kepada laki laki bertubuh besar
" Keterlaluan kamu Dika " bentak laki laki itu
Amel hanya tersenyum melihat Dika yang tengah ketakutan, ia sendiri tak menyangka jika Dika seburuk itu.
**
Sore hari semua pun selesai Amel pulang kerumahnya setelah mengantar Lintang, ia juga yakin Senin nanti ia tak akan melihat Dika di kantor.
" Ternyata bener kata Pak Dion " kata Amel sendiri
Amel memejamkan matanya, ia merindukan sentuhan Dion.
" Mmhhh " desahnya saat ia mulai meraba tubuhnya
Amel terus membayangkan dirinya bercinta dengan Dion, ia sangat merindukan laki laki itu.
" Ahhh Dion " desahannya semakin tak tertahankan saat mengingat hal hal bersama Dion
Hingga akhirnya ia tiba di pucaknya, dan tubuhnya terasa lemas.
Karena ia sudah merasa lemas dan lelah seharian ini, Amel memilih untuk tidur dan beristirahat.
waaaaaaaah hampir satu tahun libur up ya