Demi sebuah kekayaan dan ketenaran, wanita yang sudah berusia 28 tahun itu dengan tega menjual jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa.
Bukan tak berdosa, hanya saja Kinan ingin membalas dendam atas sakit hati nya kepada penduduk kampung yang selalu menghina keluarga nya. Bahkan, ayah Kinan meninggal secara tragis di tangan kepala desa hingga membuat Kinan semakin yakin untuk membalas dendam.
Sangat mulus, ketika Kinan menumbalkan satu nyawa, maka harta kekayaan nya akan semakin bertambah. Namun, seiring berjalan nya waktu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama.
Tanpa sengaja, seorang anak pemuka agama dari kota sebelah jatuh cinta pandangan pertama pada Kinan. Di mulai dari perkenalan itu lah yang membuat hidup Kinan perlahan menjadi hancur.
Jangan lupa baca karya aku ya😊😊
Jangan lupa juga Like Vote Rate and Coment terimakasih😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Pulanglah,
Sungguh mengejutkan, tiga orang sekaligus meninggalkan dalam satu waktu. Di tambah lagi kejadian tentang penjual nasi goreng sudah tersebar kemana-mana. Para warga mulai lelah, selesai pemakaman mereka duduk berkumpul di balai desa untuk membahas apa yang sudah terjadi di kampung mereka.
Di sana juga ada Maryam dan Arka, mereka juga merasa heran karena sering sekali terjadi kejadian aneh. Baru saja para warga berdialog, pak Arman terkejut ketika seorang anak kecil memberitahu jika Hana kembali kesurupan.
Semua warga langsung pergi menuju rumah Arman termasuk Maryam dan Arka. Lesu sudah Arman, rumah nya hancur berantakan. Pandu di bantu beberapa orang warga ikut menenangkan Hana. Maryam hanya bisa menangis melihat nasib keponakan nya seperti ini.
Setelah di bantu oleh pak Rahmat, Hana kembali tenang. Mereka kemudian duduk untuk berdiskusi tentang keadaan Hana.
"Kalau saya boleh menyarankan, sebaiknya Hana di bawa ke pesantren. Di sana ada banyak kyai yang akan membantu Hana." ujar pak Rahmat memberi ide.
"Saya mau saja pak, tapi saya belum pernah pergi ke pesantren." kata Pak Arman bingung.
"Rizal akan menemani pak Arman dan Hana selama tinggal di pesantren.Jika kita biarkan, bisa saja nyawa Hana dalam bahaya." tutur pak Rahmat.
"Baiklah pak, demi kesembuhan anak saya apa pun akan saya lakukan."
"Sebaiknya sore ini juga kita berangkat pak, saya akan mengatakan pak Arman, Hana dan Rizal." ujar Pandu.
"Terimakasih sudah membantu saya." ucap pak Arman.
Arman meminta tolong pada Maryam untuk membereskan pakaian dan keperluan Hana. Setelah semua nya beres mereka langsung berangkat. Rizal juga tidak menolak, bagi nya lebih baik berada di pesantren dari pada di kampung terkutuk ini.
Kembali pada Kinan, untuk beberapa hari ini perasaan nya cukup puas. Kinan sudah berhasil membuat para warga menjadi was-was dan ketakutan.
"Pulanglah, jangan buat ibu dan adik mu curiga." titah mbah Joyo.
Kinan sebenarnya menolak, wanita ini lebih betah berada di gubuk reot milik mbah Joyo. Mau tidak mau Kinan pulang. Sepulang nya ke rumah Kinan langsung pergi membersihkan diri lalu makan malam bersama ibu dan adik nya.
"Kinan, apa kau tahu jika Hana tadi sore di bawa ke pesantren?" tanya Maryam membuat Kinan langsung tersedak.
Arka buru-buru mengambilkan kakak nya air minum.
"Kenapa di bawa ke pesantren?" tanya Kinan pura-pura tidak tahu.
"Sudah beberapa hari ini Hana kesurupan terus. Di kampung juga banyak orang meninggal," kata Maryam memberitahu.
"Betul kak, hari ini aja ada tiga orang meninggal. Yang lebih menakutkan lagi mas-mas penjual nasi goreng ketemu kuntilanak." timpal Arka.
Kinan hanya tertawa, meski hati nya tidak terima jika Hana di bawa ke pesantren. Selesai makan, Kinan langsung pergi ke restoran nya. Tanpa sengaja ketika Kinan melihat Pandu yang berada di salah satu toko sedang membeli sesuatu.
"Pasti dia habis mengantar Hana!" tebak Kinan tersenyum sinis.
Kinan hanya mengecek saja, wanita itu memilih pergi untuk berkeliling kampung untuk melihat keadaan di dalam kampung. Cukup sepi, Kinan merasa puas. Wanita ini terus tertawa, merasa bangga pada dirinya sendiri.
Sejak beberapa hari yang lalu, omset kekayaan Kinan kembali naik, "Tidak akan ada yang mampu menyaingi ku termasuk ustadz abal-abal itu." ujar Kinan kembali tertawa puas.
..aku sukaaa 🥰