NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Slice of Life / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter¹¹ — Perempuan Hamil.

Lastri tidak langsung menjawab. Ia menutup matanya sejenak, menarik napas dalam untuk mengunci kesabarannya agar tidak pecah menjadi sesuatu yang tak terarah.

Lalu ia membuka mata, tatapannya tenang.

Semua suara di sawah mereda, cangkul berhenti. Obrolan-obrolan kecil mereka lenyap, semua orang menoleh. Nama Lastri dan Surya selalu sensitif di desa ini, apalagi jika melibatkan ibu Surya—perempuan yang selama ini dikenal galak, berlidah tajam, dan merasa tak tersentuh karena status anaknya.

Lastri melangkah maju satu langkah.

“Bu, saya minta jngan membawa urusan rumah tangga di depan umum seperti ini.” Suaranya tidak tinggi, tidak pula gemetar.

Ibu Surya mendengus kasar. “Kamu pikir aku peduli? Kamu itu perempuan gagal! Mandul! Bertahun-tahun jadi istri, tidak bisa memberi keturunan. Sekarang sok jadi orang penting karena cuma numpang proyek laki-laki lain!”

Beberapa orang menarik nafas, kata-kata mandul itu seperti pisau tajam.

“Bu, selama tujuh tahun saya diam. Saya dihina di dalam rumah kalian, direndahkan sebagai istri, dan diperlakukan seolah tidak ada gunanya. Saya diam, karena saya pikir menjaga rumah tangga lebih penting daripada membela diri saya sendiri.” Ia menatap penuh keberanian pada mantan ibu mertuanya. “Tapi hari ini… saya tidak akan diam lagi kalau Ibu mengganggu hidup saya!”

Suasana menjadi sunyi.

Lastri mengangkat dagunya sedikit. “Lagipula, perlu Ibu tau... yang mandul itu bukan saya, tapi Kang Surya.”

Desah terkejut terdengar dari beberapa warga.

Ibu Surya terbelalak. “Kurang ajar! Kamu mau fitnah anakku?!”

“Bukan fitnah, hasil medisnya ada. Saya selalu menyimpannya sejak pemeriksaan lima tahun lalu. Selama ini saya yang menanggung malu selalu disebut mandul, padahal saya sangat sehat. Namun saat itu saya memilih diam, demi menjaga nama baik Kang Surya sebagai suami saya, dan juga demi keluarganya.“

Lastri berhenti sejenak, memberi ruang agar kata-katanya meresap. “Dan Ibu masih berani datang ke sini, menyebut saya mandul di depan orang banyak?”

Wajah ibu Surya memerah. Tapi alih-alih mundur, ia malah tertawa sinis.

“Kalau begitu, lihat ini!” serunya, lalu ia menepikan tubuhnya.

Seorang perempuan muda sekitar dua puluhan tahunan melangkah maju dari belakangnya, perutnya membuncit jelas di balik pakaian hamil longgar. Tangannya refleks melindungi perutnya saat tatapan warga tertuju padanya.

“Ini calon menantu resmiku,” kata ibu Surya lantang. “Dia sedang mengandung anak Surya, dan mereka sudah menikah siri sejak lama. Tidak ada zina!”

Desir ribut kecil langsung menyebar.

Lastri menatap perempuan yang usianya lebih muda darinya. Itu bukan wanita yang pernah ia pergoki bersama Surya di rumah dinas, ini perempuan yang berbeda.

Lastri tersenyum dingin.

Perempuan hamil itu menunduk ditatap seperti oleh Lastri, jarinya mencengkeram ujung bajunya dan dia tidak berani menatap Lastri.

Malvin yang sejak tadi berdiri di samping Lastri, refleks melangkah setengah langkah ke depan. Namun Lastri mengangkat tangannya, isyarat halus agar Malvin tidak ikut campur. Ini adalah urusannya.

Lastri menatap ibu Surya lagi. “Ibu yakin, anak yang dikandung perempuan ini adalah anak Kang Surya?”

“Tentu saja!” bentak ibu Surya.

Lastri mengangguk perlahan. “Bu… saya tidak ingin mempermalukan siapa pun, tapi Ibu yang memulai semua ini.”

Ia menoleh ke warga. “Bapak Ibu sekalian, saya minta maaf harus membuka lagi aib mantan suami saya disini. Tapi saya tidak akan lagi membiarkan nama saya diinjak-injak. Saya tidak mandul, dan saya mempunyai buktinya. Nanti akan saya tunjukkan di pengadilan agama, sebagai salah satu bukti untuk perceraian.”

Keributan kecil berubah menjadi bisik-bisik tajam.

Ia melirik Malvin sekilas, lalu kembali ke warga. “Dan saya tegaskan, apa yang saya lakukan di desa sekarang tidak ada kaitannya dengan masa lalu saya sebagai istri Kang Surya. Saya melakukannya untuk diri saya sendiri, dan demi seluruh warga desa.”

Ia melangkah sedikit mendekat ke arah mantan ibu mertuanya. “Kalau Ibu ingin memperjuangkan anak ibu, silahkan. Tapi jangan membawa-bawa nama saya sebagai bahan hinaan dimanapun, atau saya bersumpah... akan menghancurkan hidup anakmu.”

Sawah itu sunyi.

Beberapa petani laki-laki menunduk. Beberapa wanita menatap Lastri dengan wajah berubah—bukan iba, tapi rasa hormat baru.

Ibu Surya gemetar, antara marah dan malu. Ia ingin membalas, tapi kata-kata Lastri terlalu dingin. Akhirnya ia menarik tangan perempuan hamil itu dengan kasar. “Kita pergi!”

Mereka berbalik meninggalkan sawah, langkahnya cepat dan kacau.

Setelah mereka pergi, Lastri berdiri diam. Tangannya sedikit gemetar, tapi ia menahannya dengan mengepalkan jemari.

Malvin mendekat, suaranya rendah. “Kamu tidak apa-apa?”

Lastri mengangguk pelan. “Saya baik-baik saja.”

Perempuan itu menatap sawah lagi, air tetap mengalir. Orang-orang kembali bekerja, meski dengan perasaan berbeda. Hari itu, bukan hanya parit yang mengalir lebih lancar. Harga diri Lastri pun, akhirnya menemukan jalannya sendiri.

Malvin tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali bicara. “Bukankah sekarang ada undang-undang yang mengatur perzinaan dan pernikahan siri tanpa izin istri sah bisa dipidana? Kenapa kamu tidak membuat laporan saja?”

Lastri terdiam. Pertanyaan itu bukan hal baru baginya, hanya saja selama ini ia selalu menyingkirkannya. Bukan karena ragu pada kebenaran, melainkan karena ketakutan lama yang belum sepenuhnya hilang. Dia hanya mengkhawatirkan kedua orang tuanya. Selama masih menjadi istri Surya, bayangan ancaman terhadap mereka selalu menghantuinya. Bahkan setelah bercerai pun, ketakutan itu masih ada.

“Apa aman kalau saya melaporkannya?” tanya Lastri pelan.

Malvin mengangguk tegas. “Aman, bukti awal sudah ada. Rekaman perselingkuhan Surya yang kamu simpan dan sempat beredar di internet itu cukup kuat.”

Lastri mengangguk kecil. “Waktu Surya menjatuhkan talak, saya hanya ingin segera terlepas darinya. Saya ingin, jerat pernikahan toxic yang saya jalani berakhir sampai di sana. Soal melapor, saya sempat memikirkannya. Tapi saya khawatir… Surya akan melampiaskan semuanya ke orang tua saya.”

“Kekhawatiran itu wajar,” jawab Malvin tenang. “Tapi sekarang situasinya berbeda, kita bisa menyiapkan perlindungan. Bukti lain tentang pernikahan sirinya pun bisa dicari.”

Pria itu berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih dingin. “Orang seperti Surya tidak pantas memegang jabatan publik. Jika laporan itu masuk, sepertinya jabatannya sebagai kepala desa pun tidak akan bertahan lama.”

Lastri terdiam, mencerna setiap kata-kata Malvin. Selama ini ia terlalu lama bertahan, terlalu sering mengalah. Padahal, ketenangannya hari ini justru datang dari keberanian untuk berhenti takut.

Akhirnya ia mengangguk. “Baiklah, saya akan melaporkannya.”

Keputusan itu diambil tanpa emosi berlebihan, tanpa dendam yang diumbar. Murni sebagai langkah penutup, agar semua benar-benar selesai.

Lagipula, persidangan cerainya tinggal menunggu ketukan palu. Sudah sebulan berlalu sejak mediasi terakhir, dan Lastri dengan tegas menolak berdamai. Kali ini, ia tidak hanya ingin bercerai. Ia ingin keadilan berjalan sebagaimana mestinya.

1
anita
sinta biar di nikahi denis
Tiara Bella
mantap akhirnya ngaku dan langsung ditangkap polisi.....
Tiara Bella
viralin aja Lastri pak hadi biar kapok dia
Fia Ayu
Up lagi kak re,,,, 😁
Rere💫: Eh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
tambah ga sabar aja aku nunggu kelanjutannya Thor semangat ya nulis 💪🙏
vj'z tri
ow ow ow tanggung jawab Thor cerita nya seruuuu up nya double double hayoooo 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kelen si bapake
Evi Lusiana
lah anak manja msuk desa,justru kau tk sebanding dgn wanita setangguh lastri
Astrid valleria.s.
woww makin seru ya thor...semangat thor..sambil ngopi dulu☕️
panjul man09
lastri tidak boleh tinggal terpisah dgn malvin ,bisa culik sama orang pak hadi dan surya
panjul man09
sejauh ini , ceritanya sangat menarik apalagi di awal2 , ringan tdk banyak konflik. tata bahasanya lumayan , harus sesuai kehidupan di desa ..
panjul man09
thor , suruh pulang kekota itu si fahira , terlalu banyak pemeran bikin pusing saja
juwita
kades sm angota DPR sm" bejat saling menutupi kebohongan mrk.
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka....
Tiara Bella
langsung tangkap aja tuh Hadi sama aja sm Surya kelakuannya....11 12....
Aidil Kenzie Zie
wah-wah ternyata banyak rahasia si Surya
Tiara Bella
sombong sh fahiranya jd disasarin jalannya wkwkwkkw....
Fia Ayu
Kaga usah di jodohin pak,, mereka emang dah jodoh😁
Shee_👚
semangat lastri kamu bisa, jangan jadi wanita lemah yang selalu diem walai di tindas, saat nya kamu buktikan bahwa wanita juga mampu berdiri di kaki sendiri dan bisa maju bersanding dengan laki-laki💪💪💪🥰
Shee_👚
berarti surya hanya jadi tumbal untuk menutupi aib hadi, surya di ancam atau karena balas budi secara hadi suka bantuin dia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!