NovelToon NovelToon
Penunggu Pohon Jambu

Penunggu Pohon Jambu

Status: tamat
Genre:Kutukan / Persahabatan / Cintapertama / Mengubah Takdir / Horor / Tamat
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Kematian Arin yang tidak disangka malah menimbulkan petaka. Padahal keluarga dan semua teman sahabat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk yang mengaku roh dari Arin. Ikuti kisahnya . Banyak rahasia tersembunyi di balik apa yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

" Mau kemana kamu Ra.."

Bara menuruni anak tangga dengan tergesa. Padahal ini masih pagi. Waktu baru menunjukkan pukul enam tiga puluh pagi.

" Mau ke rumah sakit Pa.."

" Sepagi ini.. apa ada yang penting. Kamu seperti tergesa-gesa.." Papa menyeruput teh panas yang masih mengepul mengeluarkan asap yang baru saja di buatkan istrinya.

" Biar ga terjebak macet saja, Pa.." Bara ikut duduk di kursi depan sang papa duduk. Dia mengambil sehelai roti tawar dan mengolesinya dengan selai.

" Sudah mau dinas hari ini .." Hary memandang putra bungsunya. Dia melihat lingkaran hitam di mata sang putra.

" Iya pa, Tidak enak kelamaan cuti. Toh sekarang Bara sudah sehat.." Bara mengambil satu lembar lagi dan menangkupkan dengan yang tadi di ambil pertama dan mulai memakan roti tersebut.

" Kamu tidak bisa tidur lagi malam ini.." Papa masih memandang wajah sang putra yang masih terlihat kesedihan di sana.

Bara hanya mengangguk. Memang sejak kepergian Arin, dia tidak pernah tidur nyenyak. Bukan tak ingin tidur. Tapi mata serasa tak ingin terpejam. Apalagi sejak arwah itu datang menghantuinya. Bukan takut , Bara hanya berharap sosok datang dan memberi petunjuk bukan memberi teka teki seperti belakangan ini.

"Ra..." Hary diam sejenak. Dari kemarin dia mau bercerita pada Bara, selalu tidak ada waktu. Ada saja hal yang menghalangi.

"Papa mau mengingatkan kamu. Kamu harus ekstra hati-hati dan waspada..." Lanjut Hary dengan susah payah. Karena memang Hary belum yakin sepenuhnya tentang yang sesuatu yang dia curigai.

" Memang ada apa Pa.." Bara memandang sang papa dengan penuh tanda tanya.

" Ra... Papa mau bilang sama kamu, Kamu harus hati-hati saja sama ustadz Yusuf.."

Bara mendongak. Dia memandang sang papa. Dari kemarin hanya itu pesan sang papa. Setiap mau bercerita selalu saja ada sesuatu hal yang membuat cerita itu terpenggal.

" Boleh Bara tahu alasannya."

" Saat ini turuti pesan papa.. Anak buah papa sedang menyelidikinya. Beberapa kali papa melihatnya berkeliaran di jakarta..."

" Mungkin memang ada urusan di jakarta pa, .."

" Bisa jadi begitu. Tapi kita waspada boleh kan ? Orang terdekat pun bisa jadi tersangka..." Papa kembali menyeruput tehnya. Sekarang sudah tidak begitu panas lagi. Terasa hangat di tenggorokan.

" Baik pa.."

Bara termenung mendengar ucapan Hary yang terakhir. Dan dia membenarkan ucapan tersebut. Bisa jadi saudara atau orang terdekat bisa jadi tersangka.Bara mengulang berkali-kali kalimat tersebut.

Bara jadi ingat Ran. Kemarin hanya Ran yang diam dan tidak bercerita tentang yang dia alami kecuali tentang tetangga yang bergosip di warung. Bara tidak sengaja tatapan Ran ke semua orang seperti tatapan menyelidik.

" Apa Ran mencurigai saya ya.." Gumam Bara pelan . Namun Hary tetap saja bisa mendengarnya.

" Maksud kamu bagaimana ? Memang ada apa sebenarnya. Ada yang kamu tutupi dari papa ya.."

" Hehehe.. tidak pa." Bara tersenyum kecut. Hampir saja dia keceplosan. Namun Bara yakin kalau sang papa pasti akan mencari tahu setelah mendengar ucapan Bara barusan.

" Bara... Papa hanya ingin membantu kamu. Karena papa tidak sengaja menemukan fakta yang sangat tidak masuk akal. Jadi kalau kamu tidak mau berterus terang ya bagaimana papa bisa membantu.." Hary mengambil roti. Dan mengolesi juga dengan mentega. Mungkin Hary merasa lapar juga. Sarapan yang ditunggu belum juga siap.

" Maksud papa apa..? Apa yang papa ketahui...?" Bara menjadi penasaran mendengar perkataan Hary.

Hary memang sengaja memancing Bara. Agar Bara mau bercerita apa yang terjadi sebenarnya. Walaupun sebenarnya memang dia mempunyai informasi penting namun belum saatnya dia buka. Karena bukti belum lengkap.

"Ra... Kemarin pas di kamar kamu, papa melihat foto Arin masih kamu pajang. Dan papa melihat foto itu menangis. Apa yang sebenarnya terjadi yang papa tidak ketahui..?"

Hary bercerita apa yang dia alami kemarin. Sekaligus sengaja memancing Bara agar mau bercerita juga. Hary selama ini memang mengamati sikap Bara yang selalu gelisah dan itu sangat mencurigakan.

" Pa.. benarkah..?" Bara tentu saja terkejut. Kenapa semua orang mengalami kejadian yang tidak masuk akal.

" Benar Nak. Apa kamu juga sering mengalaminya..."

" Mama di mana pa...?"

 Bara melihat ke sekeliling. Dia. tidak ingin ada yang mendengar apa yang akan dia ceritakan. Apalagi sang Mama. Bara hanya tidak ingin mama ketakutan dan melarang dia berkunjung ke rumah Arin.

" Mama sedang di dapur, sedang membuat nasi goreng. Kenapa.."

" Bara takut nanti mama mendengar apa yang akan Bara ceritakan. "

" Ya sudah kita pindah di dekat kolam renang saja. Bagaimana...?"

Bara melihat jam tangannya. Dia ingin segera sampai rumah sakit. Ada sesuatu yang harus dia lakukan di sana.

" Lain kali saja pa. Sudah siang . Nanti jalanan macet.."

" Tidak Nak. Garis besarnya saja. Papa sangat ingin tahu. Pelankan saja suara kamu biar tidak terdengar yang lain.."

Mereka berdua melihat ke kanan dan ke kiri. Melihat ke arah dapur dan mama masih terlihat sibuk di sana. Asisten rumah tangga juga tidak terlihat satu pun. Suasana aman dan terkendali.

Bara menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan. Dia selalu merasakan sesak di dadanya ketika harus mengingat kejadian tersebut.

" Beberapa kali Bara di datangi arwah. Dan beberapa kali juga Bara bermimpi yang aneh..." Bara diam sejenak untuk mengatur degupan jantungnya. Dan papa masih menyimak cerita Bara.

" Arwah wanita yang kadang mirip dengan wajah Almarhumah Arin dan kadang berubah menjadi sosok orang lain.." Bara berhenti lagi. Keringat dingin membasahi keningnya. Bukan karena takut. Tapi karena memang dia tidak sanggup untuk menceritakan kejadian tersebut.

" Nak.. Yang tabah ya. Papa tahu kamu merasa sedih. Tapi kamu harus menguatkan diri dan hati kamu. Bagaimana jadinya kalau arwah itu terus datang padamu jika kamu lemah. Bagaimana kamu menghadapinya. "

" Bara juga tidak mau seperti ini Pa... Tapi rasanya jiwa Bara tidak kuat. Dan ini berimbas pada tubuh Bara. Jika mengingat kejadian itu pasti tubuh akan bereaksi seperti ini.."

" Papa ikut ke rumah sakit. Papa bantu semampu papa. Nanti sambil jalan papa akan bercerita tentang suatu hal yang penting. Keliatannya mama sudah selesai membuat sarapan. Bersihkan keringat kamu dan minumlah. Tenangkan hati kamu..."

Bara mengangguk . Dia melakukan apa yang papa bilang. Berkali-kali dia ucapkan istighfar. Dan mengatur nafasnya . Dia harus terlihat baik-baik saja di depan sang mama.

" Nanti sepulang dari rumah sakit kita berkunjung ke rumah ustadz Zakaria. Papa akan membuat janji dulu. "

" Baik pa.. "

Papa mengambil ponselnya dan segera menghubungi ustadz Zakaria. Dan bertepatan saat mama masuk membawa makanan untuk sarapan.

" Sudah siap, mari kita sarapan.." Mama Mia terlihat tersenyum bahagia. Bisa menyajikan makanan untuk orang-orang yang tersayang.

"Saya lapar ma, dari tadi menunggu matang.." Ucap Bara. Dia mengambil piring dan menyodorkannya pada sang mama, minta di ambilin makanannya.

" Manja, ambil sendiri.." Hary juga tidak mau kalah. Dia juga menyodorkan piring.

" Kalian berdua memang manja, ambil sendiri. Mama juga lapar.." Mama mengambil makanan buat dirinya sendiri. Dan mulai menyuap.

Hary dan Bara hanya bisa tersenyum pasrah. Mereka akhirnya bergantian dan mengambil makanan dan segera menyantapnya.

Hari semakin siang. Mereka bertiga sarapan pagi dengan lahap. Tanpa ada suara apapun kecuali sendok yang beradu, mereka menikmati makanan yang disediakan oleh sang Mama.

Setelah selesai makan, Hary dan Bara segera berangkat ke rumah sakit. Untung mama tidak curiga karena mereka pergi bersama. Biasanya mama akan memberondong pertanyaan bila mereka pergi bersama. Untung kali ini tidak. Namun Hary dan Bara sudah mempersiapkan jawaban yang akan mereka berikan.

Pagi ini jalanan ibukota terlihat padat. Namun masih lancar. Ada kemacetan dan untungnya tidak lama. Mungkin hanya karena ada lampu merah saja. Mereka tiba di Rumah sakit, tiga puluh menit kemudian.

" Kita sudah sampai Ra, kita mau ke mana dulu..." Tanya Hary sambil turun. Mereka sedang berada di parkiran rumah sakit.

Mata Bara sedang fokus pada satu titik. Dia sampai tidak mendengar suara sang Papa yang menegurnya. Dia melihat ke arah pohon jambu yang satu Minggu kemarin ditanam di pinggir area parkir.

Bara tertegun. Sekarang dia benar-benar bisa mengamati pohon jambu tersebut. Dan Bara benar-benar merasa heran. Pohon itu bisa sama persis dengan pohon jambu yang ada di rumah Arin. Bahkan cabangnya, besar batang pohonnya juga.

" Ra, apa yang kamu li...haat..."

Hary bertanya pada Bara. Namun kemudian dia terdiam. Saat melihat di kejauhan pohon jambu yang pernah dia lihat seminggu yang lalu kembali memperlihatkan keanehan.

Cabang pohon yang meliuk-liuk seperti orang menari. Padahal angin hanya bertiup sepoi-sepoi. Tidak kencang sama sekali. Hary terkesima. Dia memandang tidak berkedip. Bahkan mulut sampai terbuka.

" Maaf , Bapak dan Dokter Bara melihat apa.." Seorang tukang parkir lewat dan melihat sikap Hary dan Bara, merasa heran. Dua orang yang terdiam memandang satu titik kosong dalam keadaan tidak berkedip dan mulut terbuka, tentu saja menarik perhatian.

Hary dan Bara tidak mendengar pertanyaan sang tukang parkir. Mereka berdua seperti terhipnotis, dengan serius memandang pohon tersebut.

Tukang parkir ikut memperhatikan arah pandangan mereka berdua. Namun tidak terdapat apapun juga. Kecuali pohon jambu yang baru di tanam seminggu yang lalu. Dan pohon tersebut terlihat rontok daunnya. Mungkin karena adaptasi terlebih dahulu.

" Maaf, Pak Dokter..."

Tukang parkir menepuk bahu Bara. Karena si tukang parkir mulai sadar, ada keanehan dengan dua orang tersebut dan bermaksud menolongnya. Dia pernah membaca artikel, kalau ada orang yang terbengong harus segera disadarkan dengan di tepuk yang cukup kencang. Dan kali ini memang berhasil.

" Eh...."

Bara dan Hary tersadar setelah menerima tepukan yang keras di baju mereka. Mereka berdua melihat ke sekeliling. Tidak jauh dari mereka berdiri ada seorang tukang parkir yang tersenyum sungkan. Sambil mengatupkan kedua tangan.

" Maaf Dokter Bara dan Bapak, saya beranikan diri menepuk bapak berdua. Karena bapak terlihat melamun.." Tukang parkir berkata dengan sungkan, takut Hary dan Bara marah. Karena memang tukang parkir tahu siapa kedua orang tersebut.

" Tidak apa-apa, Jang, Terima kasih telah menyadarkan saya..." Ucap Bara.

" Maaf kalau boleh tahu, apa yang bapak berdua lihat, sampai seperti terbengong begitu.."

Hary menggaruk kepala. Demikian juga dengan Bara. Mereka bingung harus menjawab apa. Kalau di jawab sejujurnya pasti akan ditertawakan dan dianggap gila.

" Itu Jang, pohon jambu itu buahnya sangat lebat ya. Pasti manis terlihat sudah merah dan ranum.." Jawab Hary sekenanya.

" Pohon jambu yang mana? Setahu saya pohon itu baru di tanam kemarin. Belum ada buahnya. Bahkan daunnya pun rontok karena masih dalam masa penyesuaian.." Ujang, nama si tukang parkir itu, terlihat kebingungan.

Bara dan Hary kembali melihat ke arah pohon jambu. Ternyata benar. Pohon itu memang seperti apa yang Ujang katakan. Lalu yang mereka lihat barusan.

Bulu kuduk Hary dan Bara mulai meremang. Mereka kembali mengalami kejadian aneh dan tidak masuk akal kembali. Sebenarnya ada apa dengan mereka.

" Hahahaha.... Hahahaha..."

Jauh di sudut yang lain terlihat dua orang tertawa puas melihat apa yang terjadi.

" Ini baru awal... Hahaha.. Hahaha. Tunggu saja yang selanjutnya. Akan lebih seru lagi. Hahaha.. Hahaha.."

Bersambung

Siapa sih mereka. Apa mereka dalang dari semua kejadian?

Dan Hary masih belum sempat bercerita karena mama keburu datang. Maaf ya....

Terima kasih yang sudah mampir. Love buat kalian ❤️❤️❤️

1
estycatwoman
very nice 👍💯👋
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih 🙏🏾🙏🏾
total 1 replies
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Bagus ceritanya mbak Ossy, kalo ada waktu senggang aku ikutan baca ya 😊
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
iya udah langsung tamat aja ka ossy
𝐀⃝🥀Ossy: iya ..
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
penasaran baca nya lompat jauh 🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻: Hooh penasaran sama Dokter Bara
total 2 replies
RAIN
menghibur ,
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
siapa sih yg brani bermain" sm makamnya Arin😤tuk apapula bongkar" makam orang
bakalan cerita ga ni si Ran😵😵
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
Katakan saja yg sbnrnya terjadi Ran ,ayah Yanto juga harus tau apa yg sbnrnya terjadi sm panti asuhan Pak Yusuf,,
eh eta penunggu pohon jambunya mulai nongolin diiri yaa 🙈🙈hiii ko seremm🏃‍♀🏃‍♀
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
aaa.. sapa tuh?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
eelaaah somplak parah yusuf
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
dia pegang detonator?
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aku lagi pke Uyul, gak bisa buka pintu 😅
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
ko udah tamat sih ossy ,,blum juga Arin dan RAN menikah.
terimakasih sudah menghadirkan cerita ini sukses terus oyys.
di tunggu novel berikutnya
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰: ok siap
total 2 replies
FLA
dan kasus selesai dengan akhir yg bahagia, walau si Amel masih jadi penunggu pohon jambu yg mayan jail
FLA: haaa boleh lah
total 8 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
semoga setelah ini gk ada lagi dendam dan untuk Arin dn RAN semoga bisa melewati semua ini
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin
total 1 replies
FLA
dan ternyata yg sikopet Rizal dan yg kena virus Yusuf ish ish, tapi lega selamat semua kecuali Amel yg jadi demyt
FLA: ya boleh lah
total 6 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
karena dendam Rizal menggauli Nia yg ternyata anak kandungnya
𝐀⃝🥀Ossy: Semoga blm sampai ke situ
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛§𝆺𝅥⃝©Adinѕ⍣⃝✰
semoga mereka selamat dari reruntuhan rumah itu
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin.. selamatin ga ya 🤣🤣
total 1 replies
FLA
Rizal emang jahata parah, ahhh semoga masih selamat semua
FLA: syippp deh
total 16 replies
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aayeekk bom... aku satee 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅: bumbu rujak kek nay enak 😁
total 2 replies
FLA
uwahh makin seru ayo lanjuttt
FLA: yah sayang sekali
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!