cinta itu tak tau kapan akan datang, begitupun datang pada siapa, seperti itulah yang di alami oleh kedua manusia itu.
Raj Aryan Malhotra, seorang pengusaha sukses asal Kasmir, yang menetap di Mumbai.
pria yang terkenal sangat kejam dan tanpa ampun itu, tak mengira akan kedatangan seorang gadis yang mengubah hidupnya.
dia adalah Raina Sunjoyo, putri kedua dari keluarga Sunjoyo yang menjadi rekan kerja pria itu.
gadis yang selalu menyukai semua serba serbi India itu tak akan mengira, jika pernikahan yang ada di bayangannya tak akan seindah kenyataan.
nyatanya suaminya sangat membencinya karena bukan dia yang di inginkan melainkan sosok kakaknya.
apa dia bisa merebut hati suaminya?
atau dia akan berakhir menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dasar tuan resek
Raina memilih mandi, dan saat dia keluar kamar mandi dia kaget melihat Raj tersenyum sambil membawa makanan
bahkan pria itu tampak sudah tampan dengan setelan santai, "kamu tak ke kantor tuan, bukankah kamu itu workaholic?" tanya Raina yang mencoba mengeringkan rambutnya.
"kenapa mau mengusirku?" tanya Raj.
"bukan begitu, itu akan aneh karena kamu tak pernah libur bahkan saat sakit pun kamu akan tetap bekerja bukan?" kata Raina yang selesai dan kini berdiri di depan Raj.
"karena aku ingin mengantikan anak yang telah tiada, aku sudah konsultasi dengan dokter pribadi ku, akan mudah untuk segera memiliki anak," bisik Raj yang membuat Raina kaget.
"tapi itu tak akan terjadi, karena aku mengalami sedikit masalah dulu, jadi pergi dan cari wanita yang bisa memberikan kamu anak," kata Raina yang melepaskan pelukan Raj.
"tidak mau, bagiku hanya kamu yang bisa menjadi istriku, lagi pula keluarga Malhotra sudah memiliki anak dari Raman dan Tania,jadi itu sudah cukup," terang Raj.
Raina pun membiarkan pria itu memeluknya, "sudahlah kita sarapan dulu, karena aku ingin di suapi lagi,"
"dasar tuan besar manja," kata Raina.
Raj tersenyum saja, dan keduanya menikmati sarapan telur yang di buat oleh pria itu.
bahkan Raj sedikit gosong saat memanggang roti tapi tak masalah sebag Raina tau cara memperbaikinya.
sedang di kediaman keluarga Malhotra, Oma Lela merasa aneh karena tak mrligat Raj.
bahkan Rohan juga sudah pergi dari pagi, "Raju apa tuan besar semalam pulang?"
"setahu saya tidak nyonya besar, hanya tuan Rohan itupun tadi pagi tuan bergegas pergi dengan tergesa-gesa," jawab kepala pelayan itu.
"sebenarnya kemana ini Raj, kenapa dia hilang begitu saja, bahkan ponselnya di telpon juga tak di angkat," kesal Oma Lela.
"kenapa Oma menganggu Kakak, sudahlah dia sudah besar dan tak perlu di khawatirkan," kata Kinjal yang baru datang dan duduk untuk sarapan.
"apa maksudmu, bagaimana jika kakak mu sakit, kamu tau benar jika kakak mu itu tidak akan makan jika tidak di paksa," marah Oma Lela
"sudah Oma, mungkin kakak pergi ke kantor lebih awal, lagi pula dia bukan anak kecil yang harus terus di awasi," kata Raman yang tak habis pikir saja.
bagaimana oria berusia empat puluh tahun itu, terus di khawatirkan, bukankah itu mengelikan sekali.
"Oma jangan marah, ingat tekanan darah tinggi Oma," kata Tania yang khawatir
"sudahlah, bibi Anu dan bibi Ami tolong pergi ke Pasar untuk membeli beberapa barang, ini catatannya," kata Oma Lela
"memang akan ada acara apa Oma, kenapa Oma terlihat begitu senang," tanya Tania.
"aduh kakak ipar ini bagaimana, sebentar lagu ulang tahun ku jadi Ina akan membuat pesta, benar kan Oma?"
"ya itu benar, tapi kenapa kamu telihat begitu tak sabar," kata Oma yang merasa heran.
"karena di hari itu, aku akan menerima sebuah hadiah spesial dari Kakak ipar Raina, meski aku tak tau sekarang dia di mana," Jawab Kinjal.
"apa? kenapa kamu berhubungan dengan wanita itu,dia sudah meninggalkan keluarga kita," kata Raman tak suka.
"jaga bicaramu, yang meninggalkan itu bukan dia tapi kita, seandainya yang terjadi pada kakak Raina terjadi pada istrimu, apa kak Raj akan bersikap sama, tidak...." marah Kinjal yang tak suka dengan ucapan Raman.
"aku setuju dengan Kinjal, meski sekarang kita tak tau dia di mana, tapi saat pernikahan kita saja dia mengirimkan hadiah perhiasan dan juga patung Dewa Krisna agar kita bisa segera di berikan momongan," jelas Tania.
"kenapa Oma Dian, Oma tak setuju, ayah semua juga bisa melihat dan tak buta bukan, bagaimana cara kakak hidup selama ini, itu hanya karena dia tak bisa melupakan kakak ipar," kata Kinjal.
"hentikan Kinjal, Oma harus ke kuil, dan Kinjal kamu ikut dengan Oma," kata Oma Lela.
sedang Raj dan Raina kini sudah pergi untuk ke suatu tempat, saat keluar dari rumah tempat tinggal istrinya.
Raj di sapa semua orang, "selamat pagi tuan Raj,"
"pagi tuan Takur, anda mau berangkat kerja?"
"tidak saya akan mengikuti ritual tuan, anda berdua mau kemana?" tanya tuan Takur.
"kami ingin mengunjungi kuil untuk berdoa, permisi tuan," kata Raina yang mengandeng tangan suaminya itu.
"tunggu, sebaiknya kalian ikut juga," kata pria itu.
Raj pun tersenyum saja, ternyata tuan Takur mengajak keduanya ke salah satu kuil yang di percaya bisa mengikat jodoh selama tujuh kehidupan.
dan di sana sudah banyak pasangan yang sudah menikah sedang berbaris.
Raj melihatnya bingung, karena dia tadi di suruh ganti dengan baju tradisional.
"kenapa kita disini sayang?"
"untuk mengikuti ritual," jawab Raina sekilas
"ritual apa? kenapa banyak sekali pasangan berkumpul?" bisik Raj bingung.
"setahuku ini ritual sepasang suami istri yang harus mengendong sampai di kuil, dan semua orang di sini percaya jika kita bisa melakukan ini, kita akan menjadi pasangan untuk tujuh kehidupan," jawab Raina yang merasa hal seperti ini bisa melukai raj.
nyonya Mithal, memberikan melati di rambut Raina, Raj pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
"kita ikuti, karena aku makan minta pada Krisna Radha untuk menjadikan kita pasangan hidup selamanya," kata Raj yang bertempat kuat.
"semua pasangan mulai bersiap, sekarang silahkan mulai berjalan menuju ke puncak tangga ke kuil," jawab pendeta.
mereka pun beberapa sudah mulai berjalan, Raj mulai mengendong Raina dan berjalan dengan kemantapan hati.
ada seratus lima puluh lima anak tangga yang harus di lewati oleh semua pasangan.
satu persatu pasangan itu gugur, tapi Raj menunjukkan kesungguhannya, Raina tak percaya melihat Raj yang kejam ini sekarang percaya hal seperti hanya untuk bersamannya.
mobil Oma Lela dan Kinjal sampai di kuil, mereka melihat ada ritual yang setiap tahun rutin di adakan.
"Oma mereka itu sedang apa?"
"itu ritual untuk meminta pasangan kita jadi jodoh tujuh kehidupan, dan semua orang percaya jika mereka bisa sampai ke kuil dengan mengendong istrinya, maka Dewa akan mengabulkan permohonan mereka," Jawab Oma Lela.
"kalau itu?" tunjuk Kinjal yang mulai membantu Oma naik ke atas kuil.
sebenarnya ada cara yang bisa di lakukan untuk naik ke kuil dengan cepat yaitu jalur yang biasa di gunakan untuk mobil.
"kak Raj," panggil Kinjal yang akan masuk kedalam kuil.
Oma Lela pun kaget saat melihat wanita yang ada di gendongan cucu kesayangan itu.
itu adalah Raina yang menatap Raj dengan penuh Cinta, bahkan Raj berjalan tanpa alas kaki.
"ya Dewa apa aku pantas untuknya, dia terlalu baik untukku," batin Raina yang kini sudah berada di depan kuil.
ternyata mereka adalah satu-satunya, pasangan yang berhasil sampai di kuil itu.
Raj melihat Raina yang sudah menangis sedih, "kenapa menangis sayang, seharusnya kamu bahagia aku bisa sampai di sini, dan kita akan bersama tujuh kehidupan,"
"aku tak akan melepaskan mu," kata Raina yang kini di turunkan oleh Raj.
pendeta memberikan Sindur untuk di pakaikan oleh Raj, dan sebuah tangan mengulurkan kalung suci pernikahan.
"gunakan ini untuk istrimu Raj, karena ini warisan ibu mu," kata Oma Lela.
"Oma...." kata Raina yang menyentuh kaki wanita itu.
"selamat kembali ke rumah sayang, semoga kalian berdua di berkati kebahagiaan dan cinta yang berlimpah,"
Raj memakai kalung itu dan mereka berdoa bersama, Kinjal pun masih tak percaya dan memeluk Raina.
dan keluarga mereka pun kini sudah lengkap, dan Raj bersumpah akan melindungi keluarganya meski nyawanya sendiri jadi taruhannya.