NovelToon NovelToon
ASTRALAKSANA

ASTRALAKSANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Sedikit tentang Arderos, geng motor dengan 172 kepala di dalamnya. Geng yang menjunjung tinggi solidaritas, pertemanan, dan persaudaraan di atas segalanya. Sama seperti slogan mereka yang berbunyi "Life in solidarity, solidarity for life." Kuat dan tangguh itulah mereka. Selain itu makna logo Arderos juga tak kalah keren dari slogannya.

• Sayap, yang memiliki simbol kebebasan, kekuatan, dan kecepatan. Bisa juga mewakili perlindungan atau penjagaan.
• Pedang, simbol kekuatan, keberanian, dan ketegasan.

Semua elemen itu saling melengkapi, dan tak akan lengkap jika salah satunya hilang. Sama halnya dengan Arderos yang tidak akan lengkap jika tak bersama.

"Solidaritas tanpa syarat, persaudaraan tanpa batas!"

"Riding bebas, tapi jangan kebablasan!"

Dengan lima pilar utama yang menjadikan pondasi itu kokoh. Guna mempertahankan rumah mereka dari segala macam badai.

Akankah lima pilar itu bisa bertahan hingga akhir tanpa luka atau kehilangan?.

~novel yang ku pindah dari wp ke sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan

THE ETERNALLY; our home

Happy reading...

...Tentang fakta yang sulit di terima. ...

...-astralaksana-...

.......

........

.........

........

.......

...(⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠)...

Dering alarm dari ponsel menganggu tidur nyenyak pemuda tampan itu, tangganya bergerak mencari dimana keberadaan ponselnya untuk ia matikan.

Dengan mata yang masih setengah tertutup, pemuda itu mendudukkan tubuhnya dengan mengucek mata. Mengumpulkan sebagian nyawanya yang entah masih tersangkut di mana.

Dia beranjak dari tempat ternyaman nya, untuk ke toilet. Hari masih menunjukan pukul 05.02, matahari belum menampakan diri sedikitpun.

Menggelar sajadah untuk ia gunakan shalat, setelah melaksanakan kewajiban nya dia meluangkan sedikit waktunya untuk membaca mushaf Al-Qur'an.

Pukul 06.30 Astra beranjak dari kamarnya menuju meja makan, hari ini dia akan makan di rumah. Karena semalam dia lupa makan dan sekarang perutnya sangat lapar.

Wajah datar miliknya seolah tak peduli dengan keberadaan seluruh anggota keluarganya, yang berada di meja makan. Dengan santai melahap makanannya.

...(⁠⌐⁠■⁠-⁠■⁠)...

Motornya melaju dengan kecepatan sedang, netra nya tertuju pada para anak-anak berseragam merah putih yang mulai berdatangan bersama orang tuanya.

Apakah dirinya dulu pernah seperti Itu? Dia tak mengingatnya, namun sepertinya tidak. Masa kecilnya cukup berbeda dari anak-anak yang lain.

"Woy Astra! Jangan bengong!" seru Satya, saat motornya tepat berada di sebelah Astra.

Kaca helm yang tadinya Astra buka langsung ia tutup, melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Satya di belakang.

Tak mau kalah Satya juga ikut menarik gas nya, mengejar Astra.

Kelima inti Arderos melintas bersamaan melewati gerbang SMAAB, seluruh atensi para siswanya langsung tertuju pada mereka berlima.

"Anjing! Kak Astra makin cakep aja cuy!"

"Kak Bumi aku lihat-lihat kamu mirip sama calon suami ku."

"Kak Satya jadikan aku yang ke 20 juga gak papa!"

" Kak Jaya jadikan aku simpanan mu!"

"Aduh itu yang bungsu di panggil Dek atau Kak ya?"

Tanpa memperdulikan pekikan- pekikan mereka, kelima pemuda tampan itu berjalan dengan acuh, kepalanya tegak, tangan di masukan kedalam saku.

Brukkk....

Satya terjembab ke lantai karena menabrak tong sampah, "Tong sampah sialan! Siapa si yang naro di sini?!"

Sedangkan keempat pemuda lainnya menggeleng-gelengkan kepalanya, "Ck, lo bikin kita gagal keren njir!" ujar Jaya di sela tertawa nya bersama Arka.

"Makanya jalan tuh liat depan, bukannya jelalatan kemana-mana tu mata," ucap Bumi menatap malas Satya yang tengah menunjukan cengirnya itu.

"Hehehe- sebagai playboy berhati emas, gue harus ramah menyapa para ciwi-ciwi cantik itu."

"Alah, bacot lo bang sat, dilirik Nindi dikit aja langsung ciut lo." sakras Arka.

"Nggak tuh, gue nggak takut." balasnya dengan ekspresi wajah songong nya.

"Benerr? .... " goda Jaya.

"Bener lah!"

"Minggir!" ujar seseorang dari belakang, seketika membuat tubuh playboy berhati emas itu kaku tak berani bergerak dari tempatnya.

Sedangkan Jaya dan Arka hanya bisa terkikk menahan tawa, melihat ekspresi wajah si playboy itu.

"E-eh, hai Nindi." sapa Satya menatap Nindi dengan senyuman kakunya.

Nindi tak menanggapi nya, dia berjalan mendekat kearah Satya. Membuat pemuda itu menahan nafasnya karena Nindi terlalu dekat dengan wajahnya, "N-nidi lo mau ngapain?" tanyanya gugup.

Srekkk!

Nindi mendorong Satya kesamping lalu menarik tong sampah yang tadi Satya tabrak. Menggeret nya untuk dia buang.

"Bwahahahaa ... Anying gue nggak bisa nahan ngakak!" seru Jaya memukuli pundak Satya, dengan tawa yang membuat perutnya keram.

Begitu juga dengan yang lain, alhasil mereka menjadi bahan tontonan para siswa-siswi AHS yang melewati lorong itu.

"Ngarep Lo?" sakras Bumi tersenyum kalau menurut Satya senyum psikopat.

Bumi menepuk pundak playboy sejati itu sebelum masuk kedalam kelasnya, Karena memang kelasnya berada di jurusan IPA, beda lantai dengan mereka yang masuk kedalam jurusan IPS.

Satya masih setia menatap nanar punggung Nindi.

Plup ...

"Mingkem Sat! Ingat mantan," ujar Arka menyadarkan Satya sembari menutup mulutnya yang masih melongo.

Satya yang baru sadar langsung gelagapan, dan karena tau mau di ejek oleh dua durjana itu si playboy sejati langsung ngacir dari sana menyusul pak boss nya.

Hilang sudah benteng gagal move on nya. Satya yang malang~🙁

...╰⁠(⁠^⁠3⁠^⁠)⁠╯...

Lintang berjalan menyusuri lorong SMA Asa Buana, setelah istirahat panjang kemarin hari ini dia di izinkan kembali untuk bersekolah.

Perlu kalian ketahui jika selama ini Lintang selalu belajar di rumah alias 'home schooling' dan baru di izinkan sekarang saat dirinya sudah kelas 11.

Pakaian rapi tertata sesuai tempatnya, sangat jauh berbeda dengan sang adik yang brandal an itu.

"Selamat pagi pak," sapa Lintang, dia berpapasan dengan Pak Rahmat.

"Pagi juga Lintang, kamu sudah lebih baik?" tanyanya ramah pada anak berprestasi itu.

Lintang mengangguk tersenyum ramah, "Saya sudah lebih baik, kalau begitu saya permisi karena KBM hampir di mulai."

Pak Rahmat mengangguk membiarkan Lintang pergi ke kelasnya.

Lintang masuk ke dalam kelas 11 IPA 1, kelasnya para murid unggulan. Begitu juga dengan Bumi dia juga salah satu murid kelas itu.

Dengan santai Lintang duduk di kursi paling depan, karena memang bangkunya berada di sana.

Tak seperti yang lain jika menunggu guru datang akan berbicara dengan temannya, Lintang justru membuka buku paket tebal dan memusingkan itu untuk dia baca.

Mungkin jika itu Satya dia sudah mengumpati setiap rumus yang berada di dalam buku itu, mengomeli setiap angka yang dia temui, untungnya spesies anomali itu tidak masuk kedalam jurusan IPA.

Bahkan Buku kutukan adalah panggilan spesial Satya untuk buku penuh rumus itu.

Namun ini berbeda dia Lintang, anak kebanggaan sekolahnya serta keluarga Altarich. Tentu membaca buku-buku itu merupakan hal menyenangkan baginya.

Pelajaran di mulai, semua siswa yang berada di sana sibuk mendengarkan penjelasan Bu Mita dengan seksama. Perlu di ketahui jika semua anak yang berada di kelas itu adalah anak-anak yang berambisi untuk jadi nomor satu.

Jadi jangan heran, jika kelas lainnya sibuk bersenang-senang karena jamkos, maka untuk mereka jamkos akan di gunakan untuk belajar.

...(⁠*⁠❛⁠‿⁠❛⁠)...

Kembali ke kelas yang berisi para berandalan, 11 IPS 5. Damai? Apa itu damai?, mungkin itulah yang perlu di tanyakan jika melihat kondisi kelas itu.

Tak ada yang namanya kedamaian di kelas itu, di pojok kelas terdapat beberapa anak yang heboh karena bermain game, jangan lupakan teriakan-teriakan jika hero nya mati.

Arka dan Jaya yang tengah sibuk bergosip tentang bias nya serta memperebutkan para member blekping.

"Hehh kadal! Neng Lisa itu punya gue!"

Arka meraup wajah Jaya, "Tadi lo bilang Jisoo sekarang Lisa."

"Nggak bisa, Lisa sama Jisoo punya gue."

"Apaan! Jisoo punya gue yahh."

Satya yang tengah menonton kartun 'Cloud bread' merasa terganggu dengan keributan mereka pun mengambil HP yang tengah di lihat dua curut itu.

"Kalian bisa diem nggak si!'

Jaya dan Arka kompak menggeleng, "Apaan di lo ikut-ikut gue!"

"Sapa yang ngikutin lu babik!"

"Nah itu lo tadi nge geleng ikut-ikut gue!" ujar Jaya tak terima.

"Heh kadal! Emang nge geleng punya hak cipta apa!" balas Arka tak terima.

"Yang lahir siapa duluan?"

"Ya lo lau kocak!"

"Nah jadi patokan abang selalu benar, dan adik selalu ... ?'

"Sa.. lah?" kata Arka sedikit tak yakin dengan jawabannya.

"Nah itu Lo tau,"

"Jaya sialan! Awas Lo nanti!" seru Arka saat Jaya sudah ngacir ke luar kelas.

Satya tak peduli yang penting kegiatannya menonton kartun kesayangan nya tidak terganggu oleh dua curut itu.

Sedangkan di bangku paling belakang alias bangku milik Astra, dia tengah menutup matanya. Seolah dunia mimpi lebih indah dari realita.

...🎀~TBC~🎀...

...Hehe ... Baru sempet up lagi, agak kurang semangat karena jarang yang baca hehe. ...

...🎀Jangan lupa kritik dan sarannya ya 🎀...

1
Khai Dok
sok cantik 😭
Nischaaa_
lu belum muncul lu bukan ubi kan??!
Nischaaa_: biasa ... trauma
total 2 replies
Nischaaa_
Gue kira Taehyun ternyata Soobin tohhh😭
ChocoMint!: samaaa aku jugaaaa😭
total 3 replies
Nischaaa_
astaga ... Sagara dan Aksara. Dua nama itu ....
Nischaaa_
INI NYELEKIT NYA YANG LANGSUNG BIKIN SEMUA BADAN GUE MERINDING ANJING😭
Nischaaa_: ohh enggak-enggak, aku cuma iya sedikit ... hehe, tapi aku memaklumi jika sudah lulus kontrak
total 6 replies
Nischaaa_
suka banget narasi kamu 😭
ChocoMint!: terimakasih, aku seneng dengernya 😭💞
total 1 replies
Nischaaa_
namanya agak sulit dibaca yah ...
ChocoMint!: kalo sering di baca pasti nanti terbiasa, mudah kok😊🙄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!