NovelToon NovelToon
Possessive Brother

Possessive Brother

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Biru Blerina

Apa salah jika memiliki kakak yang super posesif, ini tidak boleh itu tidak boleh?

Bahkan Papa dan Mama juga tidak pernah membatasi apa yang kulakukan. Hampir semua laki-laki yang mendekatiku akan mundur secara perlahan karena kakak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Blerina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Possessive Brother | 29

Langit terlihat begitu cerah, berwarna biru muda dan begitu terang. Awan-awan putih hanya lewat dengan bentuk seperti jaring-jaring tipis, sama sekali tidak membuat langit menjadi kotor. Seperti halnya gadis itu, yang terlihat begitu cerah, tubuh kecil nya terbalut dengan kebaya biru muda yang sempurna melekat ditubuhnya. Aletha selalu menantikan hari ini, kedua orangtuanya dan kakaknya juga sudah siap dengan pakaian formal, tidak kalah rapi dan menawan dari Aletha. Elang juga sama, bahkan dimata Aletha ia terlihat lebih tampan dari biasanya. Tetapi, sayangnya gadis itu hanya mampu membatin saja. Elang pasti akan langsung besar kepala ketika mendengar pujian yang terlontar dari mulut Aletha.

Acara wisuda Aletha. Walaupun hanya sebuah wisuda SMA tetapi, ia mewajibkan keluarga datang. Gadis itu bahkan memaksa Aga dan Tari yang rumahnya jauh harus datang, tetapi setelah dibujuk oleh Renata gadis itu menyerah. Memanglah rumah Aga sangat jauh dari kediaman Wijaya, apalagi dari sekolah Aletha.

"Wah, Aletha cantik banget. Langsung KUA aja yuk sama kakak!".

Laki-laki itu begitu gemas dengan gadis cantik yang saat ini baru selesai didandani oleh ibunya, ingin rasanya Elang membawa kabur Aletha dan tidak berniat mengembalikan gadisnya pada kedua orangtuanya. Tetapi, sayangnya itu hanya sebuah angan-angan, karena ayahnya pasti akan langsung mencarinya di seluruh sudut dunia.

"Elang! Jangan macam-macam!".

Renata, mengacungkan jari telunjuknya kepada putra sulungnya itu. Ia tidak habis pikir dengan putranya itu, walaupun diam-diam ia sudah merestui hubungan keduanya yang lama-lama terlihat begitu serasi. Tetapi, ia juga harus bersikap seperti yang seharusnya apalagi didepan Andre, suaminya. Laki-laki yang masih duduk diatas kursi roda itu terlihat tidak senang dengan hubungan antara Aletha dan Elang.

"Aletha-nya aja mau kok ma, iya kan Aletha?". Salah satu mata Elang mengedip genit pada Aletha, senyuman tipis itu membuat gadis itu merasa seperti ada jutaan kupu-kupu yang terbang diperutnya.

"Kakak, Nanti disekolah jangan buat Aletha malu! kalau sampai buat Aletha malu, Aletha cari calon tunangan baru. Atau Arka aja, nanti kan dia pasti datang".

Sang raja rimba tenyata sekarang sudah berhasil dijinakkan, laki-laki itu mengangguk pasrah. Ancaman gadis itu selalu berhasil membuat seorang Erlangga Narendra Wijaya itu kalang kabut, dan mengalah begitu saja.

Ternyata menjadi calon tunangan kakaknya sendiri tidak buruk, walaupun tingkat ke-posesif-an Elang bertambah sepuluh persen tetapi laki-laki itu justru tidak lagi terlalu membatasi tentang kebebasan Aletha. Gadis itu sekarang bisa pergi kemana saja , dengan siapapun kecuali Arka tentu saja. Dan terus didampingi bodyguard jika sedang tidak dengan Elang, tetapi itu lebih dari cukup untuk merasa seperti remaja lainnya.

______________________________________

Senyum Aletha sama sekali tidak lepas dari bibirnya, ia begitu bahagia saat ini. Walaupun ada sedikit perasaan sedih, ia sudah tak bisa melihat teman-teman sekolahnya yang sebenarnya sama sekali tidak akrab dengannya. Hanya sekedar saling mengenal satu kelas, dan satu angkatan tetapi itu cukup membuat gadis itu bersedih. Ia mengedarkan pandangannya diseluruh penjuru ruangan, mencari seseorang yang tidak terlihat lagi batang hidungnya.

"Al?".

Suara berat itu, suara yang begitu gadis itu rindukan. Sudah lama sekali rasanya tidak melihat pemilik suara itu, gadis itu berbalik kepadanya. Laki-laki yang memakai setelan jas, lagi-lagi Aletha harus terpukau dengan Arka. Wajahnya terlihat semakin tampan dengan rahang yang terlihat tegas, tidak bertemu beberapa minggu saja sudah seperti orang yang berbeda. Bagaimana jika tidak bertemu dengan Arka satu tahun? Mungkin saja ia tidak bisa mengenalinya.

"Arka? Kamu kemana saja, tiba-tiba hilang kabar!".

"Aku nyariin kamu terus, aku coba hubungin kamu tapi nggak aktif lagi. Aku kira kamu kenapa-kenapa!". Aletha terlihat mulai berkaca-kaca, tetapi sebelum air mata berharga nya itu meluruh Arka lebih dulu menenangkannya. Mereka saling berpelukan melepas rindu, layaknya pasangan kekasih yang telah terpisah bertahun-tahun. Arka bahkan berani mencium kening Aletha, sebenarnya ia begitu mendambakan bibir gadis itu tetapi ia masih takut jika gadis itu akan berubah membencinya.

"Jangan nangis nanti make up kamu luntur! Tuan putri nanti jadi jelek!".

"Hiks, ini make up nya waterproof kok. Hiks jadi nggak akan luntur, hiks Arka aku kangen!".

Laki-laki itu terkekeh geli mendengar gadis kecil itu terdengar begitu cerewet, tetapi senyuman Arka memudar tatkala seorang laki-laki yang lebih tinggi beberapa senti itu mendekat dengan wajah garang.

Elang berdeham membuat kedua remaja yang saling berpelukan itu terlepas, gadis itu mengusap air matanya yang sudah membentuk aliran sungai kecil dipipinya. Tentu saja kali ini ia merasa seperti tertangkap basah sedang berselingkuh, apalagi wajah Elang memancarkan aura menyeramkan saat ini. Dengan kasar tangan Aletha ditarik ke kebelakang punggung Elang, laki-laki itu begitu murka.

"Berhentilah mengganggu Aletha!".

Hanya itu yang dikatakan oleh Elang, jika laki-laki itu tidak ingat dengan janjinya pada Aletha untuk tidak bertindak diluar batas. Sudah pasti remaja didepannya itu akan memiliki foto wisuda dengan wajah penuh memar.

"Terimakasih untuk kontraknya!".

Perkataan Arka begitu ambigu untuk gadis itu, kontrak apa? Perlu waktu yang lama sekali perkataan sahabatnya yang masih ia rindukan itu berputar dalam otaknya. Tetapi, ia menyerah dengan melontarkan pertanyaan kepada Elang yang masih menarik tangannya pergi menjauhi Arka.

"Kak, maksud Arka apa sih? Kontrak apa ?". Elang masih diam dan terus berjalan, bukan dengan langkah yang cepat tetapi tetap saja membuat gadis itu kesulitan mengikuti langkah kaki lebar laki-laki itu.

"Kak Elang?".

"Ditanya juga, kakak nyebelin banget. Kalo Aletha di tanya kakak diam saja kakak langsung marah-marah nggak jelas, terus ini Aletha nanya kakak diam saja."

"Ih, kakak balas dendam ya?".

"Sudahlah Aletha males ngomong sama Kak Elang lagi".

Elang beralih berjalan ke sampingnya, merangkul pinggang Aletha dengan lembut. Dan terus menggiring gadis itu masuk ke dalam aula yang dijadikan tempat wisuda, gadis itu terlihat mengerucutkan bibirnya. Helaan napas panjang terdengar cukup keras, itu artinya Elang akan segera mengatakannya.

"Kerjasama perusahaan Aletha! Sudahlah ayo masuk".

Gadis itu menggumamkan sesuatu yang tidak jelas, ternyata hanya seperti itu kenapa sampai gadis itu memaksa dulu baru diberi tahu. Memang untuk masalah perusahaan ayahnya ia sama sekali tidak tahu

-menahu, dan juga tidak ingin mengerti. Baginya sudah cukup kedua kakak angkatnya saja yang mengelola perusahaan ayahnya, untuk dirinya akan mencari sebuah pengalaman baru untuk keluarganya.

"Kak?".

Hem. Hanya itu yang keluar dari pita suara Elang, dan itu jauh lebih menyebalkan dibandingkan dengan Elang yang suka seenaknya sendiri.

Aletha memutuskan untuk diam saja, lagipula percuma harus berbicara panjang lebar dengan kakaknya itu karena pasti lebih sering diabaikan. Berbeda jika laki-laki yang terlihat tampan itu sedang banyak berbicara, ia akan sangat asyik diajak berbicara tentang apapun. Dan mungkin itulah salah satu kepiawaian Elang untuk memancing para kolega untuk mengajukan kerjasama.

Didalam aula yang sudah dihiasi dengan sedemikian rupa, tampak sudah ramai dengan para orangtua lainnya. Menonton pertunjukkan yang menjadi acara pembuka pada wisuda dan perpisahan kelas dua belas, kebanyakan mereka menari dan menyanyi. Aletha yang duduk dibarisan wisuda sesekali melirik ke arah Arka yang duduk tak jauh darinya, ia merindukannya tetapi entah mengapa saat Elang memintanya untuk pergi meninggalkan Arka beberapa saat yang lalu, ia tidak merasa keberatan.

🤔🤔 semoga suka bagian ini..

Ternyata aku salah, aku terus melanjutkan perjalanan Elang dan Aletha bukan karena aku memiliki ide tetapi, aku memiliki mereka yang masih ingin terus meraih satu tujuan yang sama. Walaupun sering bingung dengan lika-liku jalanannya tetapi, tidak apa jika masih kurang memuaskan teman-teman ku semua. Aku pasti memberikan yang lebih baik lagi..

Salam hangat dariku..

Oh iya, mau tanya Gean sama Carol gimana? Menurut kalian mereka pantas kembali atau berpisah?? Belum muncul lagi sih Carol dan Gean..

1
Bear
Jadi kapankah kelanjutannya diupdate?
Linda Dwi Saputri
kak udah beneran End kah ini . terus gak ada kelanjutannya lagi
elf
sepertinya GE mau d jodohin Ama Anna Ama othor... huufff... AQ g mw lanjut baca wes... takut kecewa.. AQ g suka Anna..
endra gunawan Gunawan
arletha jgn meninggal dong,entar aku ngk mau baca lagi.nyesek
Sita Sara
Thor up lagi dong ceritanya bagus
Adey
knp gk update lg thor
Oh Dewi
Wah seru banget ceritanya kaya Novel (Siapa) Aku Tanpamu
Queenmf😉
Enak kayakya punya kk perhatian
Sinsin Nur Syifa Karimah
anna itu jahat tapi kenapa musti dipasangin sama Gean sih thor 😭😭
Sinsin Nur Syifa Karimah
aku baca lagi yang ke lima apa ke empat sih, suka bngt..
KooKie💜🐰
sabar ya gean😂
uli
sptnya bukan Abang kandung
Dekta Wita
kisa yang menarik
Sinsin Nur Syifa Karimah
yang aku gak suka disini, Anna, titik gak pake koma!! 😂😂 kalo aku suruh milih mending Caroline daripada Anna
Sinsin Nur Syifa Karimah
entah ini yang ke tiga ke empat kalinya aku baca cerita ini, suka bngt. tapi kenapa Thor musti gean bersama Anna 😔😢
☘️anita🌺
beli asi saja ,ada kok sekarang....atau dikasih susu formula saja dan berdoa supaya aletha sadar atau taruh saja bayinya di dadanya aletha jadi intinya didekap tuh bayi biasanya akan ada ikatan mungkin bisa membuat aletha bangun dari koma nya apalagi kalau bayinya nangis...
jangan ada pelakor lah....
Azkadina Maritza
ggvFYI ftp FYI hi
Sumardi
emangnya masi gadis bisa ngeluarkan asi?????
tak masuk di akal????
ini aku yg bodoh apa thoor nya yg ngelantur????
💥Meg🔥
jangan ada cerita nikah sama ibu yg ngasih ASI yahh....
Aisyah Prasutio
gk relaaaa Thor,kalau ada ibu susu yg lain,,,,cepet bangun aletha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!