Nevan Roderick. Seorang Mafia kejam berdarah dingin dan tidak pernah terlibat dengan wanita manapun tiba-tiba tertarik dengan seorang gadis yang tanpa sengaja ditemuinya saat berada dalam kejaran para musuhnya.
Revalina Ainsley. Gadis sederhana dan cerdas yang memilih hidup mandiri karena permasalahan orang tuanya. Terpaksa terlibat dengan Nevan, pria yang dengan paksa masuk dan mengobrak-abrik kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hoshiily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Liburan
Setelah kejadian tadi, Reva akhirnya tertidur sementara Nevan dan Geral kini duduk di sofa kamar Reva berbincang sejenak.
"Apa yang Paman katakan padanya?" Tanya Nevan serius
"Aku hanya menceritakan kejadian sebenarnya. Aku dan Ibunya memang tidak memiliki hubungan apapun. Kami hanya bersahabat dan sebatas rekan kerja. Ayahmu juga tahu akan hal itu dengan jelas" Jawab Geral
"Tapi Paman tetap terlibat akan kejadian tahun itu. Paman tidak akan bisa lepas begitu saja.. "
"Karena itulah aku menyuruhnya untuk melampiaskan nya padaku tadi.. " Ucap Geral mengusap pipinya yang terasa nyeri karena pukulan keras dari Reva tadi
"Selain itu, aku benar-benar tidak menyangka jika kamu akan menjalin hubungan dengannya. Maksudku, bagaimana bisa dia tertarik pada laki-laki kejam sepertimu. Apa kamu memaksanya?"
"Tidak ada yang salah dengan itu. Wajar jika dia tertarik denganku. Ini bukan tentang kejam atau tidak, tapi bagaimana aku memperlakukannya. Bahkan meskipun aku kejam, aku tidak mungkin melakukannya pada orang yang aku cintai.. "
"Lagipula.. Dia tidak berbeda jauh dengan sifatku.. " Sambung Nevan mengingat perbuatan Reva sebelum-sebelumnya
"Yahh.. Bagaimana mungkin ia tidak memilikinya, bagaimana pun dia anak dari wanita yang cukup mengerikan" Ucap Geral seketika merinding jika harus mengingat perbuatan Anggi sebelumnya
Geral dan Anggi bukanlah sepasang partner kerja kantoran ataupun bisnis seperti yang lainnya. Keduanya terlibat dalam dunia gelap sejak keduanya duduk di bangku kuliah.
Anggi yang juga ahli dalam komputer di pasangkan dengan Geral yang ahli dalam beladiri dan taktik membuat keduanya menjadi ancaman besar bagi yang lainnya.
Hal ini jugalah, yang menjadi alasan Anggi sering kali bertemu dengan Geral di luar negeri namun ternyata disalahpahami oleh suaminya sendiri hingga pada akhirnya berakhir menjadi trauma yang mendalam pada putrinya.
"Dimana dia? Apa dia tidak berniat menyelesaikan semua kesalahpahaman ini dengan Reva? "
"Aku tidak tahu Nevan.. Jika aku mengetahui nya aku sudah pasti akan menyeretnya pulang bersamaku. Aku sudah mencoba melacak keberadaanya, tapi dia benar-benar memblokir semua akses tentangnya. Ini adalah kelebihan dari seorang hacker.. "
Nevan menghela nafasnya panjang, apa yang dilakukan ibu Reva sama persis dengan apa yang dilakukan Reva pada keluarganya. Mereka benar-benar pintar bersembunyi.
"Aku tidak perduli. Paman harus menemukannya dalam waktu dekat ini, karena aku berniat untuk menikahi Reva" Ucap Nevan serius
"Kamu serius? Kalian akan menikah? Dalam waktu dekat ini? Pamanmu bahkan belum punya pacar dan kamu sudah mendahuluiku.. Itupun dengan anak dari wanita yang selama ini aku sukai.. " Tutur Geral meratapi nasibnya yang begitu sial
"Aku hanya mengatakannya, jika Reva setuju aku akan langsung mengurus buku nikah ku bahkan jika tanpa kedua orang tuanya" Tutur Nevan serius
Semakin Nevan menundanya, ia justru semakin merasa takut jika Reva benar-benar pergi dari sisinya. Karena itu lah, bahkan jika Reva marah karena mengganti obatnya ia tetap tidak akan menyesali perbuatannya selama ia bisa tetap bersama dengan Reva.
"Selain itu, jika Paman memang menyukai Ibunya, mengapa tidak mencoba mengejarnya lagipula mereka sudah bercerai, apa Paman memang sepengecut itu dalam hal percintaan?"
"Anak ini... Apa kamu benar-benar harus mengatakan itu pada seorang pria yang relamenghabiskan waktu mencintai seorang wanita selama bertahun-tahun ini.. "
"Kalau begitu silahkan pertahankan sifat pengecut itu dalam beberapa tahun kedepan lagi.. " Tutur Nevan lalu menarik lengan Geral berdiri dan mendorongnya keluar dari kamar
"Reva masih tertidur, sebaiknya Paman keluar sekarang sebelum ia terbangun karena suara Paman.. " Usir Nevan pada pamannya sebelum menutup pintu kamar tersebut
Geral yang diusir dari Nevan hanya bisa menghela nafas pasrah sembari berjalan turun ke lantai bawah menghampiri orang tua Nevan yang kini duduk di sofa ruang tamu.
"Anakmu baru saja mengusir ku dan bahkan menyebutku pengecut dalam cinta.. " Ujar Geral mengeluh pada Kakaknya
"Apa yang dikatakan Nevan memang benar. Kamu memang seorang pengecut" Balas Ayah Nevan setuju dengan perkataan putranya
"Apa mereka memang selalu sekejam ini.. " Ucap Geral berganti sasaran ke Ibu Nevan
"Mereka memang selalu sekejam ini Geral.. " Balas Ibu Nevan tersenyum kecil melihat tingkah keduanya yang selalu berbanding terbalik saat keduanya bertemu orang lain
...***...
Beberapa hari berlalu dengan Reva yang mulai menerima semuanya dan tidak memperlihatkan perasaan sedih dan kecewanya, mencoba menjalani kehidupannya kembali dengan normal.
Setelah kembali ke kediaman Nevan, Reva kembali mengajukan cuti kuliah setelah Nevan mengajaknya berlibur untuk sedikit meringankan beban pikirannya.
Tidak seperti biasanya, kali ini Nevan memutuskan untuk pergi berdua dengan Reva tanpa satupun pengawalan dari Rangga dan yang lainnya. Karena ia benar-benar ingin merasakan kehidupan yang damai tanpa memikirkan pekerjaan dan masalah lainnya.
"Bawa barang yang penting saja, tidak perlu membawa terlalu banyak. Kita bisa membelinya disana.. " Ucap Nevan pada Reva yang sejak tadi disibukkan dengan kopernya yang kini berantakan karena berulang kali dibongkar nya
"Aku tahu kamu memiliki banyak uang, tapi apa kamu yakin kita memiliki waktu untuk berbelanja disana"
"Kita bisa melakukannya saat keluar berjalan-jalan Reva.. Atau jangan bilang kamu hanya berencana untuk tinggal di dalam rumah selama kita berlibur?" Tanya Nevan mulai menggoda Reva dengan isi pikirannya
Wajah dan telinga Reva sontak memerah karena malu. Nevan benar-benar tahu cara menggodanya.
"Tapi itu juga bagus.. Jika kita hanya berada di dalam rumah, maka itu berarti kita tidak memerlukan pakaian jadi tidak masalah jika kita hanya membawa sedikit pakaian atau tidak berbelanja saat disana.. "
"Nevan.. ! " Reva menghentakkan tangannya sembari bangkit berdiri memalingkan wajahnya yang memerah padam manahan malu "Dasar mes*mm.. " Seru Reva kemudian
Sudut bibir Nevan terangkat naik "Imutnyaa.. " Batin Nevan merasa gemas dengan sikap Reva yang malu
Nevan lalu bangkit berdiri, meraih dagu Reva mengusap telinganya yang panas dan memerah itu lalu berbisik dengan suara rendah "Iya. Aku mesum, tapi aku hanya melakukannya pada pacarku sendiri.. "
"Emgghhh.. " Reva menghamburkan dirinya dalam pelukan Nevan menyembunyikan wajahnya yang memerah itu
"Apa kamu bisa melakukan ini setiap hari denganku? Maksudku.. Hmm.. Kamu selalu bersikap manja pada Arya dan Bagas, apa kamu tidak bisa bersikap seperti itu padaku juga.. " Pinta Nevan kemudian
"Aku tidak tahu cara bersikap manja Nevan. Aku melakukannya secara tidak sadar pada mereka"
"Kalau begitu lakukan secara perlahan, bukankah sudah kukatakan jadikan aku sebagai sandaranmu. Tapi aku lebih menyukai lagi jika kamu benar-benar menggantungkan hidupmu padaku.. "
"Sebenarnya kamu ini menganggapku pacarmu atau peliharaan Nevan" Gumam Reva
"Dua-duanya.. " Ucap Nevan tertawa kecil yang hanya diakhiri cubitan kecil di pinggangnya oleh Reva yang masih dalam posisi memeluknya ini