NovelToon NovelToon
Derit Ranjang Adikku

Derit Ranjang Adikku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Siapa sangka, kedatangan Mona di kediaman Risa adalah awal kehancuran rumah tangga yang baru beberapa tahun dibangun oleh Risa dan Arga.

Hampir setiap malam Risa mendengar suara derit ranjang dari dalam kamar yang ditempati oleh Mona.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mona di dalam kamarnya?

Penasaran? Yukkk, ikuti kisah mereka 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Mona 2

"Aku hamil, Mas," ucap Mona sambil tersenyum semringah.

"Apa?!" pekik Arga

Arga menarik tangannya dengan kasar dari perut Mona. Lelaki bertubuh kekar itu segera berdiri di hadapan Mona dengan wajah yang tampak memerah.

"Apa aku tidak salah dengar, Mona? Kamu hamil?" pekik Arga sekali lagi dengan nada suara yang mulai meninggi.

Mona pun ikut bangkit kemudian duduk di tepian ranjang sambil menatap Arga dengan tatapan sendu. "Ya, Mas. Aku hamil."

"Kamu sudah gila, ya! Tidak-tidak! Kamu pasti bohong!" Arga mulai panik.

"Aku serius, Mas. Aku benar-benar hamil. Sebentar ...."

Mona meraih dompetnya kemudian mengambil sebuah test pack bergaris dua yang ia peroleh dari hasil pemeriksaan kemarin. Mona menyerahkan benda mungil itu ke hadapan Arga dengan tangan yang bergetar.

"Lihatlah, Mas. Ini hasil pemeriksaan kemarin."

Arga meraih benda kecil itu dengan kasar kemudian memperhatikannya dengan serius.

"Kamu benar-benar sudah gila, ya!" Arga menggelengkan kepalanya sambil tertawa sinis. "Mana mungkin kamu hamil, sementara aku selalu mengenakan pengaman saat bercinta denganmu. Bahkan kamu sendiri yang memilih dan memasang pengaman itu kepadaku. Seperti ini!"

Arga yang mulai tersulut emosi, mencabut pengaman berduri yang masih menempel di benda berurat miliknya. Ia melemparkan benda itu serta alat test kehamilan ke wajah Mona. Cairan kental yang tertahan di pengaman itu bahkan sampai keluar dan mengenai wajah serta bagian tubuh Mona.

Mona hanya bisa terisak sambil menyeka cairan itu dari wajahnya. "Kenapa Mas Arga tidak percaya? Apa Mas lupa, pertama kali Mas menyentuhku, Mas bahkan tidak mengenakan pengaman apa pun. Sedangkan Mas Arga mengeluarkannya di dalam."

Arga terdiam sambil mengingat-ingat kejadian di malam pertamanya bersama Mona. Di mana ia benar-benar dibakar hawa napsu hingga melupakan hal sepenting itu. Arga tampak frustrasi. Ia duduk di samping Mona sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.

"Ya. Kamu benar. Aku memang lupa memasang pengaman pada malam itu. Tapi, rasanya sangat mustahil jika dalam sekali permainan, kamu bisa langsung hamil. Aku jadi curiga, jangan-jangan anak itu bukan anakku lagi? Kamu dengan sengaja memanfaatkan aku untuk mempertanggung jawabkan sesuatu yang bukan milikku," geram Arga sambil melirik Mona dengan tatapan sinis.

"Mas!" pekik Mona sambil membulatkan matanya.

"Apa!" Arga pun tak mau kalah. "Heh, apa kamu sudah lupa? Kamu itu sudah tidak perawan!"

Mona menggelengkan kepala dengan cepat. Butiran kristal itu kembali merembes di kedua sudut matanya. Apa yang ia khawatirkan akhirnya menjadi kenyataan. Arga tidak mau mengakui bayi itu sebagai anaknya.

"Mas Arga jahat! Ya, aku memang bukan wanita baik-baik. Aku bukan perawan karena memang pernah melakukan hubungan itu bersama lelaki lain. Namun, sebelum aku datang ke rumah Mas Arga, aku bisa pastikan bahwa aku tidak sedang mengandung!" tegas Mona dengan wajah kesal.

Arga bangkit dari posisi duduknya kemudian kembali berdiri di hadapan Mona. "Diam kamu, Pela***! Kamu adalah seorang wanita murah*n. Kamu bisa saja melakukan hubungan terlarang kepada lelaki mana pun. Secara kamu adalah wanita gatal yang selalu menginginkan sentuhan dari laki-laki! Cuih!" Arga semakin meradang. Ia meludah ke arah Mona kemudian meraih kemeja serta celananya yang tergeletak di lantai ruangan itu.

"Mas Arga!" Mona bangkit dan menghampiri lelaki itu.

"Mas Arga! Aku tidak mau tahu, pokoknya Mas harus bertanggung jawab atas anak ini!" geram Mona sembari menarik-narik tangan Arga.

"Enyah kau!" Arga mendorong tubuh Mona dengan kasar hingga terjengkang kembali di atas tempat tidur.

"Apa kamu sudah lupa, Jal*ng! Aku sudah sering tegaskan kepadamu bahwa hubungan kita hanya untuk bersenang-senang dan saling memuaskan. Aku puas dan kamu pun sama! Tidak akan pernah ada hubungan apa pun di antara kita, walaupun kamu hamil!" tegas Arga.

Arga mengenakan kembali pakaian dallam, kemeja serta celananya dengan tergesa-gesa. Ia sudah muak berada di tempat itu bersama Mona dan ini untuk pertama kalinya ia merasa tidak nyaman ketika berada bersama Mona.

"Jika Mas tidak mau bertanggung jawab, maka aku akan bongkar semua rahasia kita kepada Mbak Risa!" ancam Mona dengan wajah serius menatap Arga yang masih sibuk merapikan pakaiannya.

Ucapan Mona barusan membuat Arga kembali tersulut emosi. Ia mendorong Mona dengan kasar kemudian menindih tubuh molek yang kini terlentang di atas kasur. Tanpa Arga sadari, sebelah tangan kekarnya telah berada di leher gadis itu dan mencekiknya dengan begitu erat.

"Coba saja kalau kamu berani, Jal*ng! Aku pastikan bahwa kamu tidak akan pernah hidup tenang jika berani mengatakan hal itu kepada Risa!"

"Akh, Mas! Le-lepaskan tanganmu! A-aku tidak bisa bernapas!" ucap Mona terbata-bata sambil mencoba melepaskan cekikan Arga di lehernya.

Namun, kekuatan lelaki bertubuh besar itu tidak sebanding dengannya. Ia menggelepar seperti ikan tanpa air dengan mata memelas menatap Arga. Berharap lelaki itu melepaskan cengkeramannya.

Arga melepaskan Mona dan turun dari ranjang. Ia meraih pakaian milik Mona dan melemparkannya ke arah gadis itu dengan begitu kasar.

"Kenakan kembali pakaianmu!" titahnya.

Mona pun bergegas mengenakan pakaiannya kembali. Ia takut Arga kembali meradang dan menyakitinya seperti tadi. Mona benar-benar syok. Ia tidak percaya bahwa Arga benar-benar mengerikan. Lelaki itu bahkan tidak segan-segan menyakiti dirinya.

"Aku tidak habis pikir kenapa Risa bisa punya adik seperti dirimu. Menjijikkan! Setidaknya Risa lebih baik darimu. Dia masih perawan ketika aku sentuh. Sementara dirimu, heh!" Arga tersenyum miring.

"Entah berapa banyak lelaki yang sudah menggarap lorongmu itu. Menjijikkan," lanjut Arga.

"Dan kau pun sama. Sama-sama menjijikkan karena sudah ikut menggarap lorongku yang sudah digarap oleh banyak orang, Mas!" kesal Mona dengan air mata yang berderai.

"Diam kamu!" bentak Arga dengan mata membulat.

...***...

1
evi carolin
buka videonya kenapa harus takut mona ,lucu deh kamu kaya perempuan paling bener aja kelakuanmu mu
evi carolin
hambar ni yeee....
evi carolin
sekali melangkah keluar pantang utk kembali tapi nikmatilah nnt hasil dr perbuatan mu 🫤
Jhon Kuni Wong
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Surati
bagus
Zia Zee
pelakor yang sok suci, wkwkwkwk lucuk
Zia Zee
uda penyakitan, cacat pulaak
Zia Zee
mampus!
Nur Halima
Luar biasa
Yuni Ngsih
Thor baru nongol pelakor muncul ,itu pakta ada klwrga bawa adik perempuannya yg blm kerja eh dimakan sm suami kakaknya sampai ,jadi veriyramu sm dengan kehidupan nyata,mknya klw sudah berumah tangga jangan bw adik perempuan satu rumah maaf ko curhat ....lanjut ceritramu yg bgs ini Author ....semangat....ok
Sri Wahyuni
jng berharap risa akan kembali kepadamu Arga
Ifah Ifah
Luar biasa
Ifah Ifah
bagus risa lwn aj si arga
guntur 1609
siapa yg mau ngurus sampah biadab sprtimu
guntur 1609
rasain loe
guntur 1609
brti rena bukan anak kandung mereka. pas lah brti jodohnya aden anaknya guntur
guntur 1609
mampus kau Abdi. gak tahu ja kau klu mona di siksa sm si biadab arga
guntur 1609
mampus kau Arga.. hahahaha
guntur 1609
kena aids
guntur 1609
mantap ay... dampingi dan lindungi terus risa. agar dia merasa aman sm kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!