Hay readers....Assalamualaikum ketemu lagi di karya Author yang terbaru, cerita ini sequel dari karya Author yang berjudul PESONA PENJUAL KERIPIK PISANG.
JUDUL awal aku ganti ya readers katanya terlalu panjang. dari PUTRA MAHKOTA YANG HILANG VS PUTRI MAHKOTA YANG TERSINGKIRKAN.
sekarang menjadi GADIS CANTIK ISTRI DOKTER DESA.
GALAKSI ALFARISKI MANGGALA putra Zayyandra Manggala yang hilang saat masih kecil, kini gala sudah tumbuh besar dengan nama GALA RESPATI, Kini ia menjadi seorang dokter di sebuah desa yang terpencil.
ZOYA ZALENA DEWANTARA putri seorang pengusaha besar si ibu kota, harus meregang nyawa di tangan calon suaminya di saat hari pernikahannya.
ikuti kisah keduanya yang penuh haru ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEKAD ZOYA
Udara pagi yang sejuk langsung menerpa wajah Zoya yang sudah terlihat segar setelah ia membuka jendela di kamarnya, Zoya memejamkan matanya untuk merasakan kesegaran udara di pagi hari ini.
Zoya sudah terlihat segar dan sehat setelah hampir empat hari ia di rawat di klinik Gala, lukanya juga sudah mulai mengering dan sudah tidak sesakit empat hari yang lalu.
Zoya menghirup udara pagi ini dalam-dalam dan kemudian melepaskannya dengan pelan.
" Bagaimana aku harus menuntut balas pada mereka, sekarang aku tidak memiliki apa-apa, apa aku harus menghubungi grandma sama grand pa " Zoya terdiam sejenak dan kemudian menggelengkan kepalanya.
" Tidak, mereka juga tidak boleh mengetahui kalau aku masih hidup, aku yakin orang-orang mama Inara pasti ada di sekitar mereka, aku takut mereka dalam bahaya, aku harus menyusun rencana matang-matang untuk kembali merebut semuanya dan menyelamatkan papa " gumam Zoya.
Zoya berjalan ke belakang rumah yang di tumbuhi beberapa pohon buah - buahan, di tangan Zoya sudah tidak ada infus lagi, jadi Zoya bisa berjalan leluasa di kebun belakang.
" Mbak bule mau kemana ?" tanya Lilis saat melihat Zoya yang hendak masuk ke kebun.
" Aku ingin ke sana, mau lihat-lihat " ucap Zoya dengan logat yang kaku, karena ia menggunakan bahasa Indonesia, Zoya tahu kalau Lilis tidak bisa berbahasa inggris.
" Yo wis mbak, hati-hati mbak ojok adoh-adoh Yo mbak, bahaya.. neng mburi Kono onok kali ( ya sudah mbak, jangan jauh-jauh ya mbak, bahaya, di belakang sana ada sungai kecil ) " kata Lilis yang hari ini di suruh menjaga Zoya di klinik karena hari ini jadwal Gala ke rumah sakit selama tiga hari, Gala akan kembali hari Sabtu malam.
Zoya tersenyum dan mengangguk pelan.
" mbak Lilis, apa boleh aku memetik buah-buahan yang ada di sini ?" tanya Zoya sambil menunjuk ke arah kebun.
" Boleh mbak asal pohon yang ada di dalam pagar ini ya mbak, kalau yang di luar pagar itu punya orang " kata Lilis.
" iya " sahut Zoya.
" Ya sudah sana, nanti mbak bule kalo cari Lilis, Lilis ada di dapur ya mbak bule " kata Lilis.
Zoya kembali mengangguk dan kemudian berbalik melangkah ke arah kebun, ia melangkah kakinya pelan di tengah kebun, Zoya melihat sebuah gubuk kecil yang terbuat buat dari bambu.
Zoya memetik sebuah jambu merah yang terlihat sudah matang dan membawanya duduk di gubuk kecil itu.
Zoya terduduk di bangku kayu, ia melihat jarinya yang masih melingkar cincin pertunangan Zoya dan Devano, Zoya tersenyum miring.
" Aku akan membalas semuanya Devano, aku bukan orang lemah dan bodoh, lihatlah kalian berdua akan menerima semua akibat perbuatan kalian, aku akan membuat kalian membayar semuanya " gumam Zoya.
*****
Di kediaman orang tua Zoya, tepatnya di dalam kamar tidur utama, Dewantara terlihat terkulai lemah dengan mata yang masih terbuka.
" Di mana kamu Zoya, papa harap kamu akan baik-baik saja, kamu satu-satunya milik papa, kamu satu-satunya yang membuat papa bisa bertahan hidup sampai sekarang " gumam Dewantara sambil meneteskan air matanya.
" Sayang, ayo sarapan dulu, aku masak kesukaan kamu " ucap Inara yang baru saja masuk sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.
Dewantara perlahan bangun dari tidurnya dan menatap istrinya yang terlihat tersenyum padanya.
" Di mana Devano?" tanya Dewantara pada istrinya.
" Dia sudah berangkat ke kantor mas "
" Apa dia tidak mencari Zoya, kenapa sampai saat ini belum ada kabar tentang putriku, apa kalian tidak becus mencarinya "
" Bukan seperti itu mas, pekerjaan di kantor sangat banyak dan ...."'
" Putriku lebih penting dari segalanya Inara, kenapa kalian bisa begitu terlihat santai dan tidak cemas sekali dengan kepergian putriku "
" Bukan seperti itu mas, aku dan Devano sudah menyewa detiktif handal untuk mencari Zoya, bersabarlah kita tunggu informasi dari detektif itu " sahut Inara yang terlihat panik, karena selama ini ia dan Devano tak pernah mencari Zoya.
" berikan nomer ponsel detektif itu biar aku yang menghubunginya sendiri, biar aku tanyakan perkembangannya " ucap lemah Dewantara yang tiba-tiba kepalanya menjadi pusing,
Melihat suaminya yang memegangi kepalanya, Inara tersenyum tipis.
" Nanti aku kasihkan ke kamu sekalian kamu sarapan dan minumlah obat nya biar mas sembuh dan bisa mencari Zoya.
" Taruh saja di situ aku mau kekamar mandi dulu, bantu aku ke kamar mandi, kepalaku pusing sekali "
" Baiklah, ayo !! " kata Inara sambil memapah Dewantara ke kamar mandi.
" Bisa sendiri kan ?" tanya Inara setelah sampai di dalam kamar mandi.
" Hemm " sahut Dewantara.
" Aku tinggal keluar ya, akan aku rapikan tempat tidurnya dulu "
Dewantara hanya mengangguk.
" Kalau butuh sesuatu panggil aku ya sayang "
Dewantara kembali mengangguk dengan senyum tipis.
Inara bergegas ke luar kamar mandi dan menutup pintunya, Inara langsung menghubungi Devano.
" Iy Tante " sahut Devano dari seberang.
" Dewantara sudah menanyakan keadaan Zoya, kamu cari detektif yang bisa di ajak kerjasama sama dengan kita untuk membohongi Dewantara "
" Susah tante, kebanyakan detektif itu jujur dan bekerja secara profesional ""
" Kalau begitu cari orang, suruh menjadi detektif gadungan, yang penting saat ini kita aman dulu " ucap Inara.
" Tante, kenapa tante tidak melenyapkan sekalian pria tua itu, agar kita bisa menguasai semua harta dan perusahaannya "'
" Jangan bodoh, di sini masih banyak saudara-saudara dari Dewantara dan Almarhum istrinya dan mertuanya juga belum mau kembali ke Amerika kalau Zoya belum di temukan, kalau aku melenyapkan sekarang akan menimbulkan kecurigaan pada mereka, kamu turuti saja perintahku, Dewantara akan menjadi urusanku " ucap Inara.
" Baiklah tante, terserah Tante saja, aku akan mencari orang untuk menjadi detektif""
" cepatlah, Dewantara sudah meminta kontak detektif itu "
" Baik Tante "
Sambungan ponsel itu terputus, Inara melangkah ke arah laci yang ada di bawah televisi dan ia langsung mengambil sebuah botol dari dalam laci itu.
" Sepertinya aku harus menambah dosisnya '' gumam Inara dan seketika langsung menoleh ke arah pintu kamar mandi.
Nampak belum ada pergerakan dari dalam kamar mandi, Inara bergegas ke arah meja di mana sarapan untuk Dewantara berada.
Inara meneteskan beberapa tetes cairan dari dalam botol itu ke dalam mangkuk supnya, Inara tersenyum tipis.
" aku harap kamu tidak menyadari semua ini tua bangka, dan matilah secara perlahan "
#####
naaah Loch .... pak Hasani ketar ketir kn kalau tamu nya Gala mirip semua wajah nya dg Gala 🤣🤣
aku lg serius baca STP Bab nya. 🤭🤭🤭
hadeeeeww .... si Ghina mmg sllu bikin masalah ,, niat mengintai tp mlh blak-blakan bgni dN akhir nya mlh ngompol Krn nahan pipis terlalu lama. 🤣🤣🤣🤣
Benar2 tidak adil kalau Gala masih trmerpisah dengan keluarga besarnya padahal sudah di smdepan mata...
Semoga Bapak Hasani mau menceritakan semua kisah masa lalu Gala hingga terdampar di pelosok terpencil... 😥😥😥
saatnya Gala dan keluarga beamsarnya berkumpul dan menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya... 😥😥😥💙💛💙😘😘😘
Dasar keturunan keluarga Manggala emang benar² Random... 😍😍😍😍
Semoga dengan kelonyolan Ghina si Bocah Gemblung semua bisa terungkap dan Gala bisa berkumpul dengan keluarga besarnya... 💙💛💙😘😘😘
the real gen Zayn ini...
konyol 🤣🤣🤣🤣
Karena Zayn adalah ayah kandung yang perlu Gala ketahui. Tak mungkin juga Gala tidak mengingat orang tua angkatnya nanti karena telah bertemu orang tua kandung nya...
jadi penasaran.....kenapa ga bisa terpisah dari keluarga kandung nya....