NovelToon NovelToon
Perjodohan

Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Annisa Nurhalizah

PROSES REVISI. KALO ADA CERITA NGEGANTUNG DAN NGGAK NYAMBUNG MOHON DI MAKLUMI, AKAN SEGERA DI REVISI. TERIMA KASIH.

"Jessii, ini permintaan terakhir kakek kamu jangan di tolak dongg!"

"Pliss maa! aku nggak mau di jodohin.. Apa lagi sama orang sombong kek dia!!"

Meliana mengusap dadanya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi sikap keras kepala yang di miliki anak bungsunya itu.

Ya, Jessica Relieta anak dari Meliana dan Reta itu mendapat pesan terakhir dari Kakek Jessica bahwa dia ingin melunasi hutang - hutangnya dengan menjodohkan cucu nya.

Karena dijodohkan dengan keluarga kerajaan Raden Agung Yagsa, seorang Jessica yang pecicilan itu pasti susah untuk mengubah diri menjadi seseorang yang anggun.

Namun karena juga hutang kakek Jessica yang sangat tidak mendukung, mau tak mau Jessica menerima perjodohan itu dengan berat hati.

Tetapi ketika sang pangeran meminta untuk di cintai apakah Jessika bisa mengabulkan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Nurhalizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Mertua (REVISI)

Dua bulan kemudian.

Jessica sekarang ini sedang mengerjakan sebuah tugas ips yang di berikan oleh mertuanya.

Sebenarnya ia juga sedikit ragu dengan kemampuan mertuanya ini.

Ia sering sekali memarahi Jessica dengan bilang bahwa Jessica itu orang yang sangat bodoh karena mengerjakan pekerjaan ini saja tidak bisa.

Dan mertuanya selalu memuji diri sendiri bahwa dia adalah sarjana ekonomi yang mendapat s1.

Tapi dibanding dengan Jessica yang bahkan hanya memiliki ijazah smp disuruh mengerjakan pekerjaan tentang ekonomi keluarga.

Ya kalau Jessica bodoh, kenapa masih lu kasih tugas beginian! Lu juga kan bisa ngapain nyuruh orang! Dasar lampir.

Namun karena Jessica adalah menantu yang baik hati dan tidak sombong, dia dengan senang hati mengerjakan semua pekerjaan mertuanya sambil ngegoogling.

Tiba-tiba ketika sedang antengnya mengerjakan, Putra yang baru saja pulang sekolah menghamburkan badannya ke kasur yang membuat tubuh mungil Jessica tertindih.

"Aduh Kingkong! liat-liat dong! Disini ada manusia!" teriak Jessica.

Putra menghiraukan itu dan menutup matanya.

Jessica geram akan hal itu dan langsung bangun dari pposii tiarapnya membuat Putra otomatis tergelinding ke ujung kepala kasur dan terbentur dengan tembok.

"Argh!" ringisnya.

Putra pun bangun dan menatap Jessica yang sedang berdiri di atas kasur.

"Rasain!"

Jessica hendak turun dari kasur namun langsung saja Putra tarik kakinya yang membuat Jessica terjatuh diatas kasur.

"Puas!" balas Putra yang langsung pergi menuju kamar mandi.

"Ih! Dasar saiton! Kesel gua lama-lama disini!" ketus Jessica sambil menatap kepergian Putra.

Putra masuk kedalam kamar mandi untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.

Ia merendam tubuhnya di bathup dengan air hangat yang membuat dirinya merasa rilex.

Dia tersenyum ketika mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi sebelum dia pergi ke kamar mandi itu.

Entah mengapa akhir-akhir ini dia merasa senang ketika sedang menjahili Jessica, apa lagi ketika Jessica sedang terfokus kepada suatu hal, jika ia ganggu pasti Jessica akan sangat marah dan berubah menjadi se ekor singa betina yang buas.

Jessica juga merasa bingung dengan sikap Putra yang akhir-akhir ini selalu mengganggunya kapan pun dan dimana pun.

Apalagi ketika mereka tidur, Putra selalu pura-pura mengganti posisi tidur dengan mencari kesempatan untuk memeluknya.

Bahkan Putra juga pernah mencium pipinya ketika Jessica sedang pura-pura tertidur karena tidak ingin berdebat dengan Putra.

"Huh, kenapa ya si Putra makin hari makin aneh? Apa dia ada maunya ya?" tanya Jessica kepada dirinya sendiri.

Tak lama dari itu, Putra datang keluar dengan menggunakan handuk yang hanya dipakai dibagian pinggangnya saja.

Jessica langsung membuang tatapannya dari Putra karena dia tidak mau melihat pemandangan yang eksotik itu.

Putra terkekeh ketika melihat Jessica membuang pandangannya ke segala arah hanya untuk tidak melihat tubuh sempurna milik dirinya.

Dengan rencana jahil, Putra mendekati Jessica yang sama sekali tidak melihat ke arahnya.

"Liatin apa?" bisik Putra dihadapan Jessica.

Jessica melotot sempurna ketika menatap ke arah depan dan Putra sudah ada satu senti didepan wajahnya.

Jessica langsung menjauhkan wajahnya yang diikuti oleh Putra.

Jessica terus mundur dan ia tidak menyadari kalau di belakangnya itu adalah kasur yang membuat dia terjatuh dengan tergeletak di kasur.

Karena Putra mengikuti langkah Jessica, otomatis dia pun malah ikut terjatuh diatas tubuh Jessica.

Jantung Jessica langsung berdebar dengan keras ketika adegan ini di mulai. Dia benar-benar panik dengan situasi yang horor seperti ini.

Putra yang melihat ekspresi takut Jessica malah makin senang karena dia sedang mood untuk menjahili Jessica.

Dengan smirknya, Putra mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica yang hanya memberikan jarak beberapa senti saja.

Putra pun mendekatkan bibirnya ke kuping Jessica dan berbisik.

"Kamu mau tidur sekarang?"

"AAAAAAAAAAA!"

Jessica langsung mendorong tubuh Putra yang membuat Putra terhuyung ke lantai dan Jessica buru-buru pergi dari ruangan itu sebelum hal yang tidak terjadi pada dirinya.

Putra langsung tertawa terbahak-bahak ketika ia berhasil membuat Jessica takut kepada dirinya. Ini semakin membuat Putra yakin, bahwa dia tidak menyesal mempunyai pasangan yang akan ia bully terus-terusan. Jahat ya.

♡♡♡

Melati dengan kedua anak dan satu menantunya sedang menikmati makan malam di meja makan.

Makan malam kali ini semua nya dibuat oleh Jessica dengan penuh pembalasan.

Sebenarnya ia berencana untuk memasukan racun semacam sianida ke dalam masakan agar ibu dan anak sama sama keracunan.

Namun karena disana juga ada Putri, adik ipar satu-satunya yang sangat ia cintai dan ia banggakan jadi ia mengurungkan niat untuk membunuh sekeluarga sekalian.

"Wah masakan kak Jessi enak banget! Besok masak lagi ya!" seru Putri sebagai orang pertama yang memuji masakan Jessica.

"Mak--"

"Nggak ah biasa aja." Potong Putra.

Jessica langsung menginjak kaki Putra yang membuat Putra meringis namun ditutupin dengan wajah kalemnya itu.

"Kakak pasti bohong! Ini masakan terenak setelah masakan nenek dan mamah lo kak!" seru Putri, dia emang pandai memuji.

"Iya, makasih Putri sayang, nanti kakak bakalan masak makanan khusus buat kamu!" jawab Jessica tak kalah serunya.

"Ekhm. Putri, kamu mendingan cepat masuk ke dalam kamar kamu, bukannya kamu akan segera melakukan ujian nasional di sekolah kamu? Belajarlah dan jadi lulusan terbaik di sekolah dasar kamu." Titah Melati.

"Baik mama, aku duluan." Ucap Putri yang langsung pergi dari meja makan.

"Kalian pergi dan bersihkan semua piring ini." Perintah kembali Melati kepada para pelayan.

Para pelayan mengganguk lalu mengambil semua piring dengan cepat dan membawanya ke dapur untuk dibersihkan.

Melati menatap kedua pasangan yang sedang berantem dengan cara berbisik itu.

"Jessica!" panggil Melati dengan tegas membuat Jessica terkejut sendiri.

"Sudah dua bulan ketika kalian malam pertama kamu masih juga belom hamil? Apa kamu normal huh? Kamu tidak mandul kan!" sentak Melati. Jessica langsung membulatkan matanya dengan sempurna.

"Waktu mama dulu setelah malam pertama itu hanya kosong selama satu bulan saja, bahkan semuanya seperti itu! Tapi kenapa kamu bisa seperti ini hah!" sentak Melati kembali.

"Mama, kak Lina pun sampai sekarang--"

"Karena mereka belom melakukan apapun sampai sekarang! Mereka kan hidup di rumah yang berbeda, mana mungkin saja Lina bisa hamil dengan suami yang selalu sibuk dengan pekerjaan tentaranya! Sedangkan kalian? Kalian ini masih muda dan pastinya Jessica tidak akan kesulitan untuk hamil! Apa benar jangan-jangan kamu mandul Jessica?" seru Melati dengan terus menunjuk Jessica.

Ini lah yang sangat Jessica takutkan.

Ketika dia tuduh tidak bisa hamil, dia tidak bisa berkata kalau dia juga sebenarnya belum melakukan apa pun dengan Putra.

Namun jika sampai jujur bicara kalau mereka belum melakukan apapun, itu malah membuat keadaan semakin rumit.

"Mungkin memang belom saatnya, Ma." Ucap Putra.

"Belom saat nya kamu bilang? Keluarga bangsawan itu tidak ada sama sekali keturunan susah hamil! Tapi karena kamu ini menikah dengan orang rendahan kamu bisa saja tidak memiliki anak sampai tua nanti!" seru Melati dengan mengarah kepada Jessica.

"Lalu apa yang mama mau sekarang?" tanya Putra yang ikut memakai emosi karena sudah tidak kuat dengan amarahnya.

"Mama mau,"

Melati melirik ke arah Jessica yang menundukkan wajahnya dalam dalam.

"Kamu menikah lagi."

1
Wati_esha
Syukur alhamdulillah.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
Tq update nya ya.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Putra tahu Melati bukan ibunya?! 😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Masalah perceraian anakmu sepele, Reta?! Botol banget sih.
Wati_esha
Jessica hamil.
Wati_esha
Kenapa harus nangis Jessica? Bukankah kamu sadar saat tanda tangan & tidak dibawah tekanan?
Botol sih jadi orang.
Wati_esha
Putra - Jessica. 😭😭😭😭😭😭😭
Tirta, Taya, tidakkah kalian berkomunikasi dengan Putra? Bahkan besan meninggalpun tak ada yang muncul.
Wati_esha
Putra belum tahu Melati bukan ibu kandungnya.
Wati_esha
🙏🙏🙏💪💪💪
Wati_esha
* .. sepercik air. Untuk surat, dapat menggunakan diksi sepucuk surat.
Wati_esha
Gubrakkkkk. Jessica 😢😢😢😢😢 Helena tahu dati mana ya?
Wati_esha
Kenapa Meliana tidak sekalian berobat disana?!
Wati_esha
😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲😲
Wati_esha
Jadi Melati bukan ibu kandungnya Putrakah?
Wati_esha
Manusia apa bukan ya?! Adik kok jadi menantu!!!
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Wati_esha
Putra sudah menyetubuhi Jessica saat Jessica pingsan.
Wati_esha
😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!