Joana, seorang gadis yang rela menjadi istri sewaan dari seorang pria kaya yang bernama Dave. Di usianya yang sudah menginjak tiga puluh tahun membuat Dave terus di desak oleh kedua orang tuanya untuk segera menikah.
Joana sendiri adalah seorang gadis yang di usir oleh orang tuanya karena gadis ini di tuduh menjadi penyebab anak yang sedang di kandung oleh ibu tirinya meninggal.
Hanya karena ketidaksengajaan yang di lakukan oleh Joana membuat Dave memaksa Joana menerima penawaran dari Dave untuk menjadi istri sewaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
"Selamat pagi sayangku," ucap Dave saat Joana membuka pintu. Tentu saja Joana terkejut melihat Dave.
"Tidak ada bosan-bosannya menemui ku. Pergi sana!" Usir Joana.
"Kok rapi, mau kemana?" Tanya Dave penasaran.
"Cari kerjaan!" Jawab Joana singkat kemudian Joana pergi begitu saja.
Dave mengekor di belakang istrinya.
"Sayang, aku tidak akan mengizinkan mu untuk bekerja. Ayo pulang, ranjang kita sangat rindu dengan kita berdua." Dave merayu.
"Yang ada di otak mu hanyalah ranjang dan urusan ranjang. Kau sama sekali tidak memikirkan perasaan ku," sahut Joana kesal.
"Aku mencintai mu dan aku hanya ingin punya anak dari mu. Apa itu salah?" Tanya Dave menghentikan langkah Joana.
"Tiga puluh tahun kau hidup, kau selalu kekeh dengan pendirian mu yang mengatakan jika kau tidak ingin menikah apa lagi memiliki anak. Seberapa enak menjilat ludah sendiri?" Singgung Joana.
"Sayang, terserah kau ingin berkata apa. Sekarang, ayo kita pulang. Lama-lama seperti ini bisa mati rindu," ucap Dave dengan wajah memelas.
"Oh Dave ku, aku juga rindu," ucap Joana dalam hati. "Rindu mu palsu!" Ujar Joana.
"Sayang, apa lagi yang harus aku lakukan agar kau mau ikut pulang bersama ku?"
Joana terdiam sejenak, ia memandang wajah kusut dan lingkar mata yang menghitam. Joana yakin jika Dave pasti tidak tidur sejak ia pergi dari rumah.
"Apa aku harus mengerjainya dulu?" Joana bertanya di dalam hatinya.
"Sayang, kenapa kau diam saja?" Tegur Dave.
"Jangan panggil aku sayang. Aku geli...!"
"Aku minta maaf, aku janji tidak akan bersikap keras pada mu. Aku janji akan mengerti perasaan mu, sungguh." Ucap Dave memohon.
"Jangan ikuti aku...!" Seru Joana yang tak menanggapi ucapan suaminya. Ia berlalu begitu saja seperti memikirkan sesuatu. Dave yang begitu keras kepala terus mengikuti istri.
"Sayang, cuacanya panas. Ada baiknya kamu masuk ke dalam mobil." Bujuk Dave.
Joana memicingkan matanya menatap Dave.
"Ku mohon, jangan ikuti aku." Ucap Joana dengan nada memohon.
Joana kembali melanjutkan langkah, ia pergi mencari taksi. Dave hanya bisa menghela nafas panjang. Pria ini ternyata masih mengikuti Joana dari kejauhan.
"Pemakaman. Mau apa dia pergi ke pemakaman?" Dave penasaran karena Joana memasuki area pemakaman.
Dave memikirkan mobilnya sedikit jauh, kemudian pria ini masuk ke dalam area pemakaman mencari istrinya.
Dave akhirnya melihat Joana yang saat ini sedang duduk di pinggir makam sambil memakan sebungkus roti. Dave yakin jika itu adalah makam ibunya Joana.
"Maaf, apa kau wali dari makam ini?" Tanya petugas pemakaman.
"Oh, iya pak. Ada apa?" Tanya Joana.
"Sebenarnya saya sudah menunggu mu. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan."
"Masalah apa ya pak?" Tanya Joana penasaran.
"Makam atas nama ibu Medina Sudah lima tahun belum di bayar. Jika sampai akhir bulan ini belum di bayar, kami terpaksa menumpuk makam ini dengan makam baru."
Deg,.....
Joana terdiam sejenak.
"Apa papa saya tidak pernah datang mengurus makam ini?" Tanya Joana. "Tuan Altan,...!" Imbuh Joana memperjelas.
"Tuan Altan sudah tidak pernah datang ke makam ini. Jika anda anak dari almarhum, tolong selesaikan biaya perpanjang makam dan penunggakan biaya selama lima tahun ini."
Joana tahu betul jika makam mama-nya termasuk kawasan makam menengah dengan biaya perawatan sekitar delapan juta pertahun.
"Berapa total semua yang harus di bayar pak?"
Tiba-tiba Dave keluar dari pohon besar yang berada tak jauh dari makam.
"Kau mengikuti sampai sini?"
Joana seketika geram.
Dave hanya melirik.
"Saya akan membayar semua biaya perawatan makam ini sampai dua puluh tahun ke depan. Tolong total semua biayanya." Ujar Dave.
"Baiklah, kalau begitu silahkan ikut saya ke kantor." Sahut petugas makam.
"Dave, itu sangat mahal. Pergilah,...!" Usir Joana.
"Aku suami mu, yang sedang tidur di dalam tanah itu ibu mertua ku. Apa kau mau makam ibu mu di tumpuk dengan makam orang lain sehingga kau tidak bisa lagi duduk sambil makan roti di sini?"
Joana tertunduk lesu, hatinya sedih merasakan jika sang papa sudah tidak peduli dengan dirinya dan mamanya.
"Kenapa menangis?" Tanya Dave, "apa yang kau sedihkan?"
"Kenapa papa begitu tega pada aku dan mama?"
Dave menarik Joana kedalam pelukannya, membiarkan Joana menangis untuk sekedar melepaskan rasa sesak di dada.
Tiba-tiba saja Joana mendorong tubuh Dave.
"Bisa-bisanya mencari kesempatan dalam kesempitan. Dasar....!" Ucap Joana yang baru sadar.
"Aku tidak mencari kesempatan, kau sendiri juga merasa nyaman ku peluk." Sahut Dave. "Sudahlah, ayo pergi mengurus makam mama mu!"
Mau tidak mau Joana ikut bersama dengan Dave.
"Tumben tidak menolak bantuan ku," ujar Dave memancing.
"Sekali pun aku menolak, kau pasti akan melakukannya di belakang ku!"
"Jo, apa kau masih marah pada ku?" Tanya Dave.
Suami istri ini sedang menyusuri area pemakaman menuju kantor pengurus makam.
"Aku tidak ingin menjawab pertanyaan mu!"
Ingin rasanya Dave menarik rambut Joana yang saat ini di kuncir kuda.
Setibanya di kantor pengurus, Dave langsung menyelesaikan biaya administrasi. Bahkan Dave meminta pada pengurus makam untuk mempercantik makam almarhum mama Joana.
Joana terharu, air matanya kembali jatuh membasahi pipi tapi, buru-buru di hapusnya.
"Terimakasih," ucap Joana.
"Ikutlah pulang bersama ku, sudah satu minggu kau hidup tidak jelas di luar. Aku khawatir memikirkan mu."
"Aku sudah biasa hidup di jalanan. Dave, kau bisa mencari istri yang jauh lebih baik dari aku. Aku tak pantas bersanding dengan mu," ucap Joana yang sadar diri.
"Sudah ku bilang berapa kali jika aku tidak mau perempuan lain. Joana, kau istri ku."
"Dave, mau di lihat dari segi mana pun, aku tetap tidak pantas bersanding dengan mu."
Dave geram, pria ini benar-benar geram dan kesal hingga pada akhirnya Dave memanggul tubuh Joana di atas pundaknya.
"Dave, turunkan aku!" Pinta Joana seraya memukul tubuh Dave.
"Kau ini kalau tidak di paksa, tidak akan mau pulang. Dasar anak kecil, mau sampai kapan kau keluyuran di luar. Sudahi merajuk mu, ayo pulang bersama suami mu." Ucap Dave yang gemas sendiri.
"Dasar perjaka tua, jenggot kuda, ikan piranha. Kau menyebalkan!"
Dave membuka pintu mobil, memasukan Joana ke dalam mobil lalu mengikatnya dengan sabuk pengaman.
"Buka pintunya!" Pinta Joana kesal.
"Mau kemana lagi hah? Kau itu istri ku, apa kata orang jika kau keluyuran di luar?"
"Dave, kau menyebalkan. Awas saja!"
"Kasar salah lembut pun salah. Seharusnya dari awal aku memang harus memaksa mu seperti ini," ucap Dave yang ingin sekali menjambak rambut istrinya.
joana Hamil
💪💪semangaat
author yng tau