NovelToon NovelToon
Gadis Impian

Gadis Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:139.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: winda rahayu

jarum jam selalu berputar memutari dua belas angka yang sama yang terdapat di sekeliling nya, namun saat jarum jam membali menujuk angka yang sama, peristiwa yang perna terjadi sebelum nya telah menjadi masalalu.

Masalalu, sekuat apapum kita ingin kembali, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali layaknya jarum jam yang selalu berputar tuk kembali menujuk angka yang sama, kita hanya bisa memutar masa lalu hanya dalam sebuah ilasan kenangan.

"Gelang ini akan selalu tersenyum, mengingatkan mu padaku." Niana kembali mumutar ilasan kenangan nya, mengingat soso pria kecil penolong nya, setiap ia melihat gelang di tangan nya. "Aku ingin kembali ke hari itu."

Berharap pertemuan itu bisa terulang kembali, namun Waktu seakan merahasiakan Sebuah pertemuan yang tidak di sadari keduanya.

Hingga perjuangan, menjadi bukti kebersamaan mereka.

( Novel ini berkisahkan tentang perjuangan Niana dan Aksa untuk sampai akhirnya bisa bersama. Novel ini juga tidak hanya menceritakan percintaan saja, tapi juga mengangkat sebuah perjuangan seorang Aksa untuk meraih kesuseksanya, demi Gadis Impian nya, Keluarganya, juga Orang lain)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Rain Darma Development, sudah satu tahun ini berdiri. Kemajuan nya dibilang sudah sangat pesat, berhasil mendapat beberapa infostor besar, yang kini Rain Darma Develovment sudah berdiri sebagai sebuah prusahaan. Raksa sang pemilik prusahaan tersebut dibalik sebuah prusahaan yang harus ia kelolakan, Raksa juga masih menjalani kewajiban nya sebagai seorang Mahasiswa, begitupun ketiga teman nya Ricko, Harry, dan Bonanza.

Di tengah kesibukan nya bekerja dan kuliah, pria itu juga selalu menyempatkan diri untuk mengantar ibunya ke toko. Seorang pengusaha, pastinya sudah harus punya mobil mewah pribadi, ya, tapi bukan mobil mewah yang raksa pilih, mobil biasa dan bekas, yang penting bisa di pakai untuk mengantar jemput ibunya, katanya.

Sore hari dengan mobil nya rakasa mengantarkan Safira ke toko kuenya Royal cake ibumya memaksa pergi ke toko, walou sudah mendapat bantahan dari putranya untuk tetap istirahat di rumah, "Ibu seperti kurang sehat," kata Raksa di balik kemudi, yang sudah memperhatikan ibunya sedari tadi tampak tidak baik.

"Ibu baik-baik saja." jawab Safira.

"Ibu jangan terlalu memaksakan diri seperti itu." tangkas Raksa masih melirik ke samping pada ibunya. "di sana kan banyak orang kepercayaan ibu yang sudah bisa di percaya, lebih baik ibu istirahat."

"Ibu, hanya bosan kalou haru di rumah." jawab Safira. "Alea dan Alia ada les, kamu sekarang kerja sampe malem, kadang gak pulang. Ibu sendirian di rumah."

"Iya, maafin aku kalou sekarang jarang menyempatkan waktu untu ibu, tapi janji ibu jangan kecapean duduk-duduk manis saja di sana." cerca Raksa, mempringati ibunya.

"Iya, iya.."

Mobil Raksa tidak lama terparkir di Royale cake, Raksa ikut masuk mengantar ibunya kedalam juga untuk memberi safaan pada karyawan Royal cake yang juga teman-teman nya dan sudah seperti keluarga bagi Safira.

"Ibu kita kedokter dulu ya," Raksa suungguh panik, melihat ibunya seperti nampak pucat dan lemas.

"Tidak mau," jawab ibunya yang membuat Raksa menggeleng kepala, menghadapi ibunya yang begitu keras kepala. "Ibu jangan keras kepla" tipal Raksa.

Preeetttt..... Suara trompet memecah mengagetkan Raksa saat sudah memasuki toko kue itu di iringgi hamburan kepingan kerlap kelip yamg ikut berhamburab menerpa tubuh raksa dan berjatuhan ke setiap area ruangan.

"Selamat ulang tahun Raksa." Teriak sorak dari para sahabatnya di dalam toko, dekorasi sederhana dan sebuah kue ulang tahun yang sudah menyambut Raksa disana.

Raksa masih berdiri di depan pitu, surprise, kaget, bingung yang dia rasakan, "Selamat ulang tahun," Kata Safira lalu mengandeng lengan putranya mnggiringnya menuju teman-teman nya yang sudah berkumpul di sana. "Ekting dan makeup ibu bagus kan," Lanjut kata Safira.

"Top banget tante." Kata Ricko yang sudah ada di sana bersama Harry, Bonanza Karin dan teman-teman Raksa yang bekerja di Royal cake lain nya.

"Selamat ulang tahun Raksa, selamat juga atas pencapaian mu." Ucapan selamat dari Bonanza yang juga di susul ucapan dari teman-teman lainya.

"Keberhasilan kita." Ralat Raksa. "Terimakasih buat semuanya, aku bingung harus ngomong apa."

"Selamat ulang tahun kakak." Ucapan selamat kompak dari kedua adik Rakasa, Talea dan Talia dengan membawa sebuah kado di tangan mereka. "Semoga kakak dan Kak Ana bisa cepat bertemu lagi." harapan Talea dan Talea yang juga di ucapakan secara komoak.

Raksa dengan lekas memeluk kedua adiknya. "Terimakasih, kakak sayang kalian." Peluk Raksa penuh haru.

"Ana." Batin Bonanza yang mengucapkan ulang nama itu, mata Bonanza menatap dalam Raksa yang memeluk kedua adiknya prnuh tanya siapa yang di maksud oleh Alea dan Alia.

"Udah dong potong kuenya." Seru Ricko.

***

Tawa di iringi senda gurou mengiringi semua yang tengah merayakan ulamg tahut Taksa. Harry, Ricko Bonznza dan Rakza tengah duduk dalam satu meja. "Ini semua idenya Bonanza loh rak." kata Harry, seperti mengisyaratkan Raksa untuk mengucapkan trimakasih.

"Oyah. Tapi trimakasih Za, buat semuanya juga, aku hargai usaha kalian semua." Raksa diiringi senyuman nya.

"Iya," jawab Bonanza yang di dalam hatinya begitu bahagia melihat senyuman Raksa yang menghargai idenya dan usaha teman-teman lainya untuk memberi kejutan untuk nya.

"Karin sini!" Seru harry, memanggil Karin yang sedang hilir mudik menata kue-kue dan minuman.

"Apa?" karin dengan sinis, karna di meja itu ada Ricko, pria yang selalu membuatnya kesal.

"Sini ikut gabung!" Harry menarik tanga  Karin, yang terpaksa katin mengikuti tuntunan tangnganya, tubuhnya duduk ikut bergabung bersama epat orang yang sudah duduk satu meja.

"Kalian kenapa? Udah dong damai." Raksa mempertanyakan Karin yang masih menhunuskan tatapan tajam pada Ricko, yang di balas senyum dan ekpresi  ledekan oleh Ricko. "Dari dulu kalian kenapa masih seperti tom & jerry kalou ketemu?"

"Iya.. hati-hati aja. Awalnya benci, kena karma..  jadi Cinta." Harry ikut menanggapi. "Contohnya Bonanza." Harry tersenyum usil dengan sindiran nya.

"Kenapa jadi aku?" Protes Bonanza.

"Aku pergi deh, sudah seperti nyamuk buat kalian di sini. Silangkan kalian anggap aja double date." Harry menyeringai pergi meninggalkan 4 orang yang madih duduk satu meja di sana, menghindar setelah mendapat hunusan tajam mata Bonanza yang protes dengan ucapan nya. Tidak ada topik lain yang mereka bahas selain urusan pekerjaan, waloupun Ricko dan Karin yang ujung-ujung nya selalu berdebat.

Perdebatan Karin dan Ricko tidak pernah ada ujungnya, membuat Raksa selalu ikut pusing dengan perdebatan mereka, yang akhirnya Raksa dan Bonanza meninggalakan mereka berdua dengan perdebatan mereka yang tiada henti.

"Pusing kepala ku, kalou udah denger mereka berantem," keluh Raksa yang tengah berjalan untuk berpindah meja bersama Bonanza.

"Tapi mereka sebenarbya kompak tau. Dan kalou gak ada mereka gak rame, karna kamu terlalu serius."jawab Bonanza.

Hubungan Raksa dengan Bonanza memang kian membaik dan semakin akrab tidak seperti dulu saat awal-awal bertemu dengan gadis itu. Raksa merasa Bonanza adalah parner kerja yang baik dan sangat bisa di andalkan, terlebih dia selalu menjadi pendengar Raksa yang baik, mengenai urusan pekerjaan.

"Sebenarnya masih ada pekerjaan yang harus aku bahas, kita pindah kesana za." Raksa menujuk sebuah meja dekat kaca jendela besar toko yang view nya langsung meperlihatkan ke depan toko dengan pelataran hojou yang di . "Si Harry kemana, pinter banget dia meng hindar dari pertikaian itu," Yang di maksud Raksa pertikaian adalah Karin dan Ricko.

"Ini hari ulang tahun mu, berhenti membahas pekerjaan." Sergah Bonanza saat mereka sudah mendarat duduk.

"Tapi aku tidak bisa bersantai-santai, sedangkan target kita madih jauh."

"Kamu ini, berapa si usia mu. Pemuda lain sepwrti mu sekarang sedang asik-asiknya pacaran, hengout, nongkrong-nongkrong." Ucap Bonanza yang hanya di balas senyuman kecil oleh Raksa.

"Entahlah, aku tidak tertarik."

 "Setidaknya bersantai untuk hari ini saja, hilangkan pekerjaan dari kepala mu! Bicarakan hal yang ringan-ringan saja. Aku siap jadi pendengar mu." Bonanza diduk dengan memeluk dagu, dengan sikut yang menyangga pada meja, bersiap untuk mendengar cerita.

Raksa terenyum kecil melihar gadis di depan nya, "Bukan nya kamu dulu sangat membenciku?"

Bonanza beranjak duduk tegap, seakan bingung dengan  jawaban nya, yang tidak mungkin dia mengatakan, perasaan benci itu saai ini malah sebaliknya.

1
Dwika Artama
thor jangan2 sekretaris si aska berkianat,jangan ya
kalea rizuky
bapaknya tolol
kalea rizuky
naina ne aneh uda jadian aja ma daafin lo Aksa berpaling paleng lu bs mewek doank kan dAsar tolol
kalea rizuky
aga egois karena bapaknya Aksa anak lu bs selamat woy
kalea rizuky
naina cm anak manja menye2 bkin tegas dan kuat donk gk dikit2 nangis
kalea rizuky
jangan ampe Aksa suka ma boncabe
Martina Alfarizqi
semangat
Mommy Gyo
3: like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
Nie Yha
akhirnya up thor
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ginna_ginna
Novel kaya gini yangaku cari...
nazaruddin thamrin
2 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Dee Daisy
semangat ya kak
Nara Ns🐈
haiii.. bantu favorite kan novelku saling mendukung..
Salam Dari Navillera (Cinta yang beracun)
Nikma
Lanjut kak!

~Cinta Pertama~
Nikma
Like
Dewi_k
lanjut up
Dewi_k
sukses dengan karya hebatmu...terus semangat thor
Anindyta
semangat😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!