Kebahagian memang tidak pernah abadi.
Sekalipun kamu kaya, cantik ataupun cerdas, roda kehidupan akan selalu berputar selama kamu hidup.
Begitulah kira-kira pribahasa paling sesuai dengan nasib naas yang dialami oleh seorang wanita cantik bernama Lie.
Kebahagiaan yang selama ini ia miliki hilang begitu saja.
Di masukkan kedalam penjara, kedua orangtua nya dibunuh dan perusahaan keluarga diambil alih!
Haruskah aku menyebutmu iblis? Karna manusia bukanlah kata yang pantas untukmu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esterliia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa kau merindukanku Nona Callista?
Ini sudah jam 15.30.
**
"Apa kau merindukanku Nona Callista?" jawab seseorang di belakang.
Will melihat Tuannya datang langsung mundur ke belakang sambil tersenyum, sedangkan Callista malu mendengarnya. Maka ia langsung menoleh kedepan kembali dengan cepat.
"Aku hanya bertanya, bukan berarti merindukanmu." jawabnya setelah bisa mengendalikan diri kembali.
Berjalan duduk disebelahnya "Kau tidak pergi bersama Yessy kesini?"
"Tidak, aku tidak tau dia ikut dengan kita ke LA. Mungkin sebentar lagi dia datang."
"Disana nanti kau akan menjadi partnerku dalam acara itu, kau bisa banyak mendapatkan channel dan kenalan baru disana jika kau mampu berbaur dengan baik. Karna kau akan membawa namaku, tentu mereka akan segan denganmu. Ini adalah kesempatanmu mencari tau sesuatu yang kau butuhkan.
Besoknya aku juga mendapat undangan perjamuan makan malam yang dibuat oleh seorang produser terkenal disini. Aku sudah mengatakkan akan datang bersama denganmu, dia akan menyambutmu besok. Banyak aktor aktris hebat juga yang akan datang. Banyak-banyak lah bertanya padanya jika bertemu."
Mendengarnya membuat Callista tersingkap kagum. Pria ini sudah mengatur banyak hal sekaligus dengan baik. "Aku mengerti, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk itu."
~
Mereka akhirnya masuk ke dalam pesawat. Kursinya dengan Golden berada ditengah yang artinya bersebelahan. Sedangkan Yessy berada disebelah kiri Golden.
Perjalanan ditempuh selama 18 jam lebih 30 menit. Dengan melakukan transit 1 kali di Tokyo barulah dari Tokyo mereka akan tiba di Los Angeles pada besok siang kira-kira pukul 12 siang. Itulah yang dikatakan pramugari tadi saat memberi pengumuman.
Pesawat pun akhirnya lepas landas dan perjalanan panjang dimulai. Golden mengganti sendal dan menaruh jasnya digantungan samping tempatnya.
Menurunkan seat nya setengah dan menyalakan tv. Dia tidak menutup tirai penghalang sehingga Callista bisa melihat jelas kegiatannya itu begitu juga sebaliknya.
Jam menunjukkan pukul 19.00 saat Callista terbangun dari tidurnya.
"Pergilah mandi sekarang." ucap Golden yang menongolkan kepalanya didepan wajah Callista. Terlalu dekat hingga membuat Callista kaget dan tanpa sadar memegang dada bidang pria didepannya itu.
Bermaksud untuk mendorongnya menjauh namun dada bidang pria itu membuatnya sedikit tersingkap.
Pria ini sudah berganti pakaian dengan piyama pesawat yang tidak terlalu tebal sehingga dada bidangnya bisa sangat terasa nyata saat disetuhnya.
"Kenapa kau sedekat ini? Aku bisa mendengarnya jika kau hanya mengatakkannya saja. Membuat ku kaget saja." bergegas mengambil handuk, pakaian dan perlengkapan mandi lalu buru-buru pergi.
Golden hanya tertawa melihat tingkah Callista, "Oh oh oh, sungguh menggemaskan sekali temanku ini tersenyum menggoda gadis kecil." ledek Yessy yang memperhatikannya sedari tadi.
Berhenti tertawa dan langsung menengok ke arah Yessy, menjawab "Gadis kecil? Bukankah kau bilang dia adalah gadis yang patut diwaspadai? Apa gadis yang patut diwaspadai pantas mendapat julukan itu?" sambil menaikkan satu alisnya bertanya.
Yessy menegakkan duduknya menghadap Golden lalu berkata "Aku hanya menyampaikan apa yang ku lihat padamu. Apa kau sudah tau dia seperti itu?"
Golden tidak menjawab tapi hanya tersenyum saja.
Yessy sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia tau temannya ini jelas tidak ingin memberitahunya. Akhirnya ia hanya menutup pintu seatnya untuk menjaga ketenangan.
'Tentu aku tau, aku membaca dan mengetahui semuanya' 'Justru itu alasan aku membebaskannya dari penjara' ucapnya dalam hati.
Golden memandang Callista yang keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekat. Wajah merahnya sehabis mandi dengan rambut yang sedikit basah dan mata yang teduh seperti pohon hijau menenangkan.
Ia cukup kagum melihat wanita ini. Mungkin dia akan tumbuh menjadi gadis sempurna yang sangat di kagumi banyak pria jika nasib buruk tidak mengampirinya.