Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Batalnya pernikahan
Hari ini seorang gadis cantik berusia 24 tahun, bernama Anjani Thalia terlihat bahagia. Wajah cantiknya, memancarkan kebahagiaan yang begitu besar. Bagaimana tidak hari ini ia akan mengubah statusnya menjadi seorang istri dari Arjuna Mahesa.
"Sayang. Kamu sangat cantik." Seorang wanita paruh baya bernama Mirna, menghampiri Anjani yang baru saja selesai di rias.
Anjani tersipu malu. "Mamah bisa aja." ucapnya tersenyum.
Mirna tersenyum tipis, saat melihat sikap Anjani yang terlihat malu-malu. "Mamah senang, karena sebentar lagi kamu akan memulai hidup baru yang bahagia bersama Arjuna. Mamah harap, kamu mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kamu mimpikan, Anjani."
Anjani terdiam. Hatinya sesaat menjadi sedih, mendengar perkataan Mirna. Bagaimana tidak, selama ini Anjani hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.
Kehidupannya sederhana. Sebab Anjani, memang terlahir dari keluarga biasa-biasa saja. Pertemuannya dengan Arjuna, seketika merubah hidupnya. Arjuna merupakan seorang manager, di sebuah perusahaan ternama. Bahkan Arjuna berjanji, akan memberikan kebahagiaan untuk Anjani.
"Sudah dong, mah. Jangan berkata seperti itu. Aku jadi sedih." Anjani berusaha menahan kesedihannya. Menghampiri Mira. Memeluknya erat. "Aku sayang mamah."
Mira tersenyum. Membalas pelukan putrinya itu. Rasa sedih dan bahagia menjadi satu. Namun untuk hari ini, ia tidak ingin bersedih di hari bahagia putrinya. Yakin, jika Anjani akan bahagia.
Beberapa jam kemudian...
"CKLEEEK."
Pintu ruangan Anjani terbuka. Mira masuk dengan wajah penuh ketegangan.
"Mah... Apa Arjuna sudah datang?"
Mira terdiam. Ada kekhawatiran. Takut saat akan menyampaikan kabar kurang baik, pada Anjani.
"Mah. Mamah baik-baik saja." tegur Anjani, saat melihat Mira hanya terdiam.
"Sekarang kita keluar. Semua orang sudah menunggu."
Pada akhirnya, Mira tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Memilih diam. Membiarkan Anjani mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan tanpa rasa curiga, Anjani melangkahkan kaki. Meskipun ada sedikit rasa penasaran atas sikap Mira.
Sesampainya di pelaminan. Anjani mengedarkan pandangan. Mencari sosok, yang seharusnya sudah datang dari tadi.
"Anjani."
Merasa ada yang memanggil namanya. Anjani pun menoleh ke arah suara.
"Arjuna." ucap Anjani pelan. Matanya tak lepas memperhatikan penampilan Arjuna. "Kenapa, kamu tidak memakai baju pengantin?"
Arjuna tidak menjawab pertanyaan Anjani. Dia memilih menghampirinya dan berdiri di tepat di depan Anjani.
"Aku tidak perlu memakai baju yang kamu maksud. Sebab kedatangan ku ke sini untuk memberitahu bahwa... pernikahan kita ... di batalkan."
"DUAAAR!"
Bagaikan petir di siang hari. Anjani diam mematung, dengan dada terasa sesak.
"Ma... mak-sud kamu apa, Arjuna? Kamu sedang bercanda, kan?" Dengan sedikit terbata, Anjani mencoba berpikir positif. Siapa tahu saat ini, Arjuna sedang membuat kejutan untuknya.
"Aku serius, Anjani. Maaf... aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini." ucap Arjuna tanpa penyesalan. Justru saat ini Arjuna terlihat tidak peduli, dengan keadaan Anjani yang terlihat syok.
Tubuh Anjani hampir terjatuh. Lemas dan gemetar yang saat ini ia rasakan. Pernyataan Arjuna, membuat waktu seakan berhenti. Bibirnya tiba-tiba kelu, perasaannya hancur seketika.
"Ke- kenapa?" Anjani hanya mampu berucap demikian. Dengan suara bergetar, ia melontarkan pertanyaan.
Namun sebelum Arjuna menjawab, tiba-tiba muncul mobil yang berhenti di halaman rumah Anjani.
"Sayang."
Seorang wanita cantik turun dari mobil. Berjalan menghampiri Arjuna, dengan senyuman merekah di bibirnya.
"Sayang, kenapa kamu lama? Aku sudah lama menunggu." omel Melinda, mengerucutkan bibirnya. Tanpa memperdulikan tatapan semua orang, yang berada di sana.
Anjani yang melihat hal itu pun semakin syok. Kenapa teman dekatnya, terlihat begitu dekat dengan Arjuna.
"Nak, Arjuna. Sebenarnya ini ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu membatalkan pernikahan ini? Dan sekarang, kenapa teman Anjani memanggil mu, sayang?"
Mira yang merasakan hal sama, segera bertanya. Sebab ia tahu, jika ada hal janggal antara Arjuna dan juga Melinda.
"Oh... tante. Sebelumnya, aku minta maaf. Hari ini aku akan menjelaskan semuanya." seru Melinda terdengar lembut, namun penuh penekanan.
Mira menatap Melinda tajam. Dari perkataannya saja Mira tahu, jika diantara mereka berdua memang terjalin suatu hubungan.
"Tante tidak meminta penjelasan dari kamu, Melinda. Lebih baik sekarang kamu diam."
Melinda mendengus kesal. Bisa-bisanya Mira menyuruhnya untuk diam.
"Dasar nenek tua! Lihat saja, kamu pasti akan terkejut dengan apa yang Arjuna katakan!" ucap Melinda dalam hati.
Mira beralih menatap Arjuna, seakan meminta penjelasan.
Arjuna yang mengerti pun segera membuka suara kembali. "Aku ... akan menikah dengan Melinda hari ini. Dan resepsinya, akan di selenggarakan minggu depan."
"PLAAAAK!"
Semua orang di sana tercengang, saat melihat Anjani tiba-tiba saja menampar pipi Arjuna dengan cukup keras. Begitu juga dengan Mira. Tidak menyangka, jika Anjani akan melakukan hal itu.
"Kenapa, baru sekarang kamu memberitahu semua ini?! Kenapa tidak dari awal saja, kalian memberitahu ku tentang semua ini? Apa ini yang kamu inginkan! Mempermalukan ku dan juga keluarga ku!" Nafas Anjani terlihat naik turun. Amarah dalam hatinya tidak dapat ia tahan. Rasa sakit dan malu bercampur aduk, membuat dirinya tidak bisa berpikir jernih.
"Mana janji, mu? Yang ingin membahagiakan, ku. Mengubah hidup ku lebih baik. Dan hidup bahagia dengan, mu!" lanjut Anjani kembali.
Arjuna mengusap pipinya yang terasa panas. Bahkan Melinda yang khawatir pun, segera memastikan keadaan Arjuna.
"Maksud kamu apa, menampar calon suami ku! Dasar tidak tahu malu!" Melinda hendak menghampiri Anjani. Membalasnya. Namun dengan cepat, Arjuna menahan tangannya.
Anjani tersenyum getir. "Tidak tahu malu. Siapa di sini, yang tidak tahu malu? Aku atau kamu?" ucapnya penuh penekanan. Menunjuk wajah Melinda, penuh kemarahan dan kekecewaan.
Bisa-bisanya Melinda berkata seperti itu. Tanpa menyadari bagaimana sikap dirinya sendiri.
Melinda mengepalkan tangan. Ucapan Anjani sangat tepat sasaran. Namun saat hendak berucap, Arjuna memberi isyarat untuk diam.
"Maaf... Anjani. Keputusan ini, sudah aku pertimbangkan. Aku tidak bisa menikah dengan, mu. Dan aku memilih untuk menikah dengan Melinda."
" Aku baru menyadari, jika Melinda adalah wanita baik yang tepat untuk, ku. Jadi aku minta maaf, atas semua ini."
Anjani tidak bisa menahan tangis. Pernyataan Arjuna, membuat dadanya semakin sesak. "Kenapa... Kenapa kamu tega pada ku, Arjuna. Kenapa?"
Arjuna tidak lagi menjawab. Dia menggenggam lembut tangan Melinda. Membawanya pergi dari sana.
Anjani menangis sejadi-jadinya setelah kepergian ,Arjuna. Hatinya benar-benar hancur. Bahkan belum rasa malu, yang harus keluarganya tanggung saat ini. Sebab kegagalan pernikahannya, di saksikan banyak orang.
Bisik-bisik pun mulai terdengar. Bermacam-macam komentar terdengar. Dari komentar pedas sampai komentar iba kian terdengar.
"Semuanya maaf. Dengan berat hati, seperti yang kalian ketahui jika pernikahannya Anjani sepertinya akan di...."
"Di lanjutkan."
Mira yang sedang berbicara, menghentikan ucapannya. Saat seseorang tiba-tiba berdiri dan berseru, untuk melanjutkan pernikahannya.
Anjani yang terlihat hancur, ikut menoleh ke arah suara. Sebab ia penasaran, siapa yang dengan entengnya berbicara seperti itu.
"Keandra...." lirihnya.
lanjutin ceritanya sampai tamat