Rate 18+
Cinta hilang sebelum ada
Cinta mati sebelum tumbuh
Cinta pergi, dan tak tahu kapan cinta itu kembali
Di saat hati mulai berpaling, sang cinta kembali hadir dengan wajah yang sama, nama yang sama, tubuh yang sama, namun dengan sikap serta sifat yang berbeda.
Disaat cinta mulai berkiblat, di sanalah mereka mulai berjuang!
Berjuang mempertahankan cinta yang sempat hilang.
SEQUEL Dari 'PAK PENGHULU,NIKAHI AKU!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Rela!
Sunyi...
Itulah keadaan mereka berdua didalam mobil. Arion dan Aisya saling diam hingga kesunyian menelan keduanya.
Tapi tanpa Aisya ketahui, kalau saat ini ada mata yang tengah diam diam meliriknya. Aisya tidak sadar bahkan sama sekali tidak mengetahuinya, karena gadis itu sibuk melihat ke arah keluar.
"Ka-,"
Ucap mereka serempak,
Aisya mengulum senyum, sementara Arion mengusap tengkuknya karena salah tingkah.
"Kamu dulu-,"
Ucap mereka kembali kompak, dan membuat keduanya semakin dibuat salah tingkah. Hingga tanpa sadar, suasana sunyi didalam mobil menjadi cair karena tawa kecil keduanya.
"Kamu duluan," Arion kembali membuka suara, bahkan senyum samar tercipta di bibirnya.
Sementara Aisya, gadis berhijab itu masih terdiam- matanya menatap dalam pada Arion.
"Bang Rimba dari mana?"
Aisya tidak tahu harus bertanya apa, untuk mencairkan suasana. Dia bukan gadis yang pandai berbasa basi, Aisya lebih suka to the poin.
"Dari perkebunan," sahutnya singkat dan apa adanya.
Aisya berdehem pelan, gadis itu mengangguk kaku. Kesunyian pun kembali tercipta, hanya helaan napas keduanya yang kembali terdengar.
"Kenapa kau tidak bertanya lagi?"
Ucapan Arion yang tiba tiba membuat Aisya menoleh, dahi sang gadis berkerut- bahkan kedua mata indah itu menatap geli pada pria yang sudah lama tinggal di lubuk hatinya.
"Maksud Bang Rimba?" tanyanya heran.
Arion menghela napas pelan, kedua matanya tetap fokus ke depan- bahkan dengan lincah pria itu memutar stir tanpa ragu.
"Lupakan, kamu dari mana?" tanya Arion tanpa mengalihkan pandangannya.
"Dari rumah panti,"
Kali ini Arion menoleh, ' rumah panti?' dua kata itu yang membuat dia tertarik. Tempat dimana awal pertemuannya dengan orang orang di masa lalu, yang selama ini Arion cari.
"Pulangnya jangan sore sore, tidak baik," ujar Arion lembut.
Entah sadar atau tidak, perlahan sikap Arion yang Aisya kenal 6 tahun yang lalu sangat melekat kuat disana. Lembut, tenang, sabar dan selalu tertuju padanya. Sama seperti saat ini, ucapan dan suara Arion yang hilang selama 6 tahun, kembali melembut kala bersama Sang Bidadari.
"Aisya harus mengajar anak anak panti sampai selesai dulu,"
Aisya mendekap erat buku yang ada di pangkuannya, kala melihat tatapan Arion. Tatapan itu terlihat dalam dan tidak ingin dibantah, namun seperdetik kemudian berubah lembut.
"Hati hati oke, kemarin ada laki laki yang mendatangi Abang dan mengaku sebagai calon suami mu, apa itu benar calon suami mu?"
Akhirnya Arion bertanya dan berkesempatan membahas hal ini dengan Aisya. Sudah terlalu lama dia penasaran, dan hari ini dia memiliki kesempatan.
"Calon suami?" Aisya menggeleng kecil, menandakan itu tidak benar.
Calon suami siapa? ingin rasanya Aisya tertawa. Tapi saat melihat raut wajah serius, bahkan secara tiba tiba Arion memberhentikan mobilnya di bahu jalan.
"Kamu tidak berbo-,"
"Ais enggak pernah bohong sama Bang Rimba. Dulu, sekarang mau pum nanti- Ais gak pernah berani bohong. Karena bohong itu perbuatan yang gak baik." sela Aisya.
Arion menelan salivanya susah payah, jakunnya naik turun saat melihat tatapan sendu dan sayu Aisya.
Sang Bidadari terlihat bersedih, karena Rimba-nya terlihat tidak mempercayainya lagi.
"Sampai sekarang, didalam hati Ais tidak ada yang lain. Dari 6tahun yang lalu bahkan sejak usia kita masih belasan tahun, Ais cuma menatap satu laki laki-," Aisya menjeda ucapannya.
"Dan laki laki itu hanya-,"
"Arion Rimba Ranaspati!" sela Arion dengan rasa percaya diri diatas rata rata.
Bahkan Aisya yang baru saja hendak melanjutkan ucapannya, kembali di buat terdiam- saat Arion kembali bersuara.
"Ayo kita menikah!"
Kedua telinga Aisya berdengung, kedua matanya berkunang kunang saat melihat Arion tersenyum manis padanya.
Otak Aisya masih belum bisa diajak kerja sama, dia terlalu shock mendengar ajakan Arion yang tidak pernah Aisya kira sebelumnya.
"Ayo kita menikah, Aisya Kanzhania Syarief. Biarkan Rimba mu ini menjadi laki laki satu satunya yang ada didalam hidup dan hatimu,"
Tubuh Aisya semakin lemas, kedua matanya sudah berembun, dan siap meluncurkan butiran kristal bening.
"Biarkan aku menjadi masa lalu dan masa depan mu, dulu,saat ini, sekarang, dan selamanya," ujarnya lagi, kedua sorot mata Arion begitu tajam serius.
Entah kenapa Arion begitu tidak rela, saat mengingat kalau ada pria lain yang mengklaim Aisya sebagai miliknya.
TIDAK RELA!
PANJAT HATI ADEK BWUUAANGG, EEAAKKK
MARI MAMPIR KE KARYA KAK TRIPEL.1, YUK CUSS AJA YA😘😘😘
efek kebanyakan nonton anime
pas gk ada aja baru terasa...
merebut darimu? gk salah ngomong?
Rimba milik Aisya sedari zaman masih ingusan
yg dipikirin harta harta dan harta terus...
toh gk punya cucu lagi loh situ tuh 😜
jadi bang Shaka ngincer gadis berhijab temennya Aisya 🤭
dikekepin mulu