NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Arkana membayangkan wajah-wajah musuhnya, wajah-wajah yang akan segera merasakan murkanya. Setiap garis di wajah mereka, setiap tawa mengejek yang pernah dia dengar, berputar-putar di benaknya seperti badai. Bayangan wajah Alexander, kakaknya, saat terakhir kali mereka berbicara melalui panggilan video, menyayat hatinya. Alexander tampak lelah, namun senyumnya tetap hangat seperti biasa. "Jaga dirimu, Ar," pesan Alexander, "Dunia di luar sana penuh dengan serigala berbulu domba."

Ia tidak akan memberikan ampun kepada siapa pun yang terlibat dalam kematian Alexander dan Anastasya, dan ia akan memastikan bahwa mereka menyesali perbuatan mereka dan juga tanggal kelahiran mereka sendiri. Mereka akan memohon ampun, tetapi hanya keheningan yang akan menyambut mereka.

Mobil yang mereka tumpangi memasuki jalan tol, melaju dengan kecepatan tinggi menuju pusat markas keluarga Dimitri. Di dalam mobil, Arkana terus menatap layar ponselnya, memandangi wajah sang keponakan, Alexei. Senyum mungilnya, mata polosnya ... gambar-gambar itu seperti pisau yang menusuk hatinya.

Ia merasa bertanggung jawab atas keselamatan Alexei, dan ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan mengecewakan sang Kakak dan keponakannya itu. Aku akan menemukanmu. Aku bersumpah.

...Kalau saja dia ada di sana saat itu, kalau saja dia bisa melindungi Alexander ... penyesalan adalah racun yang menggerogoti jiwanya, tetapi ia tidak akan membiarkannya menguasainya....

STOP! Bentaknya pada diri sendiri. Kemarahan adalah bahan bakar yang akan membawanya maju. Nggak ada gunanya menyesal. Yang penting sekarang adalah menemukan Alexei. Dan membuat para bajingan itu membayarnya. Dengan setiap tetes darah yang mereka tumpahkan.

Devano melirik Arkana dari samping. Suasana di dalam mobil tegangnya kayak benang layangan mau putus. Arkana lagi mode "Siap Menerkam", dan itu nggak pernah jadi pertanda baik. Matanya berkilat seperti permata yang diasah, dingin dan mematikan. Devano tahu, Arkana butuh penenang. Tapi tawaran kopi tubruk kayaknya nggak bakal mempan.

Saat ini Arkana sedang dalam keadaan yang sangat emosional, dan ia khawatir Arkana akan melakukan sesuatu yang gegabah. Ia memutuskan untuk berbicara dengan Arkana, mencoba menenangkannya dan mengingatkannya untuk tetap tenang.

"Ar," kata Devano dengan suara pelan. "Gue tahu lo lagi ngerasain sakit yang nggak bisa gue pahamin, tapi lo nggak sendirian." ujarnya Devano.

"Gue tahu lo lagi marah dan sedih, gue juga. Tapi kita harus tetap tenang. Kita nggak bisa gegabah dalam situasi kayak gini. Kita harus pikirin matang-matang setiap langkah yang kita ambil."

"Kalau lo panik, mereka menang. Inget, kita ini tim. Bukan Rambo yang beraksi sendirian." lanjut Devano lalu menempatkan tangannya di bahu Arkana, sentuhan kecil yang berarti segalanya.

Devano tahu, Arkana memiliki trauma masa lalu yang membuatnya sulit mempercayai orang lain. Ia ingin Arkana tahu bahwa ia selalu ada untuknya, tidak peduli apa yang terjadi.

Arkana menghela napas panjang, lalu menutup matanya sejenak. Gelombang emosi menghantamnya, mencoba menariknya ke bawah.

Ia tahu bahwa Devano benar. Ia tidak bisa membiarkan emosinya mengendalikan dirinya. Ia harus tetap tenang, jika ia ingin berhasil menemukan Alexei dan membalas dendam atas kematian keluarganya.

"Gue tahu," jawab Arkana dengan suara yang lebih tenang. Suaranya masih bergetar, tetapi ada keteguhan baru di dalamnya.

"Gue cuma ... gue cuma nggak bisa bayangin apa yang Alexei rasain sekarang. Dia masih bayi, dia nggak tahu apa-apa. Dia pasti takut dan bingung."

Devano mengangguk mengerti. Dia tahu betapa Arkana mencintai keluarganya. Meskipun dia nggak pernah nunjukkinnya secara gamblang.

"Kita bakal temuin dia, Ar!" ujar Devano dengan suara yang penuh keyakinan. "Gue janji, kita bakal temuin Alexei dan bawa dia pulang dengan selamat. Dan gue sendiri yang bakal gantiin popoknya, kalau perlu." tambahnya meyakinkan. Senyumnya jenaka, tetapi matanya penuh dengan tekad.

Arkana membuka matanya dan menatap Devano. Ia melihat ketulusan dan keyakinan di mata sahabatnya itu. Dia melihat persahabatan yang telah diuji oleh waktu dan darah.

Kadang, Devano memang bisa diandalkan. Meskipun dia lebih sering ngeselin.

"Makasih, Dev," kata Arkana dengan suara yang tulus. Kata-kata itu lebih berat daripada yang dia akui. "Gue nggak tahu apa yang bakal gue lakuin tanpa lo." lanjutnya tulus.

Devano tersenyum tipis. "Kita udah melalui banyak hal, Ar. Kita akan melalui ini juga."

"Kita udah kayak saudara, Ar. Lo nggak perlu bilang makasih. Kita akan hadapin ini bareng-bareng.

Mobil itu terus melaju membelah malam, membawa Arkana dan Devano menuju markas mereka. Di sana, mereka akan merencanakan strategi, mengumpulkan informasi, dan mempersiapkan diri untuk perang yang akan datang. Perang yang akan menuntut darah dan membalikkan dunia mereka.

_____&&_____

Di sudut kota yang berbeda di sebuah rumah mewah yang tersembunyi di balik tembok tinggi dan penjagaan ketat, seorang pria tua duduk di kursi kerjanya, menikmati cerutu Kuba yang mahal. Asap mengepul di sekelilingnya seperti mantra jahat. Wajahnya dipenuhi kerutan, dan matanya memancarkan aura kekejaman dan kekuasaan.

Pria itu adalah musuh utama keluarga Dimitri, seorang pengkhianat yang haus darah dan kekayaan. Dia telah berjanji untuk menghancurkan mereka, dan dia tidak akan berhenti sampai dia melakukannya. Ia telah merencanakan serangan terhadap keluarga Dimitri selama bertahun-tahun, dan akhirnya ia berhasil mewujudkannya. Kesabaran adalah senjatanya yang paling mematikan. Ia memanfaatkan kesempatan di saat Arkana jauh dari keluarganya.

Ya Arkana sudah tiga tahun lamanya menetap di Jerman untuk mengembangkan kerajaan bisnisnya bersama Devano sahabat sekaligus tangan kanannya. Sedangkan di Indonesia di ambil alih oleh Alexander kakaknya.

Ia menyesap cerutunya, lalu tersenyum sinis. Ia tahu bahwa Arkana akan datang untuk membalas dendam. dan ia sudah siap menghadapinya. Ia memiliki pasukan yang setia, sumber daya yang tak terbatas, dan rencana yang sempurna.

"Arkana Xavier Dimitri," gumamnya dengan suara serak. "Selamat datang di dunia orang dewasa. Kau tidak akan bertahan lama."

____&&___

Di sisi Cintya, ia tengah bergelut dengan pemikirannya. Jantungnya berdebar kencang, detaknya terasa hingga ke ujung jari. Ia sedang berbaring di kasur singelnya sambil memeluk bayi mungil yang baru saja terlelap setelah dengan susah payah Cintya menidurinya. Napas bayi itu hangat di lehernya, dan ia merasakan desiran aneh di dadanya.

"Kasian sekali kamu, baby Al," bisik Cintya. Suaranya bergetar, nyaris tak terdengar. Nama panggilan yang diberikan untuk bayi Alexei yang ada di pelukannya.

"Masih bayi udah harus nanggung beban berat ini. Dunia ini memang sangat kejam Al." bisiknya sambil mengelus lembut pipi Al yang gembul. Sentuhannya ringan, takut membangunkan bayi itu.

"Btw kira-kira Al panggil gue siapa ya?" Otaknya berputar, mencari kata yang tepat. Mommy? Ah gak cocok terlalu berat. Mama, Umi? terdengar sangat tua. Ia bukan ibu, ia hanya ... apa?

"Haaa!! Bunda ya Bunda lebih cocok deh!" Kata itu terasa pas, sederhana namun penuh kasih. "Ok Fix baby Al, mulai sekarang panggil aku Bunda," gumamnya pelan. "Bunda akan merawat dan menjaga kamu dari kejamnya dunia, dan kita berdua akan mengahadapinya bersama-sama." bisik Cintya pelan lalu tersenyum tipis. Senyum yang goyah, tapi berjanji.

Ia merasa bersemangat sekarang. Seolah ada api kecil yang menyala di dalam dirinya. Ia menemukan semangat baru dari bayi yang baru ia temui itu. Bukan hanya bayi yang ia lindungi, tapi juga harapan.

"Meskipun Bunda ini masih abal-abal dan nggak punya pengalaman apa-apa, Bunda yakin kita bisa membalas para penjahat itu suatu hari nanti." Ia menggenggam tangan bayi itu, kecil dan lembut.

Cintya menatap langit-langit kontrakannya. Dulu, hanya mimpi kosong. Sekarang, ada janji yang harus ditepati.

Hidupnya memang penuh dengan drama. Dulu, dramanya cuma seputar tugas sekolah, pacar yang ghosting, dan promo boba tea. Dunia yang jauh, dunia yang aman.

Sekarang, dramanya adalah dikejar-kejar penjahat kelas mafia dan melindungi bayi dari bahaya maut. Maut mengintai, dan ia harus siap menghadapinya. Well, setidaknya hidupnya nggak membosankan pikirnya.

Seketika Ia teringat pada wanita yang sekarat itu. Matanya terpejam, bayangan itu masih jelas. Wajahnya, tatapan matanya, dan bisikan terakhirnya. "Janji ... janji lah padaku ... kau akan menjaganya ..." Kata-kata itu terukir dalam benaknya.

Cintya menggigit bibirnya. Ia tidak tahu kenapa, tapi ia harus menepati janji itu. Ia tidak tahu kenapa wanita itu memilihnya. Kenapa dia percaya padanya. Tapi, dia tidak akan mengecewakannya. Tidak peduli apa yang terjadi.

Bersambung...

1
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
Marsya: lanjut kak seru banget aku suka/Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
vote untuk mu👍
riniandara: terima kasih banyak kakak
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
crazy up thor
Iqlima Al Jazira
next thor
riniandara: suap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!