⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 (Bimbang)
“Kenapa dia berpakaian seksi begitu di dapur?” batin Andri.
Ketika Beeve akan membalik tubuhnya, tiba-tiba ia melihat Andri telah berdiri tegap tak jauh dari hadapannya.
“Astaga, aku harus bilang apa padanya?” batin Beeve.
Saat keduanya saling berhadapan, netra Andri tak bisa berpaling dari dua bukit kembar Beeve yang menyembul tangkas.
Tatapan lekat itu membuat Beeve jadi salah tingkah.
Apa dia tergoda melihat tubuh ku? Tapi kenapa dia hanya diam saja? Apa aku harus tetap berdiri di tempat ku? Akhh!!! Aku bingung Tuhan!!! teriak Beeve dalam hati.
Karena Andri tak kunjung beranjak atau bereaksi, Beeve memutuskan untuk kembali ke kamar dengan membawa gelas di tangannya, sikap yang di tunjukkan Andri membuat jantungnya seakan mau meledak, antara takut dan tak percaya diri, ia tak bisa bila harus di sana lebih lama lagi.
Beeve perlahan berjalan ke arah Andri, “Permisi mas,” ucapnya lembut.
Deg! Seketika Andri tersadar, sontak ia membuang wajah dari Beeve.
Astaga, aku yang sudah begini ternyata belum bisa menggetarkan hati mas Andri, dasar Arinda, harusnya aku tak mengikuti saran konyolnya, Batin Beeve.
Ia pun mempercepat langkah kakinya keluar dari dapur menuju kamarnya di lantai 2.
Sepeninggalan Beeve, Andri membuang nafas berulang kali, ia juga memegang jantungnya yang tak henti berdetak.
Deg deg deg deg!!!
Apa dia sengaja menggoda ku? batin Andri.
Andri yang masih tak tenang mengambil segelas air, dan meneguknya.
“Hah!!! Andri, kau tak boleh luluh pada Beeve semudah itu, bagaimana pun dia sudah berbohong pada mu!” Andri mencoba mempertahankan imannya agar tak goyah dengan Beeve yang bertubuh molek.
Setelah jantungnya cukup tenang, Andri kembali ke dalam kamarnya untuk mandi, selepas mandi ia merebahkan tubuh di atas ranjang.
“Lelah sekali hari ini,” ucapnya.
Saat ia akan memejamkan mata, tiba-tiba ia teringat akan Beeve kembali, ia yang bebal tak mau mengerti akan kemauan hati kecilnya, menepis bayangan Beeve yang menghantui kepalanya.
Ia tidur dengan memeluk guling, saat ia akan terlelap, tiba-tiba ada yang mencium keningnya.
Sontak Andri membuka mata, “Bee....?” ucapnya dengan perasaan tak percaya.
“Sejak kapan kau ada disini?” tanya Andri.
“Sejak tadi mas,” jawab Beeve yang tidur di sebelahnya.
“Pintu kamar kan ku kunci,” ucap Andri.
“Enggak mas, kau enggak mengunci pintu,” balas Beeve.
“Kembali ke kamar mu Bee,” ujar Andri.
“Mas, apa kau tak merindukan ku?” ucap Beeve dengan lembut.
Andri yang memang mencintai gadis cantik itu tak dapat berkilah lagi.
“Ya, aku rindu mu sayang,” saat Andri akan mengecup bibir manis Beeve tiba-tiba Andri terjatuh dari tempat tidur.
“Akh!!!!” ia pun meringis kesakitan.
“Bee!” Andri melihat ke kiri dan kanan, namun ia tak mendapati istrinya dalam kamar itu.
Seketika Andri tertawa getir, “Ternyata hanya mimpi? Sebegitu nya aku mencintainya? Hingga bayang nya menembus alam bawah sadar ku,” gumam Andri, lalu ia kembali naik ke ranjangnya untuk melanjutkan tidur.
_______________________________________________
Pagi harinya, Beeve yang bangun lebih awal kembali mengirim pesan pada Julian.
✉️ “Bang, kemarin kenapa enggak jadi di kirim? Aku butuh dompet ku loh,” Beeve.
✉️ “Maaf aku lupa, nanti saat berangkat kerja aku akan ke rumah mu terlebih dahulu,” Julian.
✉️ “Oke bang, terimakasih banyak,” Beeve.
Beeve yang belum mandi segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu ia memakai setelan gaun indahnya.
Pukul 07:00, bel rumah berbunyi, Beeve yang tahu itu Julian bergegas menuju pintu utama.
Ceklek, krieet!!!
Ternyata benar, yang datang adalah sang abang, Beeve dengan ragu-ragu mengajak Julian masuk.
“Ayo bang masuk dulu,” ucapnya.
Julian yang masih memiliki waktu luang pun menerima ajakan adiknya.
“Assalamu'alaikum,” ucap Julian saat akan masuk ke dalam rumah.
“Walaikumsalam bang,” sahut Beeve.
Lalu Julian duduk di atas sofa sebelum Beeve menyuruhnya.
“Mana Andri?” tanya Julian santai.
“Mas Andri masih tidur bang,” jawab Beeve.
“Oh, cepat panggilkan, aku mau bicara padanya,” ujar Julian yang membuat Beeve resah, sebab ia takut Andri akan berteriak jika ia mengganggu tidurnya.
“Enggak usah bang, dia semalam sangat lelah dan pulang larut, kasihan kalau harus di bangunkan cepat,” ujar Beeve dengan mimik wajah gelisah.
“Ohh, ya sudah, mmm Bee, apa boleh abang tanya sesuatu?” ucap Julian.
“Boleh, abang mau tanya apa?”
“Apa benar semua baik-baik saja?” ucap Julian penuh curiga.
“Iya aman kok bang,” jawab Beeve yang tak ingin Julian tahu hal yang sebenarnya.
“Benarkah? Tapi kenapa kalian kembali dari liburan secepat itu?”
“Mmm... itu.... karena mas Andri punya pekerjaan urgent, jadi harus segera kembali bang,” terang Beeve.
Julian tak serta merta percaya akan perkataan adiknya.
Namun ia juga tak ingin mencerca Beeve dengan banyak pertanyaan.
“Ini,” Julian menyerahkan dompet Beeve yang ada dalam kantongnya.
“Terimakasih bang,” ucap Beeve.
“Bee, bagaimana keadaan kandungan mu? Sehat?” tanya Julian.
“Alhamdulillah sehat bang,” jawab Beeve dengan menundukkan kepala karena malu.
“Hmmm, apa kau enggak merasa mual?”
“Iya bang, alhamdulillah aku jarang mual, hanya saja aku makannya banyak, hehehe,” terang Beeve.
“Syukurlah, banyak makan makanan yang bergizi Bee, agar bayi mu sehat,” ujar Julian.
“Iya bang,” ketika mereka masih asyik mengobrol, Andri membuka pintu kamarnya yang tak jauh dari ruang tamu.
Ia pun melihat penampakan Julian, yang melihat ke arahnya juga.
“Ndri!” sapa Julian seraya bangkit dari duduknya.
Julian? batin Andri, ia pun melangkah menuju sofa.
“Apa kabar?” ucap Andri.
“Baik bro, kau sendiri apa kabar?” tanya Julian.
“Aku baik,” lalu mata Andri tertuju ke meja kaca bening yang tak ada hidangan apapun.
“Sayang...., kenapa kau tak menyuguhkan apapun pada abang mu?” ucap lembut Andri membuat Beeve terengah, sikap Andri begitu berbeda dengan hari sebelumnya.
“Ma-maaf mas, aku lupa,” ujar Beeve.
“Ayo, buatkan kan kami kopi, dan bawakan juga cemilan,” ujar Andri, membuat Beeve segera ke dapur.
Hatinya cukup senang melihat perubahan suaminya.
Alhamdulillah, mas Andri sudah baik lagi pada ku, apa mungkin berkat piyama yang ku kenakan semalam? batin Beeve.
Sesampainya ia ke dapur, Winda tengah sibuk memasak lauk.
“Eh, nyonya selamat pagi,” ucap Winda dengan senyum hangat.
“Pagi mbak,” sahut Beeve dengan wajah ceria.
Hari ini nyonya kelihatan lebih segar dari kemarin, batin Winda.
“Nyonya perlu apa biar saya bantu?” ucap Winda menawarkan bantuan.
“Enggak perlu mbak, aku bisa sendiri, mbak lanjutkan memasak saja,” ujar Beeve.
“Baiklah nyah,” sahut Winda.
Beeve dengan semangat dan penuh cinta membuatkan 2 kopi untuk kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Kissky_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir