NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN DI SMA

PERNIKAHAN DI SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Patahhati / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Snma

Baru naik kelas 12, sudah di nikahkan? Alana dan Barra terpaksa menikah, karena permintaan terakhir sang Ayah, sebelum Ayah Alana pergi untuk selamanya. Namun, kisah cinta mereka tidak semulus jalan tol dan tidak seindah Romeo and Juliet. Kepribadian keduanya bertolak belakang. Akankah pernikahan mereka bertahan Lama? Yuk simak Kisah Alana dan Barra.



*Kalau Ayah gak minta aku nikah sama kamu, mana mungkin aku mau! Itu semua karena keterpaksaan! — Alana Valerie.


*Awas aja ya lo berani macem macemin gue! Gue bakal minta pertanggung jawaban lo Alana! — Barra Ardana Abiputra.



*AKU SAYANG BANGET SAMA KAMUUUUU — *****

Bestie tolong maklum ya jika banyak typo yang betebaran 🥰👌🏻


HAPPY READING & HAPPY KIYOWO BESTIE 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAP 29: BAHAYA 2

Jam jam ekskul hampir berakhir, kini para murid sedang beristirahat di pinggir lapangan. Matahari yang panas terik membuat keringat bercucuran dari segala arah.

Latihan basket kali ini cukup serius, karena sebentar lagi akan ada turnamen antar sekolah. Acara tahunan pekan olahraga kali ini akan di adakan di SMA ALEXANDRIA, pekan olahraga ini biasanya bergilir tempat tiap sekolah tiap satu daerah.

"Ke loker yuk? Panas banget gue disini, dah kek di oven." Ujar Virgan seraya mengibaskan rompi basket nya ke arah wajah.

"Ayok Gan. Liat muka gue dah kek kepiting gini, panas gila." Ujar Gilang seraya berdiri dan meraih tangan Virgan untuk membantunya berdiri.

Barra dan Elang hanya mengangguk kemudian berdiri menyusul Gilang dan Virgan. "Ayok" Singkat padat dan jelas jawaban dari Elang.

"Kek nya 1 kata yang keluar dari mulut dia mahal, Gan. Ngirit bang elah." Ujar Gilang seraya memalingkan wajah dan melengos pergi.

Ke empatnya kini berjalan menyusuri lorong menuju loker yang ada di ujung sana, ruangan yang di penuhi loker tiap angkatan berbeda. Namun Elang menghentikan langkah nya." Ehh gue mau kesana dulu, kalian duluan aja." Pamit Elang. Dan hanya di balas anggukkan dan lambaian tangan.

Elang memisahkan diri, pemuda itu belok ke lorong sebelah kanan, entah Apa yang alasannya. Namun Elang merasakan sesuatu yang aneh disini. Elang mengendap ngendap menyusuri lorong dan mengikuti arah suara itu berasal.

Elang memang sengaja tidak memberitahu yang lain, hanya karena rasa penasaran tinggi, itu membuat Elang harus memecahkan dan mengetahuinya sendiri.

Suara suara yang di dengar Elang terdengar lebih kencang, suara itu berasal dari sebuah ruangan yang sudah terbengkalai di belakang sana. Elang kali ini mempercepat langkahnya namun tetap mengendap ngendap.

Elang memegang engsel pintu, ia membuka pintu pada hitungan ke 3.

1...

2...

3...

Brak!

Mata Barra membulat lebar, ia berlari dan menendang Gery dengan sangat keras, membuat Gery tersungkur dan terpental ke pojok sana.

Barra langsung menghampiri Alana, yang keadaan nya sudah berantakan. Amarah Barra memuncak ketika melihat pipi dan ujung bibir Alana berdarah. Barra dengan cepat membukakan tali di tangan dan kaki Alana.

Pemuda itu merapikan rambut Alana yang berantakan dan menangkup pipi Alana serta mengusap air mata yang membasahi pipinya. "Tenang, sekarang lo baik baik aja, Al" Ujar Barra untuk menenangkan Alana yang sangat ketakutan.

Barra bangkit lalu menghampiri Gery dengan penuh amarah. Barra menarik kerah baju Gery dan langsung menonjoknya.

Bugh

Bugh

2 tonjokan lolos di wajah Gery, selanjutnya Barra menendang perut Gery memakai lututnya dengan keras. Barra melempar Gery ke pojokan, pemuda itu mencengkram dagu Gery dengan keras.

"LO SEKALI LAGI BERANI GANGGU ALANA, GUE PASTIIN LO PULANG TINGGAL NAMA!" Bentak Barra.

Tidak ada perlawanan dari Gery, karena ia tidak bisa bela diri dan tenaganya tidak cukup kuat saat di tendang oleh Barra tadi. Baru 1 tendangan Gery sudah k.o.

Setelah puas memberi Gery pelajaran, Barra menghampiri Alana dengan rasa khawatir yang sangat tinggi. Ini pertama kalinya melihat wanita yang selalu menampakkan sisi kuatnya, menangis di hadapannya dan terlihat dari sorot matanya gadis itu sangat ketakutan.

Beberapa saat sebelumnya...

Saat Barra sedang berjalan menuju lorong, ia melihat ikat rambut dan gantungan tas milik Alana. Karena 2 benda itu tidak pernah lepas dari Alana, gadis itu selalu membawanya kemana pun ia pergi.

Barra mengerutkan kedua alisnya dan bertanya tanya dalam pikirannya. Pasalnya Alana tidak pernah tahu tempat loker, belum ada yang mengajaknya kesini. Dan 2 benda itu berada di lorong yang mengarah pada gudang kosong yang ada di belakang sekolah.

Tiba tiba perasaannya tidak enak, tiba tiba Barra merasakan kekhawatiran dalam hatinya. Ia langsung pamitan pada Virgan dan Gilang untuk berpisah, saat Gilang dan Virgan akan ikut.

Barra mencegahnya, ia tidak ingin apabila sesuatu terjadi pada Alana. Ada orang lain yang melihatnya selain diri nya. Barra memutuskan pergi seorang diri.

Virgan dan Gilang tidak mau memaksa, jadi keduanya pergi meninggalkan Barra dan melanjutkan perjalanannya menuju loker.

Barra mengambil ikat rambut dan gantungan itu, ia kemudian memasukinya ke dalam ka ton celana. Barra mendengar ada teriakan dari arah gudang sana, ia berjalan cepat namun tetap mengheningkan langkahnya.

Mata Barra membelalak dan tangannya mengenal saat melihat Alana di ikat dan ada seorang laki laki mendekati nya. Barra dengan cepat mendobrak pintu gudang yang di halangi kursi. Pemuda itu langsung melayangkan 1 tendangan keras pada laki laki yang berada di hadapan Alana.

Di sisi lain Elang terkejut saat membuka pintu, ia melihat anak kucing yang mungil menggemaskan sedang mengacak ngacak sampah untuk mencari makan. Elang langsung menghampiri anak kucing itu dan mengambilnya untuk menjauhkannya dari tempat sampah.

Elang sudah terbiasa membawa 3 buah sosis dalam saku celananya, itu kebiasaan Elang saat melihat kucing kelaparan, jadi ia akan langsung memberikan kucing itu sosis.

Elang memang sangat pecinta kucing, ia sudah banyak mengoleksi kucing di rumahnya, bahkan pemuda itu membuat 1 yayasan untuk kucing kucing jalanan.

Kucing mungil ini pun akan ia bawa pulang dan di berikan pada pengurus kucing yang ada di yayasan.

Sedangkan Barra, berusaha menenangkan Alana yang masih ketakutan. Bahkan tubuhnya masih gemetar, Barra membuka rompinya dan memakaikan pada Alana.

Karena baju Alana terbuka di bagian dada, Barra berusaha untuk menutupinya. "Al, udah gak papa, lo tenang udah ada gue disini. Sekarang kita pulang yuk, bersihin luka lo."

Alana mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Barra. "Kamu pake baju ihh, aku gak mau cewek cewek liat badan kamu yang kotak kotak itu" Ujar Alana dengan senyum terpaksa.

Barra tersenyum tipis mendengar perkataan itu. "Biarin biar lebih banyak cewek yang terpesona sama gue."

"Ish nyebelin." Ujar Alana seraya memukul bahu Barra dengan lumayan kencang.

"Aww!" pekik Barra.

"Tenaga lo ini masi kuat, kenapa lo gak lawan cowok sialan itu." Barra mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Gery. Ternyata laki laki itu sudah raib, ia sudah melarikan diri.

"Gak liat apa, tangan sama kaki aku di iket. Dah ahh ayok pulang muka aku berasa kebas banget, nih gak liat apa." Alana menunjukan kedua pipinya bergantian, dengan wajah yang cemberut.

*Cup

Cup*

2 kecupan saling bergantian di pipi Alana. Mata Alana membelalak terkejut karena kecupan yang di berikan Barra secara tiba tiba.

" Udah... Sekarang gak sakit lagi kan?" Tanya Barra dengan santai.

Alana menggelengkan kepalanya, dan lagi lagi jantungnya berdegup 2 kali lebih cepat.

Sialan, ini sih bukan merah karena kebas. Tapi karena malu, woiii Barra gak ada sopan sopannya jadi cowok main cium cium aja! Tapi gak papa, aku lebih suka kejutan dari pada harus ijin dulu xixixixi. Batin Alana.

"ayok ah kita pulang sekarang, gue anterin lo ke mobil dulu, abis tuh gue ke loker ambil baju oke 👌🏻" Barra membantu Alana berdiri, sebenarnya Barra malu harus telanjang dada ke mobil, takut di kita abis ngapa ngapain sama Alana.

Jadi, dia memilih lewat belakang parkiran dari pada harus bertemu murid lain.

" Itu ada hoodie aku di dalam tas, tenang warnanya gak pink ko, oversize juga." Ujar Alana saat sudah berhasil berdiri.

"Kok gak bilang dari tadi sih lo."

"Gak papa, cuman pengen liat badan kotak kotak itu lebih lama." Goda Alana.

"Dih mulai berani ya sekarang." Ujar Barra dengan terkekeh.

Keduanya kini berjalan menuju parkiran yang tidak jauh dari gudang tersebut. Alana memasuki mobil Barra dan Barra ijin untuk ke loker mengambil tas dan seragamnya di sana.

Hari ini Alana merasakan takut sekaligus senang yang datang secara bersamaan. Kebas pada pipinya sudah tidak terasa, yang terasa hanyalah kecupan lembut yang Barra berikan tadi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YA BESTIE, HAPPY KIYOWO

(kalo ada typo tolong tandain ya gadis, author satu ini masih amatir xixixixi 😝)

1
Safii huluah
Buruk
nana supriyatna
Luar biasa
Nova Pongsinaran
bagussss
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus nyalahin orang lain,Kalo loe sendiri yg bikin kesalahan..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk emang cocok kalian berdua...
Qaisaa Nazarudin
Nah gak sabaran aku nunggu reaksi guru BK dan juga Oliv,gimana ya..🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Nah MAMPOS lo.Kepsek ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Sepupu kamu lah Barra siapa lagi,Si Zahra itu kan iri dgn Alana..
Qaisaa Nazarudin
Elang lebih pengertian daripada Barra,Kenapa bulan Elang aja yg jadi suami Alana,Aku lebih suka Elang dari Barra..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah ternyata Barra menganggap serius pernikahannya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai Barra balikan sama Vallen,Ingat Barra sekarang udah ada Alana..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Vallen yg selingkuh,Biasanya penyelingkuh yg sok merasa tersakiti..Setelah itu jadi PELAKOR,Masih Untung kalo Barra nya gak peduli,Biasanya cowok udah di sakitin dan di khianatin pasti dgn mudah memaafkan dengan alasan belom bisa move on..Bulshit..
Qaisaa Nazarudin
Innalilahhi Wainnailahirojiun..Ya tuhan aku udah gak bisa ngomong apa lagi,Semoga Alana tabah dan ikhlas..Dan jangan sampai Barra menyakiti dan menyia2 kan Alana setelah ini ya Thor,Awas aja Barra..
Qaisaa Nazarudin
Oh adek nya Barra yg nabrak ayahnya Alana sampai tewas..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Ya Allah..dalam sekejapan Alana udah jadi Yatim piatu..😭😭😭😭,Semoga Alana Tabah,Dan jadi gadis yg Tangguh ya Thor..Kok awal bab udah dibikin nyesek aja thor..🥹🥹🥹
Redha
Luar biasa
Surati
bagus
briella (ig: ribkaabll)
lnjt dongg Thor,,seru bgtt
Isnaya faniati
Thor baca part ini sedih banget
Tuti Hayuningtyas
lanjuuuuut tetus thoooopppppr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!