Tak ku sangka hidup ini terasa rumit. ketika ketenangan Jiwa yang ku rasakan selama ini terasa ternodai oleh godaan dari pria tampan nan Dewasa yang menarik Hati kecil ku untuk terus menatap wajah tampan itu.. sedikit rasa Takut ketika dia mendekat.. Namun merasa nyaman saat sudah mengenalnya. kata kebanyakan orang dia anti Akan wanita. tak tertarik pada gadis manapun.. emmm entahlah. saat pertama melihat wajah itu. aku merasa hal itu Tidak di benarkan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Alisa belum mengeluarkan suara indah nya sejak tadi. Dia masih saja menurut apa yang di lakukan Dewa terhadapnya. "
"Kenapa sejak tadi tak berbicara dan apa kamu gak punya pertanyaan di pikiran Istri ku ini" Ucap Dewa mengelus penuh cinta pucuk kepala Alisa..
Alisa menatap ke dalam Mata Dewa yang terlihat Kelelahan. Dan dia tersenyum Lembut.
"Sayang aku hanya berharap kamu bisa pulang dengan selamat dan sehat. Hal itu membuat ku sangat Bahagia.. Bukan tak mau bertanya apapun. Tapi lebih baik Besok-besok saja ku tanayakan hal tersebut.. kebahagian ku tiada Tara saat melihat kau kembali.. Aku mau hari ini suami ku ini Istirahat. Karena Wajah tampan ini terlihat Lelah" Ucap Alisa menyentuh penuh kasih wajah tampan Dewa yang sempurna..
"Oke.. Baik lah sayang... Jika itu mau mu. Kita hari ini benar-benar istirahat dan tidur. Karena selama ini aku tak tidur drngan baik dan menikmati suasana kamar mewah kita ini" ucap Dewa sambil menggendong Tubuh Alisa yang begitu ringan bagi Dewa. Karena terlihat Dari Alisa yang begitu banyak kehilangan Berat badan nya yang Dulu begitu m0nt0k itu.
Dewa membaringkan Tubuh Alisa lalu berbaring di samping Tubuh Alisa yang membelakangi Dewa. Dan Dewa memeluk tubuh Alisa dengan nyaman... Baru beberapa menit.. Dengkuran Halus Dewa terdengar di telinga Alisa yang dari tadi belum tidur. Dan hanya mengajak Dewa istirahat di pagi itu..
Alisa menghadap perlahan Ke Arah Dewa yang begitu nyenyak dalam tidurnya, menatap lekat wajah tampan Suaminya dengan tangan terulur perlahan. Menyentuh Bulu matanya yang lebat dan hitam, turun ke hidung mancung dan tegasnya. lalu bibir tebal dan sexinya yang selalu melum4t Bib?r Alisa dengan Rakusnya. Dan Alisa menelan salivanya..
Lalu turun ke leher koko Dewa. Pernah Alisa dengar Jika tonjolan di leher Pria besar. Maka barang Pamungkasnya juga Besar. Dan saat memikirkan hal Itu Alisa tersenyum Geli akan Otak nger3snya.. Semua hal yang di lakukan Alisa. Tak sama sekali Dewa sadari. Karena memang dirinya cukup Capek dan membuat dia begitu nyaman dalam tidur sambil menghirup Aroma tubuh Istrinya...
"Sangat tampan.." Gumam Alisa masih betah menatap wajah bak pangeran dari dunia dongeng itu.. Namun Perlahan Alisa pun Ikut Tertidur di samping Dewa yang lebih Awal tertidur pulas..... Waktu yang selama Ini terasa menyakitkan dan harapan yang selama ini Alisa tunggu-tunggu kini menjadi kenyataan yang baik.. Rumah tangga mereka yang dulu baru di mulai beberapa bulan. Kini di mulai dengan Awal yang baik. Dan dalam tidur mereka Doa untuk kebahagian selalu terpatri.... Senja mulai menenggelam kan cahaya nya. Dewa yang sudah sangat lama tertidur pun mulai mengeliat di bawah selimut lembut itu. Dia terjaga Oleh perutnya yang mulai tak nyaman karena minta di Isi Ulang..
Para pelayan cukup sungkan membangunkan Tuanya Karena tadi sudah dua Kali mengetuk tak ada respon dari dalam. Apalagi sebelum masuk ke kamar Dewa terlihat Marah. Jadi mereka hanya menunggu sang Tuan Rumah untuk bangun sendiri.. Jika mereka harus di marahi nantinya. Mereka Akan terima saja..
"Sayang..." Dewa mengoyang-goyang pelan Tubuh Alisa yang masih tidur nyenyak. Tapi Dewa tak mau membiarkan Alisa melanjut kan tidur dengan perut Kosong..
"Ehhhh..." Alisa .mengeliat Manja dan perlahan membuka matanya...
"Kenapa sayang ??..." Ucap Alisa merdu dengan suara khas tidur yang sexi.. Mendengar suara Alisa. Membuat Benda kramat di bawah sana tegak sempurnah. Namun Dewa berusaha menahanya.
"Jangan sekarang" gumam Dewa menahan gejolak yang memuncak..
Saat Alisa kembali ingin membuka suara. Dewa menutup b?bir Alisa dengan Tangannya dan satu telunjuk di bibir Dewa. Agar Alisa kembali membuka suara. Alisa pun hanya diam dan tak berniat untuk bangun.. Dewa menggeser tubuhnya dan membuka selimut. Mengambil telpon kamarnya lalu menelpon para Art agar mengantar makanan ke kamar mereka.
Tak sampai lima menit. Makanan sudah terhidang di kamar mereka..Sebuah meja ukuran sedang untuk mereka makan di kamar mereka yang mewah.. Lima menit berlalu pun mereka juga sudah siap menyantap hidangan mereka yang menggugah selera dua insan yang di landa kelaparan Karena tidur terlalu pulas....
"Sayang.. Enak banget. Cobain!!!" Ucap Alisa menyodorkan ke mulut Dewa. Dan Dewa langsung membuka mulutnya lebar nya untuk melahap makanan yang di berikan Alisa kepada dirinya..
Lalu mengunya nikmat sambil mengangkat sebelah Alisnya menatap Alisa yang cantik itu. Perubahan Waha Alisa saat pertama Dewa Lihat. Sekarang sudah cukup berubah. Dengan senyum yang selalu terpatri di wajah Indahnya. Berharap Alisa akan segerah sembuh dari lukanya. Karena Obat yang dulu hilang kini sudah kembali. Dan begitu Pula dengan Dewa..
Kini Dewa pun membalas suapan Vinta itu. Dewa menyuapi Alisa dengan lembut. Dan Alisa dengan senang hati menerima suapan Dari tangan Dewa yang Kekar itu..
"Rupanya makan langsung dari tangan suami. Begitu sangat Nikmat" Ucap Alisa dengan Gaya menggoda.
"Jangan selalu menggoda ku sayang.. Aku takut kembali Khilaf" ucap Dewa melahap makanan nya dengan Lahap...
" Baik sayang. Kita lanjut kan makan dan kita harus menghabiskan semua ini" balas Alisa yang seperti menantang Dewa untuk menghabiskan hidangan yang cukup banyak itu.
"Oke... Kita lanjut makan hingga habis istri kecil ku" dan Dewa mulai mempercepat kunyahan dan suapan itu semakin besar.. Alisa tanpa di duga tertawa lepas melihat sikap Dewa yang tanpa di duga-duga Itu. Dsn makanan di mulut nya hampir saja keluar kembali. Alisa menutup mulutnya dsn mengambil segelas minuman untuk melancarkan makanan di tenggorokannya yang sedikit mengganjal...
Dewa menatap Alisa dengan senyum Lebar. Karena sikapnya yang Membuat Alisa terlihat begitu bahagia.
"Hati-hati Sayang" Ucap Dewa dengan suara kurang jelas. Karena mulutnya terisi penuh dengan makanan.
"Gak papa Sayang. Kita lanjut makannya ucap Alisa yang masih cekikikan mengingat hal Tadi. Dsn perlahan Alisa mulai mengikuti Cara Dewa makan dengan lahap Dan cepat.. Empat puluh menit berlalu. Kini piring dan mangkok yang tadinya terisi penuh. Sekarang sudah tak tersisa. Tak ada cara makan dan Elegan saat mereka di ruang Privat. Mereka melakukan sesuai kehendak hati dan keinginan mereka saat ini. Menikmati semua dengan Leluasa....
Kini Alisa dan Dewa bersandar di Kursi dengan perut kekenyangan mereka. Tertawa bahagia. Seakan tak Ada beban yang akan di hadapi besok....
Rasa Bahagia mereka terasa hingga ke ruangan kamar Luas mereka. Tak perlu banyak kegiatan untuk menciptakan kebahagian. Cukup dengan hal lucu yang mereka ciptakan sendiri. Mereka sudah sangat Bahagia....