NovelToon NovelToon
Lembaran Diary : Istri Seorang Preman

Lembaran Diary : Istri Seorang Preman

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Sosial / Tamat
Popularitas:78.2k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Martini Salsabila Utari.

Dia adalah istri seorang preman terkenal bernama Gres Sandy.

Ini adalah kisahnya dan juga isi diarynya sejak masih di bangku SMP.

Kisah cinta juga persahabatannya yang penuh gejolak rasa serta dilema berwarna.

Kisah perjalanan hidupnya hingga menjadi istri dari seorang preman yang penuh suka serta duka pastinya.

Selamat membaca🙏🙏🙏Semoga tulisan sederhana author amatir ini mendapat kesan di hati para reader🙏🙏🙏

Mohon dukungan like, komen serta votenya jika berkenan🙏🙏🙏 Terimakasih banyak🙏🙏🙏😍😘💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESADARAN YANG HILANG

"Alhamdulillaaah... Akhirnya!... Rie? Ririe?... Hehehe... ga papa khan, Rie?"

Aku terhenyak kaget.

Melihat wajah-wajah cantik satu persatu dengan guratan kelegaan disana. Senyum mereka mengembang membuatku ikut tersenyum.

"Auww!!!!!"

Aku meringis kesakitan.

Hah?!?!?... Apa yang terjadi pada diriku????

Bibirku sakit. Dan terasa berat sekali.

Segera kuraba pelan-pelan. Sakit.

"Udaaah!! Jangan dipegangin mulu! Bengkak itu!" Kak Maya menegurku dengan suara khasnya.

Hah??? Bengkak????...

Ternyata... Aku, kena jotosan abang Rizal semalam ya? Karena waktu itu aku menarik bang Gres guna melerai pertikaian mereka yang makin sengit.

"Ini udah pagi kak?"

"Hahaha... Masih jam 9 malem, Rieeee!!! Ya Allah ya Tuhan, ni anak ya? Emang kamu ngerasa pingsan berapa malem?"

Aku tersenyum, tapi membuatku meringis kesakitan.

"Mereka pada kemana, Kak Dahlia?" tanyaku segera setelah ke"ogeb"anku menghilang dan fikiranku kembali normal.

Kak Dahlia menunjuk kearah pintu. Dan tanpa perlu komando, pintu kamar kost-anku langsung terbuka dan muncul dua kepala manusia dari baliknya.

"Si Ririe udah sadar?"

Abang Gres langsung menghampiriku terlebih dahulu. Membuat para perempuan sedikit menyingkir karena kamar kost yang tak terlalu luas.

"Rie! Lu ga papa khan? Apa mending kita kerumah sakit?" pertanyaan abang Gres membuat jatuh airmataku. Aku terharu, atas perhatiannya yang sangat tulus kurasa.

"Bangs*t, gue bilang jan jadi cewek cengeng! Malah nangis!!!"

Lagi-lagi aku hanya bisa segera menghapus lelehan airmataku.

Bang Rizal menarik tubuh bang Gres hingga sedikit menyingkir tanpa perlawanan.

"Yuk, bangun Mar! Bunda pengen ketemu elu katanya. Kangen!"

"Apaan si lu!? Bunda, bunda! Bunda piara akan daku!!!!!!!"

Aku hanya terpaku melihat kerusuhan kembali tercipta dihadapanku. Tapi kali ini hatiku yang menghangat.

Aku terharu.

Haruskah aku bahagia diantara keributan dua pria ini karena memperlihatkan kepeduliannya padaku?

Dosakah aku jika hatiku benar-benar merasakan kehangatan ini ya Tuhan?

"Udah, udah! Kalo kalian ribut terus, justru buat si Ririe tambah kejer, khan! Kamu juga Gres! Kamu harusnya sebagai kakak lebih ngemong. Tanya dulu adeknya baik-baik! Bukan main jotos temannya sembarangan!"

Perkataan kak Maya, perempuan yang usianya lebih banyak membuat abang Gres diam. Tapi kurasakan ia memendam amarahnya karena rahang pipinya terlihat mengeras.

Bang Rizal pun terlihat menunduk. Entah apa yang ada didalam fikirannya. Tapi aku mengenang kembali kebaikan bundanya abang Rizal. Dan aku benar-benar tak peduli, menangis aku sejadi-jadinya.

Bomat lah, mau bang Gres membentakku dengan perkataan kasarnya. Tapi aku ingin melampiaskan kesedihanku dan kehampaan dalam jiwaku.

"Udah sana kalian, para cowok! Biar Ririe kami yang urus!... Sana, sana! Pada keluar!!!"

Kali ini kak Lyona yang bersuara. Sedikit kasar mendorong keduanya keluar dari kamar kostanku.

Aku masih menangis sesegukan meski sesekali meringis sakit.

Aku merasa kehangatan luar biasa dalam hatiku. Dipeluk oleh keempat gadis cantik yang kini mendukung dan menyemangatiku untuk kembali tersenyum.

"Udah, dek! Jangan nangis lagi!... Tar bibirmu tambah monyong lho!"

"Iya! Tar jadi 'bimoli'!"

"Apa itu BIMOLI? Minyak kemasan khan?"

"Bimoli, bibir monyong lima senti!"

Wkwkwkwk...

Pecah tiba-tiba kamar kost-anku karena suara tawa kami yang menggema.

"Auw, sakit!" Aku hanya bisa meringis menahan sakit karena tergelitik untuk tergelak.

"Tidur barengan yuk?" ajak kak Senja membuat yang lain saling pandang.

"Aku ga bisa tidur kalo banyakan!"

"Aku juga ga bisa tidur kalo ga pake kasur!"

"Tidur aku tuh grusak-grusuk, tauuuuu!!! Ga bisa tidur desak-desakan!"

Lagi-lagi aku tersenyum. Argumen mereka macam-macam membuat wajah kak Senja meredup.

Tapi tak lama kemudian, wajahnya kembali cerah. Dan mengajak ketiga kakak-kakak lainnya untuk kembali ke kamar masing-masing agar aku bisa beristirahat dengan tenang.

(Hiks huaaaaaa... Thooooor, emangnye mati, 'beristirahat dengan tenang')

Mereka bubar. Kembali kekamarnya masing-masing. Membuatku menarik nafas panjang mengenang kembali kejadian tadi dengan memutar memori ingatan.

Hadeeeuuuuh!!!!... Aku hanya menghela nafas sekali lagi. Guna menghilangkan sedikit bebanku yang masih mengganjal.

Seperti mimpi tapi bukan mimpi. Rasa berhalusinasi namun kesadaranku tidak lagi hilang.

Hidupku sungguh berwarna bagaikan pelangi setelah hujan disore hari.

Namun pelangi itu tidak terlihat indah bagiku. Karena warnanya tidak se-soft warna orang biasa yang memandangnya.

Pelangiku warna gelap dan pucat semua.

Mungkinkah karena aku ANAK HARAM? Membuat setiap gerak-gerikku juga terlihat buruk dan menyeramkan.

Bukankah perbuatan orang-orang yang menjadikanku HARAM yang seharusnya dikatakan HARAM? Tapi kenapa kebanyakan orang justru membully dan 'menelanjangi' sosok korban yang seharusnya dilindungi keberadaannya yang sangat tidak ingin siapapun menyandang predikat buruk itu?

Orang dewasa memang picik jalan fikirannya. Dan anak-anak pun mengikuti cara mereka seperti bayangan.

Hhhh...

It's okay, Ririe! Fighting, Ririe!!! No problemo, right? Semangat 3x!!!! Toh selama ini kamu sudah melewatinya dengan banyaknya kebaikan Tuhan padaku! Oke? Senyum, senyum...

No girl, no cry! Just keep smile, n' go with the flow!

Abang Gres masuk kekamarku tiba-tiba. Membuatku yang baru saja hampir tenggelam dalam alam bawah sadar kembali membuka mata dan mengekor langkahnya dengan ekor mataku.

"Udah, tidur! Besok jangan dulu sekolah!"

Dia menarik selimutku hingga keatas dadaku. Membuatku nyaris menahan nafas ketakutan sendirian.

Tapi syukurlah, tangannya hanya mengangkat daguku sedikit. Berusaha sepelan mungkin sepertinya, mungkin takut aku kesakitan.

Abang membuka kantong plastik hitam yang dibawanya. Ada sepotong es lilin. Yang akhirnya dia ambil dan tempelkan dibibirku yang terluka akibat hasil pertempuran ga jelasnya dengan bang Rizal.

"Siapa itu Rizal?"

Aku tak berani menatap balik tatapannya yang tajam seakan menghujam jantungku.

"Jawab! Kalo ga dijawab, muka lu ancur gua tambahin jotosannya!"

Aku menunduk seraya menelan salivaku.

"Abang Rizal adalah dewa penolongku!"

"Wooow, anjii*iiimm!!! Dewa penolong! Kalo lu apa? Dewi Penderitaan?? Keren sangat ucapan lu!!!!"

Aku lupa merangkai kata sebelum bicara. Dan akhirnya justru memancing kemarahan abang Gres yang membuatku bingung akan kemarahannya itu.

Aku bicara jujur. Apa adanya. Dan memang itulah kenyataannya. Karena beberapa kali abang Rizal menolongku disaat yang sangat tepat.

Bahkan bila aku tidak mengenal abang Rizal, mungkin jalan cerita kehidupanku akan berubah tidak seperti sekarang ini. Dan mungkin aku juga tidak akan mengenal abang Gres jika tak bertemu abang Rizal.

Tapi rupanya penjelasanku membuat amarah abang Gres kembali mencuat kepermukaan.

Hhh... Bingung aku!

Hanya bisa menunduk menahan airmata yang nyaris meluncur dari sudut mataku.

Abang meringkuk rebahan diujung kasurku setelah memasukkan kembali es lilin kedalam kantong kresek hitam. Memang ini adalah kali pertama ia tiduran dikamarku. Biasanya hanya duduk, merokok sambil membawa segelas kopi hitam yang ia beli di warung kopi dekat kostan.

Hampir aku mengeluarkan perkataan, "Abang ga pulang?". Tapi untung kuurungkan karena kesannya pasti aku mengusirnya agar segera pergi sedangkan semuanya ini, yang bayar kostan ini adalah dia.

Aku hanya menarik nafas panjang. Kembali memejamkan mata dan merapatkan selimutku yang sebenarnya gerah tapi aku takut terjadi sesuatu.

Dan ini seumur hidup pertama kali aku tidur sekamar dengan seorang lelaki. Bahkan dengan papaku dahulu pun aku sepertinya tak pernah.

Ya Allah, jagalah tidurku dari segala macam gangguan dan marabahaya. Aamiin ya Allah ya Robbal'alamiin...

-Bersambung-

1
Qaisaa Nazarudin
Ternyata nikah dgn temen yusof..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kok feeling ku mengira kalo jodohnya itu Yusof..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Biasanya aku baca kisah CEO nikah sama2 Sultan..Tapi tetap selingkuh dan gak pernah bersyukur memiliki isteri yg cantik juga kaya,Dan istri yg selingkuh walaupun sudah punya suami yg baik dan Tajir, Noh sekarang aku baca kisah preman insyaf,Tapi sayangnya Sad ending..huaaaaaa...😭😭😭
Embun Kesiangan: huaaaa😭😭😭terhura otor🫰🥰 lope2 buat Kakak ♥️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Ahmad udah tobat ya..kalo dia meninggal karena penyakitnya juga,Dia meninggal dlm keadaan beriman,bukan dlm keadaan nya yg dulu..
Qaisaa Nazarudin
KOK MALAH SAD ENDING SIH THOR..😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Syurga Allah tempat mu Martini..Penderitaan mu sudah berakhir,Tapi kasian anak dan Suami yg kamu tinggalkan..😭😭😭😭
Embun Kesiangan: lope2 Kakak 🙏 makasih banyak udah dukung Martini 🥰♥️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ririe gak ada riwayat sakit jantung kan,Lalu kenapa tiba-tiba ada serangan jantung mendadak...
Qaisaa Nazarudin
Gak pernah aku denger yg kayak gini..Tuh juga ketubannya udah beberapa jam pecah tapi masih belum lahiran,bisa lemas baby di dalam tuh,Harusnya di Caesar aja biar cepat, biar dua2 nya selamat ibu dan anak..🤦🤦🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Tapi sayangnya kebahagiaan yg Ahmad rasakan tidak lah lama,Ririe meninggalkan nya utk selama2 nya..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Fahmi sodaranya Martini,Aku tertanya-tanya kemana Fahmi selama ini,Katanya dia suka sama Martini,Kok Martini malah nikahnya sama org lain..
Qaisaa Nazarudin
OMG..😳😳😳
Qaisaa Nazarudin
SEKERAS APAPUN HIDUP,TIDAK SEMESTI NYA KAMU MELUKAI PERASAAN ISTRI KAMU,HATI WANITA ITU LEMAH,MUDAH MENANGIS,SEKALI HATI WANITA ITU PATAH DAN DILUKAI DIA TDK AKAN PERNAH MEMANDANG KE BELAKANG..
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL...👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Dasar JALANG...😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Cinta katanya?? Bulshit..Kalo CINTA gak mungkin dia nyiksa istrinya,Kalo CINTA gak mungkin di memperlakukan isterinya dgn kasar,Kalo CINTA gak mungkin dia masih memikirkan MANTAN dari isterinya sendiri... BENAR2 GILA NIH ORANG..DUH JANGAN SAMPAI DIA KETEMU SAMA MARTINI LAGI..PLEASEEEE 🙏🙏🙏🙏🥹🥹THOR
Qaisaa Nazarudin
Sokorin..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Semiga di permudahkan..🤲🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Dudi pleaseee bawa Martini pergi sejauh mungkin..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa perannya Martini jadi vewek lemah thor, kesel aku ama Martini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!