Aira Maharani seorang gadis yang baru saja lulus sekolah SMU itu, terpaksa menikah dengan seseorang atas perintah ayahnya dengan pengaruh ibu tirinya. Namun dalam pernikahannya dia tak pernah mendapat perlakuan yang baik dari suaminya, dan dalam pernikahannya yang sudah berjalan 3 tahun lamanya tak dapat keturunan seperti yang diinginkan suaminya Aira kerap mendapat hinaan dari suaminya. Dan pada hari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun dia mendapat kabar bahwa suaminya telah menduakannya. Dan madu yang dibawah masuk oleh suaminya ke dalam rumahnya adalah saudara tirinya sendiri. Akankah Aira bisa bebas dari hinaan dan siksaan dari suaminya. Dan akankah Aira akan hidup bahagia bersama suamindan madunya, atau suaminya akan berubah menyayangi dan menghormatinya.
Halo... saya pendatang baru, butuh dukungan dari kalian semua. Dan . . Dan jangan lupa untuk meninggalkan Like 👍kalian, terus comment ✍️ kalian juga ya.... Biar saya lebih semangat lagi, hadiah 🎁 dan vote ✌️dari kalia juga ku tunggu 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katrina jaeyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sampaikapanpun tak melepasmu
Daniel yang baru saja menerima telpon dari aira namun dia tak diberi kesempatan bicara merasa kesal, raut wajah daniel yang sejak tadi sudah terlihat menakutkan jadi semakin menakutkan lagi bagi semua orang yang saat ini berada dalam satu ruangan dengan daniel di ruang rapat.
Setelah melampiaskan semua kekesalannya pada pegawenya yang telah melakukan kesalan dalam menyunsun laporan daniel kembali ke ruang kerjanya, di sana daniel duduk diam lama tenggelam dalam lamunannya dan pemikirannya tenyang aira.
Pada siang hari daniel yang pergi kepusat bangunan berniat untuk merilekskan pikirannya justru dia makin kesal karna mendapati aira dan juga anang berada di sana, mereka terlihat sangat senang. Apa lagi daniel melihat senyum aira pada anang yang tak pernah diperlihatkan pada dirinya dari sejak mereka menikah.
"Kenapa mereka terlihat begitu bahagia, dan kenapa aira menunjukkan senyuman yang sangat cantik pada pria itu." gurutu daniel yang melihat adekan aira dan anang dari dalam mobilnya.
Semakin dilihat semua itu semakin membuat daniel geram dan kesal. Dan karna sudah sifatnya sejak awal bahwa daniel memiliki sifat yang keras, sombong dan juga arogan, dia tak mau mengalah dengan apa yang diangap bahwa itu adalah miliknya dan haknya.
*
*
*
Setelah seharian bekerja yang membuat aira lelah dan juha jenuh, dia memutuskan untuk mengambil liburan di akhir pekan ini dengan pergi kepantai bersama dengan putrinya dan juga sahabatnya.
"Mama Ira, bener apa yang dikatakan oleh mama Yuni tadi kalo akhir pekan ini kita semua akan pergi liburan ke pantai?" tanya kayla dengan masa berbinar seolah emang menunggu - nunggu hari liburan.
"Iya sayang, ayo kita menginap dan meng habiskan waktu di pantai bersama." jelas aira dan kayla semakin bersemangat.
Dan sesuai dengan rencana pada akhir pekan, aira pun berangkat ke Bali pada malam harinya bersama dengan putrinya serta sahabatnya. Sesampainya di Bali mereka langsung istirahat di hotel yang sudah direserfasi sebelum mereka pergi.
"Halo pak, saya mau melaporkan kalo sekarang bu aira dan keluarganya pergi liburan ke Bali, dan mereka menginap di hotel XX." telpon dari seseorang yang dimintak oleh daniel memata - matai aira setiap kegiatan yang dilakukan oleh aira termasuk kepergian aira kesuatu tempat.
"Baik terima kasih, laporkan lagi saat nanti ada hal yang berhubungan dengannya." jawab daniel pada orang itu sebelum dia mematikan sambungan telponnya.
Setelah mendapat laporan bahwa aira ada di pulau bali daniel langsung menyuruh skretarisnya untuk reserfasi hotel yang sama dengan yang di reserfasi oleh aira. Karna daniel berniat akan mengejar aira ke Bali.
*
*
*
"Mas bolehkan nanti aku ikut kumpul sama teman - temanku? Mas Daniel gak apa kan kalo aku tinggal sendirian?" pamit anaggel pada daniel untuk ketemu dan berkumpul dengan teman - temannya di klab malam.
"Pergilah, karna aku juga akan ke Bali sore ini karna ada sesuatu yang harus ku urus." jawab daniel yang mulai cuwek sama anggel.
"Baiklah mas, makasih ya. Cup" anggel keluar dari ruang kerja daniel dan mengecup pipi daniel.
"Anggel, entah kenapa aku tak pernah marah atau lun kesal padanya walo dia sering berkumpul dengan temannya dan meninhgalkanku. Aira, entah kenapa dulu aku begitu kesal jika dia tak mengurusku. Bahkan aku suka melampiaskan kekesalanku padanya dengan sangat berlebihan." gumam daniel seperginya anggel.
"Aira, aku baru sadar kalo dia sebenarnya telah mengisi ruang dalam sudut hatiku."
"Bahkan amarahku meluap saat dengar dia kabur dari rumah."
Daniel baru menyadari tentang arti hadirnya aira bagi dirinya, namun kini aira yang telah berubah jadi wanita dewasa yang menawan dia telah sulit digapai dan seringkali mengusik ketenangan.
*
*
*
Aira, yunita dan juga kayla sedang menikmati pemandangan sore hari ditepi pantai. Pemandangan sore itu terasa sangat hanga dengan warna langit jingga yang menawan mata memandang.
"Mama... Ini asyik Kayla main air laut, mama Ira kesini kita main laut bareng - bareng." teriak kayla yang lagi asyik bermain dipinggir pantantai sama yunita. Dan aira lun ikut turun dan menyatukan diri dengan air laut.
Saat ke tiga orang wanita itu asyik bermain, mereka tak tau kalo ada sepasang mata elang yang mengawasi mereka dari jauh. Ya, sapa lagi kalo bukan daniel. Ada rasa sakit dalam jati daniel, karna bukan dirinya yang membuat aira tertawa bahagia seperti sekarang ini, melainkan aira sendiri yang telah berjuang untuk membuat kebahagiaannya sendiri tanpa ada dirinya didalam kebahagiaan itu.
*
*
*
Tangga darurat hotel
"Aaaaarh.!" aira teriak karna kaget ada seseorang yang tiba - tiba saja menarik tangannya saat dia mau menyusul kayla dan yunita untuk makan malam di restoran hotel.
"Mas.!?" alis aira mengerut saat dia tau dan melihat siapa orang yang telah menariknya.
"Apa yang mas lakukan di sini.!" ketus aira menepis tangan daniel yang mencekram pergelangan tangan aira.
"Aku merindukanmu sayang." bisik daniel ditelinga aira.
"Jangan gila, kita akan bercerai dan aku sudah mengirim kembali surat cerai itu ke rumah mas Daniel." kata aira dengan nada dingin tak peduli dengan ucapan rindu dari daniel.
"Apa maksudmu?!" tanya daniel bingung.
"Karna aku tau kalo mas Daniel bakalan nyusulin aku kesini, jadi aku sudah mengirim ulang surat cerai yang waktu itu mas robek ke rumah mas, dan mengkin saja surat itu sudah sampai sekarang."
"Dan aku yakin jika anggel melihat serta mengetahui isi surat itu dia akan bertindak lebih cepat dari pada mas." aira memumculkan senyum kemenangannya pada daniel yang terlihat kesal.
"Apa maksudmu?" daniel merasa bingung dengan kata - kata aira.
"Oh, jadi mas gak tau? Kalo anggel suka menirukan tanda tangan mas Daniel. Pikirkan apa yang akan dilakukan oleh anggel jika dia melihat dan membaca surat itu. Hehe" aira senyum menatap daniel yang terkejud dengan apa yang dikatakan oleh aira.
"Mungkin ini pertemuan ter... Ehm.!" kalimat aira terpotong karna daniel telah menutup mulut aira dengan bibirnya dengan dalam dan mengggila.
Plak.!
"Itu pantas mas dapatkan, karna rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa sakitku.!" teriak aira setelah dia menampar daniel dengan sangat keras hingga di sana terlukis cap 5 jari dengan sangat indah.
"Dengar.!" daniel mencekram kedua tangan aira dan menguncinya di atas kepala aira, serta menatap aira dengan tatapan yang ingin membunuh.
Jujur aira sudah gak tahan menahan dirinya dengan berpura - pura kuat dan berani di hadapan daniel yang memiliki tahanan kuat saat dia mencekram dan mengintimidasi.
"Sampaikapanpun aku tak melepasmu.! Apa pun yang ingin kamu lakukan silakan lakukankanlah, aku akan selalu menggagalkannya." ucap daniel dengan menekankan kaliamat yang diucapkannya dihadapan aira.
"Seperti syarat yang sudah ku sebutkan, lahirkan seorang putra untukku jika kamu ingin bebas dari ku." ucap daniel sambil menampakkan seringai di bibirnya.
"Kau gila.! Aku tak akan sudih melakukan itu.!" teriak aira marah pada daniel, lalu mendorong tubuh daniel serta memunculkan senyum kemenangan.
"Aku yakin surat itu pasti sudah ada dipengadilan, jadi jangan bermimpi." aira berkata dengan menatap mata daniel berani.
"Bukankah dulu anda yang selalu bilang saya mandul, jadi mintalah pada istri anda yang **** itu." aira memajukan tubuh serta menatap daniel dengan sangat berani.
"Kau masih istriku, dan akan tetap jadi istriku. Dan hanya kau yang akan melahirkan anak itu untukku.!" daniel menekan kata istri dan juga anak.
"Heh, kita akan bertemu dipengadilan tuan Daniel." aira berkata dengan tersenyum mengejek pada daniel.
"Jadi acara liburan ini sengaja kau lakukan untuk menjebakku." daniel bertanya dengan kesal.
"Tidak sepenuhnya, aku emang merencanakan untuk liburan. Namun tak ada salahnya jika aku juga memanfaatkannya bukan?" kata aira menaikkan alisnya lalu pergi meninggalkan daniel sendirian di tangga darurat.
Bug
"Sial.! Aku tak akan melepaskanmu aira, sampai kapan pun kau akan menjadi istriku dan hanya akan menjadi nyonya daniel." kata daniel dengan amarah dan rasa kesal yang ditahan.
*
*
*
Disisi lain di rumah daniel seperti yang diperkirakan oleh aira anggel yang menerima amplop yang isinya surat cerai dari aira untuk daniel suaminya, anggel merasa sangat bahagia dan dia langsung membuka serta menanda tangani surat itu dengan menirukan tanda tangan daniel, karna aira tau kalo anggel suka menirukan tanda tangan daniel saat dia masih tinggal di rumah daniel bersama.
"Bagus, dengan ini maka kalian akan berpisah untuk selamanya. Dan aku akan jadi satu - satunya nyonya di rumah ini." anggel senyum manis, karna dia merasa menang.