"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18
Pagi pun tiba.
Pagi itu Clara nampaknya sedang mengubungi bik Titin dan menanyakan kabar tantang pamannya.
"Cla, terimakasih sudah membantu paman,paman tidak tahu harus bagaimana membalasnya" kata paman Santo saat berbicara dengan Clara lewat sambungan telpon tersebut.
"Jangan bicara seperti itu paman,".sahut Clara hingga kebisuan terjadi sesaat Clara memilih diam dan berfikir bagaimana caranya memberi tahu keluarganya tentang Devan laki laki berumur dan matang yang ngeyel ingin menikahinya.
"Paman, sebenar nya ada sesuatu hal yang ingin Clara bicarakan"!
"Katakan cla"! Jawab paman Santo dari seberang telpon.
"Paman ,Minggu depan Clara mau menikah disini".
Duaar"!!
Paman Santo pun kaget setengah modar mendengar ucapan clara.
"Jangan bercanda ,Clara"! Pekik paman Santo hingga membuat bik Titin ikut menatap heran kepada suaminya.
"Besok Minggu Clara minta paman dan bibi datang ke kota untuk menyaksikan pernikahan clara'.
Paman Santo pun terduduk lemas tak percaya,bagaimana bisa. Lalu bagaimana dengan masa depan dan cita citanya untuk menjadi seorang dokter hewan.
"Paman"!! Panggil Clara dari seberang telpon .
"Cla sepertinya pamanmu masih syok,nanti bibik akan bicara baik baik dengan paman mu'. Jelas bik Titin mengambil alih benda pipih yang berada di genggaman tangan sang suami.
"Baik bik"! Jawab bik Titin yang sudah tahu tentang hubungan Clara dan Devan ,laki laki misterius yang tiba tiba datang dan ngeyel ingin menikahinya.
Singkat cerita 1 Minggu berlalu ,disebuah gedung hotel berbintang 5,Devan mengadakan resepsi pernikahannya dengan Clara,.
Wanita tomboy tersebut nampak begitu anggun dan cantik dengan balutan gaun putih yang indah.
Ceklek"!!
Terlihat sebuah kamar di buka dari luar.munculah keluarga Clara dan juga Tania.
Bik Titin,paman Santo,ryo ,Naila dan Tania pun berjalan masuk kedalam kamar tersebut.
Senyum manis pun mengembang pada wajah cantik clara.
"Clara"!! Panggil bik Titin dengan air mata yang sudah tidak bisa terbendung.
"Maaf kan paman ,cla,karena paman kamu harus menikah secepat ini ,dan masa depanmu"! Ucapan paman Santo pun terhenti seketika.
"Sudah ,semua akan baik baik saja,suamiku mengizinkan aku untuk tetap kuliah,jadi paman dan bibi jangan khawatir". Jelas Clara dengan lembut sambil sesekali memeluk kedua orang paruh baya yang sudah dianggap nya orang tua sendiri.
"Cla,kamu cantik sekali,jangan lupa kasih tahu jika sudah malam pertama ya". Bisik Tania lirih dan lansung saja mendapat pukulan maut dari Clara.
''bugh"!!
"Otak mesum"! Sahut Clara dengan mata yang melotot ke arah Tania.
Tania hanya nyengir kuda sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal.
Tok. Tok. Tok.
Tania bergegas membuka pintu yang di ketuk tersebut.
Ceklek..
"Oh tuhan,tampan sekali". Gumam Tania yang malah terpesona dengan Jonathan, asisten Devan.
"Ehemmmm"!! Pekik Jo membuat Tania gelagapan seketika.
"Permisi nona,Sudah waktunya anda keluar"!Kata Jo sambil melirik ke dalam .
"Baik om,Jo"! Sahut Clara.
Akhirnya pama dan bik Titin pun menggandeng Clara untuk mengantarkannya menuju podium yang sudah disulap sedemikian rupa,di mana wajah laki laki tampan penuh karisma sudah berdiri menanti nya.
"Cantik sekali"! Gumam Devan lirih saat melihat Clara berjalan mendekat ke arahnya.
Deg. Deg. Deg .
"Dia sangat tampan"! Kata Clara dalam hati sambil sesekali mencuri pandang ke arah laki laki 30 tahun yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Di balik kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Devan dan Clara. Tersimpan sebuah dendam dari seorang wanita yang kini sedang berdiri di belakang dengan sorot mata tajam menatap marah kepada kedua pengantin baru tersebut.
"Tan,, kenapa semuanya menjadi seperti ini"!? Tanya regina dengan sorot mata yang sudah memerah.
"Tante juga tidak tahu". Sahut wanita paruh baya yang kini sedang berdiri disamping Tania sambil menatap tajam ke arah Devan dan Clara,ya wanita tersebut adalah nyonya Nadin ibu tiri Devandra.
*****
Masih di hari yang sama.
Hari semakin sore tamu tamu undangan silih berganti meninggalkan tempat acara tersebut.
"Bik,suamiku sudah memesankan kamar hotel untuk menginap,sebaiknya paman dan bibi tidak pulang secepat ini". Kata Clara kepada paman Santo dan bik Titin.
''tapi cla, tidak enak dengan suami mu" bisik bik Titin yang tak enak hati dengan suami tampan Clara yang berwajah datar tersebut.
"Jangan sungkan bibik"! Sahut Devan yang memiliki pendengaran sangat tajam ,hingga mampu mendengar bisikan tersebut .
"I-iya ,tuan"! Jawab bik Titin terbata.
"Jo"!!
"Siap boss"! Jawab Jo segera mengantarkan paman Santo sekeluarga menuju ke kamar hotel yang sudah di siapkan oleh Devan.
"Ayo "!
"Tunggu,mau kemana"!? Tanya Clara sambil menghentikan langkahnya saat Devan menarik tanganya lembut.
"Ke kamar". Sahut Devan acuh.
"Jangan macam macam ya"!! Kata Clara dengan wajah yang sudah nampak begitu gugup saat ini.
Devan lagi lagi hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Clara yang begitu menggemaskan di matanya.
Tanpa menunggu lama Devan langsung saja mengangkat tubuh Clara begitu saja dan berjalan menuju kamar hotel khusus yang sudah dia siapkan.
"Turunkan aku, atau aku akan berteriak".
"Teriak lah sekencangnya,tidak akan ada satu orang pun yang perduli dengan teriakan mu,sayang'!.
Glek"!!
"Sa-sayang "! Gumam Clara mengulang ucapan Devan.
Bruk"!!
Devan menurun kan Clara di atas kasur dengan perlahan ,dan langsung menindihnya,mendaratkan ciuman pada bibir merah muda Clara yang nampak begitu seksi,wajah yang begitu cantik membuat Devan tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyentuh dan mencium nya.
"Tunggu, tuan ,a-aku belum siap"! Kata Clara terbata dengan jantung yang sudah ingin keluar dari tempat nya.
Di tatapnya wajah cantik yang berada di bawahnya lekat lekat.
" Baiklah,aku tidak akan memaksamu,aku akan menunggu mu siapa dan memintanya kepadaku"! Kata Devan,perlahan menegakan tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi
"Shit,,, sudah sangat tegang malah dia belum siap". Umpat Devan kesal,sambil melepaskan jas mahal yang melekat pada tubuh nya,di nyalakan nya shower air dingin dan membiarkan setiap guyuran air membasahi kulit putih nya.
Demi meredakan rasa panas yang mulai membara di dalam tubuhnya ,apa lagi saat melihat benda berurat di bawah saja sudah njengat seperti tiang listrik.
"Semoga saja dia tidak marah,aku masih belum siap di eksekusi secepatnya,apalagi di umurku yang baru 19 tahun, Bukankah masih manis manisnya rasa anuku"! Gumam Clara lirih sambil sesekali mengusap tengkuknya yang sudah merinding hebat.