NovelToon NovelToon
Letting Go, My Husband

Letting Go, My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Bella kira hidupnya sangat sempurna, namun siapa sangka jika suaminya malah berselingkuh dengan pelayan di rumah mereka.

Bella sempat ingin mundur, namun kembali berusaha mempertahankan rumah tangga itu, apalagi saat sang suami memohon untuk kesempatan kedua.

Benarkah kami bisa bersatu? Batin Bella, saat melihat sang suami yang tertidur pulas disampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LGMH BAB 29 - Mencintaimu Lebih Dalam

Sore itu, Bella pulang ke mansion diantar oleh Zura. Awalnya Azam bersikukuh ingin menjemput, namun Zura juga bersikukuh ingin mengantar Bella.

Jadilah, Azam yang mengalah.

Azam menunggu di rumah kepulangan istrinya. Hingga saat tepat jam 5 sore, Bella dan Zura sampai.

Kening Azam berkerut, saat melihat Zura yang datang ke rumahnya dengan membawa sebuah koper.

Jangan bilang Zura mau menginap. Batin Azam.

Ia mendekati kedua wanita itu dan menghalang langkah keduanya.

"Zura akan menginap disini, lusa kan kita pergi ke Jepang, jadi sama-sama saja dari sini." Bella yang buka suara, menjelaskan apa yang terjadi.

Sementara Azam langsung memijat pelipisnya yang terasa pening. Jika ada Zura di rumah ini semuanya akan terasa sulit. Zura, hanya akan mengganggu ia untuk mendekati Bella.

"Tidak ada menginap-menginap, aku akan meminta Ben untuk mengantarmu pulang." Putus Azam, membuat Bella dan Zura sama-sama terkejut.

"Apa-apaan, aku yang mengajak Zura menginap disini!" Bella, meninggikan suaranya, seraya menatap dengan wajah protes.

Pun Azura yang menatap tajam pula pada kakaknya. Azura jadi curiga, kenapa kakaknya itu tidak mengizinkannya untuk menginap.

Jangan-jangan abang mau kasarin Bella! pikir Zura, yakin.

"Pokoknya aku akan tetap menginap!" ucap Zura, dengan suaranya yang tak kalah tinggi.

"Tidak ada menginap-menginap, lusa abang akan dan Bella akan menjemputmu saat kita pergi ke Jepang." Final Azam, ia lalu menarik sang istri untuk mengikuti langkahnya.

Dan Azura kalah cepat untuk menahan lengan sang kakak ipar.

"Abang!" pekik Zura, tapi Azan tidak peduli. Azam terus menarik Bella untuk mengikuti langkahnya, naik ke lantai 2 dan berakhir masuk di kamar mereka.

"Azam!" pekik Bella pula, dengan amarah yang mulai terpancing.

Ia sangat ingin menghabiskan malam dengan Zura, namun seperti itu saja Azam tidak mengizinkan.

"Lain kali saja Zura menginapnya, sekarang kan sedang ada misi," terang Azam. Membuat Bella langsung melipat kedua tangannya didepan dada, kesal.

"Misi apa?" balas Bella, ketus.

"Misi memperbaiki rumah tangga kit," jawab Azam, membuat Bella sampai kehabisan kata-kata.

Bella bahkan hanya diam, saat Azam menarik pinggang dan mendekapnya erat.

"Apa selama ini Arnold baik padamu?" tanya Azam, dengan suaranya yang terdengar lirih.

Persis disebelah telinga Bella, karena berulang kali Azam menciumi tengkuk istrinya itu. Menghirup aroma tubuh sang istri dalam-dalam.

Bella tak langsung menjawab, masih belum memgerti apa maksud Azam bertanya seperti itu. Namun Bella berpikir, mungkin ini ada hubungannya dengan pertemuan mereka siang tadi, Azam, Arnold dan Julian.

"Tentu saja, Arnold baik padaku, dia juga baik pada Zura," jawab Bella, apa adanya.

"Menurutmu, aku dan Arnold mana yang lebih baik?" tanya Azam lagi. Mendadak ingin tahu apa yang Bella pikirkan tentang Arnold.

Ditanya seperti itu, Bella mulai menyadari satu hal. Pasti Arnold sudah memprovokasi Azam untuk mempertahankan dirinya. Jika tidak, Arnold akan langsung merebutnya. Arnold pun sering berucap seperti itu pada Bella. Namun Bella hanya menganggapnya sebagai candaan.

Tapi Azam, menganggapnya serius.

Dan Bella, jadi ingin ikut mempermainkan Azam pula.

"Arnold lebih baik, dia berulang kali pacaran, tapi tidak pernah mendua," jawab Bella setelah cukup lama diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Setelah menjawab itupun, ia mendorong pelan dada suaminya itu berniat untuk melerai dekapan ini.

Azam pun menurut, tapi tidak benar-benar melepaskan Bella.

Azam, masih memegang kedua bahu istrinya dan menatap lekat kedua netra Bella.

"Jika disuruh memilih, kamu akan memilih aku atau Arnold?" tanya Azam lagi, dan lagi.

Membuat Bella, tersenyum miring.

"Arnold!" jawab Bella, menjawab dengan lantang.

Membuat Azam langsung menatapnya tajam dan menarik Bella hingga terbaring disisi ranjang. Azam, lalu menindihnya, seraya mencengkram kedua pergelangan tangan Bella diatas kepala sang istri.

"Katakan sekali lagi, kamu pilih aku atau Arnold?" tuntut Azam, namun ia sangat ingin mendengar Bella akan memilihnya.

"Apa kamu tuli? aku bilang aku pilih Arnold. Andai waktu bisa diulang, aku akan meminta Arnold yang akan jadi suamiku. Aku yakin, Arnold bisa mencintaiku dengan tulus. A_"

Belum selesai ucapan Bella, Azam langsung melumaat bibir yang terus berbicara itu. Melumaatnya dalam, bahkan menyesapnya tanpa ampun. Lidahnya tak tinggal diam, ia menjelajah didalam sana dan membelit lidah sang istri.

Keduanya saling bertukar saliva dengan deru napasnya yang terasa panas. Bahkan Azam pun langsung menanggalkan baju sang istri dan melemparnya asal.

"Tapi sayangnya waktu tidak bisa diputar, dan selamanya aku yang akan menjadi suamimu," balas Azam, tanpa menunggu jawaban Bella, ia kembali menenggelamkan wajahnya di dua gundukan sintal itu, mencetak tanda merah diatas tanda yang ia buat tadi pagi.

Bella hanya bisa menggeliat, merasakan kedua dadanya yang berada dalam kuasa sang suami.

Bella menjerit, saat Azam mengigit pucuknya. Tidak sakit, hanya terkejut.

"Bell, aku akan berusaha untuk mencintaimu, lebih dalam dari perasaan yang sudah kurasakan saat ini," ucap Azam, dengan tatapannya yang dalam.

Bella tak kuasa untuk menjawab apapun, hanya menelan salivanya dengan susah payah.

Semoga. Batin Bella.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Ben, aku tidak mau pulang," rutuk Zura, pada asisten kakaknya ini.

Tapi Ben terus mengekori langkahnya, meminta sang nona muda untuk segera pulang. Bahkan dia akan senang hati untuk mengantarnya.

"Tapi Tuan sudah memerintahkan saya untuk mengantar Anda pulang Nona."

"Aku tidak mau, aku mau menginap!"

"Mari saya antar."

"Ben!" pekik Zura, jadi kesal.

"Baiklah aku akan pulang!" timpal Zura kemudian, dengan nada ketusnya.

Dengan mengulum senyum, Ben kembali mengikuti langkah Zura, keluar dari dalam mansion ini.

1
Sulati Cus
baru inget blm ksh pdhl dah lama baca
Visencia Alingga
alur ceritanya bagus
Lusiana_Oct13
Makasih thor 🙏❤️
Lusiana_Oct13
lah kan nenek azam juga kenapa azam lebih ke pak rusli dr pd nenek kandung nya kok dia malah gk daapt info nenek menigal
Lusiana_Oct13
azaammmmm mulai cari masalah tingal lo ngomong lg di luar negri kiri. org buat perwakilan kan bisa 😤😤😤😤😤😤😤
Lusiana_Oct13
Nah pak rusli waras
Lusiana_Oct13
berengsek km zaammm
Lusiana_Oct13
wlpn pernikahan di jodohkan km udah tau Bella dr kecil zam km bisa ngomong sm bela klo km tdk suka profesi Bella apa lg Bella udah niat mau berhenti dr model dan si raya juga udah tau azam udah nikah kenapa masih mau jakinin hubungan sama azaam??? pake kerja di rmh Bella dan azaam lg 😤😤😤😤 buat emosi aja
Lusiana_Oct13
Gw pikur si azaam sejenisu di novel sblm nya tau gedenya oon juga 🤣🤣🤣🤣🤣
lia
what??? organ tubuhnya keliatan dong KLO dadanya dibuka 😂😂🤭🤭✌🏼✌🏼
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya kak
scarlet
sangat baik
🔵◌ᷟ⑅⃝ͩ●Maldini●⑅⃝ᷟ
😘😘
Ney 🐌
geregetan
Elis Apriliyanti
benar2 ibu durjana...menjual anak spy hidup kaya...benar2 pembantu tidak tau diri
Elis Apriliyanti
buat hati bela untuk memberikan kesempatan ke 2
Elis Apriliyanti
thor buat mereka kembali bersatu...buat asam menyesal dan bucin sebucin bucinnya...seperti papa adam
Elis Apriliyanti
1 yg pasti pelakor tetap pelakor
Elis Apriliyanti
raya ttp salah...pelakor tdk tau diri... bela cpt cetai sudah biar asam bebas dgn palakor
Nita Emes: biar azam tau mana yg tulus/Sob/
total 1 replies
Elis Apriliyanti
ibunya raya tdk tau diri...bs jd ibunya sudah niat mau jd ok...sampai tdk tau diri...bpknya raya btl...kalau dipaksakan tdk akan bahagia...jgn samakan ibu haura dgn raya...mereka berbeda...jd ibu tuuu tau diri...nasihat anakmu spy jgn jd pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!