Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Hiji mahluk tanpa master, tanpa tempat. Jiwa poék anu nyababkeun manusa sesat, kaluar, kaluar, kaluar! Balik deui ka fitrah anjeun, lamun mahluk teu tenang mangka tenang, suci ku alam jeung indit ka tempat peristirahatan anjeun. Lamun éta jin, anjeun bakal ancur! Éta patut karma anjeun pikeun ngaganggu urang."
[ Makhluk tak bertuan, tak bertempat. Jiwa gelap yang menyesatkan manusia, keluar, keluar, keluar! Kembalilah ke alam mu, jika makhluk tak bertenang maka tenanglah, murnilah engkau oleh alam dan pergi tempat istirahat mu. Jika jin, hancurlah engkau! Sungguh patut atas karma mu menganggu kami. ]
"Eeee... EUEUEU...EURRGGHHHH!!!" Tubuh Greta mulai bergetar dan teriakan tertahan keluar dari nya, bukan berasal darinya, tapi dari makhluk itu.
Semuanya menyaksikan dengan khawatir dan takut, mereka takut jika Astra gagal... Kemungkinan Greta tidak akan bisa di selamatkan. (Yaa, kecuali Samuel)
"Hughh!" Tubuh Greta yang tadinya gemetar kemudian menunduk.
"Greta!" Suara Emily pecah, dia berlari mendekati nya. Tak peduli jika itu makhluk Parewangan ataupun Greta yang sudah kembali.
"Tante, jangan!" Seru Bastian, namun Emily sudah terlanjur mendekati nya. Duduk di sampingnya dan ingin melihat wajah anaknya.
"Gak apa-apa, dia udah aman." Ucap Astra datar.
"Udah sadar?" Tanya Bastian memastikan.
"Mm, kemungkinan."
Antonio segera berlari menyusul istrinya, Anya dan Bastian menghela nafas dengan lega.
"Greta, kamu baik-baik saja sayang?"
Greta terlihat akan pingsan, Emily memeluk putrinya dengan penuh haru dan kasih. Meskipun terlihat akan pingsan, Greta mengetahui nya. "M-maa..."
"Sayang..." Air mata haru keduanya meluncur kebawah, menyaksikan putri mereka sembuh dan sadar kembali membuat beban berat di hati mereka seolah lenyap terangkat.
Belum ada satu menit semuanya menghela napas lega atas Greta, namun mereka harus di buat panik dengan hal selanjutnya yang terjadi pada Greta.
Greta yang tadinya terlihat lemah tak berdaya malah seperti orang kesurupan terbangun, menatap ke atas seolah kesakitan. Bahkan Emily dan Antonio pun terdorong.
Hingga akhirnya kepala Greta kembali menunduk-- dengan kepala terhalang rambut panjang.
"N-nak..." Ucap Emily dengan shock dan rasa takut terjadi sesuatu pada putrinya lagi. Dia akan bangkit untuk mendekati anaknya lagi, namun Astra menahan dan menyuruhnya...
"Mundur!" Seru Astra. Emily tak mengerti mengapa, padahal barusan anaknya sudah sadar. Antonio yang paham segera menarik istrinya mundur, kembali ke tempat semula.
"K-kenapa mundur? Itu Greta!" Tanya Emily dengan tak rela.
"Sstt... Tunggu dulu sayang," Antonio mempercayai Astra, di bandingkan dengan para dukun yang melakukan banyak ritual dan bahan untuk menghilangkan hantu Parewangan yang memasuki tubuh Greta... Astra hanya perlu sebuah kalimat utama membuat Greta sadar, itulah hal yang membuat nya percaya.
Meskipun ya terjadi pada Greta sekarang sepertinya tidak ada dalam rencana Astra.
"Pengganggu, pergi!" Bentak Astra dengan mata menatap tajam.
Bukan takut dan bergetar seperti hantu tadi, namun malah terdengar suara seringai dan kemudian suara tawa yang beruntun membuat merinding.
Sesuatu dalam diri mereka seperti menjerit untuk kabur, namun pendirian mereka tetap bertahan dan tetap berdiri di sini. Astra pun merasa hatinya bergetar, dia memegang dadanya dan mundur satu langkah.
Memejamkan mata dan mencoba menguatkan dirinya, namun makhluk yang merasuki Greta lagi seperti tak memberikan jeda untuk takut.
"Hehehe... Anjeun masih ngora teuing pikeun ngeureunkeun kuring, nak."
[ Hehehe... Kamu masih terlalu muda untuk menghalangi ku nak ]
Kali ini kepala makhluk itu terangkat, mata full merah dan wajah putih seperti kertas dengan banyak keriput. Rasanya menyeramkan, Astra pun mematung. Seolah terkena efek stun dan game.
Bahkan suaranya saja sudah membuat jantung berdebar dan tubuh panas dingin, bukan cinta ataupun gairah. Melainkan rasa takut dalam tubuh yang menjerit.
Makhluk itu terkekeh seperti meremehkan Astra, "anak kecil, jangan menganggu urusan orang dewasa. Kalo ikut campur.... Hehehe," tubuh Greta yang di kuasai makhluk itu beranjak bangun dari ranjang.
[ Budak leutik, ulah ngaganggu urusan kolot. Lamun ngaganggu.... Hehehe ]
"Siap-siap maot!" Senyum nya mengembang lebar, dengan mata berwarna merah darah, wajah menyeramkan seperti nenek kertas dan gigi kemerahan darah. Sudah mampu membuat bulu kuduk Astra merinding.
[ Siap-siap saja mati ]
**
Apakah Astra menemukan lawan yang lebih kuat darinya? Kira-kira jenis makhluk dari ras mana ini?
Yuk komentar, berikan dukungan yang banyak ya!
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶