Satrio seorang laki - laki yang membawa amanah ke barat dan amanah itu di berikan oleh Allah yang sepanjang perjalanan nya di kawani 3 syeh dan para leluhur, lalu apa saja rintangan yang di hadapi dan mengapa sehingga Satrio dipingit alam ikuti kisah nya hingga mengetahui jawaban nya 😊😄
Mau tau kehidupan sang Satrio ikuti terus perjalanan nya hingga dia menemukan pujaan hati nya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifullah ellang maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
APAKAH CINTA BISA TUMBUH
Kali ini kita akan membahas apakah cinta bisa tumbuh maka saya akan menjawab bisa selama ada kecocokan dan kenyamanan, menikah itu tidak hanya di butuh kan orang nya baik saja tapi juga di butuh kan kecocokan dan kenyamanan, nah bagaimana bisa timbul cinta kalau setiap ketemu yang ada adu argumentasi saja kalau sudah seperti itu bagaimana ada rasa nyaman di dalam batin kita.
Saya beri contoh yang gampang saja apakah baju di mall itu tidak baik pasti baik semua tapi apakah cocok dengan kita ukuran nya, warna nya, model nya dan masih banyak lagi privasi dari diri kita apa lagi mengenai pasangan hidup yang akan hidup selama nya dengan kita pasti harus cocok dan harus nyaman agar batin kita tidak terus terkuras energi nya akhir nya meledak deh.
Jadi bila kita akan melangkah ke jenjang pernikahan lihat terlebih dahulu lalu tanya kan ke dalam hati masing - masing apakah sudah cocok lalu apakah sudah nyaman bila belum ada 2 hal itu sabar dulu, sering saya dengar cinta akan tumbuh saat sudah nikah, nah gimana mau tumbuh kalau sudah tidak cocok sudah tidak nyaman, sama saja saat kita menanam tanaman bagaimana bisa tumbuh subur bila nutrisi tanah itu sendiri tidak ada yang ada malah mati tumbuhan itu begitu pun dengan cinta.
.........................
Sudah hampir 10 hari Satrio tinggal di pasar itu sedang kan Bang Asmi pun belum juga ada kabar berita nya dan saat Bang Asmi pergi tidak meninggal kan no telepon yang bisa Satrio hubungi, akhir nya Satrio bekerja di toko beras milik Bang Iwan yang lumayan baik orang nya sehingga Satrio di izin kan untuk tidur di gudang beras.
Siang itu Satrio sedang menunggu truk beras datang sambil duduk di depan toko Bang Iwan kemudian terlihat lah Riska berjalan menghampiri Satrio dengan senyuman khas nya dan Satrio sangat hafal itu.
" Mas..........makan dulu sudah siang, ini saya bawakan pepes tongkol sama sayur asem mas........."
Kata Riska sambil senyum memberikan tas yang berisi rantang........
" Wah saya sudah merepotkan saja setiap hari dik Ika harus mengantar makanan ke saya..........maaf ya dik "
Kata Satrio sambil senyum kepada Ika...........
Tidak lama kemudian datang juga lah Fatimah yang juga membawa bungkusan yang di berikan kepada Satrio.
" Mas Satrio.............ini tadi aku buat pisang goreng lalu teringat mas Satrio sudah makan apa belum ya ......?? jadi aku bawakan saja kemari mas........di makan ya mas.....?? "
Kata Fatimah sambil senyum ke arah Satrio dan memberi kan kantong plastik yang berisi pisang goreng...........
Ternyata tidak hanya Ika dan Fatimah yang menaruh rasa kepada Satrio tapi ada Weni anak nya Bang Iwan pemilik toko beras tempat Satrio bekerja juga menaruh rasa kepada Satrio, tiba - tiba dari belakang nya Satrio muncul lah Weni yang sedang membawa semangkuk es buah menuju ke arah Satrio duduk.
" Mas Satrio pasti haus kan panas - panas seperti ini..........ini mas aku bawakan es buah biar seger......."
Kata Weni sambil senyum memberikan semangkuk es buah ke hadapan Satrio.............
Saat itu Satrio tersenyum melihat ulah ke tiga gadis itu yang berebut meminta simpati Satrio namun Satrio adalah lelaki yang bijak sana dalam bersikap dan tidak mau mengecewakan satu dengan yang lain.
" Alhamdulillah barakhallah............rezeki dari Allah sungguh melimpah siang ini dan bila saya makan semua sendiri tidak mungkin dan akan jadi mubazir.........jadi boleh kan bila saya mengajak anak fakir itu memakan nya agar adik - adik semua juga mendapat pahala nya......?? "
Kata Satrio sambil tersenyum kepada mereka bertiga dan mereka bertiga pun mulai mengernyitkan dahi........
" Hai adik kecil............kemari lah bawa juga kawan mu itu mari kita makan bersama dan pasti nya kalian lapar juga kan ?? "
Kata Satrio memanggil dua anak yang sedang meminta - minta di pinggir pasar itu..........
Kemudian mereka bertiga pun mulai makan bahkan sesekali terlihat Satrio menyuap kan ikan pepes tongkol ke pada kedua anak itu, sambil menikmati makanan Satrio pun tersenyum mendengar kan gerutu dari ke 3 gadis itu yang mulai saling menyalahkan satu dengan yang lain dan saat itu ibu - ibu pedagang gorengan sedang memperhatikan Satrio dan ke dua anak kecil itu.
Sungguh bijak sana hati mu nak..........bisa menjaga perasaan gadis - gadis itu agar tidak ada yang merasa paling di istimewa kan...........sungguh adil andai kan saja aku memiliki anak seperti mu alangkah beruntung nya aku..........
Gumam ibu itu dalam hati tidak terasa air mata nya menetes di pipi nya, tiba - tiba di pertengahan Satrio makan ada seorang gadis yang membawa beban lumayan berat seperti nya sehingga berhenti beberapa kali untuk menuju ke jalan besar, saat itu segera Satrio menghentikan makan nya dan mendatangi gadis itu.
" Maaf mbak..........mau kemana mbak nya mari saya bantu mbak......."
Kata Satrio sambil mengangkat pisang satu tandan di hadapan gadis itu.........
" Saya mau ke jalan depan itu mas.........maaf mas merepotkan........."
Kata gadis itu sambil mengusap keringat nya menggunakan hijab nya..........
Satrio pun membawakan beberapa barang nya hingga sampai di depan tukang becak dan membantu menata bawaan gadis itu di dalam becak.
" Terimakasih banyak ya mas sudah membantu saya......ini mas ada sedikit rezeki buat beli es......."
Kata gadis itu sambil menyerah kan uang sepuluh ribu kepada Satrio..........
" Maaf mbak saya ikhlas membantu...........terimakasih mbak........."
Kata Satrio sambil tersenyum lalu pergi dari hadapan gadis itu........
" Subhanallah............hari gini masih ada ya orang yang seperti itu........."
Kata gadis itu sambil masuk kedalam becak.........
" Satrio memang seperti itu mbak........orang nya ringan tangan suka membantu siapa saja dan tanpa pamrih......memang nya mbak bukan orang sini ya ?? kok saya baru lihat mbak......?? "
Kata tukang becak itu sambil mengayuh becak nya.......
" Saya baru pindah tugas Pak.........dan besok ada acara di kantor jadi saya belanja sedikit banyak..........jadi nama pemuda itu Satrio ya Pak ?? apa dia warga daerah sini Pak ?? "
Kata gadis itu sambil masih terbayang wajah Satrio yang aura nya berbeda dengan kebanyakan laki - laki lain......
Saat itu terjadilah percakapan antara tukang becak dan gadis itu dan sepanjang perjalanan mereka berdua hanya membahas tentang kebaikan nya Satrio selama berada di daerah tersebut hingga tidak terasa sampai juga di tempat yang di tujuh gadis itu, dan ternyata gadis itu adalah petugas kesehatan di puskesmas baru di daerah tersebut dan gadis itu tidak tinggal sendiri namun ada beberapa kawan nya di situ.
" San........bantu in ini bawa masuk berat tau......"
Kata Ani sambil menurun kan barang bawaan nya......
" Iya.......iya sabar ini juga lagi jalan.........."
Kata Santi sambil menghampiri Ani yang memegang pisang satu tandan dan beberapa kardus yang sudah di turun kan dari becak.........
" An........aku tadi sudah pesan beras tapi kok belum sampai juga ya ?? malah kamu yang datang terlebih dahulu......?? "
Kata Sinta kawan Ani yang juga bertugas di situ juga......
" Jangan - jangan nyasar itu orang Sin jadi tidak sampai - sampai itu beras ke mari......."
Kata Ani sambil tersenyum sambil membuka kantong di hadapan nya..........
" Ye..........memang nya kamu pulang kantor saja bisa nyasar......."
Kata Sinta sambil membantu Ani membongkar belanjaan di hadapan nya.........
" Hussssssss...........jangan bongkar aib malu tau kalau sampai kucing denger........."
Kata Ani sambil tertawa dan di ikuti tertawa ke dua kawan nya............
" Assalamualaikum............mbak maaf apa ini rumah ibu Sinta............?? "
Kata Satrio di depan pintu rumah dinas yang di tempati Ani, Sinta dan Santi........
" Wa'allaikumusallam mas.........masuk saja mas Satrio maaf mas bisa minta tolong bawakan beras nya kedalam mas..........."
Kata Ani sambil tersenyum ke arah Satrio yang masih bingung kok bisa tau nama nya........
" Oh.......iya mbak eh.....bu......."
Kata Satrio sambil membawakan dua karung beras masuk ke dalam rumah dinas itu........
Jadi nama gadis cantik ini Bu Sinta dan ternyata dia seorang bidan yang bertugas di puskesmas ini........lalu dari mana dia tau nama ku Satrio kan tadi waktu di pasar kita tidak sempat berkenalan.........????
Gumam Satrio dalam hati sambil berjalan memanggul beras tanpa melihat kanan kiri nya sehingga Satrio pun salah meletak kan beras nya sebab gagal fokus.
" Mas Satrio kebablasan itu bawa nya........masak beras nya mau di bawa masuk ke puskemas ?? memang nya beras nya sakit apa mas......?? "
Kata Ani sambil senyum dan di ikuti kedua kawan nya yang ikut tersenyum melihat Satrio yang gerogi.........
" Aduh.........maaf mbak saya kurang tau saya pikir di letak kan di ujung sana mbak......lalu di letak kan di mana beras nya mbak.......?? "
Tanya Satrio tanpa berani memandang ke arah tiga gadis itu yang sedang tersenyum melihat ulah Satrio......
" Letak kan di dekat pintu sini saja mas......."
Kata Sinta sambil meminggirkan bangku kecil.........
" Mas Satrio.........perkenal kan nama saya Ani dan ini Sinta dan yang memakai hijab biru itu Santi.......senang bisa berkenalan dengan mas Satrio......."
Kata Ani yang mencoba akrab dengan warga sekitar agar warga tidak merasa canggung dengan keberadaan mereka sebagai orang baru.......
Oh jadi yang di pasar tadi itu nama nya mbak Ani bukan mbak Sinta untung aku tidak salah sebut bisa malu aku di buat nya.........tapi jujur aku suka sama mbak Ani orang nya ceria dan tidak sombong.........
Gumam Satrio dalam hati sambil tersenyum ke arah mereka bertiga, sedang kan di pasar ada Bang Iwan yang berencana menjodohkan Weni putri semata wayang nya dengan Satrio, lalu apakah Satrio menerima perjodohan itu ?? lalu apakah Satrio hanya sekedar kagum kepada Ani atau kah Satrio juga ada rasa sayang dan cinta kepada Ani ?? lalu bagaimana kah sebenar nya perasaan Satrio kepada Ika, Weni dan Fatimah ??
Ikuti terus perjalanan Satrio agar kita bisa tau bagaimana perasaan Satrio kepada ke tiga gadis itu dan bagaimana perasaan Satrio kepada Ani, jangan lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar saat author update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏