NovelToon NovelToon
YUKI & KINTA

YUKI & KINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teman lama bertemu kembali / Cintamanis / Idola sekolah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Kolim

"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.

Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"



"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 21

Beberapa minggu setelah ulang tahun Kinta dan Hana, akhir semester semakin dekat. Semua siswa sibuk belajar untuk ujian akhir, termasuk Yuki, Kinta, Hana, dan Rina. Mereka sering belajar bareng di perpustakaan sekolah atau di rumah Yuki, dengan Ayase yang selalu siap membantu dan memberikan camilan hangat.

Pada hari Rabu sore, setelah selesai belajar, mereka duduk di taman sekolah untuk istirahat. Hana menghela nafas panjang. "Aduh, ujian akhir ini bikin aku capek banget! Aku pengen aja libur musim panas segera datang!" ucapnya dengan wajah lesu. Rina mengangguk. "Ya, aku juga merindukan libur panjang tanpa tugas dan ujian."

Kinta melihat mereka dengan senyum. "Tenang aja, cuma beberapa hari lagi ujiannya selesai. Setelah itu kita bisa libur dengan senang hati!" Yuki menambahkan. "Betul! Kita bahkan bisa merencanakan libur musim panas yang seru! Gimana kalau kita pergi kemah ke pegunungan lagi?"

Sebelum ujian akhir dimulai, sekolah mengadakan lomba tari antar kelas untuk merayakan akhir semester. Kelas mereka ikut dengan tari tradisional yang diajarkan oleh Bu Siti. Yuki, Kinta, Hana, dan Rina berlatih dengan giat setiap sore setelah jam pelajaran.

Hana awalnya sulit mengikuti gerakan tari, tapi dia tidak menyerah. "Aku pasti bisa! Kalau tidak bisa, aku akan berlatih sampai bisa!" ucapnya dengan semangat. Yuki dan teman-teman selalu membantu dia berlatih, membuat gerakan lebih sederhana agar dia bisa mengikutinya.

Hari perlombaan tiba, dan semua kelas tampil dengan terbaik. Saat giliran kelas mereka, mereka tampil dengan penuh semangat. Yuki dan Kinta berdiri di depan, tangan saling menggenggam — gerakan mereka selaras dan penuh cinta. Hana dan Rina berdiri di belakang, gerakan mereka lucu tapi penuh semangat.

Setelah semua kelas tampil, panitia mengumumkan pemenangnya. "Kelas yang juara pertama adalah kelas 10 B — kelas Yuki, Kinta, Hana, dan Rina!" teriak ketua panitia. Semua orang bersorak senang. Mereka naik ke atas panggung untuk menerima piala dan hadiah — tiket untuk libur kemah selama 3 hari ke pegunungan!

"Yey! Ini tepat buat libur musim panas kita!" teriak Hana dengan senyum lebar. Semua teman sekelas merayakannya dengan bertepuk tangan dan membungkus mereka dengan pelukan.

Setelah lomba tari selesai, mereka fokus kembali pada ujian akhir. Mereka belajar bareng setiap hari, membantu satu sama lain dengan pelajaran yang sulit. Yuki membantu Rina dengan matematika, Kinta membantu Hana dengan bahasa Inggris, dan mereka semua saling berbagi catatan penting.

Hari ujian tiba, dan mereka menghadapinya dengan percaya diri. Yuki merasa sedikit gugup, tapi Kinta selalu ada di sisinya untuk memberikan semangat. "Kamu pasti bisa, Yuki. Kamu sudah belajar dengan baik," ucap Kinta sambil memegang tangannya Yuki. Yuki tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih, Kinta. Kamu juga ya!"

Setelah beberapa hari ujian selesai, hasil akhirnya diumumkan. Semua dari mereka mendapatkan nilai yang baik — Yuki mendapat nilai A untuk matematika, Kinta mendapat nilai A untuk bahasa Inggris, Hana mendapat nilai B yang lebih baik dari biasanya, dan Rina mendapat nilai A untuk semua pelajaran.

"Aku senang banget! Nilai ku jauh lebih baik dari yang aku harapkan!" teriak Hana dengan senang. Ayase yang datang ke sekolah untuk melihat hasil nilai mereka tersenyum bangga. "Aku bangga banget sama kalian semua! Kamu semua pantas mendapatkan hasil yang baik karena sudah belajar dengan giat!"

Setelah hasil nilai diumumkan, mereka langsung merencanakan libur kemah ke pegunungan. Mereka membuat daftar barang yang harus dibawa — tenda, selimut, makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya. Hana membawa banyak camilan, Kinta membawa alat memasak, Yuki membawa tenda dan selimut, dan Rina membawa kamera untuk mengambil foto.

Bu Siti juga akan ikut sebagai pembimbing, bersama dengan Ayase yang sudah sangat sehat. "Aku akan ikut untuk menjaga kalian semua," ucap Ayase dengan senyum. "Tapi janji ya, kalian harus selalu mengikuti perintah dan tidak melakukan hal yang berbahaya."

Hari sebelum berangkat, mereka kumpul di rumah Yuki untuk mengecek semua barang. Hana sudah tidak sabar. "Besok kita akan melihat pemandangan pegunungan yang indah! Aku sudah tidak sabar!" ucapnya dengan melompat-lompat. Kinta tertawa. "Tenang aja, Hana! Besok kita akan segera berangkat!"

Pagi esok, mereka berkumpul di gerbang sekolah dengan semua barang bawaan. Bus yang akan mengantar mereka sudah menunggu. Mereka naik bus dengan senang hati, dan perjalanan dimulai.

Di jalan, suasana sangat meriah. Hana menyanyi lagu dengan suara keras, bikin semua orang ketawa. Kinta dan Yuki duduk di sebelah jendela, melihat pemandangan yang berubah dari kota padat menjadi desa yang hijau. Rina mengambil foto setiap pemandangan yang menarik.

Saat sampai di kaki gunung, mereka turun dari bus dan melihat pemandangan pegunungan yang menjulang tinggi. Udara segar dan sepoi-sepoi, dengan bau pohon dan bunga liar yang harum. "Wah, ini yang paling indah pemandangan yang pernah aku lihat!" teriak Rina dengan mata yang bersinar.

Mereka mulai mendaki ke lokasi kemah yang sudah disiapkan. Meskipun jalan sedikit terjal, mereka tetap bersemangat. Hana kadang jalan tergesa-gesa dan hampir terjatuh, tapi Kinta selalu cepat menangkapnya. "Hana, hati-hati ya! Jangan terlalu cepat!" ucap Kinta dengan cemas. Hana hanya tersenyum malu. "Maaf ya, aku terlalu senang!"

Setelah sekitar satu jam mendaki, mereka sampai di lokasi kemah — sebuah bukit yang datar dengan pemandangan laut dan pegunungan lainnya di kejauhan. Mereka segera mulai memasang tenda. Yuki dan Kinta bekerja sama memasang tenda besar untuk semua orang, sedangkan Hana dan Rina membersihkan area sekitar kemah.

Setelah tenda siap, Bu Siti mulai memasak makan siang. Mereka makan nasi goreng dengan telur dan sayuran, disantap dengan lahap karena mereka merasa lapar setelah mendaki. Setelah makan, mereka beristirahat sebentar lalu mulai menjelajahi sekitar kemah.

Mereka melihat sungai kecil yang jernih, bermain air bersama-sama. Hana sengaja menyemprotkan air ke Yuki dan Kinta, membuat mereka tertawa dan membalasnya. Rina mengambil banyak foto dari momen seru itu. Ayase duduk di tepi sungai, melihat mereka dengan senyum penuh kebahagiaan.

Malam hari, mereka membuat unggun kecil di tengah kemah. Mereka duduk berkeliling unggun, makan makanan bakar, dan bercerita cerita lucu. Hana menceritakan kelucuannya saat berlatih tari, bikin semua orang ketawa terbahak-bahak.

Kinta dan Yuki duduk berdampingan, tangan saling terjalin. Mereka melihat bintang-bintang yang sangat banyak dan jelas di langit pegunungan. "Bintang di sini jauh lebih banyak dari di kota," ucap Yuki dengan kagum. Kinta mengangguk. "Ya, tapi tidak seindah kamu, sayangku." Yuki memerah dan menyandarkan kepalanya di bahu Kinta.

Bu Siti berdiri dan mengambil gitar yang dia bawa. "Mari kita menyanyi lagu bersama ya!" ucapnya. Semua orang menyanyi lagu-lagu kenangan dengan meriah. Suara mereka bergema di antara pegunungan, membuat malam itu semakin hangat dan menyenangkan.

Setelah menyanyi, mereka mulai berbagi cerita tentang harapan dan impian mereka di masa depan. Hana ingin menjadi juru masak yang terkenal, Kinta ingin menjadi dokter yang membantu orang sakit, Rina ingin menjadi seniman yang hebat, dan Yuki ingin menjadi guru yang menginspirasi murid-muridnya.

"Aku yakin kalian semua akan mencapai impian kalian," ucap Ayase dengan suara lembut. "Yang penting jangan pernah menyerah dan selalu saling mendukung satu sama lain."

Pagi esok, mereka bangun lebih awal untuk menyaksikan matahari terbit dari atas bukit. Mereka berdiri bersama di tepi bukit, melihat langit yang berubah warna dari hitam menjadi ungu, merah, dan oranye. Saat matahari muncul perlahan-lahan dari balik pegunungan, semua orang terdiam kagum.

"Ini yang paling indah pemandangan matahari terbit yang pernah aku lihat!" teriak Yuki dengan suara penuh emosi. Kinta memeluknya dari belakang. "Aku akan selalu mengingat momen ini bersama kamu, Yuki."

Setelah menyaksikan matahari terbit, mereka sarapan dan mulai bersiap untuk turun dari gunung. Mereka membersihkan area kemah dengan bersih, tidak menyisakan sampah apa pun. "Kita harus menjaga alam agar tetap indah untuk orang lain," ucap Rina dengan serius.

Perjalanan turun jauh lebih mudah. Mereka berjalan santai, menikmati pemandangan terakhir di pegunungan. Saat sampai di kaki gunung, mereka naik bus untuk pulang. Di jalan pulang, semua orang merasa lelah tapi senang — mereka telah membuat kenangan indah yang akan selalu mereka ingat.

Saat mereka tiba di rumah masing-masing, mereka langsung istirahat. Yuki tidur seharian penuh, bangun hanya untuk makan malam bersama Ayase. "Kamu sudah capek ya, Yuki?" tanya Ayase dengan perhatian. Yuki mengangguk. "Ya, tapi sangat senang. Itu adalah libur musim panas yang paling seru yang pernah aku alami."

Keesokan pagi, mereka kumpul lagi di taman sekolah untuk berbagi foto dan cerita tentang libur kemah. Hana menunjukkan foto-foto lucunya saat bermain air, Kinta menunjukkan foto pemandangan matahari terbit, Rina menunjukkan album foto yang dia buat, dan Yuki menunjukkan batu kecil yang dia ambil dari pegunungan sebagai kenangan.

"Mari kita janji ya — setiap musim panas kita akan pergi libur bersama!" ucap Hana dengan semangat. Semua orang mengangguk dengan senang. "Ya! Itu janji!" teriak mereka bersama.

Yuki melihat teman-temannya dan pacarnya yang bahagia. Dia tahu bahwa hidupnya akan selalu penuh dengan kebahagiaan selama dia bersama orang-orang yang dia cintai. Dan dia berjanji untuk selalu menjaga persahabatan dan cinta yang mereka miliki — sekarang dan selamanya.

 

1
farel
pertama
farel
pertama 💪
skino
perbaikin alur nya yaa, aku bingung sebenarnya Yuki dan lain lain ada di kota mana/negara, padahal kan sering buat makanan jepang🙏
Alya: maaf kalau ada kesalahan
total 2 replies
farel
absen kakk
Alya: 😁hehe
total 2 replies
skino
cepet banget s 2 nya
N Kin
70/100
Alya: hahaha terimakasih banyak kakkk
total 1 replies
LOSCE
cemangat, aku tunggu sampe ceritanya di kuliah💪
Alya: hehehehe iyaa terimakasih banyak atas dukungan nyaa
total 1 replies
LOSCE
semangat terus kak, jangan lupa mampir
Alya: iyaa terimakasih
total 1 replies
Nimpo Luin
kurang panjang
Alya: terimakasih ulasan nyaaa
total 1 replies
skino
semangatttt
Alya: iyahh
total 1 replies
skino
cerita nya tambah menarik ada yaa🤭🤭
Alya: hehehehe terimakasih kakk.
total 1 replies
Mikey Toman
chapter 2
Alya: 😁😁😁iyahh
total 1 replies
Mikey Toman
/Awkward/
Alya: 😇☝️☝️
total 1 replies
farel
pertamaaa
Alya: terimakasihhh banyakk yaa karenaaa telahh menyukaii novellku iniii
total 1 replies
farel
pertama
Alya: iyaaaa
total 1 replies
farel
pertamaaa
farel
pertamaa
farel
Hana pinter bener bisa dapat nilai 95. . .
farel
mantapp
farel
pertama komenn🤭
Alya: terimakasih kasih udah membaca novel iniii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!