NovelToon NovelToon
5 DUDA SOMPLAK

5 DUDA SOMPLAK

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Cintamanis / Fantasi Urban-Mafia / Tamat
Popularitas:265.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Reyhan, Hasby Nugraha, Dera, Nanda dan Baron. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama, menikah dan berstatus duda bersamaan.

Siapa sangka, di balik keceriaan dan kekonyolan mereka. Tersimpan misteri masa lalu yang rumit.

Siapa menduga, salah satu diantara mereka putra salah satu jutawan. Siapa yang mengira, salah satu diantara mereka putra seorang mafia yang di takuti dan telah membunuh salah satu ibu sahabat kelima duda tersebut.

Akankah persahabatan mereka tetap abadi hingga maut memisahkan? atau misteri masa lalu akan terkuak dan memecah belah persahabatan mereka?

Kunci dari jawaban itu semua terletak pada orang tua masing masing.

Bagaimana kisah selanjutnya yang akan mewarnai perjalanan mereka? asmara, wanita, dan pertengkaran diantara mereka akan menjadi batu sandungan persahabat kelima duda tersebut.

Semua tokoh terinspirasi dari member grup chat. Yuk ikuti kisahnya, jangan lupa vote, like dan komen ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendakian 3

Rini sebagai penunjuk jalan menuju kawan kawannya, ternyata ia lupa arahnya. Akhirnya mereka tersesat semakin memasuki hutan.

"Uwoww!!"

"Uwoww!!"

"Krekkkekkk!!!!

Berbagai macam suara terdengar semakin menakutkan. Cahaya matahari sudah tidak terlihat lagi di balik celah rerimbunan pohon. Jarak pandang mata mulai terbatas karena hari sudah mulai gelap.

"Reyhaaannn!!" Patma berteriak memanggil anaknya.

"Baroon!! Jarwo pun berteriak memanggil putranya. Hanya Wina yang diam saja, ia berkali kali menyalakan rokok untuk mengusir hawa dingin yang semakin menusuk.

"Sebaiknya kita istirahat sebentar, hari sudah malam. Kita tidak bisa melanjutkan pencarian dalam keadaan gelap. Kita harus menyalakan api unggun." Usul Dion dan di setujui yang lain.

"HUWAAAAAAAAA!!!" lagi lagi Patma berteriak saat melihat dua sosok keluar dari balik pohon.

"AAAAAAAA!!!"

"Tyas, Bintang, Rafa??" ucap Patma.

"Momy!!!" teriak Rafa lalu berlari memeluk Wina. "Momy pulang, ayo pulang. Aku takut."

"Tenang sayang, di mana kakakmu Hasby?" tanya Wina.

"Tidak tahu Mom, kami terpisah." Sahut Rafa terisak.

"Tadi kami menunggu di sana, yang lain mencari kayu bakar. Tapi sampai sekarang belum kembali." Tyas menimpali.

"Sebaiknya kita buat api unggun, nanti kita pikirkan lagi cara untuk mencari keberadaan mereka." Usul Jarwo.

"Aku setuju, ayo!" kata Dion.

Kemudian mereka berjalan bersama menuju tempat camping, setelah itu membuat api unggun supaya tidak kedinginan. Patma yang mulai kelaparan, menyantap makanan yang ia bawa begitu juga yang lain.

"Reyhan, lu di mane..Mak khawatir tau..." ucapnya lirih, mulutnya penuh makanan. "Kalau lu ketemu, besok lu gue kawinin sama si Nur."

"Grosakkkk!!"

"Grosakkk!!"

"Pletekkkk!!" suara langkah kaki di seret diantara semak belukar, terdengar suara ranting patah.

"Uwooowww!!"

"Uwoowwwww!!"

"Auuuuuuuuu!!!"

Patma yang berada jauh dari api unggun, berdiri lalu mendekati Wina, Tyas dan yang lain.

"Lu denger suara apa itu?" tanya Patma.

Komeng, Jarwo dan Dion berdiri, lalu menyalakan lampu senter ke arah sumber suara. Terlihat seseorang tengah menggendong seorang perempuan di punggungnya.

"Hasby!!" pekik Wina lalu berlari mendekati Hasby yang mulai kelelahan menggendong Risfa.

"Mom?" sapa Hasby terkejut sekaligus senang karena tidak hanya Wina, tapi ada Jarwo dan yang lain. "Rini, Tyas, Bintang, Rafa? syukurlah kalian sudah di temukan."

"Tante, Om.." sapa Risfa, menatap satu persatu ke arah Wina dan yang lain.

"Reyhan? di mana anak gue si Reyhan!" pekik Patma mulai panik.

"Grusakkkk!!"

Patma dan yang lain menoleh ke arah sumber suara, nampak Dera tengah memapah Baron karena kakinya luka akibat terjatuh ke dalam parit.

"Anak gue!" seru Jarwo berlari ke arah Baron dan Dera. "Lu kenape hah??" tanya Jarwo.

"Biasa Beh, anak laki." Jawab Baron singkat.

"Lu, anak laki tapi nyusahin babe lu!" sungut Jarwo lalu memapah Baron menuju api unggun di ikuti Dera dan yang lain.

"Berarti tinggal anak gue si Nur, Reyhan dan si Nanda." Kata Komeng.

"Lu tenang, mereka pasti di temukan." Timpal Jarwo menenangkan.

Malam semakin larut, udara dingin semakin menusuk ke tulang. Patma dan yang lain mencoba tidur di dalam tenda. Sementara Jarwo, Komeng, Dion dan Dera juga Baron berjaga jaga sepanjang malam hingga pagi menjelang.

Semua rombongan kembali bersiap siap untuk mencari Reyhan, Nur dan Nanda. Mereka tetap bersama dan tidak di izinkan berpencar.

Sementara itu tengah hutan tak jauh dari keberadaan Patma dan yang lain. Di bawah jurang yang tidak terlalu tinggi dan dalam. Terlihat Reyhan bersandar di pohon besar, di sampingnya Nur merebahkan kepalanya di bahu Reyhan, dan sosok Nanda yang di penuhi luka luka terbaring di pangkuan Reyhan.

"REYHAAANNNN!!!

"NANDAAAAAA!!!

"NURRRRR!!"

nur mengerjapkan mata, menajamkan pendengaran.

"Seperti ada yang memanggil." Ucap Nur pelan, lalu melirik ke arah Reyhan dan membangunkannya. "Aa Rey bangun. Sepertinya ada yang mencari kita."

Perlahan Rey membuka mata, lalu memperhatikan sekitar. "Nur, ada yang mencari kita." Kata Reyhan.

"REY!!!"

"NURRR!!"

"NANDAA!!"

"Iya A, dari tadi juga Nur udah dengar." Kata Nur lalu ia berdiri dan berteriak lantang.

"Aku di sini!!!"

Namun tidak ada jawaban, hanya suara gema yang terdengar. Berkali kali Nur dan Reyhan mencoba berteriak, namun tidak ada hasil. Dengan rasa putus asa, akhirnya Nur dan Reyhan mencoba memapah tubuh Nanda yang pingsan akibat luka luka di tubuhnya sewaktu jatuh ke jurang meski tidak terlalu dalam dan tinggi.

"Arah ke selatan, biar mudah." Usul Rey, lalu memilih jalan memutar.

Meski medan yang sulit, batu yang licin dan apabila terinjak mereka bisa jatuh. Semak belukar dan gangguan ular. Namun usaha mereka akhirnya membuahkan hasil sampai di atas jurang.

"REYHAN!!" teriak Patma begitu melihat Reyhan, ia berlari dan memeluknya.

"Anak emak, lu masih hidup..." ucapnya menahan air mata karena putra semata wayangnya selamat.

"Nur, lu kagak ape ape?" tanya Komeng memperhatikan Nur terdapat noda darah di pipi dan kaki juga tangan.

"Kagak apa apa Beh," jawab Nur.

"Nanda terluka parah, kita harus segera pergi dari tempat ini." Usul Dion.

"Kau benar, cepat hubungi pihak keamanan!" perintah Jarwo

Akhirnya, niat mereka untuk meluluhkan hati Dion dengan cara yang tak lazim dan ekstrem. Tidak membuahkan hasil, tapi sebaliknya mendapat celaka. Beruntung mereka masih selamat dan memiliki kisah masing masing saat tersesat.

1
jeonlaila141💐🥀
Mak keknya aku pengen ketawa tapi jangan marahin ya makkkk😭😭😭
jeonlaila141💐🥀
wah wah wah kenapa harus Momy aku yang bayar Reyhan sini kauuu lawan aku duluuu
jeonlaila141💐🥀
ide yang bagus reyyy 😑
jeonlaila141💐🥀
ikuttttt Tanteee, aku bosen nih di rumahh 😭😭
jeonlaila141💐🥀
aduh Mak gak jadiiii aku takut di semprot kalau Gituuu gak jadi 😭😭
jeonlaila141💐🥀
kenapa Mak patmaa,makkk kamu mau gak aku jadi menantu muu👻
Intan Ellis
Luar biasa
@yra
la suee
baru baja udah srek Ama bahasenye
top markotop dah
🐊вαⷦнͣαᷟиͧ gαͨвͧυᷟтͣ
Luar biasa
Mbah dun3
beneran somplak thoorrr ..aouto ngakak
Mbah dun3
emaknye muannteep thoor
Rahmad Fauzi
RT kelakuanya kayak begitu
jeonlaila141💐🥀: terserah author nya lah 🤭
total 2 replies
Rahmad Fauzi
kok emaknya reyhan kasar banget sama si hasby, kan dia bos nya reyhan?
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
abdan syakura
🤣🤣🤣🤣✌️💪
abdan syakura
Poor,Hasby.....
abdan syakura
wahhh....
B...
Msh muda bgt dah men'Duda'??
abdan syakura
Hayuk Thor..
Ikutan nimbrung ma Mas mas Duda
🙏🤺🏃🥰
Ika Nur
aq mau kok jadi bininya si reyhan
Ika Nur
ank perawan lagi dipingit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!