Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 LAYLA DAN SOFIA, AWAL DARI SEBUAH PERJALANAN
Layla terbaring di lantai, tubuhnya yang lemah tidak bisa bergerak lagi. Dia merasa kehabisan tenaga, baik fisik maupun mental. Tangisannya yang keras telah membuatnya kehabisan napas, dan sekarang dia hanya bisa terbaring diam, mencoba untuk mengumpulkan tenaga.
Setelah beberapa saat, Layla perlahan-lahan membuka matanya. Dia memandang sekeliling ruangan, mencoba untuk memahami apa yang telah terjadi. Dia melihat bahwa ruangan itu masih sama, tidak ada yang berubah. Tapi, Layla tahu bahwa dirinya telah berubah. Dia telah melepaskan semua emosi negatif yang telah menumpuk di dalam dirinya, dan sekarang dia merasa sedikit lebih lega.
Layla perlahan-lahan berdiri, mencoba untuk mengumpulkan tenaga. Dia berjalan ke cermin yang ada di ruangan itu, dan memandang dirinya sendiri. Wajahnya masih basah oleh air mata, dan matanya masih merah karena menangis. Tapi, Layla melihat sesuatu yang berbeda pada dirinya sendiri. Dia melihat kekuatan dan tekad yang masih ada di dalam dirinya.
"Apa pun yang terjadi, aku tidak akan menyerah," kata Layla kepada dirinya sendiri. "Aku akan terus berjuang, tidak peduli apa yang terjadi."
Layla mengambil napas dalam-dalam, dan membuang semua keraguan dan ketakutan yang ada di dalam dirinya. Dia siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi, dan dia tidak akan menyerah. Dia akan terus berjuang, tidak peduli apa yang terjadi.
Layla berjalan keluar dari ruangan itu, dengan langkah yang lebih tegap dan percaya diri. Dia tahu bahwa dia masih memiliki banyak hal yang harus dihadapi, tapi dia siap untuk itu. Dia akan terus berjuang, tidak peduli apa yang terjadi.
Saat dia berjalan, Layla memikirkan tentang Sofia dan rencana-rencananya. Dia ingin tahu apa yang sebenarnya Sofia inginkan, dan mengapa dia begitu tertarik dengan dirinya. Layla juga ingin tahu tentang kekuatan yang dimiliki oleh Sofia, dan bagaimana dia bisa menggunakannya untuk kepentingannya sendiri.
Layla tiba di sebuah ruangan yang luas, dengan dinding yang dihiasi oleh lukisan-lukisan yang indah. Di tengah ruangan itu, ada sebuah meja besar yang dikelilingi oleh beberapa orang. Layla melihat Riven di antara mereka, dan dia juga melihat seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan mata yang tajam.
"Ah, Layla," kata wanita itu dengan suara yang lembut. "Selamat datang. Aku sudah menunggu kamu."
Layla memandang wanita itu dengan mata yang tajam. "Siapa kamu?" tanya Layla dengan suara yang tegas.
"Aku adalah Sofia," kata wanita itu dengan senyum. "Dan kamu, Layla, adalah seorang yang sangat istimewa."
Layla memandang Sofia dengan curiga. "Apa yang kamu inginkan dari saya?" tanya Layla dengan suara yang keras.
Sofia tertawa. "Aku ingin banyak hal dari kamu, Layla. Tapi, aku pikir kita harus berbicara lebih lanjut tentang itu nanti. Mari kita duduk dan berbicara dengan lebih santai," kata Sofia dengan senyum.
Layla memandang Sofia dengan mata yang tajam, tapi dia tidak bisa menolak tawaran itu. Dia duduk di kursi yang disediakan, dan Sofia mulai berbicara dengan suara yang lembut. "Layla, kamu memiliki kekuatan yang luar biasa. Kekuatan yang bisa membuat kamu menjadi salah satu orang yang paling kuat di dunia ini."
Layla memandang Sofia dengan curiga. "Apa yang kamu bicarakan?" tanya Layla dengan suara yang keras.
Sofia tersenyum. "Aku akan memberitahu kamu, Layla. Tapi, kamu harus siap untuk mendengarnya."
Layla memandang Sofia dengan mata yang tajam, menunggu dengan sabar apa yang akan dikatakan oleh Sofia. Sofia tersenyum lagi, dan kemudian mulai berbicara dengan suara yang lembut.
"Kamu memiliki darah keturunan yang kuat, Layla. Darah keturunan yang bisa membuat kamu menjadi salah satu orang yang paling kuat di dunia ini. Tapi, kekuatan itu tidak hanya berasal dari darah keturunan saja. Kamu juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan kekuatan itu, dan menggunakannya untuk kebaikan atau kejahatan."
Layla memandang Sofia dengan mata yang lebar, mencoba untuk memahami apa yang dikatakan oleh Sofia. "Apa yang kamu maksud dengan kekuatan itu?" tanya Layla dengan suara yang penasaran.
Sofia tersenyum lagi. "Kekuatan itu adalah kemampuan untuk mengendalikan elemen-elemen alam. Api, air, tanah, dan udara. Kamu memiliki kemampuan untuk mengendalikan semua elemen itu, dan menggunakannya untuk mencapai tujuanmu."
Layla memandang Sofia dengan mata yang terkejut. "Bagaimana mungkin?" tanya Layla dengan suara yang penasaran.
Sofia tersenyum lagi. "Itu adalah rahasia yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Tapi, aku akan memberitahu kamu, Layla. Kamu memiliki potensi yang besar, dan aku ingin membantumu mencapai tujuanmu."
Layla memandang Sofia dengan mata yang penuh pertanyaan. "Apa yang kamu inginkan dari saya?" tanya Layla dengan suara yang keras.
Sofia tersenyum lagi. "Aku ingin membantumu mencapai tujuanmu, Layla. Aku ingin membantumu menjadi orang yang paling kuat di dunia ini. Tapi, kamu harus siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang."
Layla memandang Sofia dengan mata yang tajam, mencoba untuk memahami apa yang dikatakan oleh Sofia. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati, tapi dia juga ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan yang dimiliki oleh dirinya. "Apa yang harus saya lakukan?" tanya Layla dengan suara yang penasaran.
Sofia tersenyum lagi. "Aku akan memberitahu kamu, Layla. Tapi, kamu harus siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Ayo, kita mulai latihanmu."
Sofia tersenyum puas dan mengangguk. "Baiklah, Layla. Mari kita mulai latihanmu. Aku akan memberitahu kamu bagaimana cara mengendalikan kekuatanmu dan menggunakannya untuk mencapai tujuanmu."
Layla mengangguk, siap untuk memulai latihan. Sofia memimpinnya ke sebuah ruangan yang luas dan terbuka, dengan dinding yang tinggi dan langit-langit yang tinggi. Ruangan itu kosong, kecuali untuk beberapa benda yang tersebar di lantai.
"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Layla, memandang Sofia dengan mata yang penasaran.
"Pertama-tama, aku ingin kamu fokus pada kekuatanmu," kata Sofia. "Tutup matamu dan rasakan kekuatanmu mengalir dalam tubuhmu."
Layla mengangguk dan menutup matanya, mencoba untuk fokus pada kekuatanmu. Dia merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya, seperti ada energi yang mengalir melalui darahnya.
"Bagus," kata Sofia. "Sekarang, aku ingin kamu mengendalikan kekuatanmu. Bayangkan sebuah api kecil di depanmu, dan coba untuk mengendalikannya dengan kekuatanmu."
Layla mengangguk, dan mencoba untuk membayangkan api kecil di depannya. Dia merasakan kekuatanmu mengalir dalam tubuhnya, dan tiba-tiba api kecil itu muncul di depannya.
"Bagus sekali!" kata Sofia. "Kamu memiliki bakat alami. Sekarang, coba untuk mengendalikan api itu dan membuatnya lebih besar."
Layla mengangguk, dan mencoba untuk mengendalikan api itu. Dia merasakan kekuatanmu mengalir dalam tubuhnya, dan api itu mulai tumbuh lebih besar.
"Bagus sekali!" kata Sofia lagi. "Kamu memiliki potensi yang besar, Layla. Teruslah berlatih dan kamu akan menjadi sangat kuat."
Layla tersenyum, merasa bangga dengan dirinya sendiri. Dia tahu bahwa dia masih memiliki banyak hal yang harus dipelajari, tapi dia siap untuk menghadapi tantangan itu.