NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SOSOK PEREWANGAN DAN PERTANYAAN DARI KAKEK

Aku dengan rasa mulai takut, memperhatikan sumber suara geraman dan gemericik rantai besi itu. Dan secara jelas, dihadapanku, dari seberang Sendang Putri itu muncul sesosok makhluk dengan tubuh yang dipenuhi bulu hitam. Matanya menyala merah. Dengan gigi-giginya yang tajam disertai dua taring yang panjang sampai ke dadanya.

Sosok itu diikat dengan rantai di kedua tangan dan kakinya. Seolah ada yang membatasi gerak sosok itu.

Dan tiba-tiba sosok makhluk menyeramkan itu berjongkok, menjulurkan lidahnya yang amat panjang. Sosok itu menjilati darah merah pekat kehitaman yang tadi aku muntahkan.

"Slerrrppp slerrrppp slerrrppp clakh clakh clakh clakh..."

Suaranya jelas terdengar saat sosok makhluk itu dengan lahapnya menjilati darahku. Sampai habis tak tersisa. Seolah-olah memang darahku itu menjadi santapannya.

Tak lama kemudian, dalam penglihatanku saat mimpi itu, pohon beringin yang ada di seberang Sendang Putri, berubah perlahan menjadi sebuah pagar dan gerbang yang tertutup. Namun gerbangnya memiliki sinar kuning keemasan yang halus.

Dan tiba-tiba secara perlahan gerbang itu terbuka, keluar sinar keemasan dari dalam gerbang itu. Lalu muncul lagi satu sosok, keluar dari dalam gerbang itu.

Tapi sosok yang satu ini, amat sangat jauh berbeda penampilannya dengan sosok yang pertama. Dia berwujud seorang wanita yang amat sangat cantik. Memakai baju kemben hijau dan rok kain selendang bermotif batik cokelat. Di atas kepalanya ada mahkota yang indah.

Aku tidak pernah melihat sosok wanita secantik itu selama hidupku. Bahkan kalau dibandingkan dengan paras wajahku, sosok itu ratusan kali lipat lebih cantik.

Selanjutnya yang membuatku terkejut adalah apa yang ada di dalam gerbang itu. Aku melihat banyak sekali tumpukan emas batangan. Bersusun-susun, berlapis-lapis, menyala sinar keemasannya.

Sejurus kemudian almarhum kakek bertanya padaku...

"Kae simpenan Mbah, koe gelem ora Nduk?" ("Itu simpanan Mbah, kamu mau gak cucuku?")

Pertanyaan almarhum kakek terasa sangat nyata dan membuatku berpikir dengan batinku. Dalam batinku, sama sekali tak ada keinginan untuk mendapatkan emas-emas yang bertumpuk itu. Secara pandangan mata memang sangat menarik, tapi batinku berkata tidak.

"Mboten Mbah..." ("Gak mau Mbah...")

Jawabku dengan batin yang mantap sambil menggelengkan kepalaku. Dan sejurus kemudian almarhum kakek tersenyum, nampak raut wajah yang bahagia saat mendengar jawaba cucunya ini.

Lantas almarhum kakek berkata, "Koe iki ora ono bedone karo Mbokmu Nduk... Luwih milih urip sing rahayu..." ("Kamu ini gak ada bedanya sama ibumu, cucuku... Lebih memilih hidup yang selamat...")

Lalu almarhum kakek mengangkat tangan kanannya, mengarahkannya ke dua sosok itu dan berkata, "Koe ora bakal melu karo putuku... Balio..." ("Kalian tidak akan ikut dengan cucuku... Pulanglah...")

Lalu seketika itu juga semua penampakan tersebut, makhluk berbulu hitam yang dirantai dan wanita cantik, dan juga penampakan tumpukan emas batangan, menghilang perlahan seperti kabut yang tertiup angin. Dan penampakan di seberang Sendang Putri itu kembali seperti semula, hanya ada sebuah pohon beringin dan semak-semak tipis di bawahnya.

Aku yang masih duduk di atas batu pipih itu, dihampiri oleh almarhum kakek. Dipegang olehnya tangan kananku, kemudian aku diajak berjalan menaiki tebing batu di mana aku turun di awal tadi. Aku ikuti ajakan almarhum kakek dalam mimpi itu.

Dan ketika sampai di mana seharusnya adalah jalan setapak dan hutan, kini berubah menjadi sebuah tanah yang lapang. Tanah tanpa adanya pepohonan satupun. Hanya tanah lapang ditutupi rumput tipis.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!