Aileen Grizelle Azalea atau biasa disapa Aileen ini kabur dari rumahnya karena tak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Saat kabur dari rumah,entah kenapa ia selalu bertemu dengan cowok yang selalu membuat moodnya down.
Hingga pada suatu hari ia tak sengaja bertemu dengan kedua orang tuanya dan orang tua cowok yang akan dijodohkannya dengannya.Dan mereka kaget karena Aileen kabur tapi malah ditemukan berdua dengan cowok yang akan dijodohkannya.
Setelah itu apakah yang akan terjadi?
Yukkk simak ceritanya...
p.s. Jangan terlalu dianggap serius ceritanya. Ini hanya sebuah fiksi. So, enjoy aja! but, cerita ini masih banyak kekurangan. Dan bagi yang gak suka pernikahan dini, gak usah baca daripada baca tapi berkomentar yang gak enak! Okay?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiniAngraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditunda dulu
Budayakan like & vote sebelum baca...
Happy Reading
.
.
.
Di sabtu siang bolong ini Aileen tengah sibuk bertempur di dapur bersama sang mama mertua. Kegiatan itu sudah dilakukan sejak sejam yang lalu. Sesuai ucapan Reva kemarin, ia akan mengajari kembali Aileen membuat kue. Saat ini mereka membuat cup cake. Namun selalu saja buatan Aileen tak memuaskan sedikitpun.
"Coba kamu buat yang rasa vanilla," ucap Reva sembari melap meja dapur yang penuh tepung.
"Tapi, Ma kalau gagal lagi gimana?" Keluh Aileen.
"Jangan gitu dong. Tadi aja udah enak kok. Sekarang kamu coba buat yang rasa vanilla. Vano pasti suka banget. Mama belum bilang sama kamu ya. Kalau suami kamu itu 'kan suka banget kue yang rasa vanilla," ucap Reva.
Aileen meringis dalam hati. Ia benar-benar tak tau apa-apa tentang suaminya. Meskipun sudah agak lama tinggal bersama. Eh tapi apa tadi? Vano suka rasa vanilla ya? Hm bukankah aroma parfum yang sering Aileen pake itu vanilla? Vano suka gak ya?
"Aileen," panggil Reva saat melihat menantunya malah melamun.
"Ahh?! Belum, Ma." Aileen menghela napas sejenak, "Ok. Aileen akan buat lagi. Kali ini harus enak pake banget supaya kak Vano senang."
"Nah gitu dong. Semangat. Hayuk buat lagi."
Akhirnya Aileen kembali membuat cup cake dengan rasa vanilla. Setelah menunggu beberapa saat, kue buatan Aileen pun jadi.
"Wahh dari baunya aja udah enak nih," ucap Reva membuat senyum Aileen merekah.
"Eh Ma, gak dicobain dulu? Siapa tau gak enak lagi," tahan Aileen saat Reva mengambil piring yang berisi cup cake buatannya.
"Gak perlu. Mama jamin enak. Yuk kita bawa keluar. Para pria pasti sudah menunggu."
"Enak.... tapi kalau gak pake banget, gimana?" Cicit Aileen sembari mengambil piring kedua dan membawanya ke ruang keluarga dimana sang suami dan papa mertuanya berada.
Didapatinya Vano yang hanya diam bersandar di sofa. Sedangkan sang papa mertua sudah memakan kue buatan Aileen. Namun saat melihat Aileen, Vano langsung menegakkan duduknya.
Aileen duduk di samping Vano yang kini mengambil cup cake dari piring yang ia letakkan barusan. Bahkan tak sadar Aileen menggigit bibir bawahnya dengan tangan saling meremas saat Vano mulai memakan kue itu.
"Gimana? Enak gak?" Tanya Aileen pelan dengan senyum kaku menanti jawaban sang suami.
"Enak kok," balas Vano melanjutkan makan kue yang kedua.
Aileen mengelus dadanya lega.
"Pake banget gak?" Bisik Aileen.
"Iya. Enak banget. Kue buatan Mama emang selalu enak," balas Vano yang membuat senyum senang Aileen luntur seketika. Aileen yang berusaha tapi yang dipuji malah bukan dirinya. Suami macam apa suaminya ini.
"Itu bukan buatan Mama lho Van. Itu buatan istri kamu," sahut Reva yang melihat wajah cemberut menantu kesayangannya.
"Wahhh. Buatan kamu memang top deh Lin. Kalah nih kue buatan Mama kamu ini," puji Rendra memandang Aileen dan Reva bergantian.
"Beneran kamu yang buat?" Tanya Vano memandang Aileen menyelidik.
Sontak wajah Aileen kembali masam. Apa suami tampannya ini tidak mempercayainya? Kenapa Vano sekarang semenyebalkan ini? Mau Aileen tabok tapi harus jaim. "Kamu gak percaya?"
"Hahahah percaya kok. Kue buatan kamu ini enak pake banget. Jangan cemberut lagi dong," ucap Vano memainkan pipi chubby Aileen dengan tawanya.
Rendra dan Reva saling pandang. Kali ini mereka benar-benar merasa tidak salah telah menikahkan anaknya dengan Aileen meskipun umur mereka masih dini. Vano sekarang terlihat lebih akrab dengan keluarga. Tidak kaku lagi. Dan Aileen lah penyebabnya.
Rendra dan Reva masih asyik dengan kegiatan mereka, yaitu memandang Aileen dan Vano yang sedang romantis-romantisan; saling suap-suapan kue, melap bibir Aileen yang belopotan krim, dsbg.
Melihat keromantisan itu, pertanyaan timbul dibenak Reva.
"Vano, Aileen, kalian sudah melakukannya? Kalian pake pengaman 'kan? Apalagi kalian habis liburan. Bisa jadi kalian honeymoon malah!" Tanya Reva tiba-tiba hingga membuat suasana hening seketika. Untung saja Aileen tidak keselek kue. Coba aja kalau keselek, bisa berabe.
"Vano? Aileen?" Panggil Reva saat tak ada respon dari keduanya.
"Ahh? Itu!.....Mmhh," Aileen tak tau harus mengatakan apa. Apa ia harus mengatakan sejujurnya bahwa saat ini ia masih perawan ting-ting? Malu lah dia. Apalagi di depan papa mertuanya. Coba aja sesama cewe pasti ia akan bangga mengatakan bahwa ia masih virgin.
Dan juga soal liburan. Mereka memang tak melakukan hal apapun. Memang sekadar liburan untuk bersenang-senang. Melepaskan penat.
"Ehm... sepertinya itu cukup kami yang tau aja, Ma," ucap Vano yang membuat Aileen bernapas lega. Dan sepertinya Reva mengerti. Huhhh Selamat.....
"Oohh. Ok," balas Reva saat melihat muka kikuk menantunya.
"Mama tanya kalian supaya kalian tidak kebablasan sampai Aileen hamil. Kita tau 'kan kalau Aileen masih kelas 11, gak mungkin ia sekolah dengan perut bunting. Kecuali kalau Aileen mau homeschooling. Kamu mau homeschooling?" Lanjut Reva menatap menantunya yang dijawab gelengan dengan cepat.
"Iya Ma," balas Vano melanjutkan makan kue.
Aileen memandang Vano di sampingnya dengan pandangan tak percaya. Woahhh suaminya ini sungguh tenang. Aileen saja tidak nyaman dengan pembicaraan ini. Ck ck ckk. Aileen kembali menatap Reva saat mama mertuanya itu kembali bersuara.
"Baguslah kalau begitu. Bukannya Mama gak pengen cepat gendong cucu ya. Mama pengen banget. Tapi Mama mengerti keadaan kalian yang masih sekolah. Jadi ngasih cucunya ditunda dulu ya."
Ughhhh Aileen tak bisa mengekspresikan bagaimana perasaannya saat ini. Mama mertuanya membuatnya tak bisa berkutik. Ouch ia tak nyaman dengan pembicaraan pengaman, hamil, dan cucu. Aileen masih polos.
-TBC-
di hp dulu x ya... 🤗🤗🤗
padahal disini dy yg paling nyebelin