NovelToon NovelToon
Telepati Cinta Sang Mafia

Telepati Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Pulau Terpencil
Popularitas:301
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

di periksa pacar masa kecil

"nak Davin ,mas Raka terimakasih ya sudah mau datang ke sini"

" sama sama prof ,ini suatu kebanggan buat kami"

" ah kalian bisa saja"

" oh iya prof , untuk tim medis yang akan turun ke lapangan nanti ada berapa orang?"

" untuk tim medis ada 4 orang ,untuk relawan ada sekitar 12 orang" jawab profesor Lukas

" maaf siapa saja ya prof?" tanya Davin penasaran

" bapak kepo banget pak"

" maaf prof saya cuma mau tahu , biar nanti keamanan nya bisa di tingkat kan lagi"

" tidak apa apa nak Davin"

" mereka, suster mika , suster Tania , dokter Adam dan dokter Aurora" jawab profesor

" kalau begitu saya yang akan langsung mengawal mereka" ucap Davin cepat

" tapi pak"

" sudah kamu diam aja"

" berangkat nya kapan prof " ?

" lusa berangkat,tapi untuk apa nak Davin langsung mengawal mereka ,memenang nak Davin sedang tidak sibuk?"

" kebetulan nggak prof "

"tapi pak ,lusa itu jadwal bapak meeting dengan manager coffe shop"

" itu bisa saya cancel "

" Astaga "Raka menarik napas

" oh iya , bagaimana luka nak Davin?"

" oh ,udah sembuh ko prof ,luka kecil ini mah"

" bagaimana kalau di periksa sekarang aja sekalian?"

" nah boleh prof ,boleh banget " jawab Raka

" eh ,gak apa apa nanti aja itu mah , gampang"

"tapi pak , kalau luka nya tambah melebar gimana,?"

" Raka saya ini kuat,udah nanti aja prof, kecuali?"

" kecuali apa nak Davin?"

" kecuali kalau di periksa sama dokter Aurora,saya mau "

" yeh ,nawar lagi , dokter Aurora itu kan dokter anak pak"

" saya juga anak" jawab Davin

" bapak tuh Bagus nya udah bisa bikin anak "

" bisa saya"

" waduh ,di tantang ,malah nantangin " ucap Raka

" kamu mau nantangin saya apa lagi?"

" enggak pak"

" sudah , kalau gitu ,saya suruh suster buat panggil dokter Aurora ya"?

" serius prof?" tanya raka

" iya , kalau nak Davin maunya sama dokter Aurora gak apa apa,,dia juga bisa kok "

" Wih,,pucuk di timpa ulat pun tiba " ucap Davin

" ngapain bawa bawa ulat sih pak?"

" itu pribahasa biru"

" jangan panggil saya biru pak"

" maaf apa profesor memanggil saya?" tanya Aurora

" iya dokter Aurora ,ini pak Davin katanya mau di periksa sama dokter Aurora "

" tapi prof ,itu bukan bagian saya"

" awwww" teriak Davin sambil memegang perut nya

" pak , kenapa pak" panik Raka

" perut saya sakit Raka,,apa saya akan melahirkan "

" Astaga pak Davin kan laki laki masa melahirkan ,"ucap Raka

" Mungkin pak Davin mau ke toilet?" tanya Aurora

" bukan ,perut saya sakit seperti nya harus di periksa sekarang"

" dokter Aurora bisa kan ?"tanya profesor Lukas

" iya prof ,bisa, mari pak Davin ikut saya"

" saya permisi ya prof "

" iya nak Davin , semoga lekas membaik ya"

Davin sekarang sedang tiduran di ranjang pasien dengan stetoskop yang ada di leher Aurora

" sebentar saya periksa dulu ,tolong buka sedikit baju nya" ucap Aurora

" maksudnya kamu suruh saya buka baju?"

" iya sedikit saja ,biar saya bisa periksa "

" kalau saya buka semua gimana?"

" pak , bapak itu mau di periksa bukan mau mandi "

" emang nya kalau saya mau mandi ,kamu mau mandiin saya"

peletak !

Aurora menyentil dahi Davin

" awww, penganiayaan " ucap Davin

" makanya otak nya jangan mesum " kesal Aurora

" cepat ,mau di periksa tidak,saya tuh masih banyak kerjaan "

"galak banget jadi dokter, kalau jadi dokter itu jangan galak galak,harus lembut"celoteh Davin

" Karena pasien saya bukan anak anak"

" saya juga bisa jadi anak anak,atau bikin anak juga bisa"

" heh,mulut nya ya " ucap Aurora

" jadi di periksa gak nih , kalau nggak saya mau urus pasien lain"

" ya ,mau lah ,ini baju saya udah kamu buka buka gini ,masa gak jadi tanggung jawab dong " jawab Davin

" enak aja , emang saya ngapain bapak, orang cuma periksa doang "

akhirnya Aurora pun memeriksa Davin dengan penuh drama yang di lakukan Davin untuk mencari perhatiannya

" sudah selesai,perban nya juga udah saya ganti "ucap Aurora

" cepat banget dok periksa nya"

" ini udah lebih dari satu jam loh saya periksa bapak, kebanyakan berdebat nya lagi" kesal Aurora

" ya kan saya kangen sama kamu Ara "

" maaf pak saya harus periksa pasien yang lain ,kasian nanti anak anak nya pada rewel kalau saya kelamaan "

" ya ,saya juga bisa rewel kalau kamu periksa nya cepat gini "

" Astaga " kesal Aurora

" maaf pak ,anak anak sudah nunggu saya "

" maksudnya anak anak kita"ucap Davin

" ini ,saya udah tulis di sini resep obat pereda nyeri dan juga vitamin,"

" saya permisi "

" eh tunggu "

Davin menghalangi Aurora untuk keluar

" saya masih banyak kerjaan pak"

" ngaku dulu ,kamu kenal saya kan?"

" kamu Aurora Zahira kan,pacar masa kecil saya?"

Aurora terdiam dan berkata

" hmmm,,,bukan"

" hei ,kamu jangan bohong ,saya yakin kamu Ara "

" maaf pak saya harus keluar "

" gak boleh"

" pasien saya udah nungguin saya"

" jawab dulu"

" saya bukan pacar masa kecil ataupun pacar masa depan kamu , ngerti gak sih"

Aurora menginjak kaki Davin dan pergi

" awwww,,jerit Davin

" kenapa pak?"

Raka langsung masuk mendengar jeritan bos nya

" gak apa apa,kaki saya cuma terkilir"

" yaudah kita periksa lagi ya"

" dokter Aurora " teriak Raka

" udah ka, saya gak apa apa kok"

" beneran pak?"

" iya ,yok pulang"

" pulang nih pak?"

" nggak, nginep"

" pulang apa nginep pak?"

" terserah kamu "

Davin meninggalkan Raka yang bengong sendiri

" eh pak, tungguin saya dong" kejar Raka

###

Di sebuah perusahaan ilegal , Adi jaya group , seorang pria berpakaian rapih sedang duduk ke arah belakang ,di meja kerjanya ,

Adi jaya group adalah perusahaan ilegal yang bekerja di balik bayang bayang pemerintah.

Mereka sangat terkenal di dunia hitam ,

perusahaan yang bergerak di bidang keamanan ilegal ini sering kali mendapat ancaman dari agen FBI,

" selamat malam bos" ucap seorang pria tinggi berkulit hitam dan memakai jaket kulit itu

" bagaimana mana pengiriman nya?" tanya Narendra pemilik perusahaan

"mereka sudah sampai di tujuan bos"

" good , kalian memang hebat "ucap Adi jaya

" terimakasih bos"

" apa ada kendala?"

" sempat bos, mereka bertemu dengan beberapa bajak laut di sana"

" lalu ?"

" mereka sudah menembak siapapun yang sudah menghalangi jalan"

" kerja bagus, pasti kan bangkai nya tidak tercium oleh pihak yang berwajib"

" siap bos, semuanya aman"

" bagus ,lalu bagaimana transaksi nya?"

" aman bos"

" good"

Narendra memutar bangku kebesaran nya dan berdiri menghampiri pria yang bernama Thomas itu

" saya sangat mengandalkan kan kamu "ucap nya sambil menepuk bahu Thomas

" tentu bos,bos bisa sangat mengandalkan saya"

" baiklah , lakukan apa yang harus kamu lakukan sekarang "

" siap bos ,saya permisi "

Narendra pun mengangguk

" Davin ,kamu kira kamu bisa lepas dari papa,papa akan selalu mengawasi gerak gerik kamu" monolog nya

" ada kabar apa?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!