NovelToon NovelToon
Angkasa

Angkasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:92.2k
Nilai: 5
Nama Author: patrickgansuwu

Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.

Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.

Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.

Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.

Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.

Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diusir

...HELO GUYS!...

...WELCOME BACK TO MY STORY!...

..."ANGKASA"...

...\=\=\=...

Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏

...×××...

#ANGKASA EPS. 28

...•...

...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...

...❤️❤️❤️❤️...

Revi yang kebingungan akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Radian di luar rumahnya, hal itu ia lakukan semata-mata agar Radian bisa segera pergi dari sana dan tidak mengganggunya lagi.

Revi tanpa sengaja bertemu dengan Munaroh saat turun dari tangga, ya sepertinya Munaroh memang hendak menyusul Revi ke kamar dan mengajak gadis manis itu makan bersamanya. Namun, berhubung mereka sudah disana maka Munaroh pun tak perlu bersusah payah naik ke atas tangga.

"Eh non Revi, pas banget ternyata udah keluar. Anu non, masakannya udah beres. Kalau non mau makan, hayuk saya temenin!" ucap Munaroh.

"Eee iya bik, tapi sebentar ya aku ada urusan! Bibik tunggu aja di meja makan atau mau makan duluan juga gapapa kok!" ucap Revi.

"Ohh, yaudah biar bibik tunggu aja sama non Revi datang ke meja makan." ucap Munaroh.

"Yaudah bik, kalo gitu aku mau ke depan dulu ya sebentar? Nanti pasti aku balik lagi kok, gak mungkin aku gak cobain masakannya bibik! Apalagi sekarang aku lagi laper banget, pasti tambah enak deh rasa makanannya!" ucap Revi tersenyum.

"Iya non, bibik percaya kok!" ucap Munaroh.

Setelahnya, Revi pun lanjut berjalan keluar meninggalkan Munaroh yang masih berdiri di dekat memandangi nona nya itu.

Langkah Revi terhenti di depan pintu, saat ia melihat Radian masih berada disana menunggunya. Revi tampak ragu untuk menemui Radian, karena sejujurnya ia amat sangat membenci pria tersebut. Namun, hatinya saat ini mengisyaratkan padanya untuk tetap menemui Radian walau ia tidak mau melakukan itu.

Akhirnya Revi mengambil langkah maju sembari menghela nafasnya untuk menguatkan diri, Revi memang harus bisa menahan emosi dalam dirinya agar sesuatu yang buruk tidak terjadi nanti.

"Pak, tolong buka pagarnya ya!" ucap Revi meminta Raswan selaku satpam di rumahnya untuk membuka kunci pagar, tentu agar ia bisa leluasa berbicara dengan Radian di depan sana.

"Siap, non!" ucap Raswan yang langsung berlari menuju pagar dan membuka gemboknya.

Radian yang mendengar suara Revi, langsung menoleh dan kemudian tersenyum saat melihat sosok Revi muncul disana. Radian amat senang karena ternyata Revi masih mau menemuinya, walau ia agak pesimis tadi kalau Revi akan keluar.

"Rev..." ucap Radian turun dari motor kemudian menyapa gadis itu sambil tersenyum.

"Ada apa, kak?" tanya Revi dingin.

"Lu masih marah sama gue?" ucap Radian bertanya sembari melangkah maju mendekati gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Revi.

"Hah? Enggak kok, buat apa aku marah? Toh semuanya juga udah berlalu," ucap Revi menjawab dengan dingin dan santai.

"Syukur deh, tapi kenapa sikap lu ke gue itu jutek banget? Beda kayak sikap lu ke Oni atau yang lainnya di kampus, ada masalah apa lu sama gue?" ucap Radian masih penasaran.

"Beda gimana? Perasaan sama aja," ucap Revi.

"Jelas beda lah! Lu gak kayak dulu lagi, sekarang lu lebih cuek dan jutek ke gue! Kalau emang lu masih marah dan belum bisa lupain kesalahan gue itu, yaudah gue minta maaf sekali lagi sama lu! Kalau itu juga belum cukup, kasih tau aja sama gue apa yang lu mau supaya lu gak jutek lagi ke gue!" ujar Radian.

"Hah? Aku gak butuh apa-apa, lagian aku ngerasa gak jutek tuh sama kamu." ucap Revi santai.

"Gak jutek gimana? Udah jelas kok, lu beda banget kalo lagi ngobrol atau ketemu sama gue! Udah bilang aja ada masalah apa lu sama gue!" ujar Radian kesal.

"Haish, gak penting! Dah ah aku mau balik lagi ke dalam!" ucap Revi.

Revi pun berbalik badan lalu hendak masuk ke dalam rumahnya lagi, namun Radian dengan cepat menahan tangan Revi agar tidak pergi dari sana.

"Tunggu!" ucap Radian.

Revi akhirnya terpaksa menoleh kembali ke hadapan Radian karena tangannya dicengkeram erat oleh pria tersebut, ia pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam dan kembali berbicara disana.

"Apa lagi sih?" tanya Revi kesal.

"Gue gak akan biarin lu pergi, sebelum lu jawab ada masalah apa lu sama gue!" ucap Radian tegas.

"Oke, aku jawab!" ucap Revi.

Radian tersenyum mendengarnya, ia pun melepas tangan Revi dan menanti jawaban dari Revi sembari menatap wajah gadis tersebut.

"Aku emang masih kesal dan belum bisa lupain kejadian malam itu, gimanapun juga sikap kamu waktu itu bener-bener bikin aku kapok dan gak mau dekat lagi sama kamu!" ucap Revi.

"Nah kan, kalo gitu lu mau gue ngapain lagi buat lu? Supaya lu bisa bener-bener maafin gue dan gak jutek lagi sama gue!" ujar Radian.

"Simpel aja. Aku cuma mau kamu jauhin aku dan jangan deketin aku lagi! Dengan begitu, aku mungkin bisa lupain semuanya dan bener-bener maafin kamu. Gimana, apa kamu bisa ngelakuin itu buat aku?" ucap Revi meminta Radian menjauhinya.

"Hah? Kenapa lu minta gue buat jauhin lu? Apa aja bakal gue lakuin, asal lu jangan minta gue jauhin lu! Karena itu gak mungkin bisa gue lakuin! Gue ini paling suka saat deket sama lu, biarpun lu udah bikin malu gue di pentas seni waktu itu." ucap Radian.

"Kok kak Radian jadi bahas pentas seni itu sih? Maksudnya kamu tuh mau bilang kalau kamu aja bisa lupain kejadian itu, masa aku enggak gitu? Denger ya kak, kejadian malam pentas seni yang bikin kamu malu dengan kejadian di pesta topeng yang bikin aku malu dan digunjing itu beda banget! Kamu kan tembak aku malam itu, yang namanya perasaan gak bisa dipaksa kak!" ucap Revi.

"Iya gue tua, gue cuma—"

"Ah udah! Aku gak mau lagi bicara sama kamu! Sekarang pergi dari sini atau aku akan minta satpam buat usir kamu!" potong Revi mengusir Radian.

"Ta-tapi, gue masih—"

"Aku gak mau denger apapun dari mulut kamu lagi! Cepetan pergi dan jangan pernah datang lagi kesini!" Revi kembali memotong ucapan Radian dan bahkan kali ini ia semakin terlihat emosi.

"Oke, gue bakal pergi." ucap Radian pasrah.

"Yaudah sana!" ucap Revi.

Radian pun terpaksa pergi dari sana meninggalkan Revi karena tak mungkin baginya memaksa gadis tersebut untuk tetap berbicara dengannya. Radian langsung bergegas menuju motornya dan melaju kencang dengan perasaan sedih.

Sementara Revi masih berdiri disana menunduk, hatinya terluka dan menangis karena berada dalam dilema. Revi memang membenci Radian, namun entah mengapa saat dekat dengan pria tersebut ia merasakan sesuatu yang beda.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
𝕭𝖑𝖈𝖐𝖂𝖍𝖙𝕮𝖆𝖙࿐
pang nanya
𝕭𝖑𝖈𝖐𝖂𝖍𝖙𝕮𝖆𝖙࿐
misi
𝕭𝖑𝖈𝖐𝖂𝖍𝖙𝕮𝖆𝖙࿐
tok³
𝕭𝖑𝖈𝖐𝖂𝖍𝖙𝕮𝖆𝖙࿐
oooooooo
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
sukses 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
🍫​​ꨄ​᭄⃟™αℓмєтα⦅🏚€ᵐᵃᵏ⦆ ༆ᶠ²ᶜ🌠
next... semangat
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Santai Dyah
lnjut thor
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Santai Dyah
lnjut thor
Taehyung
nyimak
Yukity
lanjut👍🏻😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!