kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Pak Kades akhirnya sampai di rumahnya, di sana sudah ada sebagian warga yang menunggu dan ada juga yang sudah pulang karena ketakutan.
Pak Kades tampak ngos ngosan karena berlari sambil menggendong Ki Ambar yang pingsan. untung saja Ki Ambar orangnya kurus.
setelah di beri minum oleh para warga, Pak Kades kini sudah tidak ngos ngosan lagi.
" kenapa kalian tadi lari gak bilang bilang ! taunya udah pada hilang semua " ucap Pak Kades
" kami sebenarnya udah teriak Pak Kades, tapi suara kami gak keluar dari mulut kami. karena pocongnya seram banget Pak Kades " kata salah satu warga
" untung aja aku gak punya penyakit jantung, kalau gak uda ko'it aku " ucap Pak Kades
Pak Kades lalu menyuruh yang lain untuk membangunkan Ki Ambar yang pingsan. Ki Ambar akhirnya sadar karena sudah di kasih balsem ke hidungnya agar Ki Ambar bangun.
" aaaaa !! pocong ,,,pocong,,tolong tolong ! " Ki Ambar yang tersadar malah teriak teriak gak karuan karena saking takutnya Ki Ambar.
" tenang Ki tenang,, udah aman gak ada lagi pocongnya " sambil menenangkan Ki Ambar.
" huuu,,huuu,,hhufft serem amat itu pocong sampai kaget aku " ucap Ki Ambar sambil mengatur nafasnya
" Ki ambar kan udah sering liat yang begituan, kenapa bisa pingsan Ki " kata Pak Kades heran
" tapi ini pocongnya beda, serem banget ! sampai sekarang masih terbayang dengan wujudnya, iiihhh " sambil merinding Ki Ambar
" jadi gimana ini Ki untuk selanjutnya ? apa yang harus kami lakukan lagi biar bisa terbebas dari pocong itu " kata Pak Kades
" gak,,,aku gak mau ikut ikutan lagi, kapok aku ! serem banget pocongnya kalian cari aja lagi orang pintar yang lain, aku gak sanggup " ucap Ki Ambar yang gak sanggup lagi
" jangan gitu dong Ki, masa nyerah gitu aja kan masih ada cara lain lagi " kata Pak Kades
" udah aku mau pulang dulu, gak mau lagi ketemu sama tuh pocong. kalian cari aja yang lain, aku permisi dulu " ucap Ki Ambar yang langsung meninggalkan Pak Kades dan para warga
" jadi gimana ini pak kades, sekelas orang pintar gitu aja udah gak kuat, apa lagi kita kita ini yang orang bodoh " ucap warga
" kalian tenang semuanya nanti kita pikirkan lagi untuk cari solusinya, untuk sekarang kita bubar dulu besok kita kumpul lagi " saran Pak Kades
para warga akhirnya bubar karena malam ini mereka gagal untuk mengusir pocong tersebut.
di lapangan, pocong masih berdiri karena bingung dengan tingkah warga yang berlarian.
pocong itu kemudian melompat lompat menuju ke perkebunan yang sepi dan duduk di gubuk yang ada di ladang.
" harus gimana ini, mau minta tolong aja susah sekali " gumam Pocong
pocong tersebut memikirkan kemana lagi dia mencari bantuan untuk membantunya. karena tidak ada orang yang berani membantunya.
" hihi,,hihi,hii " terdengar suara kecikikan
" kasian amat kamu cong, lagi galau ya hihihihi " ucap Kuntilanak
ternyata ada kuntilanak di ladang tersebut sambil tertawa melihat pocong duduk sendirian.
" jangan mulai lagi deh kunti, kamu ini gak susah gak senang tetap aja ketawa terus " kata Pocong
" hihihihi,,,,habis mau gimana lagi mending ketawa aja " ucap Kuntilanak santai
" kasih saran apa kek untuk bisa bantu aku, karena manusia disini kalau di minta bantu pada lari semua " kata Pocong dan meminta saran
" kamu aja yang blo'on gak lihat apa kamu itu siapa ! ya lari semua dong manusia yang liat kamu. kalau ganteng mah gak masalah, ini gak jelas gitu mukanya hihihihi " ucap Kuntilanak
bukannya di kasih saran si kunti malah meledek pocong yang lagi kesusahan.
melihat pocong yang diam dan gak menggubris kunti ngomong dia jadi gak tega dan memberi saran.
" aku sih tau siapa yang bisa tolong kamu cong " ucap Kuntilanak
" serius kamu kunti, siapa yang bisa tolong aku " tanya pocong dengan semangat
" dulu aku pernah menakuti anak kecil tapi anak itu malah gak takut malah senang, sepertinya anak itu yang bisa tolong kamu " ucap Kuntilanak
dulu kunti itu pernah menakuti Azam yang terbang sambil menakuti azam yang lagi di bonceng sama ibunya.
ternyata yang mengikuti Azam dan ibunya itu adalah kuntilanak ini.
" terus dimana anak itu kunti, kasih tau dong biar aku kesana sekarang " kata Pocong
" hihihi gak sabaran banget sih, dia tinggal dirumah pojokan yang ada pagar warna hitam, di situ dia tinggal " ucap Kuntilanak
" terimakasih ya kunti udah kasih tau solusi buat aku,,,sini cium dulu " kata Pocong senang
" iihh najis ! enak aja mau cium cium, kamu gak layak ya,,,muka hancur gitu mau cium aku hihihihi " jawab kunti yang menjauh
pocong itu lalu bergegas melompat untuk menuju ke rumah Azam dan meminta bantuan.
di rumah masih ada Pak Fathir dan keluarganya. mereka awalnya bercerita tentang teror tersebut kini malah nonton bareng.
pada saat sedang menonton malah terdengar suara gedoran pintu yang lumayan terdengar keras.
sontak mereka jadi kaget, siapa yang gedor pintu dengan begitu kuat.
" Yah itu keknya pocong deh Yah, agak lain ketuk pintunya " ucap Wati
" jangan begitu, kita lihat dulu mana tau ada yang bertamu " kata Fathir
" keknya gak mungkin deh mas, masa mau bertamu jam segini. apa lagi warga disini kan gak ada yang berani keluar " timpal Rahma
Pak Fathir berpikir iya juga karena kampungnya sekarang gak ada lagi yang berani keluar malam malam.
" yah jangan di buka , bener apa kata rahma, itu keknya pocong yah " ucap Wati
" iya bu, kita diam aja disini jangan di bukain " kata Fathir
Azam hanya santai menonton, Kanendra lalu muncul dan memberitahu Azam. " zam kamu buka pintu dan kamu tolong bantu pocong di depan, karena dia butuh bantuan kamu "
Azam berdiri lalu pergi menuju pintu. orang tuanya dan Rahma sontak kaget lihat Azam yang menuju pintu depan rumah.
Azam kemudian membuka pintu tersebut sebelum orang tuanya sempat melarangnya.
ceklek,,,,
pintu terbuka dan berdiri sosok pocong yang menyeramkan. orang tuanya dan Rahma langsung ketakutan dan histeris melihat wujud pocong tersebut.
" tolong bantu aku dek, aku ingin minta bantuan sama kamu " ucap pocong
" bang pocong mau minta tolong apa ? " tanya Azam santai tanpa ada rasa takut
mendengar percakapan Azam dan pocong itu
Pak Fathir, Ibu wati dan Rahma memberanikan diri untuk melihat pocong tersebut.
mereka memaksakan diri untuk melihat pocong tersebut walaupun ketakutan.
" azam kamu kesini nak jangan dekat dekat sama pocong itu " ucap ibu wati kepada Azam karena khawatir
" gak apa apa bu, bang pocongnya gak jahat. dia mau minta bantuan Azam " kata Azam
Ibu Wati mendengar Azam ngomong seperti itu tetap saja khawatir. sang suami menahan Ibu Wati agar membiarkan saja Azam untuk menolong pocong tersebut.
" maaf ya ibu bapak dan juga mbak, sebenarnya saya gak mau ganggu warga sini karna saya mau minta tolong tapi gak ada orang yang mau menolong " ucap Pocong sembari tersenyum sopan
mereka seketika melongo melihat pocong tersebut yang terlihat sangat ramah. ya walaupun ramah tetap aja wujudnya begitu menyeramkan.