Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh
Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.
Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.
Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.
Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.
"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"
"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
"THARA...!!"
Untuk pertama kalinya, Ayaz meninggikan suaranya pada Thara. Namun Thara tetap pada posisinya. Menatapnya datar tanpa ekspresi. Sebab hatinya sudah remuk. Dan akan lebih remuk lagi jika melihat keluarganya hancur karena ulahnya.
"Ini keputusanku, Mas."
"Bodoh! Apa kamu sadar dengan apa yang baru saja kamu katakan?! Kamu pikir mudah menjalaninya... " Ayaz nyaris mengerang dengan sikap istrinya yang keras kepala.
"Thara akan mencobanya, Mas."
Ayaz membuang kasar nafasnya. Dia benar-benar gusar dan frustasi. Matanya kini beralih menatap Mama Gina yang juga terkejut dengan keputusan Thara.
"Semua orang memiliki kapasitas masing-masing juga mempunyai kelebihan serta kekurangan bawaan sejak lahir. Ada yang bisa melakukan A, ada juga yang tidak bisa melakukan B. Ada yang bagus dalam masalah D, ada pula yang tak mengerti di bidang E.
Maka tak sepatutnya bagi mertua memaksa menantu sesuai keinginannya. Harus begini begitu. harus memiliki ini dan itu dan sebagainya. Perilaku seperti itu akan sangat menyiksa menantu dan merupakan dosa."
Ayaz segera pergi dengan perasaan kesal. Bahkan membanting pintu dengan kasar. Thara pun beranjak dari sana dengan lesu. Entah dia harus bagaimana lagi. Thara hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Dia yakin semuanya pasti akan baik-baik saja.
****
Papi...
Dari sekian banyak ucapan yang Thara dengar dan dari film serta cerita dibuku yang pernah Thara baca. Anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik ayahnya. Serta membiarkan air mata putrinya jatuh membasahi bahu ayahnya.
Tapi...
Kenapa bahumu terlalu jauh untuk aku bersandar. Papi, Thara nggak tau apa yang Thara lakuin ini sudah benar. Tapi yang jelas, Thara cuma ingin Mas Ayaz dan Mama bahagia. Jika itu sebuah kesalahan, maka kali ini Thara nggak bakal menyesali kesalahan yang Thara buat. Asal mereka bahagia.
Thara menyeka air matanya. Mengusap nisan Ayahnya dan memeluknya seolah dia sedang memeluk ayahnya. Di sebelah makam ayahnya juga terdapat makam ibunya. Thara merebahkan dirinya di tengah-tengah makam itu seakan dia sedang berbaring bersama kedua orang tuanya. Air matanya tak henti luruh, namun dia merasa nyaman disana. Dia merasa orangtuanya sedang bersamanya saat ini. Untuk menguatkannya.
"Sudah kuduga kamu akan menderita, Thara... "
Thara terkesikap. Dan langsung bangkit. Dia terkejut mendapati Viky juga berada disana.
"Ngapain kamu disini?" Thara menatapnya waspada. Dia sudah cukup trauma dengan sikap pria ini yang terkahir kali membuatnya dan Ayaz bertengkar.
"Makam Mamiku juga ada disini." Viky menunjuk sebuah makan yang berada jauh dari mereka.
"Aku lupa."
"Tinggalkan apapun yang membuat lo sakit! itu lebih baik dari pada bertahan sama aja nyiksa diri."
Thara sedikit terkekeh mendengarnya. "Sudah kulakukan. Aku ninggalin kamu dan memilih pria yang jauh lebih baik."
Kali ini Viky tersenyum tipis. Ucapan yang tadinya dia tujukan untuk Ayaz malah berbalik mengenai dirinya. Dia sadar akan hal itu.
"Gue sadar sama yang gue lakuin dulu. Tapi asal lo tau, biar mau gimanapun sikap gue, gue tetap sayang sama lo!"
"Sayang? dengan cara ninggalin aku sendirian disaat terpuruk, apa itu yang kamu bilang dengan sebutan sayang? Kamu bahkan kerap kali mukulin aku. Kalo emang sayang, kamu gak bakal setega itu Vik. Dan lagi... Karena ulah kamu yang bajingan itu! Aku harus ngejalanin hari yang sulit. Aku dapet masalah besar yang buat aku jadi kayak gini. Aku benci pernah kenal sama kamu. Kamu adalah kenangan buruk yang pernah aku miliki." Thara menumpahkan semua kekesalannya. Lalu pergi meninggalkan pria itu seorang diri. Dengan perasaan bersalah untuk pertama kalinya.
Dengan kejadian ini. Viky baru sadar bahwa dia sangat menyayangi wanita itu. Hingga rasa sesal tiba-tiba datang menghampirinya.
"Maaf... "
****
Malam sudah semakin larut. Namun Thara tidak mendapati tanda-tanda kehadiran suaminya. Entah dimana pria itu saat ini. Thara benar-benar khawatir. Thara menunggunya dengan sabar. Bahkan saat matanya sudah meronta ingin terpejam. Thara tetap Memaksakan diri untuk tetap terjaga dan menunggu suaminya pulang.
Suara mesin mobil sudah mulai terdengar. Thara yakin itu adalah suaminya.
Suara langkah kaki sudah hampir mendekatinya. Thara menyambutnya dengan senyuman manisnya. Seolah semua masalah diantara mereka sudah selesai. Dan rasa sakit yang dia rasakan tak terlihat lagi. Hal itu membuat Ayaz yang menatapnya semakin terenyuh.
"Dari mana aja?"
"Ada urusan penting." Ayaz menyahuti sembari berjalan melewatinya begitu saja. Terlihat jelas pria itu masih kesal padanya.
"Mau Thara siapin makan?"
"Udah kenyang."
"Kenyang?"
"Ya. Kenyang makan ati!"
"Ya Allah, Mas... " Thara memeluknya dari belakang. Menempelkan pipinya dipunggung pria itu.
"Mas nggak habis pikir sama kamu. Kamu bilang cinta, sayang. Tapi nyatanya kamu nyuruh suamimu ini menikah lagi. Mungkin sebagian pria akan merasa senang punya dua istri. Tapi asal kamu tahu, Thara. Mas nggak ada sedikitpun merasa senang. Apalagi bahagia. Justru sebaliknya, kamu menambah beban dan tanggung jawab yang semakin besar."
"Justru karena besarnya rasa cinta yang Thara miliki, Thara ikhlas membiarkanmu menikahi Fatma. Kamu sudah menyembuhkan traumaku. Dan merasa nggak semua pria itu nyakitin. Jadi apa salahnya Thara juga menjanjikan kebahagiaan untukmu dan memperlakukanmu layaknya raja, Mas..."
"Dan kamu pikir Mas mu ini bahagia? Apa mau kamu sebenarnya Thara? Kalau memang anak yang menjadi masalahnya, kita bisa adopsi dipanti asuhan. Ada banyak anak disana yang membutuhkan kasih sayang orang tua. Jangan suka mempersulit keadaan dengan menyakiti diri sendiri."
"Enggak Mas. Mama ingin anak dari kamu sendiri. Cucu keturunannya sendiri. Bukan orang lain. Thara nggak pengen apa-apa kok!
Thara cuma sedang berusaha untuk menjadi makmum terbaikmu. Thara cuma ingin menjadi bidadari dunia dan akhirat buat kamu, Mas. Thara ngelakuin ini juga demi rumah tangga kita. Insya Allah Thara ikhlas."
Ayaz membalikan tubuhnya. Menangkup kedua pipi istrinya dan mengusapnya lembut. Tatapannya berubah teduh.
"Ikhlas? Mas nggak percaya dengan ikhlasnya seorang perempuan saat melihat suaminya sendiri bersama wanita lain. Jangan terlalu naif, Thara.
Dengar Thara...
Kamu tidak perlu ngelakuin semua itu. Kamu tidak perlu menjadi wanita super yang sok kuat. Tidak perlu menjadi istri dan ibu rumah tangga yang hebat dan sempurna. Karena saat ajal kamu tiba, hanya sedikit orang yang mencoba mengingatmu ngelakuin semua itu.
Jadi bersikaplah sesuai kapasitasmu. Jika lelah, maka istirahatlah. Makan apapun yang kamu inginkan selagi itu halal. Lakukan apapun yang membuat hatimu merasa senang untuk dirimu sendiri. Jangan pikirkan omongan orang lain, karena kita sebagai manusia nggak akan pernah selalu baik dihadapan manusia. Apa pentingnya penilaian manusia?
Anak-anak akan tumbuh dan pergi seiring berjalannya waktu. Rumah akan kotor kembali dan masalah akan tetap datang silih berganti. Tapi kesehatan mentalmu juga harus tetap kau pikirkan. Jangan harap akan ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya... "
****
TBC
Denger itu kata Ayaz, Mak! dia bukan cuma ngomongin Thara aja. Tapi juga seluruh emak-emak dimuka bumi ini. Jangan lupa bahagia ya, jaga kesehatan mentalnya.
Ayo tekan like
thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua
atas lelaki sejati,
fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu
inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya
tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu