Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ke Bali
dua minggu berlalu,Tiwi masih sering merasa kan mual,tapi sebisa mungkin dia tahan,dia takut orang curiga pada nya,tapi bagaimana pun lambat laun Tiwi tau ini pasti akan terbongkar hanya menunggu waktu,perutnya pasti akan semakin membesar nanti..
setiap pagi Tiwi tak pernah ikut sarapan,Tiwi merasakan mual jika mencium aroma bawang,dan nasi yang masih panas...
Tiwi hanya beralaskan pada Raihan kalau dirinya saat ini sedang menjalani terapi agar nanti bisa hamil..
Raihan yang tak mengerti apa-apa hanya menurut saja, sedangkan nyonya Fatyah mulai curiga kalau Raihan dan Tiwi sudah menjalankan ritual pengantin Baru..begitu juga dengan Bara,dia melihat Raihan semakin bersemangat Sekarang dan Tak mau lagi meninggalkan Tiwi..
" Han,minggu ini kamu harus ke Bali menyelesaikan proyek yang di berikan perusahaan angkasa,papa tidak bisa berangkat han,tolong kamu gantikan" ucap Pak Harun
" kenapa mesti aku pa,cari yang lain saja" tolak Raihan
" tidak ada yang lain han,,kalau papa tidak ada urusan pasti papa yang berangkat dengan mama,papa harus menghadiri acara lelang tender di Surabaya" jelas Pak Harun
" aku ajak Tiwi bisa pa?" tanya Raihan bersemangat
" tumben kamu mau mengajak Tiwi,biasanya kamu paling anti mengajak istrimu keluar kota apa lagi urusan Bisnis"
" kami belum sempat bulan madu pa, hitung-hitung bisa jadi bulan madu kami" jawab Raihan santai,dia ingin Tiwi berlibur selama menikah mereka belum pernah liburan meskipun Raihan belum bisa menyenangkan Tiwi dalam urusan sex,setidak nya menyenangkan Tiwi dengan pemandangan indah Bali
" huks ..huks..."
Bara terbatuk mendengar ucapan Raihan
" mas...minum..." Raina menyodorkan satu gelas Air putih pada Bara dan di minum Bara hingga tandas
" pelan-pelan mas,,,kenapa harus buru-buru" ucap Raina
" bagaimana pa?" tanya Raihan lagi
" silahkan itu terserah pada mu" jawab Pak Harun membuat Raihan tersenyum puas
Bara memutar matanya jengah melihat Raihan tersenyum senang,Bara harus mencari cara untuk membatalkan keinginan Raihan untuk membawa Tiwi
***
Siang ini Nyonya Fatyah naik kelantai atas dia ingin mengecek aktifitas Tiwi,sudah beberapa hari ini Tiwi enggan keluar kamar,apa setelah terapi kemarin Raihan bisa langsung sembuh pikirnya
" wi....Tiwi... boleh mama masuk" ucap nya dari luar
" ya ma...masuk saja" sahut Tiwi
Mama Raihan masuk dan melihat kamar anak nya ini sedikit berantakan,,dia tersenyum
" maaf mama menganggu aktivitas mu,apa kamu sangat lelah?" tanya nyonya Fatyah
" iya ma,, sedikit lelah..." jawab Tiwi singkat
" maaf.. lanjutkan saja tidur nya, nanti bibi akan membawakan makanan mu keatas,kamu menginginkan sesuatu?" tanya Nyonya Fatyah lagi
" teh hangat ma,aku tidak bertenaga" ungkap Tiwi
" baiklah...jangan terlalu bersemangat sayang, Santai saja" ucap nyonya Fatyah menggoda
Tiwi yang memang sedang tak bertenaga hanya menanggapi dengan senyuman kecil di sudut bibirnya
" semoga saja aku cepat mendapatkan cucu" gumam Nyonya Fatyah tersenyum keluar dari kamar Tiwi
" bik, siapkan makanan untuk Tiwi dan teh hangat,," perintah nyonya Fatyah pada bik sari
****
Bara dari tadi mondar-mandir,dia tak bisa berpikir jernih dalam bekerja,otak nya hanya terfokus pada Tiwi,dia takut Tiwi mengikuti Raihan ke Bali,Bara yakin kalau Raihan saat ini berusaha ingin sembuh dan Tiwi menyembunyikan semua itu dari nya,,
air mineral sudah dua botol habis oleh Bara hatinya ketar-ketir saat ini..
" aku harus cari cara,,harus....!!!" seru Bara
" pasti Tiwi nanti akan ikut dengan nya," lanjut Bara bermonolog sendiri