⚠️Bijak Memilih bacaan!
DIBACA AJA DULU, KALI AJA SUKA😉
Karena sebuah janji yang terlanjur Salwa dan Arga sanggupi dihadapan Salma yang tengah kritis. Salwa si gadis manis dan penurut yang baru saja lulus kuliah di salah satu universitas di luar kota, pada akhirnya harus menerima takdirnya yakni menikah dengan Arga, laki-laki yang tidak lain adalah kekasih kakaknya sendiri. Mampukah Salwa menjalani kehidupannya bersama Arga sang flamboyan yang menyimpan sejuta teka-teki di dalam hidupnya.
Akankah cinta bersemi diantara keduanya? Ataukah justru perpisahan yang pada akhirnya mereka pilih?
ー Chrysalis
Follow my instagram @chrysalisha98
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Crhysalis_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 28
Di kamarnya Salwa baru saja selesai rapi-rapi. Karena ia masih punya waktu hampir satu setengah jam sebelum berangkat ke kafe, Salwa pun berniat untuk bersantai sejenak sebelum berangkat kerja. Salwa yang baru saja membuka jendela, dan ingin memandangi suasana kota dari lantai atas apartemen, malah harus diganggu dengan suara dering handphone miliknya. Alhasil, niatnya mau bersantai pun gagal karena teganggu panggilan telepon. "Wah Arga ngapain telepon jam segini?" Ujar Salwa heran.
Percakapan via telepon Arga dengan Salwa
Salwa : Halo?
Arga : Halo!
Salwa : Iya, kenapa? Tumben banget nelpon.
Arga : Udah deh jangan mancing dulu.
Salwa : Dih siapa yang mancing juga, orag nanya.
Arga : Argh yaudah terserah, intinya kamu belum berangkat ke kafe kan?
Salwa : Belum tuh, kenapa emangnya?
Arga : Gini, aku mau minta tolong sama kamu.
Salwa : Minta tolong apa?
Arga : Aku mau minta tolong sama kamu, buat ambilin berkas dokumen aku yang ada di kamar.
Salwa : Huh? Dokumen?
Arga : Iya, dokumen di map item yang ada di kamar aku, dan aku taruh diatas nakas. Tolong ambilin terus bawain ke kantor aku ya!
Salwa : Emang penting banget ya dokumennya?
Arga : Iya penting dong Salwa Natasha Adnan! Udah deh plis kamu kali ini jangan mode lemot dulu.
Salwa : Iya, iya... aku anterin ke kantor kamu. Tapi kamar kamu kanー
Arga : Password pintu kamar aku itu 130748.
Salwa : Baru mau nanya password eh udah dikasih tau duluan. (Salwa jadi malu sendiri)
Arga : Udah jangan kebanyakan ngobrol.
Salwa : Iya sabar, ini aku baru mau ke kamar kamu.
Arga : Oke, sip! Aku tunggu.
Salwa : Eh iya Arga ruangー"
Tut... tut... (Sambungan terputus)
"Hu... baru mau nanya ruangan dia lantai berapa, eh udah dimatiin aja!" Gerutu Salwa.
Salwa pun menuju ke kamar Arga, dan menekan password kamarnya sesuai yang diberitahu Arga lalu masuk. Dan sama seperti sebelumnya, kamar Arga pasti berantakan banget kalau dia habis siap-siap mau ke kantor. "Ini kamar apartemen apa kos kosan petakan sih? Beratakan banget deh!" Komentar Salwa melihat kamar Arga. Tapi merasa tidak ada waktu untuk memberesakan kamar sang suami, Salwa pun mengabaikan hal tersebut, dan memilih untuk segera mengambil dokumen yang dimaksud Arga, dan mengantarkannya ke kantor suaminya.
"Nah, ini dia." Salwa mengambil dokumen yang dimaksud Arga, lalu segera pergi meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintunya kembali. "Sekarang, gue tinggal nelpon Mang Dirman buat nganter gue, nyerahin dokumen ini ke kantor Arga."
Sambil menunggu Mang Dirman datang, Salwa menggunakannya untuk ganti baju.
**
Di ruang kerja, Arga tampak berulang kali melihat jam tangannya. Ia mengira-ngira apakah Salwa bisa sampai tepat waktu, tapi sepertinya bisa, terlebih tadi dirinya baru saja WA Salwa dan katanya sekarang lagi di jalan.
"Arga dokumenya udah siap kan? Soalnya kurang dari satu jam, Pak Atma bakalan dateng," jelas Irsyad yang langsung masuk ruangan Arga tanpa mengetuk terlebih dulu.
"Ketok dulu bisa kan?!"
"Yaelah sekali-kali."
"Walau kita temenan, lo harus tetep profesional!" Tegas Arga.
"Oke sorry," Irsyad mengaku salah.
"Gue udah minta Salwa buat anter dokumen itu kesini," terang Arga. Mendengar ucapan Arga, Irsyad pun langsung terhentak dan bingung."Apa? Salwa?"
"Iya Salwa." Eh? Arga keceplosan bilang Salwa. Argh pasti sebentar lagi si Irsyad kepo, dan nanya kenapa Salwa yang gue minta anterin itu dokumen kesini.
"Kok lo nyuruh Salwa? Emang dia tinggal sama lo di apartemen?"
Nah kan, bener! "Oh kalau ituー soalnya, tadi pagi itu si Salwa dateng ke apartemen gue. Dia bilang mau minjem buku apa gitu, nah berhubung dia masih stay disanaー ya gue minta aja dia buat nganterin," terang Arga yang jelas-jelas semua ucapannya itu hanya karangannya saja.
"Ah elu Ga, nggak bilang-bilang Salwa ke apartemen lo, kan kalo tau gitu gue pagi-pagi bisa ke tempat lo!"
"Ngapain lo ketempat gue pagi-pagi?"
"Ya... kali gitu, pagi-pagi bisa lihat senyum manisnya neng Salwa," tutur Irsyad sambil membayangkan senyum Salwa.
"Dih, dasar alay!" ejek Arga.
**
Setelah tiga puluh menit lebih diperjalanan, akhirnya Salwa tiba juga di gedung kantor Arga. Salwa yang langsung turun dari mobil pun meminta Mang Dirman untuk menunggunya. "Mang saya masuk dulu ya, Mamang tunggu aja dulu."
"Siap Non!" Balas Mang dirman dengan semangat.
*
Salwa yang kini sudah di depan pintu masuk gedung harus melewati pengecekan petugas dulu, barulah ia masuk ke dalam kantor. Setelah masuk, Salwa langsung menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan dimana ruangan Arga. "Um, permisi mbak."
"Iya bisa saya bantu?" jawab si resepsionis.
"Saya mau ketemu sama Bapak Arganata Yudhistira, ruangannya dimana ya?"
"Sebelumnya, apa mbak sudah punya janji dengan Bapak Arga?"
Salwa menggeleng. "Belum sih mbak tapiー" Salwa tiba-tiba terdiam dan berpikir, duh kalau sama resepsionis pasti lama urusannya, mendingan gue telepon Arga sendiri aja deh! Bilang kalau gue udah sampe.
"Mbak?" ujar si resepsionis melihat Salwa bengong.
"Eh iya mbak, umー saya nggak jadi deh. Kalau begitu terima kasih ya mbak infonya," tutur Salwa yang kemudian berbalik badan dan mengambil hape-nya di tas. Tapi sungguh sialnya, Salwa yang tengah menunduk merogoh tasnya untuk mengambil hape, tiba-tiba harus bertubrukan dengan seseorang.
"Aduhー lihat-lihat dong! Jadi tumpah deh kopi saya!" Pekik suara perempuan yang tidak sengaja bertubrukan dengan Salwa itu. "Ya ampun mbak, saya nggak sengaja maーaf ya." Seketika mata Salwa dibuat melongo sejenak, saat melihat wajah perempuan yang tidak sengaja bertubrukan dengannya itu. "Ka- kamu kanー?" Salwa memasang ekspresi wajah tidak menyangka.
Bersambung。。。。
🌹🌹🌹
Halo... jangan lupa di like, comment, dan vote ya supaya aku makin rajin updatenya.
Baca Novelku yang lain juga ya judulnya :
LOVE PETAL FALLS (udah tamat)
Follow juga ig aku @chrysalisha98
salwa tinggalin laki kaya tuh,ga tegas,plin plan..