Aku adalah orang yang pernah diusir dari rumahku sendiri, tapi sekarang aku kembali untuk membalas mereka yang pernah menyakitiku.
Tunggu dan lihat, pasti kalian akan merasakan kesakitan.!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon us ahtcOctOha Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebersamaan S&P
Pagi hari menjelang, saat putri membuka matanya, dia melihat stev masih disampingnya dan mendekapnya semalaman.
Perlahan putri bangun dari tempat tidur nya, supaya tidak membangunkan stev. Tapi saat dia turun dari kasur dan akan melangkah pergi, tiba-tiba stev menarik tangan nya, membuat putri terjatuh diatas tubuh stev.
"Stev? Kamu sudah bangun?".
"Sayang, jangan tinggalin aku, tetap lah berbaring diatas tubuhku ya, sebentar saja.." Jawab stev pelan tanpa membuka matanya.
"Ehh.. Tapi.. Iya deh." Putri menyetujui permintaan stev dan tetap berada dalam dekapan nya.
Perlahan stev mengangkat tanganya, membelai rambut putri."sayang, kapan kita akan menikah, aku ingin seperti ini disetiap bangun pagi hari, aku tidak mau bertunangan lagi, aku mau langsung menikah saja." Ucapnya sambil mengelus rambut putri.
"Stev, memang nya kamu mau nya kapan?".
"Aku mau secepatnya sayang, bagaimana kalau bulan depan."
"Stev, itu terlalu cepat, kita baru saja pacaran belum satu minggu. Bagaimana kalau lima bulan lagi, soalnya tiga bulan kedepan aku harus bebasin bianca dulu." Timpal putri.
"Sayang, aku gak mau kamu bebasin bianca sebelum kita menikah, aku gak mau dia merusak hubungan kita lagi, kita bebasin dia setelah kita menikah oke! Bagaimana kalau tiga bulan lagi kita menikah, aku akan mempersiapkan semuanya, minggu depan kita tunangan ya."
"Kamu bilang gak mau tunangan, mau langsung nikah aja."
"Nggak, sebelum menikah aku harus mengikat kamu terlebih dahulu, supaya kamu tidak diambil orang, kita tidak perlu mengadakan acara yang mewah, cukup keluarga dan teman kita saja yang diundang."
"Baiklah, kamu siapkan saja semuanya, aku ngikut kamu aja." Pungkas putri.
"Baiklah,, makasih sayangku. Aku akan mempersiapkannya.
Sayang, siang ini kamu kerumah ya, main sama mama,, malam nanti kamu tidur dirumah aja, sore nanti aku ada meeting penting, kalau kamu tinggal bersama mama, aku akan lega karna ada yang merawat kamu. Gimamana?".
"Boleh, tapi stev, aku mau kamu menyampaikan secara langsung tentang pertunangan kita pada paman alex dan kak charlie."
"Baiklah sayang, aku bisa mengatasi semuanya." Sahut stev tersenyum.
"Bagus deh, udah yuk kita bangun dulu." Putri hendak beranjak, namun stev menariknya.
"Eeitss.. Tunggu dulu." Tiba-tiba stev bangun dan memutarkan posisinya dengan putri.
"Stev, kamu mau ngapain?." Putri kaget melihat stev berada diatas tubuhnya.
"Sayang, aku hanya ingin.. tidur." Tiba-tiba stev tertidur diatas putri.
"Stev, jangan tidur disini dong, tubuh mu berat sekali, cepat minggir,, perutku sakit nih." Ucap putri sambil menyingkirkan tubuh steven.
Mendengar putri sakit perut, dengan sigap stev beranjak bangun. "sayang, dimana nya yang sakit?". Ucapnya panik.
"Sekarang udah gak sakit kok, tadi tuh karna kamu tindih, makanya sakit, ayo bangun!." Putri langsung beranjak bangun dari kasur nya, tapi lagi-lagi stev meraih tangan nya dan memeluknya.
"Sayang, jangan pergi dulu, aku gak tau kenapa hari ini aku sangat ingin berada disisimu." Ucap stev, ia meletakan kepalanya diatas bahu putri.
"Iya, aku mengerti, aku juga begitu. tapi kita harus bisa jaga diri. aku takut kita akan dibuntuti oleh awak media."
"Baiklah, maafkan aku".
"Stev, aku minta, kamu jangan terlalu sering tidur disini ya. aku takut kita akan terlena.
udah yuk bangun. udah siang nih. Aku akan masak untukmu." Putri menarik tangan stev dan memaksanya bangun.
Stev mengikuti putri dengan langkah lesu dan mata yang mengantuk. "Sayang, apakah kita masak didapur bawah? disanakan banyak asisten rumah tangga."
"Diatas ada dapur kok, kita bisa masak disini aja. kamu bantu aku ya."
"Baiklah. tapi aku gak pernah masak, aku bantu sebisanya aja deh." Mereka berdua masuk kedapur untuk masak bersama.
"Stev tolong kamu rebus telor ya." Ujar putri yang sibuk menyiapkan sayur.
Stev menurutinya tanpa banyak bertanya. "Telurnya berapa ya? dua aja deh. tapi ngerebus nya pake apa ya? pake wajan kah? kayaknya bukan deh." Stev bergumam sendiri karna bingung.
Ia pun melihat panci yang terpajang, kemudian ia mengambilnya dan memasukan dua butir telur kedalamnya.
"Hm..air nya sebanyak apa ya?
putri lagi sibuk, gak usah diganggu deh. penuhin aja kali ya air nya." Tanpa pikir panjang, ia menumpahkan air kedalam panci sampai penuh.
Kemudian stev menghampiri putri. "Sayang apa lagi yang bisa kubantu?."
"Apa kau sudah merebus telur nya?." Ujar putri menoleh sedikit pada stev.
"Udah tuh." Stev menunjuk pada kompor.
Putri kaget saat ia menoleh pada panci diatas kompor itu, ia pun berlari kecil menghampirinya. "Astaga stev!! air nya banyak banget! kenapa gak sekalian satu gentong atau satu bak mandi aja gitu!".
Putri menumpahkan kembali airnya dan menyisakannya sedikit.
"Loh, kok dibuang? tadi kamu bilang kasih satu gentong?." Ujar stev dengan wajah bingung.
"Oh my god!! CEO tapi kok gini ya?. itu air nya kebanyakan sayang! kapan mateng nya?."
"Oh. maap! Aku emang gak bisa masak. tapi aku bisa mengambil hati kamu. hehe." Stev terkekeh geli dengan gombalan yang ia lontarkan.
"What?! udah bisa gombal stev markutev. hahahaha." Putri juga turut terbahak.
Stev merasa bahagia bisa masak bersama putri yang penuh dengan keceriaan.
Mereka melanjutkan masak bersama. Putri menyuruh stev memotong wortel, namun stev meluluhkannya.
Kemudian putri menyuruh stev memanggang roti, tapi stev membuatnya gosong.
Saat putri menghidangkan makanan, stev mencicipinya sampai habis.
Lalu terakhir kali, putri menyuruh nya untuk bland jus jeruk, namun stev tidak memberinya gula, jus itu menjadi asam dan tidak enak.
"Tuan stev, mari kita nikmati hasil masakan kita yang amburadul ini. habiskan ya!." Putri menatap tajam mata stev.
"Baik tuan putri." Jawab stev tersenyum paksa.
Mereka berdua makan bersama dan saling bercanda karna rasa masakan itu hancur.
•••
BERSAMBUNG..
Jangan lupa like 😉
tmbah sayang deh🤗😘😘😘