Kisah ini merupakan kelanjutan dari kisah "Pernikahan Hangat" Musim Pertama, masih melanjutkan kisah cinta Embun dan Rendra, serta mengungkap jati diri Embun yang sebenarnya.
Diselingi juga oleh kisah kasih sekretaris Alister dan Manda, dan cerita lucu para tokoh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hati Bergetar
isi amplop itu pun ia baca, jantungnya berdebar berdegup dengan begitu kencang tangannya terasa dingin gemetar, manik coklat Nyonya Renata terlihat berkaca-kaca dan buliran air mata itu perlahan jatuh menetesi kedua pipinya.
"Putriku," dengan lirih dia berucap suaranya terdengar begitu bergetar dia bahkan sampai memeluk kertas itu menempelkannya dengan erat di dada.
"Nyonya ada apa? Bagaimana dan hasilnya nyonya?" Maya juga ingin mengetahui hasilnya dia juga tidak sabar.
Nyonya Renata menangis bukan karena sedih tetapi karena kabar bahagia ini dia beranjak dari kursinya lalu memeluk Maya dengan erat.
"kau benar Maya, Tuhan selalu punya rencana untuk kita dan kita tidak pernah tahu takdir apa yang akan Tuhan berikan," tutur Nyonya Renata tersedu-sedu.
"akhirnya Tuhan memberikan kebahagiaan yang selama ini ku nanti. Lihatlah ini Maya, Lihatlah," dengan senang dan bahagia Nyonya Renata menunjukkan hasil tes DNA tersebut kepada Maya.
Maya pun terlihat begitu senang Bahkan tak sadar kini bentuk mulutnya membentuk bulatan o, " benarkah itu nyonya? Saya turut bahagia mendengarnya."
bahkan Maya juga hampir ikut menangis larut ke dalam kebahagiaan yang dirasakan oleh Nyonya besarnya itu.
lalu Nyonya Renata menatap dokter Hendra dengan penuh kebahagiaan, "Terima kasih Dokter Hendra atas bantuannya, Semoga Tuhan kan selalu melimpahkan kebahagiaan nya untuk anda."
"Semoga Tuhan menyegerakan, saya juga berdoa demikian untuk Anda, nyonya."
rasanya sudah tidak sabar lagi Nyonya Renata dan Maya ya pun bergegas pergi meninggalkan rumah sakit, dia ingat jika dirinya pernah hadir di undangan pernikahan Putra keluarga Wilson.
sebagai kolega perusahaan sudah pasti dia tahu di mana kediaman mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nona dan Tuan Muda baru saja selesai mandi, dan Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari luar pintu.
"tuan Maaf mengganggu tetapi diluar ada seorang wanita paruh baya yang datang ingin menemui anda," seru Bibi Rita.
Rendra yang baru saja selesai mengancingkan baju kemejanya segera membukakan pintu kamar, diapun mengernyit, "Siapa yang datang pagi ini ke rumah? apakah dia tidak menyebutkan namanya?"
Bibi Rita pun menggeleng, "maaf tuan, saya sudah mencoba untuk menanyakannya. Tetapi wanita itu menolak untuk memberitahukannya. Beliau mengatakan ada hal penting yang ingin segera di sampaikan kepada tuan."
di ruang ganti Embun pun baru selesai memakai daily dress sebatas lutut, dress khusus yang dibuat oleh desainer untuk kenyamanan dirinya yang saat ini tengah hamil.
Embun pun menyusul suaminya, "Sayang, ada apa?"
Rendra pun menoleh ke arahnya, "tidak ada apa-apa, tetap di kamar dan jangan keluar sebelum aku meminta mu."
sebenarnya Embun bingung mengapa dia tidak boleh keluar untuk menemaninya. tetapi Rendra, sepertinya dia benar-benar memiliki indra keenam seolah tahu siapa wanita itu.
"bibi Rita tetap di sini menemani istriku. Jika dia memaksa keluar, jangan segan untuk menghukumnya." rasa-rasanya Suasana dingin di sekitarnya membuat Embun merasa seperti akan terjadi sesuatu.
tetapi dia sendiri pun tidak tahu ada hal besar apa yang akan datang. tetapi anehnya hatinya terasa bergetar, merasa seperti sesuatu sedang memanggilnya.
Apakah itu artinya ikatan antara ibu dan anak mulai terasa? begitu pintu tertutup embun kembali duduk di tepi ranjang dengan ditemani Bibi Rita yang berdiri di dekatnya. Semoga saja hal buruk tak akan terjadi menimpa rumah tangganya.
tapi itu tugas mu Rendra meyakinkan Embun klo itu ibu kandungnya...
kasihan loh, siapa juga yg mau terpisah dg anak kandung sendiri....
cepatlah menikah Alister dan Manda ...
udah kayak d senetron2, nanti baru d akhir2 d ceritain 😄😄😄😄
menyesali kebodohan Manda , udahlah malas cerita tentang Manda ...
bodoh sekali kau... 😄😄😄