NovelToon NovelToon
ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:260.4k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Season 1

Kiara Anggun Taylor, seorang wanita cantik yang mempunyai trauma karena waktu kecil dia harus menyaksikan semua anggota keluarganya dibantai oleh sekelompok mafia kejam.

Hingga akhirnya, tidak sengaja Kiara bertemu dengan Frans Wild Blood seorang ketua Mafia paling kejam dan juga psyco yang tidak lain merupakan anak dari orang yang sudah membunuh keluarga Kiara.

Disisi lain, muncullah seorang pria tampan yang merupakan intel dari kepolisian, saat ini dia sedang mengemban tugas mengusut tragedi pembantai satu keluarga 20 tahun lalu yang ternyata adalah keluarga Kiara.


Season 2

Gerrald Alexander Crush, seorang ketua mafia paling kejam dan ditakuti diseluruh dunia merasa jatuh cinta kepada wanita cantik nan menggemaskan yang ditemuinya di pesawat yang tidak lain adalah Gladis Taylor Prayoga puteri dari Kiara dan Al.

Bisakah Gerrald mendapatkan hati Gladis?sedangkan orangtua Gladis sangat membenci segala hal yang berhubungan dengan mafia dan berusaha memberantas para mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28 Season 2

🔪

🔪

🔪

🔪

🔪

Keesokkan harinya...

"Pagi Bunda!!"

"Loh, puteri Bunda yang cantik mau kemana? pagi-pagi sudah bangun?" tanya Bunda Kiara yang saat ini sedang menyiram bunga-bunganya.

"Gladis mau jogging dulu sebentar."

"Lah, itu Ayah barusan sudah jalan kirain kamu ga bakalan jogging."

"Oh ya, ya sudah Gladis susul Ayah dulu."

Gladis pun langsung berlari menyusuri komplek dan menyusul Ayah Al. Gladis jogging sembari mendengarkan musik, senyumnya selalu mengembang di wajah cantiknya itu.

Gladis memang wanita yang sangat ceria dan gampang bergaul dengan siapapun, tapi Gladis menyembunyikan identitasnya mengenai Ayahnya yang seorang Komisaris Jenderal Polisi.

Dari kejauhan Gladis melihat Ayahnya sedang berbincang dengan seorang pria tinggi, tegap dan Gladis sudah bisa pastikan kalau dia seorang Polisi juga soalnya dari badannya saja sudah kelihatan.

"Ayah..." teriak Gladis.

"Loh, kalau tahu kamu mau jogging tadi Ayah ajak kamu," seru Ayah Al.

Gladis hanya nyengir...

"Oh iya, kenalkan ini anak buah Ayah namanya Fikri."

"Hallo Gladis."

Gladis mengulurkan tangannya dan disambut dengan hangat oleh Fikri.

"Fikri."

Mereka bertiga pun jogging bersama, Gladis yang memang punya sifat ceria dan mudah bergaul langsung akrab dengan Fikri.

"Fikri, ayo kita sarapan bersama," ajak Ayah Al yang saat ini sudah berada di depan rumah.

"Tidak usah Pak, saya pulang saja."

"Sudah ayo sarapan di rumah saya, bukannya kamu baru saja lepas dinas kalau sudah sarapan kan tenang, pulang rumah bisa langsung istirahat," seru Ayah Al.

"Tapi Pak---"

Ayah Al merangkul pundak Fikri supaya ikut masuk ke rumahnya.

"Bunda, kenalkan ini Fikri anak buah Ayah."

"Hallo..."

"Fikri, Bu."

"Mari kita sarapan bersama," ajak Bunda Kiara dengan lembutnya.

Sedangkan Gladis dari tadi langsung masuk dan membersihkan diri. Disaat mereka sedang sarapan, Gladis pun turun dari atas membuat Fikri sedikit menganga melihat Gladis yang sangat cantik.

"Sayang, ayo sini kamu mau sarapan apa? roti apa nasi goreng?" tanya Bunda Kiara.

"Nasi goreng saja Bunda."

Bunda Kiara pun langsung mengambilkan nasi goreng untuk Kiara.

"Ayo Nak Fikri tambah lagi."

"Iya Bu."

"Sayang, Ayah sudah mendaftarkan kamu di universitas ternama disini dan Fikri ini yang akan menjaga kamu selama kuliah sembari dia juga kuliah," seru Ayah Al.

"Gladis ga perlu dijagain Ayah, Gladis bisa sendiri kok," sahut Gladis.

"Pokoknya Ayah tidak mau tahu, Fikri ini akan menjaga kamu soalnya namanya juga orang jahat kita mana ada yang tahu."

"Ck...terserah Ayah saja."

"Fikri, kamu siap kan jagain Gladis?" tanya Ayah Al.

"Siap Pak."

"Bagus, jangan ada yang tahu kalau kamu seorang Polisi kamu harus bisa menyembunyikan identitas kamu."

"Siap Pak."

Selesai sarapan, Fikri pun langsung pamitan dan pulang ke rumahnya.

"Ayah, Bunda, Gladis boleh kan jalan-jalan sebentar?" seru Gladis.

"Jalan-jalan kemana?"

"Ke Mall, boleh ya?" rengek Gladis.

"Tapi kan kamu baru sampai disini, kalau kamu jalan-jalan sendirian takutnya ada yang jahatin kamu atau apa gitu," sahut Ayah Al.

"Ya ampun Ayah, siapa yang mau jahatin Gladis? ayolah Yah, boleh ya cuma sebentar kok ga bakalan lama," seru Gladis.

"Sudahlah Yah, izinin saja kasihan Gladis," seru Bunda Kiara.

"Oke...tapi jangan lama-lama."

"Yeayy...terima kasih Ayah dan Bunda."

Dengan senangnya Gladis mencium pipi Ayah Al dan Bunda Kiara secara bergantian. Gladis segera pergi ke kamarnya untuk mengambil tas kecilnya.

"Ayah, Bunda, Gladis pergi dulu ya."

"Iya, hati-hati sayang."

Gladis dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukannya menuju sebuah Mall.

"Ayah sangat khawatir sama Gladis."

"Khawatir kenapa Ayah?" tanya Bunda Kiara.

"Soalnya sekarang sedang marak lagi aksi pembunuhan sadis, makannya Ayah menyuruh Fikri untuk jagain Gladis, kita kan tidak tahu bahaya kapan mengancam kita."

"Mudah-mudahan Gladis selalu baik-baik saja."

"Amin."

***

Sementara itu, disebuah Mansion mewah seorang pria tampan sedang menyesap kopinya diruangan kerjanya dengan matanya menatap tajam ke arah laptopnya.

Tok..tok..tok..

"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemun dengan anda."

"Siapa?"

"Pemilik perusahaan xxx."

"Suruh dia masuk."

"Baik Tuan."

Anak buah Gerrald pun keluar dan memanggil seseorang yang ingin bertemu dengan Gerrald.

"Tuan ini orangnya."

"Se---selamat pagi Tuan Gerrald," seru seorang pria paruh baya dengan gugupnya.

Gerrald mengalihkan pandangannya sembari menyesap kopi hitam kesukaannya.

"Kamu boleh keluar."

"Baik Tuan."

Gerrald beranjak dari duduknya dengan memegang gelas kopi ditangannya. Gerrald tidak menghiraukan pria paruh baya yang saat ini sudah bermandikan keringat.

Gerrald berdiri didepan jendela dan membelakangi orang itu dengan sesekali dia menyesap kopinya.

"Ada perlu apa?" tanya Gerrald singkat.

"Be--begini Tuan, sa--ya mau me--minta bantuan anda," sahutnya gugup.

Gerrald menghentikan kegiatannya yang sedang menikmati kopi itu, sudut bibirnya sedikit terangkat dan tidak lama kemudian, Gerrald membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah pria paruh baya itu.

"Bantuan apa?"

"Saya, mau perusahaan xxx yang menjadi saingan saya hancur sehancur-hancurnya karena anak dari pemilik perusahaan itu sudah membuat puteri saya satu-satunya defresi dan bunuh diri," seru pria paruh baya itu dengan sangat menggebu-gebu.

Gerrald menaikan satu alisnya...

"Apa imbalannya?" tanya Gerrald dengan santainya.

"Saya akan mengirim senjata yang sangat canggih untuk anda, Tuan. Saya punya kenalan perakit senjata dan bom yang sangat handal, dia menawarkan saya senjata yang belum pernah ada yang memakainya dan senjata ini hanya ada satu-satunya disini, saya akan memasok senjata itu untuk Tuan supaya anak buah Tuan semuanya bisa memiliki senjata canggih itu."

Gerrald tampak menyunggingkan senyumannya..

"Oke...kamu tinggal kirimkan saja alamat dan foto orang itu, dalam hitungan jam kamu akan mendengar kabar yang sangat menggembirakan."

"Baik Tuan, saya akan kirim secepatnya. Kalau begitu saya permisi Tuan."

Gerrald hanya mengangkat tangannya pertanda orang itu harus pergi.

Kelompok Gerrald sudah sangat terkenal dikalangan Mafia, dia adalah ketua Mafia berdarah dingin. Hanya kalangan pengusaha gelap yang mengetahui sepak terjang seorang Gerrald.

Gerrald mampu membunuh lawannya dengan sekali hantaman. Bahkan Gerrald dan kelompoknya membunuh lawannya dengan sangat rapi dan tidak bisa teridentipikasi oleh Polisi hebat sekalipun.

Korban Gerrald rata-rata semua tidak utuh, Gerrald selalu memutilasi korbannya sampai dia merasa puas. Sungguh dibalik wajah tampannya itu tersembunyi jiwa psikopat yang kejam dan sangat menakutkan.

Tok..tok..tok..

"Tuan ini informasi yang Tuan inginkan."

Seorang anak buah Gerrald memberikan sebuah amplop coklat kepada Gerrald.

"Kamu boleh keluar."

Setelah anak buahnya keluar, Gerrald pun membuka amplop coklat itu. Senyuman Gerrald tampak menyeringai dibalik wajah tampannya.

"Jadi, disini rupanya kamu bersembunyi," gumam Gerrald.

🔪

🔪

🔪

🔪

🔪

Ayo dong guys mana dukungannya, biar Authornya semakin semangat lagi🙏🙏😘😘

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Qaisaa Nazarudin
Tapi kata2 nya sama kayak Frans,Yang mengkalim dan memaksa sesuka hati..
Qaisaa Nazarudin
Gerrald anak siapa? Yg pasti bukan anak Frans kan??
Qaisaa Nazarudin
Alex yg milih gak Nikah2 Ternyata Jodohnya Isteri dari sahabatnya..
Qaisaa Nazarudin
Heran deh Al dan Kiara udah tau ada anak dan isteri Kim disana,malah mau pergi gitu aja,padahal mereka sudah menangkap Kim,tentulah Anak dan isterinya gak bakalan tinggal diam..Aneh..
Qaisaa Nazarudin
Tembak anak dan isterinya,itu adalah kelemahannya..Bukannya tadi dia dirumah Pram ya?? Kapan dia kabur? Tau2 sudah ada di bandara aja?? 🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Nah kan biasanya emang gitu,orang JAHAT yang Ingin membunuh musuhnya,Yang ada malah Orang yg mereka sayangi yg terbunuh..Itu lah KARMA nya dari kejahatan sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan inilah saat nya yg ku tunggu-tunggu,Pengen liat reaksi Frans,mau gak tuh bunuh Kiara..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
CKK POLOS BIN BODOH..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA Al BERHASIL..🤲🤲🤲
Qaisaa Nazarudin
Nah kan..Harusnya jangan keluar rumah,Susah payah Alex menyembunyikan kalian puluhan tahun, Akhirnya dengan kebodohan kamu,semuanya malah terbongkar 🤦🤦🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuuh bikin MASALAH deh...🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
OMG SEMOGA FRANS TIDAK MENDENGAR APA YG MEREKA BICARAKAN TTG KIARA TADI YA..🙏🙏🙏🥹🥹
Qaisaa Nazarudin
SETUJU banget tuh...
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Kiara sudah tau siapa Frans...Maaf ya thor di.awal aku kira Kiara nikahnya sama Frans,gak terima aja aku..Taoi saat ku baca ulang sinopsisnya oh baru lega, Ternyata Kiara Nikahnya sama Al yang nama anak mereka itu Gladis kan? Baru lega aku..😁😁🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Percaya sama Al,Dia JODOH kamu,Dan orang baik,pasti dia akan melindungi kamu..
Qaisaa Nazarudin
MILIKKU🤣🤣🤣🤣 Apa yg akan kamu lakukan saat tau kalo wanita itu yg selama ini kamu cari dan ingin kamu bunuh??
Qaisaa Nazarudin
Nah ini sodorkan saja dia ke Frans, COCOK tuh
Qaisaa Nazarudin
Ntar saat udah ketemu bukannya Bunuh, tapi kamu Nikahin..aneh..
Qaisaa Nazarudin
Pram ini kan yg memperkosa Mamanya Kiara dan Yg membawa Chen papanya Kiara masuk ke dunia hitam...ckkk
Qaisaa Nazarudin
Sekarang aja benci dan marah,tapi hujung2 nya malah Nikah dengan orang yg ada sangkut-paut nya dengan kejiadian pembantaian itu,aneh gak sih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!