Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gema Cahaya Keemasan dan Pengakuan Empat Benua Luar
Pilar cahaya keemasan yang membubung tinggi menembus lapisan awan badai di lembah perbatasan Benua Utara dan Benua Selatan perlahan-lahan meredup, menyisakan butiran-butiran partikel energi kosmik yang berkilauan di udara bagaikan hujan bintang. Di tengah kawah yang terbentuk akibat sambaran petir kesengsaraan, Bai Chen berdiri tegak dengan jubah putih yang sama sekali tidak bernoda.
Fluktuasi energi mutlak dari tingkat Ranah Dao Surgawi menyebar ke segala penjuru arah, menciptakan gelombang tekanan tak kasat mata yang membuat seluruh makhluk hidup di empat benua luar merinding ketakutan sekaligus takjub. Di Benua Utara, para tetua Paviliun Pil Kuno yang sedang meracik pil mendadak menjatuhkan tungku mereka; di Benua Selatan, para biksu di Kuil Lingyin menghentikan doa pagi mereka dan menunduk hormat ke arah utara.
Bai Chen mengepalkan tangan kanannya perlahan, merasakan sensasi kekuatan baru yang mengalir deras di dalam jalur meridiannya. Sistem di dalam benaknya berkedip tenang, memproses seluruh data kebangkitan tahap kedelapan tersebut.
[Ding! Sinkronisasi Energi Ranah Dao Surgawi telah mencapai 100%.]
[Pangkalan Data Inang diperbarui: Kemampuan manipulasi hukum spasial dan konversi massa energi terbuka sepenuhnya.]
[Misi Transisi Utama: Mempersiapkan kepulangan sementara ke Benua Barat sebelum menuju Benua Tengah.]
"Ranah Dao Surgawi..." gumam Bai Chen pelan sambil menatap telapak tangannya sendiri. Di dunia kultivasi fana ini, tingkat kekuatan tersebut sudah menempatkannya di jajaran eksistensi paling puncak yang jarang disentuh oleh manusia biasa, sejajar dengan para leluhur agung yang mengisolasi diri selama ribuan tahun.
Namun, Bai Chen tahu betul bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanannya. Di hadapannya, panggung yang jauh lebih luas dan berbahaya—Benua Tengah dan 5 Klan Kuno—telah menanti kedatangannya.
Beberapa hari setelah terobosan besar tersebut, berita tentang kemunculan pilar cahaya misterius yang mengguncang empat benua luar menyebar seperti api liar ke seluruh faksi dan sekte.
Di kedai-kedai teh, di alun-alun kota alkemi, hingga di aula-aula utama sekte besar, para kultivator memperbincangkan peristiwa itu dengan nada penuh rasa ngeri dan penasaran. Mereka meyakini bahwa seorang jenius legendaris baru saja lahir di dunia luar, melampaui batasan usia dan bakat yang pernah tercatat dalam sejarah ribuan tahun.
Namun, sebelum gelombang rumor itu mereda, Bai Chen memutuskan untuk mengambil satu langkah penting sebelum meninggalkan wilayah luar: kembali ke Benua Barat untuk memastikan keselamatan ibunya, Bi Xiu, serta merapikan urusan terakhir di tanah kelahirannya.
Perjalanan lintas benua yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan kini ditempuh oleh Bai Chen hanya dalam hitungan jam. Menggunakan teknik manipulasi spasial tingkat lanjut dari ranah Dao Surgawi, ia merobek lipatan ruang di hadapannya dan melangkah masuk.
Whoosh!
Dalam sekejap mata, pemandangan di sekelilingnya berubah drastis. Lanskap pegunungan hijau dan kuil-kuil suci Benua Selatan lenyap, digantikan oleh hamparan tanah gersang dan tebing-tebing batu hitam khas wilayah pinggiran Benua Barat—tempat di mana faksi cabang Sekte Pedang Surgawi berada.
Di kompleks kediaman utama faksi cabang Sekte Pedang Surgawi, suasana tampak jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Sejak insiden di mana Bai Chen menaklukkan para tetua dan leluhur klan dengan tatapan mata dan tekanan Void Dao, faksi keluarga tersebut mengalami perombakan total. Halaman belakang yang tadinya kumuh dan menjadi tempat pengasingan siksaan kini telah disulap menjadi paviliun taman yang indah dan asri, dipenuhi oleh bunga-bunga harum dan batu hias pualam.
Di beranda paviliun tersebut, Bi Xiu—ibu kandung Bai Chen—duduk tenang mengenakan jubah kain sutra halus berwarna biru muda. Wajahnya yang dulu pucat pasi karena bertahun-tahun menderita kini tampak segar, bercahaya, dan memancarkan ketenangan batin. Di sekelilingnya, beberapa pelayan setia melayani dengan sangat hormat.
Bi Xiu sedang memegang cangkir teh hangat sambil menatap ke arah langit sore, menghela napas pelan penuh rasa syukur. Meskipun putranya sering meninggalkan rumah untuk menjelajahi dunia luar yang luas, ia tahu bahwa Bai Chen selalu mengawasi dan melindungi keselamatannya dari kejauhan.
Tiba-tiba, udara di depan beranda paviliun bergetar halus. Lipatan ruang terbuka tanpa suara, dan sesosok pemuda berjubah putih melangkah keluar dengan tenang.
Bi Xiu terperanjat kaget, menjatuhkan pandangannya ke arah sosok yang baru muncul. Begitu melihat wajah yang sangat dirindukannya itu, senyuman lebar seketika terkembang di bibirnya.
"Chen-er...?" ucap Bi Xiu lembut, setengah tidak percaya. "Kau... kau sudah kembali?"
Bai Chen melangkah mendekat, lalu berlutut pelan di hadapan ibunya, mencakupkan tangan dengan penuh rasa takzim dan kasih sayang yang tulus—sebuah sisi manusiawi yang tidak pernah ia tunjukkan kepada musuh-musuhnya di dunia luar.
"Ibu, anakmu telah kembali," jawab Bai Chen tersenyum hangat. "Maaf membuat Ibu menunggu lama."
Bi Xiu mengulurkan tangan kanannya yang lembut, membelai rambut hitam Bai Chen dengan mata berkaca-kaca penuh air mata kebahagiaan. "Ibu tidak pernah menunggu, nak... Ibu tahu kau adalah anak yang hebat. Selama kau selamat dan kembali dalam keadaan sehat, itu sudah lebih dari cukup bagi Ibu."
Selama beberapa hari berikutnya, Bai Chen memilih tinggal dengan tenang di paviliun tersebut, menikmati waktu kebersamaan yang hangat bersama ibunya. Ia menceritakan sebagian kecil dari perjalanannya melintasi Benua Utara dan Benua Selatan tanpa menceritakan bahaya mematikan yang ia hadapi, membuat Bi Xiu tertawa kecil dan merasa sangat bangga.
Namun, Bai Chen tahu bahwa masa tinggalnya di Benua Barat tidak akan berlangsung lama. Panggilan dari pusat dunia—undangan resmi menuju Benua Tengah dan Turnamen 5 Klan Kuno—telah tersimpan di dalam ruang spasial sistem miliknya.
Pada malam terakhir sebelum keberangkatannya, Bai Chen berdiri seorang diri di atas atap paviliun tertinggi, menatap langit malam Benua Barat yang bertaburan bintang terang.
Sistem di dalam kepalanya berkedip perlahan, menampilkan gulungan peta bercahaya yang menghubungkan Benua Barat langsung menuju jantung daratan utama: Benua Tengah.
[Ding! Misi Utama Berikutnya Diaktifkan: Menuju Benua Tengah dan Memasuki Wilayah 5 Klan Kuno!]
[Peringatan: Klan Zhang, Klan Lei, dan faksi besar lainnya di Benua Tengah telah mengetahui kebangkitan Inang. Persiapkan diri menghadapi intrik politik dan pertempuran tingkat tinggi.]
Bai Chen menyunggingkan senyuman tipis yang dingin di sudut bibirnya. Tatapan matanya memancarkan kilatan petir kosmik yang menembus kegelapan malam.
"Klan Zhang... Klan Lei..." gumam Bai Chen pelan tertiup angin malam. "Lima tahun lalu, kalian meremehkan latar belakangku dan memberikan syarat mustahil. Sekarang... aku akan datang menagih janji itu.