NovelToon NovelToon
Falling

Falling

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.

Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.

Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Clara Ikut Meeting?

Biasan cahaya matahari pagi mengintip dari balik jendela kaca kamar apartemen seorang wanita cantik. Wanita cantik tersebut kaget dengan suara alarm yang terus berbunyi tak henti-henti.

Diandra menggeliatkan tubuhnya yang masih tergolek di atas ranjang empuknya. Di raihnya ponselnya yang masih berbunyi nyaring dengan alarm yang sudah di stel nya. 05.30 WIB tertera di ponselnya.

Dengan malas-malasan Diandra bangkit dan bergerak menuju ke kamar mandi. Hampir setengah jam Diandra baru keluar dari kamar mandi.

Diandra dengan setelan outfit office kecenya dan juga harum tubuhnya berjalan keluar dari kamar apartemennya. Diandra pagi ini tidak sarapan di apartemennya. Dirinya akan sarapan bersama Gea sekretarisnya di coffeeshop langganannya.

Ponsel Diandra berdering, Diandra sudah berada di parkiran coffeeshop. Dirinya masih berada di dalam mobil.

Ganendra is calling..

Diandra mengklik tombol hijau di ponselnya.

"Assalamu'alaikum Gan, iya masih jam delapan kan rapatnya, ini baru setengah tujuh loh, iya gak bakal telat kok tenang aja, udah ya, assalamu'alaikum," Diandra tidak membiarkan kembarannya terus mengoceh di telpon

Gea sudah menunggu di coffeeshop, Diandra sangat suka dengan kedisiplinan Gea yang selalu tepat waktu tidak pernah Diandra merasa kecewa dengan cara kerja sekretarisnya itu.

Di kantor Sadewa Grup, Ganendra dan Dewa sudah berada di kantor. Bram asisten Ganendra sudah menyiapkan semua bahan untuk rapat.

Pukul 7.45 tampak Damar dan asistennya Vano memasuki ruang rapat di kantor Ganendra. Damar dan Vano sudah sering rapat bersama Ganendra di kantor Ganendra sehingga tidak perlu lagi diantar oleh customer servis ke ruang rapat.

Mata Damar menatap meja rapat, tidak di didapatinya wanita cantik yang kemarin sore bersamanya.

"Dee, cari siapa?" tanya Dewa yang memperhatikan gerak gerik Damar.

Damar menoleh ke arah Dewa. Ia hanya terseyum tipis saja ke Dewa.

Ganendra menatap santai sahabatnya yang tinngi tesebut.

"Diandra sudah otw ke sini, kita tunggu saja," Ganendra menjelaskan.

Ruang pintu rapat terbuka semua mata menoleh ke arah pintu, mereka kira yang datang Diandra ternyata bukan.

Damar, Ganendra, Dewa mengerutkan alis mereka saat tau siapa yang datang.

"Pagi semuanya, Saya mewakili Mr. Andrew di sini, bersama sekretaris Mr. Andrew yang baru, Clara kenalan dulu sama para petinggi ini," lelaki bule tersebut tersenyum smirk.

Clara yang berada di samping Bryan kekasihnya tampak tersenyum sumringah matanya terus saja melirik ke Damar.

"Mr. Andrew berhalangan hadir karena suatu hal, Saya sebagai wakil direktur yang baru akan ikut di rapat ini," ucap Bryan santai.

Ganendra mengernyitkan alisnya. Damar menempelkan punggungnya di kursi, wajahnya tampak sangat datar tanpa ekspresi. Dewa memandang Ganendra bingung.

"Silahkan duduk Mr. Bryan dan juga.." Ganendra mempersilahkan tamunya untuk duduk.

"Saya Clara Pak," Clara tersenyum sangat manis di depan Ganendra.

Vano menatap tajam ke mantan kekasih bosnya ini. Vano merasa jika Clara sengaja datang untuk mengacaukan jalannya rapat. Setau Vano Clara bukan gadis yang serius duduk di belakang meja mengurusi kertas-kertas berkas pimpinannya.

Damar tidak terpengaruh dengan kedatangan Clara, dirinya tampak tenang dengan wajahnya yang sangat datar dan tanpa ekspresi.

Waktu terus berjalan rapat belum juga di mulai karena masih menunggu kedatangan Diandra.

"Sambil menunggu kedatangan wakil direktur, Saya ingin bertanya ke Mr. Bryan, tidak ada pemberitahuan sebelumnya oleh Mr. Andrew kalau beliau tidak bisa hadir dan di wakili oleh Anda, Mr. Bryan," ucap Ganendra tenang.

Bryan menarik ujung bibirnya samar. Dirinya memang sengaja meminta pamannya sebagai Direktur untuk menggantikan beliau rapat di perusahaan Sadewa Grup.

Bryan juga meminta ke pamannya untuk menerima Clara sebagai sekretarisnya pengganti sekretaris lama yang sudah risain.

Pintu terbuka tampak dua wanita cantik memasuki ruang rapat. Diandra dengan kepercayaan dirinya berjalan tegap mendekati meja rapat. Dibelakangnya diikuti oleh Gea sekretaris setianya.

"Assalamu'alaikum, pagi," ucap Diandra tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri. Pandangannya lurus ke depan ke Ganendra kembarannya.

"Waalaikumsalam, pagi Di," Ganendra menjawab salam kembarannya.

Diandra menarik kursi tidak jauh dari posisi Ganendra. Dirinya belum menyadari siapa saja yang ikut rapat.

Di ujung meja, wajah Clara yang tadinya sumringah berubah menjadi berkerut, bibirnya manyun. Clara sangat benci dengan gadis yang duduk di ujung di samping lelaki tampan yang tidak di kenalnya.

Clara sangat iri dengan Diandra yang dikelilingi oleh pria-pria tampan.

"Baiklah sekarang kita mulai saja rapat ini, sudah tidak ada yang kita tunggu bukan, Bram tolong tampilkan materi rapat yang kita bahas hari ini di infocus," Ganendra dengan wibawanya memulai rapat.

Diandra mengangkat kepalanya, dirinya baru memandangi siapa-siapa saja yang ikut rapat.

Saat tatapannya bersirobok ke lelaki tampan yang kemarin bersamanya Diandra segera mengalihkan pandangannya. Damar pagi ini tampak sangat serius dirinya menatap datar wanita yang sudah diciumnya itu.

Pandangan Diandra sampai ke wanita yang sangat tidak asing buat Diandra. Diandra sempat mengerutkan keningnya. Hatinya bertanya-tanya kenapa ada wanita ini di rapat ini.

Pandangan keduanya bersirobok, tatapan Diandra sangat tajam begitu juga Clara. Damar sempat melirik sekilas ke arah Diandra. Damar kaget karena tatapan Diandra sangat tajam beda saat menatap dirinya tadi.

Ganendra menjelaskan dengan serius poin-poin penting tentang proyek baru yang akan mereka laksanakan.

Perusahaan Damar merupakan perusahaan yang mendisain gedung yang akan dibangun oleh Sadewa Grup. Sedangkan Mr. Andrew yang di wakili Bryan sebagai pihak yang menyediakan material, perusahaan Ganendra merupakan owner dari gedung yang akan mereka bangun.

Perusahaan Dewa sebagai anak perusahaan di bawah naungan Sadewa Grup ikut juga membahas gedung baru yang akan dibangun.

Diandra tampak serius mengikuti rapat yang di paparkan oleh Ganendra. Berbeda dengan Clara yang tampak gelisah, Clara tampak bosan mengikuti rapat, dirinya terus saja memperhatikan laki-laki yang agak jauh duduknya dari dirinya.

Vano mengetahui kalau Clara melirik terus ke arah bosnya, Damar. Sebagai asisten Damar, Vano tidak ingin bosnya selalu di ganggu oleh mantannya ini.

"Bos, Clara mandangi Bos terus," bisik Vano ke Damar.

Damar tidak menjawab dan tidak merespon bisikan Vano di telinganya.

Diandra sempat melirik ke arah Damar. Damar tampak serius tidak bersuara. Diandra merasa heran dengan sikap Damar yang berbeda saat kemarin bersamanya.

Damar tampak serius dan tidak ingin ada yang mengganggunya. Damar mengabaikan keberadaan Clara mantan kekasihnya yang masih saja terus mengejarnya.

Selesai Ganendra menjelaskan tentang rencana gedung baru yang akan dibangun. Giliran Damar lagi yang menjelaskan di infocus, setelah selesai Damar baru giliran Bryan dan Dewa.

Rapat akhirnya selesai juga sebelum pukul 12 siang. Ruangan rapat yang tadinya tampak tegang dan serius sekarang sudah tampak santai.

Selesai rapat ini mereka melanjutkan makan siang di restoran yang tidak jauh dari kantor Sadewa Grup.

Diandra tampak sangat dingin, dirinya tidak tersenyum ke peserta rapat. Damar tidak bisa mengabaikan keberadaan wanita cantik yang tampak sangat percaya diri itu.

"Bareng Aku pergi ke restorannya," ucap Damar yang sudah menjejeri langkah Diandra.

Diandra tetap diam saja tidak menjawab ajakan Damar.

Dari jarak yang tidak jauh Clara mengepalkan tangannya. Dirinya sangat tidak suka melihat mantannya selalu saja mendekati wanita yang dianggap musuhnya itu.

"Honey, kenapa dengan wajahmu? Hmm?" tanya Bryan yang melihat Clara kekasihnya tampak sedih wajahnya.

Clara tidak menjawab, dirinya terus berjalan menuju keluar gedung perkantoran Sadewa Grup.

"Kita tidak usah ikut mereka, aku mau makan di tempat lain saja," ucap Clara.

"Jangan begitu, apa kata Ganendra jika kita tidak ikut makan bareng," Bryan membujuk Clara untuk tetap ikut.

"Kamu saja, Aku pulang saja," jawab Clara yang merasa tidak bersemangat.

"Jangan begitu, Kamu mau mereka mengganti ke pihak lain proyek ini?" tanya Bryan sekali lagi.

"Baiklah jika begitu aku akan ikut makan siang ini karena kamu, Bry," Clara terpaksa ikut makan siang ke restoran.

Damar masih terus mendekati Diandra dan membujuknya untuk ikut satu mobil dengan dirinya ke restoran.

Diandra sangat sulit untuk di taklukkan menurut Damar. Damar terus saja mengikuti langkah Diandra yang menuju ke mobilnya.

"Ikut ke mobilku," Damar segera meraih kunci yang ada di tangan Diandra yang akan membuka pintu mobil. Kunci sudah di tangan Damar.

Seketika wajah Diandra berubah merah padam.

"Kembalikan kunciku!" teriak Diandra.

"Dengan satu syarat ikut ke mobilku," ucap Damar tenang.

"Gak mau," Diandra masih kekeh tidak mau semobil dengan Damar.

"Ya sudah kalau tidak mau kita makan di sini saja," ucap Damar pelan di telinga Diandra.

Diandra mengepalkan tangannya. Dirinya tidak melihat keberadaan Gea di dekatnya.

Dimana Gea? Kok hilang? batin Diandra.

Mobil Damar sudah di depan Diandra dan bersiap untuk pergi.

"Ayo jangan buang waktu hari bertambah siang ini, gerah!" ucap Damar meski di mobilnya terasa sangat dingin AC-nya.

Kunci mobil Diandra masih di bawa Damar, dengan terpaksa akhirnya Diandra ikut ke mobil Damar ke restoran. Dalam hati Damar sangat senang sekali karena bisa satu mobil lagi dengan wanita cantik kembaran sahabatnya ini. Bibir Damar tersenyum samar.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Nah...nah...nah.... mulai deh...
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: ulat nangka mam gak bs diem klo Clara.. caper trs ke Damar 😬
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Here come the trouble..... siapkan diri Damar
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: Terimakasih mam msh lanjut bc.. mau aku lanjutin trs sampai selesai mam😊
total 1 replies
🥑⃟🍁Semesta❣️
𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫. 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐫𝐢𝐬𝐭𝐚🙏
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak mesta🤗🥰
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Clara salah pilih lawan... rasakan
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: haha iya mam Clara terlalu pede 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Ulat bulu satu ini ikut-ikutan wae
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: iya mam mau nempel trs dia mam/Facepalm/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Well, saat drama queen datang pastinya akan ada drama
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha『⃟𝐉
Ya ampun kasihan si mas nya udah manggil Dinda bukannya dibalas panggilan kanda malah dipanggil bapak... nasibmu Mas 😂
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih mam udh mampir🤗🥰
total 1 replies
Wang Lee
Mampir thor
Wang Lee
Ceritanya bagus
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
mampir kesini Nelcan semangat buat karya terus dan terus 💪😘🤗
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak Tri🤗 🥰
total 1 replies
Sleep
tes meninggalkan jejak biar bisa pj
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih bng max pj nya🤗🙏👍👌
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
cieee yg sdg jatuh😁🏃🏃🏃
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
akhirnya kau menemukannya☺️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
pak Vano kh🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
aiihhh pak Damar terlupakan 😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
oh novel sequel ya 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
emang Clara yg kegatelan nih😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
hari gini masih patah hati. yg bener sj pak direktur 😱🏃🏃🏃
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Nolѕ⍣⃝✰
kena sleding nihh pak direktur 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!