NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-22

..."Tetap seperti ini sebentar, Hazelia..." bisik Mahrup penuh kepasrahan emosional, menatap bibir Hazel lalu kembali menatap matanya yang polos.

Atmosfer romantis yang begitu pekat dan intens melingkupi mereka berdua di dalam mobil yang sunyi. Dunia di luar seolah tak lagi penting.

Namun, kedekatan malam itu mendadak terputus ketika dering telepon darurat memutus momen indah mereka, memaksa Mahrup membawa Hazel bergegas menuju rumah sakit untuk menyelamatkan sang ibu.

Beruntung, tindakan medis cepat berhasil menetralkan kondisi Ibu Maria. Namun, apa yang tak disadari Hazel dan Mahrup, bayang-bayang kedekatan mereka di luar restoran hingga momen manis di dalam mobil malam itu telah terekam sempurna oleh kamera tersembunyi seseorang yang mengintai dari kegelapan.

Pagi baru saja merekah di Mahardika Tower. Di dalam ruang pantry lantai dasar yang masih sepi, pendar cahaya ponsel pintar menyinari wajah Luna yang menyunggingkan senyum penuh kebencian.

"Sukurin,Dasar Cewe modal Selangkangan".

kemarin Malam Saat Luna Baru Pulang dari berbelanja ia tak sengaja melihat Mobil.Bos nya terparkir di pinggir jalan,dan yang lebih bikin syok lagi Ada Hazel Disitu yang membuat pikirannya berputar liar dan dengan sengaja memotret mereka berdua

Foto-foto itu merekam dengan sangat jelas momen saat Mahrup merunduk begitu dekat di dalam mobil,momen saat sang CEO membetulkan sabuk pengaman Hazel yang diposisikan sedemikian rupa hingga tampak seperti gestur keintiman yang amat dalam dan terlarang.

Dengan menggunakan akun anonim terenkripsi, Luna menekan tombol post ke dalam forum internal perusahaan sebuah platform diskusi digital yang diakses oleh puluhan ribu staf Mahardika Group.

[HOT TOPIC] Terbongkar! Bukti Nyata Mantan OG yang Mendadak Jadi "Anak Emas" Bos Besar. Apakah Ini Alasan Sebenarnya Ia diangkat menjadi Personal Asisten?

"Kita lihat seberapa bertahan mentalmu hari ini, Hazelia," bisik Luna penuh racun, menyunggingkan senyum kemenangan sembari menyeruput kopi hangatnya.

Hanya dalam hitungan menit, unggahan tersebut meledak. Like dan komentar pedas membanjiri utas forum bagaikan air bah.

Dua jam kemudian, ketika jam kantor resmi dimulai, suasana di lantai dasar dan lobi utama berubah mencekam. Layar komputer di setiap meja karyawan menyala menampilkan foto-foto skandal tersebut. Kasak-kusuk miring berhembus nyaring di setiap lorong, pantry, hingga ruang istirahat.

"Gila! Beneran kan kata Luna kemarin!" seru seorang staf administrasi dengan nada jijik saat menunjuk layar komputernya. "Lihat deh foto di dalam mobil ini! Rapat bisnis apa yang posisinya sedekat itu? Jelas-jelas dia jual diri!"

"Sumpah, menjijikkan banget!" timpal karyawan lainnya. "Pantesan Pak Rian didepak, ternyata Bos butuh 'peliharaan' yang bisa dibawa ke mana-mana. Muka aja polos, ternyata kelakuannya murah banget!"

Di ujung lorong, Vita berdiri terpaku memandangi layar ponselnya. Dadanya bergemuruh hebat antara rasa ragu dan simpati. Ia tahu betul betapa gigihnya Hazel, namun foto-foto yang tersebar itu tampak begitu meyakinkan hingga mampu menggoyahkan kepercayaan siapa pun.

Sementara itu, di lantai atas, pintu lift eksekutif berdenting pelan. Hazel melangkah keluar membawa map berkas harian dengan wajah yang masih tampak lelah usai menjaga ibunya semalaman.

Namun, begitu Hazel melewati area meja staf eksekutif, langkah kakinya mendadak terhenti.

Setiap karyawan yang berpapasan dengannya melemparkan tatapan penuh cemooh, tawa meremehkan, dan bisikan tajam yang dengan sengaja diperkeras. Ponsel-ponsel genggam diarahkan ke wajahnya sembari mereka saling berbisik licik.

Gelisah dan bingung, Hazel mempercepat langkahnya menuju meja kerjanya. Namun, begitu ia menyalakan komputer dan tablet operasionalnya, layar monitor utama di mejanya mendadak memunculkan utas forum internal yang sedang gempar tersebut secara otomatis.

Mata Hazel membelalak sempurna. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat foto-foto dirinya bersama Mahrup di dalam mobil terpampang nyata, diiringi ribuan komentar bernada hinaan yang mencoreng seluruh nama baik dan harga dirinya.

Cewek murahan!

Penikmat batang si bos!

Cewe Modal Selangkangan!

Bongkahan air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya pecah membasahi pipinya. Tubuh Hazel gemetar hebat, napasnya tersengal dihantam rasa malu dan kekecewaan yang tak terperi.

Seluruh perjuangan tulusnya, keringatnya, dan ketabahannya seketika runtuh digilas fitnah kejam yang disebarkan secara anonim.

"N-nggak... ini nggak bener..." tangis Hazel pecah, menutup mukanya dengan kedua tangan di tengah keheningan lantai dua belas yang menghukumnya.

Tepat pada momen mencekam itu, pintu kaca ruang CEO terdorong kencang. Mahrup melangkah keluar dengan raut wajah kelam membendung amarah, tatapan matanya menusuk tajam ke arah layar monitor Hazel sebelum akhirnya bergeser pada sosok gadis mungil yang sedang terisak hancur di hadapannya.

"Siapa pun yang menyentuh atau menyebarkan sampah ini..." suara Mahrup mengalun rendah namun menggelegar dingin di sepanjang lorong, "...saya pastikan tidak akan pernah bekerja disini lagi mulai detik ini."

 

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!