Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.
Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.
Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.
Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.
Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pukulan Untuk Chloe
"Iris, bacakan laporannya" perintah Ethan tanpa melihat kearahnya. Ia hanya menatap layar laptop yang ada di hadapannya.
"Baik, Bos" jawab Iris. Ia berdiri dan maju ke depan. Di tangannya ada map yang diberikan oleh Chloe padanya.
"Ini berkas yang Chloe siapkan untuk presentasi hari ini. Tolong ingatkan saya jika ada yang salah" kata Iris lalu menyerahkan map tersebut pada Kevin.
Melihat itu, wajah Chloe seketika memucat. Bagaimana bisa Iris terang-terangan menyebut namanya di depan Ethan. Apa gadis itu sedang berniat mengajaknya berperang.
Chloe memelototkan matanya berharap Iris melihat kearahnya. Namun Iris sama sekali tidak menatapnya. Ia maju ke dekat Ethan dan berdiri tegap bersiap menjelaskan.
"Tuan.." seru Kevin tertahan. Ia perlihatkan map yang diberikan oleh Iris pada Ethan. Dan kedua pria itu sama-sama terkejut.
"Ini bukan laporan yang perlu dibahas hari ini. Dan lagi, semua data-data ini salah " Bisik Kevin. Ethan pun mengeraskan rahangnya.
Proyek ini bernilai milyaran dolar. Jika gagal, ia akan sangat merugi. Dan lagi, dihadapannya para investor sudah menunggu penjelasan dari pihak Ethan.
Ethan sengaja mempercayakan presentasi hari ini pada Iris karena memang ia percaya akan kemampuan sekretarisnya itu. Mungkin penampilannya tidak meyakinkan, namun ia jenius.
Kepanikan yang Ethan rasakan tiba-tiba menguap saat mendengar jika Iris mempresentasikan rencana perilisan produk mereka dengan lancar tanpa membawa catatan. Ia dengan detail menjelaskan semua rancangan serta plus dan minusnya.
Pembawaan Iris juga nampak berbeda. Jika biasanya gadis itu selalu menautkan kedua tangannya dan selalu menunduk, kini ia berdiri tegap dengan dagunya yang terangkat. Rambutnya yang di kepang dua bergoyang kesana-kemari saat kepalanya bergerak.
Ethan menatap ke depan. Tapi bukan melihat pada layar presentasi. Melainkan pada orang yang berdiri di depannya. Dia bukan seperti Iris yang biasanya, pikir Ethan.
'Tapi aku suka sikap tenang dan tegasnya,'
..
"Bagaimana bisa berkas ini tertukar ? Siapa yang membawanya ?" tanya Ethan saat rapat telah selesai.
Ia sangat puas dengan presentasi Iris yang membuat semua investor setuju untuk bekerja sama. Namun masalah berkas yang salah akan tetap diusutnya.
"Tuan Ethan sedang bertanya. Apa kalian tuli ?" tanya Kevin dengan suara lebih keras.
Iris dan Chloe sama-sama masih diam. Jika Chloe sudah berkeringat dingin dan berwajah pucat, berbeda dengan Iris yang fokus pada jari-jari nya. Dibenaknya, ia ingin memakai hiasan di kukunya seperti wanita yang ia lihat di rapat tadi.
'Mungkin akan cantik kalau aku memakai yang seperti itu. Jari-jari ini sangat lentik, sayang jika dibiarkan kosong'
Ethan dan Kevin di buat kebingungan dengan tingkah Iris. Wanita itu sama sekali tidak menampakkan rasa takutnya seperti hari-hari sebelumnya.
Jika ada masalah, dan teman-temannya menyalahkan nya, maka Iris akan cepat mengaku dan mengatakan maaf hingga membuat Ethan muak. Tapi hari ini, Iris yang seperti itu tidak ada.
"Iris, kau dengar aku ?" tanya Ethan lagi. Suaranya tetap rendah dan tenang.
Seolah tersadar karena namanya disebut, Iris mengangkat kepalanya dan menyurutkan senyumnya. Di wajahnya hanya ada ekspresi datar yang cenderung marah.
"Dengar" jawab Iris singkat.
"Kenapa kau bawa berkas yang salah ?" tanya Ethan. Keduanya saling bertatapan.
"Bukan aku yang membawanya. Chloe yang membawanya. Memang aku yang mengerjakan kemarin, tapi Chloe memaksa akan menyimpannya. Aku tidak tau kalau berkas itu salah atau tertukar" jelas Iris lancar tanpa hambatan.
Mendengar pengakuan Iris, semakin bergetar saja tubuh Chloe. Ia rasanya tidak bisa merasakan tulang-tulang di kakinya.
"Kenapa kau yang mengerjakan ? ini bukan tugasmu !" tegas Ethan. Chloe tau Ethan sedang menahan amarah dan ia tidak sanggup menjadi sasaran amarah itu.
"Ya tanya saja pada Chloe. Selama ini siapa yang mengerjakan pekerjaan di tim nya. Tanya juga siapa yang di suruh membuat kopi untuk semua orang di lantai 42 ini" kata Iris.
"Chloe, apa maksud Iris ?" tanya Ethan .
Chloe hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak sanggup menjawab. Jangan sampai pekerjaannya yang sudah berjalan empat tahun ini melayang gara-gara pengakuan Iris.
"Kau melakukan perundungan pada anak baru ?" tanya Kevin dengan nada tidak suka.
"Bukankah sudah ada peraturan tidak boleh ada perundungan antara senior dan junior di kantor ini. Kenapa kau lakukan ? Kau kan karyawan lama kenapa tidak mengerti !" sentak Kevin.
Semua orang tau jika Ethan dan Kevin memiliki sifat yang hampir mirip. Namun Kevin tidak menjengkelkan seperti Ethan, menurut Iris.
Iris hanya diam sembari melihat tontonan yang asik. Dalam hatinya, ia memuji Iris yang memiliki otak cerdas dan ingat akan segala hal.
'Begini yang kau mau, Iris ? Lihatlah, si pembuli ini ketakutan '
"Maafkan aku, Tuan. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Aku hanya ingin mendisiplinkan Iris. Dia terlalu pendiam dan tidak bisa melakukan apa-apa," sanggah Chloe. Ia harus melakukan apapun agar Ethan tidak memecatnya.
Setelah mendapatkan omelan panjang lebar dari Kevin, di putuskan jika Chloe di beri hukuman dengan cara diturunkan jabatannya atau memilih mengundurkan diri.
Dengan berat hati, Chloe akhirnya memilih diturunkan jabatannya. Tapi Iris menolak, ia beralasan sayang jika orang seperti Chloe harus turun jabatan.
"Aku tidak apa-apa. Aku sudah memaafkan nya. Tidak perlu di perpanjang lagi" kata Iris. Ia berpikir jika Chloe pindah tempat maka ia tidak bisa membalas perlakuan Chloe.
"Baiklah. Jangan ulangi kesalahan mu lagi dan minta maaf pada Iris," putus Ethan.
Dengan perasaan marah luar biasa, Chloe meminta maaf pada Iris. Ia bahkan berpura-pura memeluk Iris agar Ethan yakin jika ia tidak akan mengganggu Iris lagi.
Lalu ia keluar dari ruangan rapat dan hanya menyisakan Ethan, Kevin dan Iris.
"Buatkan aku kopi seperti tadi" perintah Ethan lalu pergi meninggalkan ruangan.
Iris hanya mengambil nafas panjang. Bos nya sangat dingin dan semena-mena.
"Dasar manusia kopi"
...
Happy reading 🥰
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘