seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Devano!
ESOK HARI KEMUDIAN..
Alina berangkat kerja lumayan terlambat karena harus mengerjakan tugas rumah di tambah selalu dapat amarah bibinya, karena kejadian kemarin Kayla merasa di permalukan walaupun kemarin memang kesalahan nya yang ingin buat Alina di permalukan.
"Ehh.. Nona Alina,tumben berangkat terlambat?"tanya David membuat Alina menunduk.
"Maaf kak,saya terlambat!"jawab Alina merasa takut akan di pecat Devano.
"Kamu buatkan,tuan minum biar ngga marah,"ucap David balas Anggukan Alina.
Alina pun pergi menuju pantri membuat minuman untuk Devano agar tak marah padanya walaupun pasti,akan kena marah juga oleh Devano karena berangkat terlambat tak seperti biasanya, sekarang Alina berharap tak dapat hukuman dari Devano.
Sementara itu Devano baru berangkat kerja karena ada kepentingan sedikit,lalu melihat Alina membawakan minum di ruangannya membuat Devano mengerutkan keningnya lalu segera masuk ruangannya saat Alina pergi.
"David,saya ingin kamu selidiki, tentang gadis ini,"ucap Devano membuat David mengerutkan keningnya.
"Maksud anda adalah,nona Alina?"tanya David membuat Devano ngangguk.
"Iyahh.. Saya rasa ada sesuatu!"jawab Devano balas Anggukan David.
David pun pergi dari ruangan Devano lalu ada Alina yang kembali ke ruangan nya,namun melihat sudah ada Devano membuat Alina kaget lalu menunduk takut kena marah karena berangkat terlambat hari ini gara gara bibinya, yang sengaja beri dirinya pekerjaan begitu menumpuk.
"Maaf tuan,saya hari ini telat!"ucap Alina dengan menunduk membuat Devano mendongak.
Devano pun berdiri melangkah hampiri Alina, membuat Alina gugup takut melihat Devano mendekat entah mau apa atasannya seperti nya sedang marah dengan nya karena sudah berangkat kerja terlambat walaupun sebenarnya Devano pun baru berangkat.
"Duduk temani saya!"tegas Devano membuat Alina terkejut.
"Tapi tuan,saya harus bantu office girl kali tidak mereka akan marah!"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Kamu lebih takut mereka marah,dari pada saya gitu?"tanya Devano membuat Alina gugup.
"Tentu saja,saya juga takut tuan!"jawab Alina dengan menunduk.
Aroma tubuh Devano sungguh harum membuat Alina suka namun dirinya sadar kalau Devano adalah atasannya,mana mungkin dirinya pantas bersama Devano apalagi mereka beda kasta mungkin Devano seorang pengusaha sukses sedang kan dirinya gadis biasa.
"Jadi gimana, apakah menolak untuk temani saya?"tanya Devano membuat Alina geleng.
"Saya ngga bisa, untuk menolak karena pasti anda tak suka di tolak!"jawab Alina membuat Devano ngangguk.
"Baguslah.. Jadi bawahan yang nurut,jika tak mau buat saya marah!"tegas Devano membuat Alina ngangguk.
"Tuan ini, sungguh menyebalkan walaupun baik!"gumam Alina.
****
SIANG HARI KEMUDIAN..
Siang ini jam istirahat kantor dan Devano selesai mengerjakan pekerjaan nya,lalu melihat David mengantar sesuatu keruangan Devano membuat Alina mengerutkan keningnya, entah apa yang David antar untuk bosnya,lalu Devano mengambil kantung kresek yang seperti nya berisi makanan.
"Silahkan ambil, untuk makan siang!"ucap Devano membuat Alina terkejut.
"Ehmm.. Terimakasih tuan!"ucap Alina sembari menerima makanan nya.
"Kamu bagikan ke office girl juga!"titah Devano menatap Alina.
"Baiklah tuan!"patuh Alina membuat Devano ngangguk.
Setelah Alina pergi Devano pun kembali duduk begitu pun David karena ingin bicarakan sesuatu pada David, sementara Alina sedang menuju pantri membagikan makanan ke karyawan kantor ini membuat semua heran.
"Ini dari siapa?"tanya Laras membuat Alina mengerutkan keningnya.
"Dari tuan Devano!"jawab Alina membuat Laras terkejut.
"Wahh.. Tumbenan,bos kita sangat baik!"celetuk Laras membuat Alina heran.
"Apa yang di maksud,kak Laras ya?"gumam Alina merasa bingung.
Sementara itu Devano sedang mengobrol dengan David tiba tiba saja ada kedatangan Novi di perusahaan nya, membuat Devano mengerutkan keningnya entah mau apa Novi datangi perusahaan nya, datang pun langsung masuk keruangan Devano.
"ada apa kesini?"tanya Devano menatap tak suka dengan Novi.
"Ngga ada, hanya calon mertuaku membawakan mu makanan,"jawab Novi membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Maksudnya,dari ibuku gitu?"tanya Devano membuat Novi ngangguk.
"tuh sudah tau!"jawab Novi membuat Devano mendengus sebal.
Devano heran dengan niat orang tua nya yang kekeuh ingin jodohkan dirinya dengan gadis yang ngga dirinya sukai, apalagi terlihat sombong di hadapan karyawan nya itu walaupun terkadang Devano pria yang cuek tapi sebenarnya baik hati apalagi dulu sangat berbeda dari sekarang.
"Okey, terimakasih udah antar!"ucap Devano dengan datar.
"Kamu boleh pergi!"tegas Devano.
"kamu mengusirku gitu?"tanya Novi membuat Devano menghela nafas.
"Iya tentu saja, untuk apa tetap disini!"jawab Devano dengan tersenyum sinis.
Novi pun pergi karena kesal di usir Devano begitu saja padahal niatnya baik,namun dirinya bertemu Mamah Devano membuat Novi memikirkan sesuatu ia akting pasang wajah sedih hingga buat mamah Devano mengerutkan keningnya melihat Novi sedih.
"Nak,kamu kenapa?"tanya Vania membuat Novi menghela nafas.
"Devano usir aku Tante!"jawab Novi membuat Vania kaget.
"Yaampun.. Dia sangat keterlaluan,Mamah pasti akan memarahi dia!"geram Vania membuat Novi tersenyum licik.
Sementara itu Devano sedang membereskan ruangannya yang berantakan,namun melihat mamahnya datang membuat Devano terkejut entah mau apa Mamahnya datangi perusahaan nya seperti ngga biasanya seperti ini.
"Kamu kenapa sih,usir Novi!"omel Vania membuat Devano menghela nafas.
"Terus kenapa mah,kan udah ngga ada yang ingin di bicarakan?"tanya Devano merasa bingung.
"harusnya kamu,ajak dia jalan!"jawab Vania.
Devano hanya geleng kepala bagaimana bisa Dirinya ajak jalan, karena dirinya pun tak menyukai jodoh pilihan dari orang tuanya namun herannya saat bersama Alina sejujurnya Devano nyaman walaupun Alina adalah gadis biasa namun entah mengapa Devano nyaman.
"Mamah.. Harus nya, sebagai orang tua mengerti dengan keinginan anak nya,ngga egois!"tegas Devano membuat Vania mengerutkan keningnya.
"Dengan kamu nurut,pasti bahagia nak karena Novi anak pengusaha perusahaan ini akan segera bersatu jika kalian menikah!"ucap Vania membuat Devano tersenyum merasa miris.
"ini sama saja,ingin jual diriku,"gumam Devano merasa kecewa.
*****
Malam ini Alina baru pulang dari kantor sekitar jam 09:14 hari ini pekerjaan nya tak terlalu banyak,jadi bisa pulang cepat itu pun disuruh Devano walaupun sebenarnya belum jam pulang kantor,tapi Alina terlihat tak sehat hari ini membuat Devano merasa iba takut sakit parah.
"siapa orang ini,kok ada dirumah?"gumam Alina merasa penasaran.
"Ehh.. Gadis ini siapa,kok cantik sekali?"tanya pria itu membuat Gayatri natap sinis Alina.
"Dia hanya pembantu,biasa lah kan kami keluarga mampu,"jawab Gayatri membuat pria itu ngangguk.
"pasti gadis ini,masih prwn karena terlihat sangat muda,"gumam pria itu dengan tersenyum penuh arti.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"