NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Berkelahi

Zara menghampiri Michele pagi ini, ia datang ke kelas senior nya membawa amarah karena kejadian kemarin.

Brakk

Zara menendang bangku yang sedang diduduki Michele dengan kuat.

"Apa apaan lo?!" Bentaknya

Zara menatap Michele dan kedua teman nya tajam, sementara semua orang yang ada di kelas menatap momen yang baru saja ia lakukan.

"Setan! kenapa sih ada manusia sejahat kalian bertiga! lo nyuruh cowok buat ngelecehin gue anjing! lo sadar gak apa yang lo lakuin?!" Zara membentak sementara Michele mulai berdiri.

Michele melirik ke beberapa teman sekelasnya, mereka tampak terkejut dengan apa yang baru saja Zara ungkapkan.

"Lo jangan asal nuduh gue! buktinya apa?!" Balas Michele tak kalah sengit.

"Tau nih lagian gak sopan banget adek kelas dateng dateng langsung maki orang" Balas windi.

"Bangsat!" Zara menjambak rambut Michele.

"Aarrkkhh!" Teriak Michele kesakitan.

Kedua teman Michele pun tak tinggal diam dan ikut menyerang Zara, ketiganya terlibat pertengkaran hebat dan tidak ada satupun yang berani melerai.

Zara tetap tak melepaskan jambakan nya pada rambut Michele sementara ruri dan windi memukul dan menjambak rambutnya.

"Aahhh sakit!" Teriak Michele.

"Lepasin bego!" Windi memaki

Zara menggeram dan semakin kuat menjambak nya hingga ia terpental saat rambut Michele tercabut dalam jumlah yang lumayan banyak.

"Aahhh sakit!" Teriak Michele kesakitan.

Zara terkekeh ringan saat mengenggam rambut Michele yang tercabut, ia melemparnya ke lantai dan mengambil sebuah buku tebal yang berada di meja.

"Gila lo ya?!" Maki windi.

Zara melayangkan buku tebal tersebut pada windi dan ruri ia memukul keduanya bergantian.

Bugh bugh bugh...

"Aaah! ahhh!! lo gila ya?!"

Windi dan ruri berusaha menangkis serangan Zara sebisa mungkin, tak ada yang menghentikan aksi Zara sebelum seorang guru wanita berteriak lantang padanya.

"ZARA!"

...****************...

"Kamu mau di skorsing lagi?!" Tanya Arini, seorang guru wanita yang menjabat sebagai guru bimbingan konseling di sekolah.

"Saya gak akan berhenti sebelum semua orang tahu kalau dia itu pembully, dia ngajak siswa buat ngelecehin saya! mereka keterlaluan!" Teriak Zara lantang.

"Gak bu saya gak pernah melakukan itu" Ucap Michele membela diri.

"Kalau ibu gak mau usut kasus ini saya akan langsung bilang ke kepala sekolah!" Ancam Zara.

"Percuma Zara, kamu gak ada bukti! lagipula semua orang tau kalau kamu yang duluan berantemin mereka"

"Saya gak akan memulainya kalau tidak ada sebab ibu, kenapa ibu gak bisa suportif, ibu pikir kenapa saya marah marah begini tanpa sebab, ibu pikir saya gila?!" sarkas Zara.

"Kamu gak sopan Zara, siapa yang kamu ajak bicara ini, saya ini guru kamu!" Ucap arini.

"Justru karena ibu adalah guru ibu bisa bersikap fleksibel, jangan memihak hanya karena pengakuan"

"Lalu kamu ada bukti apa mereka ngelakuin semua itu sama kamu?"

Michele tersenyum samar, beruntung Zara tidak memiliki bukti apapun, ia bisa berpura-pura menjadi korban di sini.

"Lalu kenapa ibu bisa berfikir saya marah dengan mereka tanpa alasan?"

"Ya ibu gak tau, yang jelas apapun alasan kamu marah gak seharusnya kamu mukul temen kamu begitu, paham?"

"Jadi kalo saya hampir diperkosa? hampir di lecehkan saya harus diem aja!?"

"Zara! hati hati kamu kalau berbicara, Michele ini anak ibu widya, keluarga mereka terpandang, mana mungkin seorang anak dari keluarga terpandang melakukan hal demikian, jaga batasan kamu!" Peringat arini.

Zara berdiri dengan kasar tanpa membalas ucapan sang guru.

"Saya sudah bilang kalau ibu gak bisa selesaikan ini saya akan lapor ke kepala sekolah!" Ancam Zara.

"Saya bilang percuma Zara, saya akan panggil orang tua kamu datang" Katanya.

"Sialan!" Umpat Kayla membatin.

...****************...

"Kami tidak bisa membantu apapun selain memberi kesempatan Zara untuk meminta maaf pada Michele dan teman temannya, Michele sudah bilang kalau Zara tidak meminta maaf dia akan lapor ke orang tuanya.

Sita terlihat ketakutan mendengar ucapan kepala sekolah, sementara Zara terkekeh ringan sembari menyilangkan tangan nya di depan badan.

"Saya gak percaya kalau ternyata semua guru sama aja! gak ada gunanya saya lapor ke bapak! kalian semua cuma memihak orang kaya!" Kata Zara.

"Zara! ayo minta maaf jangan buat masalah" Sita menggenggam lengan zara kuat.

"Ibu gak tau apa yang udah mereka lakuin buk!" Zara menolak keras.

Sita memberi isyarat diam dengan kepalanya yang menggeleng geleng, putrinya berurusan lagi dengan orang orang berpengaruh, ia sangat ketakutan jika Zara akan di keluarkan dari sekolahnya.

"Papi... tolong Kayla pi" Kayla membatin sendu.

Ia sangat menyadari bahwa ia bukanlah siapa siapa tanpa kuasa ayahnya.

"Michele? saya atas nama zara meminta maaf sama kamu dan teman teman kamu ya?" Sita memohon.

"Kayanya gue udahin aja sampai di sini, lagian bisa gawat juga kalo mama sama papa Sampai dateng lagi" Batin Michele.

"Yaudah buk gak apa apa, saya gak mau lagi berurusan dengan anak ibu, tolong bilang ke dia" Kata Michele.

"Iya nak pasti, maafin zara ya?"

"Saya anggap masalah kalian sudah selesai dengan cara yang benar, terimakasih buat Michele yang sudah memaafkan zara dengan hati yang lapang" Kata sang kepala sekolah.

Zara berdiri dengan kasar, ia berjalan berhenti di samping Michele sebelum keluar dari ruangan kepala sekolah.

"Gue belum selesai!" Katanya, Zara berjalan keluar meninggalkan ruangan.

"Terimakasih Michele" Ucap Sita.

...****************...

"Anjing! lo liat rambut gue pitak gini!" Michele mengumpat kesal.

"Kepala gue juga nyut nyut an gila tuh anak" Tambah windi.

"Kalian semua kepikiran gak sih kenapa bisa tiba tiba kemaren tuh cowok dateng, padahal kan harusnya si mimi cuma bilang pas ada Zara doang, atau jangan jangan mimi lagi yang udah bocorin rencana kita" Ungkap ruri

"Iya lagi, itu si cupu satu emang perlu di kasih pelajaran yang lebih, awas aja!" Ujar Michele.

"Cell!" Dua orang pemuda berjalan mendekati keduanya.

"Kalian?" Michele menunjuk angga dan Ryan bergantian, ia kaget karena wajah kedua teman nya itu terlihat banyak lebam.

"Lo harus tanggung jawab ya! liat nih gue di hajar habis habisan!" Ryan menyulut tak Terima.

"Tenang dulu! ini bukan sepenuhnya salah gue, gue yakin ada yang salah dan gue tau penyebabnya" Kata Michele.

"Apa? lo bilang dia cuma dateng sendiri, kenapa tiba tiba ada temen cowoknya? mana pas kita kejar dia dapet temen lagi sialan lo!"

"Hishh ya mana gue tau bakal jadi gini, tapi lo mendingan ikut gue buat kasih pelajaran ke satu orang yang menurut gue bertanggung jawab atas kegagalan kita"

"Siapa?"

"Mimi namanya, dia temennya Zara, lo boleh apa apain dia kalo lo mau" Kata Michele di ikuti anggukan oleh kedua temannya.

"Yakin gak lo?"

"Yakin, lo ikut aja sama kita"

"Oke! gue Terima"

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!