NovelToon NovelToon
The Wrong Proposal

The Wrong Proposal

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Bad Boy / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Ketika Adrian Richard memutuskan untuk melamar di atap gedung yang romantis, ia mengira semuanya sudah terencana sempurna.
Namun saat ia berlutut, wanita yang berbalik bukanlah kekasihnya, melainkan orang asing bernama Briana Edmond.
Apa yang dimulai sebagai tawa bersama atas kesalahan konyol berubah menjadi bencana saat kekasih Adrian datang dan menyaksikan apa yang tampak seperti pengkhianatan.

Kini, saat satu hubungan hancur, ikatan tak terduga mulai muncul di antara dua orang asing yang tidak seharusnya bertemu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pagi hari di Manhattan biasanya disambut Audrey dengan semangat, namun kali ini ada awan mendung yang menggelayut di pelupuk matanya. Sejak semalam, ponselnya tidak berhenti bergetar. Bukannya permintaan maaf yang tulus, Rafael justru mengirimkan rentetan pesan yang penuh dengan racun ego dan keputusasaan.

“Aku benar-benar menyesal membuang waktu dua tahun bersamamu, Audrey,” tulis Rafael dalam salah satu pesannya. “Aku pikir kamu itu modern, ternyata kamu cuma gadis rumahan yang terjebak di tubuh model. Kamu membuatku malu di depan Keenan. Kamu tidak tahu cara menghargai laki-laki.”

Audrey menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. Air matanya sudah kering sejak semalam. Ia teringat bagaimana Rafael dulu begitu manis saat mendekatinya di SMA, bagaimana pria itu berjanji akan menjaganya. Ternyata, menjaga bagi Rafael memiliki syarat yang tidak bisa Audrey penuhi, penyerahan diri.

“Nggak ada cowok yang bakal tahan sama kamu, Audrey. Cuma aku yang mau sabar selama ini,” lanjut pesan terakhir Rafael.

Audrey menarik napas panjang. Kalimat itu terasa seperti cambukan, namun tiba-tiba ia teringat suara dingin dan tenang milik Keenan semalam: "Kamu luar biasa, Audrey."

Dua kalimat dari dua pria berbeda itu beradu di kepalanya. Dan untuk pertama kalinya, Audrey merasa memiliki kekuatan untuk memilih. Ia tidak membalas pesan Rafael. Tidak ada gunanya berdebat dengan pria yang mengukur cinta dari seberapa besar akses yang ia dapatkan atas tubuh pasangannya. Dengan satu gerakan mantap, Audrey menekan tombol block pada nomor Rafael dan semua media sosialnya.

Klik.

"Selesai," bisik Audrey pada kamarnya yang sunyi. Ia merasa seolah baru saja melepaskan ransel berat yang selama ini ia pikul tanpa sadar.

Keesokan harinya, Audrey memutuskan untuk tidak mengurung diri. Ia adalah putri Alana Richard, ia tidak dibesarkan untuk menjadi wanita yang meratapi pria pecundang. Ia mengenakan jeans berpinggang tinggi, atasan crop top putih yang simpel, dan kacamata hitam besar. Rambutnya ia biarkan tergerai ditiup angin New York saat ia melangkah menuju sebuah kafe aesthetic di kawasan West Village untuk bertemu dengan teman-temannya.

Kafe itu bernama The Daily Edit, tempat favorit para mahasiswi NYU untuk berkumpul. Di sana, tiga sahabatnya sudah menunggu, Chloe, Bella, dan Sarah.

"Audrey! Akhirnya ratu kita muncul juga!" seru Chloe saat melihat Audrey masuk.

Audrey mencoba tersenyum senormal mungkin, meskipun hatinya masih sedikit remuk. Ia duduk di kursi beludru hijau dan memesan sebuah iced oat latte.

"Jadi, bagaimana perayaan kelulusan dengan Rafael semalam?" tanya Bella dengan mata berbinar. "Pasti romantis banget, kan? Dia membawamu ke mana? Restoran di atas awan?"

Senyum Audrey memudar. Ia mengaduk minumannya perlahan, menatap sedotan kertasnya dengan tatapan kosong.

"Kami putus," jawab Audrey pendek.

Meja itu seketika menjadi sunyi. Ketiga temannya saling pandang dengan ekspresi tidak percaya. "Putus? Kalian kan pasangan paling goals di SMA kemarin! Kenapa?" tanya Sarah tak percaya.

"Dia..." Audrey ragu sejenak. "Dia menginginkan hal-hal yang tidak bisa kuberikan. Dia bilang aku kuno karena aku menolak untuk tidur dengannya."

"Apa?! Serius?" Chloe memekik kecil. "Di hari kelulusan? Dia benar-benar brengsek, Drey! Tapi tunggu... bukannya semalam dia membawamu ke apartemen Keenan Atharrazka? Aku dengar dari anak-anak klub mobil."

Audrey mengangguk pelan. "Iya. Dan beruntung ada Keenan di sana. Kalau tidak... aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku."

Mendengar nama Keenan, Bella dan Sarah langsung heboh. Di lingkungan NYU, nama Keenan Atharrazka bukan sekadar nama mahasiswa biasa.

"Tunggu, maksudmu Keenan yang itu? Kakak tingkat kita yang super ganteng tapi sedingin es itu?" mata Sarah membelalak. "Keenan itu legenda di NYU, Drey. Dia pintar, kaya, tapi nggak pernah ada yang bisa mendekatinya. Dia itu seperti benteng berjalan. Dan dia... menolong mu?"

Audrey teringat bagaimana Keenan melindunginya dengan punggungnya yang lebar semalam. "Iya, dia mengantarku pulang sampai ke depan pintu rumah. Dia bahkan meminjamkan ku jaketnya."

"Wah, ini gila!" Chloe menggeleng-gelengkan kepala. "Keenan Atharrazka nggak pernah peduli sama urusan orang lain. Dia itu sangat tertutup. Kalau dia sampai mengantarmu pulang, itu berarti ada sesuatu yang menarik perhatiannya darimu, Audrey."

"Atau mungkin dia hanya kasihan melihatku yang tampak seperti gelandangan emosional semalam," canda Audrey, mencoba mencairkan suasana meskipun pipinya sedikit merona.

Saat mereka asyik mengobrol, pandangan Audrey tak sengaja tertuju pada pintu masuk kafe. Setiap kali pintu terbuka dan lonceng berbunyi, jantungnya berdegup sedikit lebih kencang, berharap atau mungkin takut bahwa sosok tinggi dengan tatapan tajam itu akan muncul.

Ia teringat jaket hitam Keenan yang masih tergantung rapi di balik pintu kamarnya. Jaket itu berbau seperti perpaduan antara hujan dan kayu cendana. Aroma yang jauh lebih maskulin dan menenangkan daripada parfum Rafael yang selalu terasa menyengat.

"Drey, kamu melamun?" tanya Bella sambil melambaikan tangan di depan wajah Audrey.

"Ah, tidak. Aku cuma berpikir kapan aku harus mengembalikan jaketnya," jawab Audrey jujur.

"Itu alasan yang bagus untuk bertemu lagi!" Sarah menyeringai nakal. "Gunakan itu, Audrey. Setelah apa yang Rafael lakukan padamu, kamu butuh pria yang punya kelas seperti Keenan. Bukan bocah yang cuma mikirin hormon seperti Rafael."

Audrey hanya tertawa kecil, namun di dalam hatinya, ia mulai merenung. Kata-kata teman-temannya tentang Keenan yang dingin dan tertutup membuatnya semakin penasaran. Kenapa pria sesempurna Keenan memilih untuk mengikuti agama ibunya namun tetap memegang nilai-nilai ayahnya? Dan kenapa pria itu menatapnya dengan cara yang seolah-olah ia bisa melihat menembus segala pemberontakannya?

Hangout siang itu sedikit banyak membantu Audrey untuk pulih. Ia menyadari bahwa dunianya tidak berakhir hanya karena seorang laki-laki seperti Rafael pergi. Justru, kepergian Rafael adalah ruang kosong yang baru saja terbuka untuk sesuatu yang lebih baik.

Sebelum pulang, Audrey mengambil ponselnya. Ia membuka daftar blokir sejenak, hanya untuk memastikan nama Rafael sudah benar-benar terkubur di sana. Kemudian, ia membuka akun Instagram-nya dan mencari sebuah nama yang sejak semalam menghantuinya.

Keenan.Atharrazka.

Akunnya di-private, dengan foto profil yang hanya menampilkan gambar mobil balap hitam di tengah sirkuit yang gelap. Minimalis, misterius, dan sangat berwibawa. Audrey ragu sejenak, namun kemudian ia menekan tombol Follow.

"Kalau dia bilang aku luar biasa," gumam Audrey sambil tersenyum tipis, "maka aku harus menunjukkan padanya bahwa aku memang luar biasa."

Audrey berdiri dari kursinya dengan kepala tegak. Ia bukan lagi Audrey yang ketakutan di lobi apartemen semalam. Ia adalah Danisha Audreyna Richard, dan ia siap memulai hidup barunya di universitas, tanpa Rafael, dan mungkin, dengan bab baru bersama pria yang menyebutnya sebagai sebuah pengecualian.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
Masya Allah...
Retno Isusiloningtyas
😭
falea sezi
uda end kah
Retno Isusiloningtyas
oh.wow.ternyata Kenan ayahnya Muslim
Retno Isusiloningtyas
semangat,Thor
Retno Isusiloningtyas
semangat Alana....
Retno Isusiloningtyas
wow....
siap2....
Mei Mei
suka sama semuaa ceritamu Thor. semangat buat nulisnya
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
irma hidayat
lancar sukses rencananya alana
chika aprilia
harusnya 23 tahun kemudian bukan 23 tahun lalu, othor nya salah
ros 🍂: makasih kak udah ingatin 😍🙏
total 1 replies
Mei Mei
/Kiss/
Mei Mei
suka cerita nya
ros 🍂: Makasih kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
bagus .. bagus karyamu Thor

tetep sehat
selalu semangat

karyamu jadi relaksasi tersendiri utk ku
ros 🍂: Ma'aciww 😍😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
ditunggu upload nya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!