NovelToon NovelToon
Meminjam Ibu Sehari

Meminjam Ibu Sehari

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririn rira

Di sebuah kota yang sibuk, seorang wanita menghabiskan waktu dengan deretan mawar dan lili di toko bunga kecil miliknya. Baginya bunga adalah bahasa untuk orang-orang yang tidak bisa bicara. Di pagi yang cerah lonceng pintu berbunyi. Seorang anak laki-laki berpakaian seragam lengkap berdiri disana. Bukan membeli bunga tapi membawa permohonan yang menggetarkan hati.

"Bolehkah aku meminjam waktu tante sebentar menjadi ibuku sehari saja."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melengkapi kanvas hidup

Seorang pria dewasa duduk tegak di sofa beludru tunggal. Tangannya bertaut di atas lutut, mencoba menutupi kegugupan yang sesekali muncul lewat gerakan jempolnya yang gelisah. Di hadapannya, dipisahkan oleh meja kayu jati rendah yang menyajikan teh melati yang masih mengepul. Ia duduk berhadapan dengan satu keluarga yang sebentar lagi jadi keluarganya.

"Saya datang kesini bukan untuk melamar tapi langsung menentukan tanggal pernikahan. Sebria sudah mengabari kalau kalian semua setuju." Jehan bersuara menekan gugup yang nyaris tidak bisa di tutupi. Ini pertama kalinya ia datang untuk membicarakan pernikahan. Saat bersama Ayusa semua dilakukan secara mendadak. "Dan untuk Keona, saya mempertaruhkan diri saya sendiri untuk pernikahan ini." Ucapnya meyakinkan lagi adik Sebria itu.

"Kapan kamu siap?" Tanya Pak Fendy

"Satu bulan lagi, bagaimana?" Jehan melemparkan pandang kepada Sebria. "Siapa yang ingin anda undang akan saya urus."

Pak Fendy nampak berpikir. "Kolega bisnis."

"Tapi—"

"Aku akan memperkenalkan kamu sebagai istriku sekaligus anak dari orang tuamu tanpa menjatuhkan nama baik mereka." Potong Jehan cepat saat Sebria bersuara. Segaris senyum meyakinkan tertarik di bibirnya.

"Anda yakin ?" Keona masih belum luluh tatapan tajam dengan nada suara yang datar tidak bersahabat. "Tidak menyakiti kakak saya lagi?"

"Yakin." Jehan memberikan tatapan tidak kalah tajamnya.

...----------------...

Satu bulan kemudian...

Pagi ini suasana begitu segar, Byan yang bersemangat, misi terpentingnya adalah memastikan dasi kupu-kupunya tidak miring. Hari ini bukan sekadar pernikahan biasa, ini adalah hari di mana ayahnya resmi menikahi "Tante bunga," pemilik toko di seberang gedung sekolah yang selalu memberinya setangkai bunga matahari setiap kali dia berkunjung.

Di sudut kamar, sang ayah berdiri di depan cermin, tangannya sedikit gemetar saat merapikan kerah kemeja. Byan mendekat, menepuk kaki celana ayahnya dengan bangga. "Papa tenang saja, aku sudah menyimpan cincinnya di saku rahasia," bisiknya dengan nada riang.

Jehan berlutut, menatap mata putranya yang berbinar, menyadari bahwa kebahagiaan ini bukan hanya miliknya, melainkan milik mereka berdua sebagai keluarga baru.

Sementara itu, di ruang lain sang mempelai wanita merangkai buket terakhir sebelum libur panjang—bukan untuk pelanggan, melainkan untuk dirinya sendiri. Ia menyelipkan sekuntum bunga kecil yang dipetik Byan kemarin ke dalam rangkaian bunganya.

Saat instruksi wedding mulai terdengar, Byan menggandeng tangan ayahnya menuju altar, siap menyambut sosok yang tidak hanya akan menjadi istri ayahnya, tetapi juga warna baru yang melengkapi kanvas hidup mereka.

Musik latar penggiring mengalun lembut saat pintu besar terbuka, memperlihatkan sosok Sebria yang tampak anggun dalam balutan gaun putih, membawa buket yang harumnya memenuhi ruangan. Di depan altar, Byan berdiri tegap di samping ayahnya, berusaha keras menahan senyum lebarnya sambil meraba saku tempat kotak cincin berada.

Saat langkah Sebria semakin dekat, Jehan menarik napas panjang, matanya berkaca-kaca melihat bagaimana hidup mereka yang dulu sepi kini akan dipenuhi warna. Sebria tidak langsung menatap calon suaminya. Ia berhenti sejenak di depan Byan, mengedipkan mata dengan hangat seolah berkata bahwa mereka adalah tim yang hebat.

Di bawah altar yang dihiasi bunga lili dan melati, Jehan mengulurkan tangan, sementara Byan dengan sigap menyerahkan kotak cincin dengan penuh kesungguhan. Saat janji suci diucapkan, bukan hanya dua hati yang menyatu, melainkan sebuah janji dan keluarga baru yang bersatu.

"Cincinnya aman, Pa," bisik Byan dengan nada bangga yang tertahan.

Jehan tertawa kecil lalu menatap mempelai wanitanya. "Dulu aku pikir hidup kami sudah cukup hanya berdua. Tapi melihatmu di sini, aku sadar takdir ku ada pada kamu."

Sebria tersenyum manis, mengusap pipi Byan sebelum menyambut tangan Jehan. "Aku mengambil keputusan besar dalam hidupku kedua kalinya, aku harap dapat ending yang indah" ucapnya lembut, "Tapi aku berjanji untuk memastikan rumah kita selalu seharum taman, dan anak hebat ini tidak akan pernah kekurangan kasih sayang."

Keheningan yang sakral menyelimuti ruangan saat suara Jehan terdengar stabil namun penuh emosi, menggema di antara pilar-pilar yang dihias sulur tanaman hijau. Di hadapan Kelurga Sebria, ia menggenggam tangan wanita itu erat, seolah tak ingin melepaskan sumber cahaya barunya. Dihadapan tamu yang terbatas Jehan meresmikan Sebria menjadi istrinya.

"Aku berjanji untuk menjadi tempatmu pulang," ucap Jehan pelan, "seperti kamu yang selalu punya cara untuk menghidupkan bunga yang layu, kamu pun telah menghidupkan kembali harapan di hati kami berdua."

Sebria menatap dalam penuh embun tipis mengambang di manik matanya. "Di toko bunga, aku belajar bahwa setiap kelopak butuh waktu untuk mekar. Terima kasih telah menungguku, dan terima kasih telah mengizinkanku menjadi bagian dari taman kehidupanmu dan Byan."

Byan, yang berdiri tepat di antara mereka, mendongak dengan wajah penuh kekaguman. Suasana terasa begitu manis. Aroma melati yang kuat dari altar bercampur dengan kehangatan janji yang tulus, menciptakan atmosfer yang membuat para tamu tertahan napas, menyaksikan bagaimana dua dunia yang berbeda—seorang ayah tunggal dan seorang seniman bunga. Akhirnya menyatu dalam satu harmoni yang sempurna.

Di barisan terdepan, orang tua Sebria tak mampu membendung haru. Ibu Sandrina berkali-kali menyeka sudut mata dengan saputangan renda, menatap putrinya dengan binar bangga karena akhirnya melihat sang putrinya menemukan seseorang yang menjaganya. Pak Fendy, yang biasanya kaku, tampak tersenyum lebar sambil menepuk bahu istrinya, sesekali mengangguk hormat ke arah menantu barunya dan si kecil— Byan.

Sementara itu, Keona berdiri di samping orang tuanya dengan gaya yang lebih santai namun emosional. Ia menatap haru wajah sang kakak lalu memberikan jempol tinggi ke arah Sebria. Matanya sempat bertemu dengan Byan. Ia mengedipkan mata seolah menyambut keponakan baru yang akan menjadi teman main bola atau rekan pembuat onar di acara keluarga nanti.

Kehadiran Jehan dan Byan bukan sekadar tambahan anggota keluarga, melainkan potongan puzzle yang selama ini dinanti untuk melengkapi kebahagiaan putri mereka.

...----------------...

Resepsi bukan sekadar pesta, melainkan perpanjangan dari jiwa Sebria. Taman belakang rumah orang tuanya yang luas disulap menjadi negeri dongeng. Untaian lampu fairy light menggantung di antara dahan pohon, menciptakan pendar keemasan saat matahari mulai terbenam. Tidak ada dinding, hanya udara segar dan aroma tanah yang basah tertutup hamparan kelopak bunga.

Meja-meja kayu panjang tanpa taplak menonjolkan kesan alami, dihiasi pusat perhatian berupa lumut hijau, sukulen, dan bunga liar yang seolah tumbuh langsung dari permukaan kayu. Byan berlarian di antara kursi-kursi rotan, jas kecilnya sudah dilepas, menyisakan kemeja putih dengan lengan digulung saat ia mencoba mengejar kunang-kunang yang mulai muncul.

Di tengah lantai dansa yang terbuat dari susunan kayu palet, Jehan dan Sebria berdansa pelan. Bukan lagu pop yang bising, melainkan petikan akustik gitar yang menyatu dengan suara jangkrik malam dimainkan Keona. Setiap sudut taman itu terasa hidup—bukan hanya karena dekorasi bunganya, tapi karena tawa keluarga dan tamu terbatas yang membaur di bawah langit terbuka, merayakan cinta yang tumbuh sealami tanaman di sekeliling mereka.

"Akhirnya Je..." Arkan memeluk lama sahabatnya itu. "Kamu memiliki nya." Sungguh pria itu merasa bahagia.

"Dia memang takdir ku." Sahut Jehan tak kalah hangatnya membalas. "Perkenalkan istri saya. Sebria Adreena Mahren. Putri dari bapak Fendy dan ibu Sandrina. Kalian pasti bertanya-tanya, karena dia tidak pernah di perkenalkan ke publik sehingga yang dikenal hanya ada Keona. Itu karena ada beberapa alasan yang menyangkut kenyamanan istri saya selama ini." Ujar Jehan bicara lantang sejak tadi menahan diri karena status istrinya di pertanyakan dalam keluarga Pak Fendy.

Pak Fendy berdiri sambil memegang gelas kristalnya, membuat suasana yang meriah perlahan tenang. Ia menatap putrinya, lalu beralih ke sang menantu dan Byan dengan senyum tulus.

"Dia adalah putri sulung saya, di usia muda saya dan istri saya melakukan kesalahan besar. Tidak bertanggung jawab pada putri kami sendiri." Ucap Pak Fendy merubah suasana seketika hening. "Selama bertahun-tahun," mulainya dengan suara berat yang hangat, "Putri saya menghabiskan waktunya begitu berat dan sendiri. Tiga tahun belakangan dia merawat bunga agar orang lain bisa merayakan cinta mereka. Hari ini, bunga-bunga ini mekar untuknya sendiri." Ia berhenti sejenak, menatap Byan yang duduk dengan wajah penuh perhatian. "Nak, kamu tidak hanya membawa seorang suami untuk putriku, tapi kamu membawa sebuah keluarga. Terima kasih telah memilihnya menjadi 'ibu' bagi petualanganmu selanjutnya. Untuk kalian bertiga, semoga cinta kalian tidak hanya tumbuh musiman, tapi sekuat akar yang menghujam bumi."

1
Ayuwidia
Dari sinopnya udah nyesek 🥺
Human
kisah yang menarik,Sebria tokoh wanita yang hebat dan tangguh,mentalnya kuat banget menghadapi segala cobaan
Ririn Rira: terimakasih kak mampir di buku baru lagi ya...
total 1 replies
Joey Joey
sebenarnya kamu tidak pgen pisah tapi karena keadaan and kamu tidak mau melibatkan terlalu jauh maka dengan kepahitan kamu melepaskan nya
Lisa
Wah udh ending nih..ceritanya bagus banget Kak..akhirnya Bria bahagia bersama keluarga kecilnya..
Lisa: Sama² Kak..oke Kak..
total 2 replies
Lisa
Ternyt Deric yg bermasalah..dia tdk mau mangakuinya..y sudahlah lebih baik mereka berpisah & Bria menemukan kebahagiaannya.
Ayuwidia
Benar, Bria nggak perlu tahu kehancuran sang mantan suami yg diakibatkan oleh keegoannya sendiri. Kelak, semoga Deric juga temukan bahagia bersama wanita yg bisa menerima dia apa adanya.

Makasih, Kakak Ririn, sudah menuliskan kisah yg indah ini. Tep semangat berkarya 🥰
Ayuwidia: sama2, Kak Ririn 🥰
total 2 replies
Ayuwidia
Alhamdulillah, akhirnya kebahagiaan mendekap erat Sebria setelah luka yang dialaminya bertubi-tubi 🥰
Indhira Sinta
bagus ceritanya,lain daripada yg lain
Ayuwidia
Harusnya, kamu dulu jujur saja, Ric. Banyak jalan yg bisa ditempuh untuk memiliki keturunan. Tapi ya sudahlah, semua dah terlanjur. Makasih sudah membebaskan Bria, sehingga dia bisa bebas dan sekarang bahagia dengan kehidupan barunya.
Lisa
Selamat y utk Bria & Jehan..sehat² y Bria sampai HPL nya nanti..
Ayuwidia
Lagi-lagi ikut bahagia sekaligus terbaru, luka yg dulu menganga sekarang terobati sempurna. Selamat buat kalian, Jehan--Bria 🥰
Ayuwidia: ralat: terharu, keyboardnya kerasukan Kak 😄
total 1 replies
Lisa
Koq cepat Kak..udh mau ending 🤭
Ririn Rira: iya kak buku meminjam ibu sehari emang di targetkan bab nya pendek
total 1 replies
Ayuwidia
Loh, kok cepet banget, Kak?
Ayuwidia: Rama-Hawa jg cuma dikit bab nya, Kak. Buat mengisi ramadan aja kaya' nya 😅
total 2 replies
Lisa
Syukurlah Byan udh ga ngerasa takut lg..bahagia selalu y utk kalian bertiga
Ririn Rira: terimakasih kak🥰
total 1 replies
Dewi Eka
menarik
Ayuwidia
Semoga kelak jika Mama Bi punya dedek bayi, Byan bisa menerima dan nggak cemburu 😉
Ririn Rira: Byan tetap jadi prioritas mama B 😄
total 1 replies
Lili Inggrid
banyak banyak up ..cerita bagus banget😊
Lisa
Ya Byan jgn dengerin kata² yg g baik itu..Mama B sangat menyayangimu.
Ayuwidia
Mama B itu tulus mencintai kamu, Byan. Jadi, meski kelak mama B punya baby, cintanya nggak pudar
Ayuwidia
Waduh, kalimat yg memprovokasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!