Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.
Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.
Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.
Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.
Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?
Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10: Perburuan Dimulai
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam semakin larut dan suhu di dalam gua kecil itu mulai terasa dingin menusuk tulang meski mereka sudah duduk berdiam diri untuk menghangatkan tubuh yang lelah setelah lari sejauh beberapa kilometer dari area utama sekte. Haneen menyalakan api kecil menggunakan batu pemantik dari sistem yang tidak memancarkan aura spiritual sehingga tidak akan terdeteksi oleh alat pelacak yang mungkin digunakan oleh para tetua untuk menemukan lokasi persembunyian mereka saat ini.
Yan Ling mengeluarkan gulungan kulit yang berhasil mereka ambil dari kotak hitam di ruang bawah tanah paviliun tua, membukanya dengan hati-hati di atas cahaya api yang bergoyang pelan ditiup angin malam yang masuk melalui celah mulut gua yang sempit. Mata wanita itu menyipit saat membaca teknik kultivasi yang tertulis di sana, sebuah warisan leluhur yang sudah hilang selama puluhan tahun dan menjadi alasan utama keluarganya dijauhi oleh kalangan atas sekte yang serakah akan kekuatan dan sumber daya yang ada.
"Ini dia," ucap Yan Ling pelan, jarinya menyentuh tulisan kuno yang tertera di atas kulit hewan spiritual yang sudah menguning karena termakan usia yang cukup panjang.
"Teknik Naga Biru, ini adalah teknik utama yang dulu membuat keluarga kami dihormati sebelum Song Wei mencurinya dan mengklaim sebagai miliknya sendiri di depan para tetua yang buta akan kebenaran."
Haneen tidak terlalu memperhatikan teknik tersebut karena baginya itu hanyalah alat bagi Yan Ling untuk bangkit kembali, fokus utama Haneen sekarang adalah surat daftar nama yang dia simpan di dalam dimensi penyimpanan sistem sejak mereka lolos dari kejaran tetua korup tadi malam. Dia memanggil surat itu keluar, kertas tipis yang berisi daftar hitam yang bisa mengguncang fondasi kekuasaan di Sekte Pedang Langit jika isi tersebut tersebar ke publik yang haus akan skandal para pemimpin mereka.
"Kita tidak bisa menggunakan ini sekarang," ucap Haneen sambil menyodorkan surat tersebut kepada Yan Ling agar wanita itu bisa melihat sendiri siapa saja nama yang tercantum di dalam daftar hitam yang sangat berbahaya tersebut.
"Jika kita sebarkan sekarang, mereka akan menutupi semuanya dan kita akan diburu sampai ujung dunia tanpa ada yang berani melindungi kita dari kemarahan para tetua yang terlibat."
Yan Ling membaca nama-nama tersebut, wajahnya semakin pucat saat melihat nama tetua muda yang tadi mengejar mereka serta beberapa nama murid senior inti yang sering dianggap sebagai teladan bagi murid-murid baru di sekte.
"Ini gila," bisik Yan Ling, suaranya bergetar karena menyadari betapa dalamnya akar korupsi yang sudah tumbuh di dalam tubuh sekte yang mereka ikuti selama ini tanpa curiga sedikit pun.
"Mereka menggunakan posisi mereka untuk mencuri dari murid lemah dan saling melindungi satu sama lain seperti sebuah organisasi kriminal yang terstruktur rapi."
"Persis," jawab Haneen singkat, matanya menatap api kecil di depan mereka sambil memikirkan langkah strategis berikutnya yang harus diambil untuk mengubah situasi buruk ini menjadi keuntungan bagi mereka berdua yang sekarang dalam posisi lemah.
"Kita butuh bukti lebih kuat, bukan sekadar daftar nama yang bisa mereka sangkal sebagai pemalsuan buatan musuh yang ingin menjatuhkan nama baik mereka di mata seluruh anggota sekte."
[Misi Baru: Kumpulkan Bukti Transaksi Ilegal. Syarat: Temukan bukti pengiriman sumber daya curian ke pihak luar. Hadiah: 3000 IP + Teknologi Penyamaran Wajah.]
Notifikasi sistem muncul lagi, memberikan arahan baru yang sesuai dengan rencana Haneen untuk membongkar jaringan korupsi ini secara perlahan namun pasti tanpa harus langsung menghadapi musuh yang terlalu kuat untuk dilawan saat ini.
"Kita perlu masuk ke ruang arsip logistik," ucap Haneen sambil menatap Yan Ling yang sekarang sudah mulai memahami pola pikir strategis yang digunakan oleh gadis misterius di hadapannya.
"Di sana pasti ada catatan pengiriman sumber daya yang tidak wajar, dan itu akan menjadi bukti fisik yang tidak bisa mereka sangkal meskipun mereka memiliki kekuasaan tinggi di dalam sekte."
"Itu sangat berbahaya," ucap Yan Ling mengingatkan, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang wajar karena ruang logistik adalah area yang paling ketat penjagaannya setelah ruang harta karun utama milik pemimpin sekte yang jarang terlihat wajah aslinya oleh murid biasa. "Penjaga di sana memiliki alat pendeteksi aura yang lebih canggih, dan kita baru saja menjadi buronan yang pasti dicari oleh seluruh anggota disiplin sekte malam ini."
"Justru karena kita dicari, mereka tidak akan menduga kita akan seberani itu untuk kembali ke dalam sarang musuh," jawab Haneen tenang, sebuah prinsip dasar dalam dunia intelijen yang sering kali berhasil mengecoh musuh yang terlalu percaya diri akan kekuatan mereka sendiri.
"Mereka pasti mengira kita akan lari keluar dari sekte untuk menyelamatkan nyawa, bukan malah masuk lebih dalam untuk mencari bukti yang bisa menghancurkan mereka."
Yan Ling terdiam sejenak, memproses kata-kata Haneen yang terdengar gila namun masuk akal jika dipikirkan dengan kepala dingin tanpa dipengaruhi oleh rasa takut yang wajar dimiliki oleh manusia biasa yang menghadapi ancaman kematian yang nyata. Akhirnya wanita itu mengangguk perlahan, memutuskan untuk mempercayai rencana Haneen karena dia tidak punya pilihan lain selain ikut bermain dalam permainan berbahaya yang sudah dimulai sejak kematian Song Wei beberapa hari yang lalu.
"Aku ikut," ucap Yan Ling tegas, tangannya mengepal menunjukkan tekad yang bulat untuk mengambil kembali hak keluarganya dan membersihkan nama baik sekte dari kotoran yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun tanpa ada yang berani membersihkan.
"Tapi kita butuh rencana yang lebih matang daripada sekadar nekat masuk ke ruang logistik tanpa persiapan yang cukup untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk."
Haneen tersenyum, senang melihat Yan Ling mulai berpikir seperti seorang rekan strategis dan bukan sekadar pengikut yang hanya menunggu perintah untuk dilaksanakan tanpa pertanyaan yang kritis terhadap rencana yang mungkin memiliki celah berbahaya.
"Kita akan istirahat sampai fajar, lalu aku akan menyiapkan alat penyamaran dari sistem untuk menyamarkan aura dan wajah kita agar tidak dikenali oleh alat pendeteksi yang ada di ruang logistik tersebut." Ucap Haneen
Mereka menghabiskan sisa malam itu dengan bergantian menjaga keamanan sekitar gua sambil tidur sebentar untuk memulihkan tenaga yang sudah terkuras habis karena lari dan ketegangan tinggi selama beberapa jam terakhir sejak pertemuan dengan tetua korup di paviliun tua. Matahari mulai terbit di ufuk timur, membawa cahaya baru yang juga membawa berita buruk bagi mereka karena lonceng alarm sekte berbunyi nyaring dari kejauhan menandakan bahwa perburuan resmi terhadap mereka sudah dimulai secara besar-besaran.
Haneen berdiri dan merapikan jubahnya, melihat ke arah Yan Ling yang sudah siap dengan pedang di pinggang dan tekad di mata yang menyala karena tujuan yang jelas untuk diperjuangkan sampai titik darah penghabisan nanti.
"Perburuan sudah dimulai," ucap Haneen pelan, suaranya tenang meski bahaya sudah semakin dekat dengan lokasi persembunyian mereka yang mungkin sudah diketahui oleh pihak yang memiliki sumber daya intelijen yang besar.
"Saatnya kita memburu mereka." Ucap Haneen
Haneen memanggil antarmuka sistem di dalam pikirannya, memeriksa saldo poin informasi yang tersisa dan item yang tersedia untuk misi berbahaya yang akan mereka jalani hari ini. Dia membutuhkan setiap keuntungan yang bisa didapatkan untuk menghadapi penjaga-penjaga terlatih di ruang logistik yang pasti sudah disiagakan dalam kondisi siaga tinggi sejak insiden semalam.
"Kita perlu menunggu hingga malam tiba," ucap Haneen setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko. "Siang hari terlalu berbahaya, terlalu banyak penjaga yang berpatroli dan terlalu banyak mata yang bisa mengenali kita meski dengan penyamaran."
Yan Ling mengangguk setuju. Mereka akan menghabiskan hari ini dengan bersembunyi dan merencanakan setiap langkah dengan hati-hati. Tidak ada ruang untuk kesalahan dalam misi yang akan datang. Nyawa mereka bergantung pada kesempurnaan eksekusi rencana yang akan Haneen susun dalam beberapa jam ke depan.
Api kecil di depan mereka perlahan meredup, menyisakan abu hangat yang masih memancarkan panas tipis di udara pagi yang dingin. Di luar gua, suara burung-burung pagi terdengar bersahutan, tidak menyadari bahwa dua buronan paling dicari di sekte sedang bersembunyi hanya beberapa ratus meter dari tempat mereka bernyanyi dengan riang.
Haneen menatap keluar dari mulut gua, matanya yang tajam mengamati pergerakan di kejauhan. Dia bisa melihat beberapa sosok berpakaian seragam sekte sedang berpatroli di area hutan, mencari jejak mereka dengan bantuan anjing pelacak dan alat pendeteksi aura. Perburuan memang sudah dimulai, dan mereka adalah mangsa yang diburu.
Tapi Haneen tahu satu hal yang penting: dalam dunia intelijen, mangsa yang cerdas bisa berubah menjadi pemburu dalam sekejap. Mereka hanya perlu menunggu momen yang tepat untuk menyerang balik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung…...
Jangan lupa like, komen dan share😁