NovelToon NovelToon
Simfoni Dua Deru

Simfoni Dua Deru

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Syra Aliyah Farhana, seorang gadis kota yang hidup bebas dengan deru mesin motor, mendapati dunianya jungkir balik saat dipaksa "mondok" dan dijodohkan dengan putra mahkota Pesantren Al-Fathan. Ia datang dengan jaket denim robek dan knalpot bising, siap untuk memberontak.
​Namun, ia harus berhadapan dengan Arkanza Farras Zavian, Gus muda yang berwibawa, dingin, dan tak mudah goyah oleh gertakan. Di tengah aroma kopi dan lantunan kitab kuning, Syra terjebak dalam perjanjian yang merampas fasilitas mewahnya. Di balik tembok pesantren, ia tidak hanya harus berhadapan dengan aturan yang mencekik, tapi juga rahasia hati, kecemburuan, dan masa lalu yang mengejarnya dari Jakarta.
​Ini bukan sekadar tentang perjodohan, tapi tentang perjalanan mencari arah pulang di tempat yang Syra sebut sebagai "Neraka Suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Negosiasi di atas oli

Syra masih terpaku di depan motor BMW R25 itu. Rahasia besar Gus Arkanza kini berada di tangannya, dan otak "barbar" Syra langsung bekerja cepat. Ini bukan lagi soal mencuci piring atau belajar Iqra; ini soal kartu as untuk mendapatkan kembali kebebasannya.

"Jadi... Black Hawk, hah?" Syra melipat tangan di dada, mencoba mengembalikan rasa percaya dirinya yang sempat hancur karena insiden nasi goreng. "Gue nggak nyangka ustadz paling idola se-Jawa Timur ternyata punya hobi main aspal. Kalau santri-santri di luar sana tahu Gus mereka jago bongkar mesin dan balapan, bakal gimana ya?"

Arkan meletakkan kunci pasnya di atas meja kerja kayu yang penuh bercak oli. Ia menatap Syra dengan tenang, tapi ada intensitas yang berbeda di matanya. "Apa yang Anda inginkan, Syra? Mengancam saya?"

"Bukan mengancam, Gus. Gue sebut ini... diplomasi," Syra menyeringai nakal. "Gue mau kunci motor gue balik. Gue mau izin keluar pesantren setiap sore tanpa dikawal Omar yang hobi istighfar tiap gue ngebut. Dan gue mau lo berhenti nyuruh gue duduk bareng bocah-bocah TK buat belajar Alif-Ba-Ta."

Arkan melangkah mendekat, langkahnya pelan namun intimidatif. "Anda pikir saya akan takut dengan ancaman gadis yang bahkan tidak bisa membedakan terasi matang dan mentah?"

"Mungkin lo nggak takut, tapi gimana sama reputasi Abi lo? Kyai besar punya anak mantan pembalap liar? Pasti bakal jadi gosip panas di kalangan pesantren," tantang Syra, mendongak menatap wajah Arkan yang kini hanya berjarak beberapa senti.

Arkan tiba-tiba meraih pergelangan tangan Syra dan membawanya mendekat ke arah motor klasik itu. "Anda bilang Anda jago mesin karena lulusan desain? Oke, kita mainkan sebuah permainan. Jika Anda bisa menyalakan mesin motor ini dalam waktu lima menit, saya akan mengembalikan kunci motor Anda dan memberi izin keluar."

Syra tertegun. "Cuma nyalain? Kecil!"

"Tapi," potong Arkan, "jika Anda gagal, Anda harus mengikuti kelas mengaji privat dengan saya setiap malam setelah Isya. Dan Anda harus memakai kerudung dengan benar—pakai peniti, bukan dililit seperti bajak laut. Bagaimana?"

"Deal!" Syra langsung menyambar obeng dan mulai memeriksa bagian karburator.

Lima menit berlalu dalam keheningan yang tegang, hanya diiringi suara denting logam. Syra berkeringat, rambut cokelatnya yang terurai mulai terkena noda hitam oli. Arkan memperhatikan setiap gerak-gerik Syra, diam-diam ia kagum dengan cara jemari Syra yang lincah memeriksa sela-sela mesin. Syra memang bukan gadis biasa; dia punya insting mekanik yang tajam.

Ceklek. Brumm... batukk...

Mesin motor itu sempat terbatuk, lalu mati lagi. Syra mencoba menendang kick starter-nya berkali-kali sampai kakinya pegal, tapi BMW tua itu tetap bungkam.

"Waktu habis," ucap Arkan sambil melirik jam tangannya.

"Curang! Ini motor tua, emang rewel!" Syra membanting kain lap ke lantai dengan kesal.

"Bukan rewel, Syra. Anda lupa membuka keran bensinnya," Arkan mengulurkan tangan, memutar sebuah katup kecil di bawah tangki, lalu dengan sekali sentakan kaki, mesin motor itu menderu halus dan stabil. Suaranya merdu, seperti musik bagi telinga pecinta otomotif.

Syra melongo. Ia merasa sangat bodoh. Hal sepele seperti itu luput dari perhatiannya karena ia terlalu bernafsu ingin menang.

"Sesuai janji. Mulai malam ini, kelas privat dengan saya. Dan besok subuh, saya tidak mau melihat turban di kepala Anda," Arkan mematikan mesin, lalu berjalan menuju pintu jati. Ia berhenti sejenak sebelum keluar. "Satu lagi... bersihkan wajahmu. Kamu terlihat lebih seperti 'debu' sungguhan daripada calon istri saya."

Syra mengepalkan tangan, wajahnya memerah bukan karena malu, tapi karena kesal setengah mati. "GUS ARKANZA! LO CURANG!"

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Hartini Donk
dalemmmm banget terhura aku...👍👍👍💪
falea sezi
sweet amat sih gus
falea sezi
suka deh endingnya g ribet g bertele Tele kerennnn
falea sezi
ini dibuat sinet pendek bagus deh
falea sezi
jd mereka uda nikah
Hartini Donk
jossss
Hartini Donk
ini n kdi film po sinetron mini keren banget thorrrr...
Isti Mariella Ahmad: wah semoga aja ya
total 1 replies
Rahma Sari
keren loh ceritanya.
Rahma Sari
keren loh ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Terimakasih sayang, baca yang lain juga ya
total 1 replies
Hartini Donk
aku sukaaa...
Rahma Sari: aq juga suka (maaf y u yg sentuhan fisik bukan bermaksud membenarkan) tp ini novel.
total 1 replies
Muharlita Muharlita
Wahhh seru ceritanya
Isti Mariella Ahmad: Makasih sayang, baca cerita yang lain juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!